
amara akhirnya telah sampai di lokasi.. ia menelpon sang manager. tapi tak kunjung di angkat. dia berdecak kesal ternyata dia telah tertipu. baru saja amara mau menelpon lagi. seseorang memanggil namanya. dia pun segera menoleh dan ternyata itu susan managernya.
"kenapa lama sekali." amara mendengus kesal.
susan bukannya menjawab malah menarik lengannya dan menuju lokasi pemotretan.
dia di tunjuk sebagai model brand ambassador dari sebuah perusahaan terbesar disini. dan sekarang dia dan susan menemui ceo yang punya produk itu. baru saja beberapa langkah, amara menatap sosok pria bertubuh tinggi tegap yang begitu familiar. amara mencoba menepisnya.
ahh tidak mungkin dia disini." gumamnya.
sosok pria bertubuh tinggi itu pun seperti berbicara ke atasanku. susan pun segera menarik lenganku dan mempercepat langkah kakinya untuk segera sampai ke sana.
lohh suara itu seperti...." ucapan amara terhenti, ketika susan memanggil namaku dengan setengah berteriak. sontak saja itu mengundang banyak orang yang menoleh kepadaku dan susan. begitu pun dengan sosok pria bertubuh tinggi itu dan ia pun membalikkan badannya untuk menghadap ke arahku. dan yang lebih terkejutnya lagi. ternyata klien ku adalah...." aku di buat tak percaya. sampai-sampai aku menutup mulutku saking terkejut nya. pria itu berjalan menghampiri ku dengan senyum mengembang yang Menurutku sangatlah manis. ya ampun aku tidak menyangka akan bertemu dia disini.
"haii..." sapanya dengan tersenyum. setelah sampai di depan mataku.
seketika tubuhku menjadi kaku seperti patung yang tak bergerak. hingga tepukan di bahu membuyarkan ku. aku di buat tak percaya.
yap benar, Jack yang menyapaku. ternyata dia lah klien ku. sebelum tau itu adalah Jack. aku hanya mendengar para staff di buat heboh katanya. kita akan mendapat klien yang sangat tampan, badan kekar dan tentu saja bertubuh tinggi. aku yang mendengar itu bersikap acuh dan tidak ingin bergosip. aku mengabaikan suara teriakan dari para wanita yang ada di satu ruangan denganku.
"ya ampun Jack, dunia kok sempit amat yak. kita bisa bertemu disini dan yahh... " ucapanku terhenti ketika tangan kekar itu mengelus rambut indahku dengan lembut. aku terbuai sesaat. dan segera bersikap profesional terhadap klien baruku.
"karena aku ingin kasih surprise padaku." Jack terkekeh dan tetap mengusap lembut rambutku.
aku mencoba melepaskan tangannya di rambutku. supaya tidak banyak gosip yang bertebaran.
"mari tuan ke sebelah sini," kata direktur tempat ku bekerja sebagai model.
"mara..., amara.. sini..." susan melambaikan tangannya kepadaku untuk segera menghampiri dirinya.
aku di perkenalkan oleh direktur ku bahwa aku yang akan menjadi brand ambassador untuk produk miliknya.
__ADS_1
"ohh iya tuan Jack, perkenalkan ini amara. dia yang akan menjadi model brand mu." tutur direktur.
spontan aku mengulurkan tanganku dan di sambut baik oleh Jack. setelah sesi perkenalan barulah aku memulai sesi foto dan tentu saja pemilik produk itu juga ikut andil di dalamnya. dia juga akan menjadi model dadakan bersama amara.
sekitar lebih dari 3 jam sesi pemotretan itu pun selesai...
aku duduk di sofa dengan memegang kipas portable untuk menghilangkan gerah yang ada di wajahku. Tiba-tiba sekaleng minuman mengenai pipiku.. hingga aku terjingkat kaget.
"ya ampun Jack, ngagetin aja deh." cebikku menahan kesal.
