
Jack pun menaruh barang belanjaannya di keranjang mall dan terus mendorongnya sampai ke sebuah rak dimana perlengkapan bayi berada.
senyum Jack tak pernah luntur, karena hatinya begitu bahagia. jika calon istrinya mengandung buah cintanya.
tak sia-sia selama ini, Jack setiap hari meminta jatah dan apa yang di impikannya benar-benar terwujud.
mata Amara membola ketika Jack mengambil semua yang ada di setiap rak estalase.
"astaga Jack, kenapa banyak sekali. letakkan itu ke tempat semula. kita belum memerlukan ini sayang." pekik Amara menahan kesal.
Jack bukannya marah, justru terkekeh melihat kekasihnya yang cemberut. membuat ia semakin gemas sekali.
"tak apa sayang, kita harus mempersiapkan segalanya sejak dini. biar kita tak usah beli lagi." pungkas Jack mengusap lembut rambut indah milik sang istri.
baru saja Amara ingin menolak, Jack sudah lebih dulu membungkam bibir mungil itu dengan telunjuk miliknya.
akhirnya Amara pun memilih diam dan tak bicara lagi, ia lebih memilih menuruti keinginan dari kekasihnya.
selesai membeli semua perlengkapan untuk sang istri, Jack mendorong kursi roda milik kekasihnya dan memerintahkan anak buahnya untuk mendorong keranjang belanjaan milik kedua majikannya.
akhirnya mereka pun tiba di kasir, dengan sigap Jack menaruh barang belanjaannya dan akan di hitung oleh petugas kasir.
petugas kasir itu tersenyum dan mulai menyebutkan semua total belanjaan yang di beli oleh Jack.
Jack pun mengeluarkan dompetnya dan mengambil kartu blackcard miliknya dan menyodorkannya lagi ke petugas kasir.
selesai berbelanja, Jack mendorong kursi roda kekasihnya. tapi di tengah jalan Jack menghentikan langkah kakinya.
Amara menaikkan satu alisnya dan menatap ke arah pria tampan itu.
"ada apa? kenapa berhenti?" tanya Amara dengan kening yang berkerut dalam.
"apa kau lapar, jika iya! ayo kita ke restoran yang di sebelah sana." tunjuk Jack ke arah restoran mewah yang berada di dalam mall ini.
Amara berpikir sejenak dan memandang restoran itu, entah kenapa ia membayangkan memakan seafood di resto itu. membuat air liurnya menetes dengan sendirinya.
"aku ingin makan seafood." lontaran kata yang di ucapkan oleh kekasihnya. tanpa banyak bicara, Jack mendorong kursi roda itu pergi menuju restoran seafood yang tak jauh dari mereka berdiri.
"tolong kamu bawa dan taruh di dalam mobil." titah Jack dan di angguki oleh anak buahnya.
anak buahnya pamit untuk membawa semua barang belanjaan milik bosnya itu.
selepas kepergian kedua anak buah itu, Jack terus menerus mendorong kursi roda sampai ke sebuah restoran seafood.
__ADS_1
sesampainya di restoran, Jack memilih duduk di dekat jendela dan memapah istrinya untuk bangun dari kursi roda itu menunjuk sebuah kursi yang berada di sebelah kekasihnya.
"sayang kamu ingin makan apa?" Jack menyodorkan buku menu di hadapan Amara.
sontak saja mata Amara berbinar bahagia hanya melihat buku menu saja.
"sayang aku ingin kepiting asam manis, udang saus tiram,udang asam manis, es krim, kerang asam manis,orange jus, waffel ice cream, dan salad buah tentunya." ucap Amara berbinar bahagia.
mendengar itu, Jack langsung meringis melihat pesanan kekasihnya yang begitu banyak sekali.
"ya ampun sayang, apa segitu kamu sanggup hmm. nanti kamu tak kuat bangun sayang, aku tak ingin kamu kenapa-napa." tutur Jack lembut.
"aku sanggup kok, lagi pula aku ingin memakan yang aku sebutkan tadi." jawab Amara jujur.
sejujurnya di lubuk hati Amara, ia tak terima jika dirinya hamil. ia masih terus berpikir kalau ini adalah anak dari Axel, bukan dari hubungan gelap antara dirinya dan Jack.
wanita cantik itu selalu menepisnya, dan tetap bersikeras kalau ini anak dari Axel.
setelah itu Jack mengangkat tangannya ke udara dan memanggil pelayan. tak lama seorang pelayan wanita menghampiri meja mereka berdua.
