Menjadi Istri Kedua Sang Presdir

Menjadi Istri Kedua Sang Presdir
58.


__ADS_3

setelah amara mematikan telepon axel, dia pun kembali merebahkan punggungnya di sandaran kursi. entah kenapa dia sangat rindu dengan suaminya itu. dia ingin bermanja-manja dengan axel dan bersandar di bahunya. amara terlonjak kaget ketika seseorang mengecup dahinya. dia pun mendongakkan kepalanya dan tersenyum manis. rupanya jack menghampirinya.


"kamu kenapa hmm kok lesu gitu." Jack mengusap lembut rambut amara.


Amara mendongakkan kepalanya dan mengecup tangan itu dengan lembut, "gpp kok aku hanya capek aja." Jack menaikan satu alisnya dan dia pun mulai duduk di sebelah kekasihnya itu.


Jack menyuruh amara untuk bersandar di bahunya, amara tersenyum kecil melihat tingkah lelaki yang ada di sampingnya ini.


"Kamu lucu banget sih." Amara dengan gemas mencubit pipi itu dan mengusap lembut bulu-bulu halus yang ada di kedua pipinya menambah kesan seksi.


Jack yang merasa tergoda dengan gerakan tangan Amara pun menangkap tangan lentik itu dan mengecupnya lembut.

__ADS_1


"I love you baby." Bisik Jack. Seketika tubuh amara bergelinjang hebat, dan seketika bulu kuduknya meremang ketika bibir seksi itu membisikkan kata-kata yang sangat bergairah.


"I love you more beb." Amara mengalungkan tangannya di leher Jack.


Jiwa liar Jack merasa terpancing ketika Amara menggodanya dengan sangat sangat membuat yang di bagian bawah inti Jack bangun seketika. Jack yang tak sabaran pun menggendong Amara dan membawanya ke kamar milik Jack. Di baringkannya tubuh seksi wanitanya. Amara tersenyum, dia sengaja menarik dasi itu. Seketika wajah mereka sangatlah dekat. Jack pun mulai m*lumatnya dengan lembut. Amara yang terbakar api gairah pun menerimanya dengan senang hati. Hingga keduanya sama-sama mabuk dengan gairah masing-masing. Jack yang tak sabaran merobek baju yang di pakai Amara dan membuangnya asal dan menampilkan lekukan tubuh yang sangat aduhai. Tak menunggu waktu lama, akhirnya mereka berdua pun melakukan sesuatu yang terlarang hingga mereka mencapai puncaknya.


Jack pun mengusap hasil dari perbuatannya itu dengan lembut dan mengecup dahi dan perut Amara supaya benihnya bisa tumbuh, agar dia bisa mengikat wanita pujaan hatinya. Dan Jack takkan pernah melepaskan Amara begitu saja. Jack menutupi tubuh polos itu dengan selimut.


Dia pun menyibakkan rambut yang menutupi wajah cantik kekasihnya itu yang tertidur pulas. Entah kenapa Jack merasa tak bisa berjauhan dengan kekasihnya itu dan tubuh amara yang semakin lama semakin candu untuk Jack jelajahi setiap inci lekuk tubuh kekasihnya itu.


Di sisi lain...."

__ADS_1


Axel lagi-lagi menghela nafas besar, dia melirik jam di pergelangan tangannya sudah waktunya dia pulang. Tapi apa yang harus axel lakukan untuk zahra, supaya gadis itu mau memaafkan dirinya. Dia berjalan mondar-mandir layaknya setrikaan. Hingga dia tak sadar kalau jo sudah berada di ruangan miliknya.


Jo yang melihat tingkah bos nya itu yang semakin lama semakin aneh saja, bagaimana gak aneh. Sebentar-sebentar axel akan bersikap acuh pada nona zahra tapi juga terkadang tuannya itu merindukan ocehan dan amukan dari istri mudanya itu. Jo pun tak paham dengan jalan pikiran tuan mudanya itu.


Jo lebih baik memilih diam dan tak mau ikut campur, biarlah dia hanya bisa menjadi penonton bayaran seperti anak alay.


"Tuan muda, sudah waktunya kita pulang." Ucap jo. Seketika axel terlonjak kaget dan mengusap-ngusap dadanya, untung aja dia tak punya riwayat jantung. Jadi aman lah.


"Astaga jo kamu bikin kaget aja." Axel pun berucap sewot.


Lalu dia memerintahkan jo untuk mengikuti nya pulang, dan mereka berdua pun berjalan menuju lift yang terbuka lebar. Sesampainya di parkiran, jo dengan sigap membukakan pintu untuk tuan mudanya itu. Lalu dia pun bergegas berjalan memutar ke kursi mengemudi. Tak lama mobil mereka pun bergerak keluar menuju jalanan yang sangat padat merayap. Di kursi belakang axel tampak gelisah pun melirik jam terus. Jo yang melihat dari kaca mobil tengah hanya bisa menghela nafas dan kembali fokus mengemudi. Hingga mobil yang di kendarai jo pun telah sampai di mansion milik tuannya itu. Axel yang tak sabaran membuka pintu itu dengan kasar dan berlari ke dalam rumah mencari istri tercinta itu. Bi sum yang melihat tingkah majikannya itu pun mengernyitkan dahinya bingung. Axel yang ingin naik ke lantai atas pun seketika berbalik menghampiri bi sum.

__ADS_1


"Bi sum apa zahra sudah pulang???" Tanyanya dengan hati yang gelisah.


Bi sum menggelengkan kepala, "belum tuan, mungkin macet kali di jalan." Axel yang mendengar itu pun seketika berjalan menuju kursi dan duduk dengan kaki yang lemas. Tak lama suara langkah kaki menghentikanku dan menoleh ke arah sumber suara. Dengan spontan, axel pun bangkit dan berjalan cepat ke arah istrinya itu. Zahra yang baru saja pulang menaikan satu alisnya," Ada apa dengannya, kok seperti orang kesurupan." Batin zahra bertanya-tanya, lalu dia melenggang pergi . Mengabaikan axel yang mematung dengan mulut yang terbuka.


__ADS_2