Jack terkekeh melihat amara merajuk. ia menyodorkan minuman kaleng itu ke hadapan amara.
amara yang terkejut bukan main pun, menerima minuman kaleng itu.
"emmm makasih Jack." ucapku gugup.
entah kenapa aku paling gak bisa menatap mata Jack terlalu lama. mungkin pipiku merah seperti kepiting rebus. saking groginya.
aku pun membuka tutup kaleng itu dan mulai meneguknya. ahh segar sekali. haus yang tadi kini telah hilang. aku sangat suka minuman asam manis. karena sangat enak dan juga segar di tenggorokan ku.
"ohh iya btw, kamu abis ini mau kemana. gimana kalau kita makan siang bareng??" ajak Jack.
dengan cepat amara menganggukkan kepala layaknya anak kecil yang di kasih permen lolipop.
di mata Jack, amara sangat lucu dan menggemaskan. ia pun mengelus pipi halus itu dengan mesra. hingga mata Jack dan mata amara bertemu.
amara seperti merasakan sesuatu yang aneh di hatinya, ketika menatap mata biru itu. ya ampun lama-lama aku bisa meleleh.
"apa kamu mau makan siang bareng??" tanya Jack lagi.
"iya aku mau." jawabki tersipu.
__ADS_1
"ayo." Jack menarik lengan amara dan dia pun segera bangkit dari kursi dan berjalan menuju sebuah restoran yang tak jauh dari lokasi pemotretan.
Jack menggandeng lengan amara dengan mesra, ia menarik kursi untuk amara dan juga untuk dirinya sendiri. ia memanggil pelayan dan mulai memesan makanan.
tak butuh waktu lama, akhirnya pesanan mereka telah datang, pelayan itu menaruh satu persatu makanan itu. amara yang terkejut melihat banyak sekali makanan. dengan binar di matanya.
"ohh ya ampun Jack, kita kan baru bertemu setelah sekian lama, kenapa kamu pesan makanan begitu banyak. nanti baju-bajuku tidak muat. karena terlalu banyak makan." keluh amara.
Jack terkekeh dan mengacak-acak rambut panjang amara dengan gemas. dan tentu saja mendapat pelototan tajam dari sang empunya.
"aku tau kamu dari pagi belum makan kan, jadi aku sengaja pesan banyak supaya kamu punya energi untuk sampai sore." tutur Jack lembut.
setelah di pikir-pikir ada benar nya juga, ia pun mulai menyuapkan makanan itu ke dalam mulutnya. begitu pun Jack. ia juga mengunyah makanan miliknya.
mereka menikmati makanan khas dari negara romantis itu dan sesekali bercanda . hingga tak terasa makanan yang ada di piring habis. Jack melirik jam di pergelangan tangannya.
"ayo amara, sudah waktunya kita kembali." jawabnya cepat.
mereka berdua pun masuk ke dalam mobil dan menuju tempat lokasi syuting berada.
mereka memilih lokasi syuting di pantai. menurutnya sangat natural dan cocok dengan produk barunya. akhirnya mereka berdua pun sampai dan syuting iklan pun di mulai.
ternyata syutingnya sampai menjelang malam, rasanya tubuhnya sangat lelah. ia dan susan berjalan ke arah jalan raya untuk menyetop taksi yang lewat. tapi kenapa sejak mereka berdiri tidak ada taksi pun yang lewat. amara berdecak kesal bukan main menunggu taksi sangatlah melelahkan. hingga mobil Lamborghini edisi terbaru berhenti tepat di depan matanya. menampilkan sosok pria bertubuh tinggi tegap menghampiri mereka berdua. dan amara membulatkan matanya yang menghampiri dirinya adalah Jack.
"ayo aku antarkan kalian berdua pulang." ajak Jack.
"emm apa gpp, kita berdua menumpang??" tanya amara ragu.
"sudah tidak apa-apa, ayo naik." titah nya.
dengan berat hati mereka berdua pun naik ke dalam mobil Jack.
__ADS_1