"selamat siang, ada yang bisa saya bantu?" tanya pelayan wanita itu bersikap ramah.
lalu Jack mulai menyebutkan makanan yang di inginkan oleh kekasihnya itu.
"baik, silahkan di tunggu." setelah itu pelayan itu pun pergi dan membawa buku menu tadi.
"Kiara." gumam Jack dalam hati.
pikirannya melayang jauh mengingat wajah cantik itu, ia begitu terkejut melihat sosok yang sudah lama sekali tak ia lihat.
Amara melirik ke arah kekasihnya yang sepertinya terlihat melamun, Amara melambaikan tangannya di depan wajah tampan itu. tapi sepertinya percuma, Jack benar-benar melamun.
entah memikirkan apa, yang pasti perasaan Amara mendadak gelisah tak karuan. Amara tak hilang akal, ia pun menggoyang-goyangkan lengan kekar itu. sampai Jack tersentak dan tersenyum lembut ke arahnya.
"ada apa hmm, apa kamu ingin pesan lagi." ucap Jack mengusap pipi mulus milik kekasihnya.
Amara menggelengkan kepalanya, "aku tak ingin pesan, semua makanan itu belum sanggup aku habis semua. kamu kenapa! sepertinya sedang memikirkan sesuatu. apa ini ada kaitannya dengan wanita cantik yang berprofesi dokter itu." ucap Amara mencoba menelisik lebih dalam menatap lelaki yang ada di depannya.
deg!
jantung Jack seketika terasa nyeri, dan mencoba bersikap santai. supaya kekasihnya tak curiga dengannya.
baru saja Jack ingin bicara, tak lama pelayan wanita yang tadi membawa troli berisikan makanan menuju meja customernya.
__ADS_1
pelayan wanita itu menaruh makanan satu persatu dan meletakkan semuanya begitu tertata rapi.
selesai menaruh semua makanan, pelayan wanita itu pun pergi dari sana dan meninggalkan kedua sejoli.
"ayo makan, pasti kamu lapar kan." ucap Jack mencoba mengalihkan pembicaraan.
Amara menahan kesal, ketika dirinya bertanya tapi malah tak menjawab sama sekali.
aroma makanan yang asapnya yang masih ngepul itu masuk ke rongga hidungnya dan perutnya meronta-ronta ingin mencicipi makanan yang ada di depan matanya.
Amara menyambar makanan yang ada di depan matanya dan melahap makanan yang ada di atas piringnya.
"hmm enak banget," ucap Amara dengan mata yang berbinar.
Jack terkekeh dan mengacak-acak rambut Amara hingga membuat wanitanya cemberut.
"ayo makan dulu, habiskan sayang ya." ucap Jack lembut dan menyuapi kekasihnya dengan begitu telaten.
sontak saja wajah amara bersemu merah, ketika Jack memperlakukannya Begitu romantis sekali.
"sudah ihh, aku bisa makan sendiri. aku malu kalau di suapi sama kamu." Amara memukul lengan kekar itu dan menutup wajahnya menahan malu.
mereka berdua pun menikmati makanan yang ada di piring masing-masing, sampai habis tak tersisa.
setelah itu Amara pun mencoba memakan es krim yang ia pesan tadi dan mulai melahap es krim coklat yang bertabur kacang almond yang sangat menggugah selera.
"wah enak banget ini es krim nya, aku jadi kepingin nambah lagi." ucap Amara penuh semangat.
"apa kamu mau lagi, kalau iya! aku akan pesankan untukmu, sebutkan saja apa mau mu." ucap Jack tersenyum.
tanpa sadar Amara menganggukkan kepalanya cepat dan membuat Jack terkekeh.
"sebentar ya, itu pelayannya mau kesini." tunjuk Jack melihat seorang pelayan laki-laki menghampiri meja mereka.
"maaf mas, bisa tolong pesankan 3 cup eskrim." ucap Jack tanpa melihat buku menu.
pelayan laki-laki itu mengangguk dan tak lupa mencatat pesanan mereka berdua. setelah itu pelayan itu pun pergi dari meja. sembari menunggu es krimnya datang, Amara melahap habis sampai gelas es krim pun habis.
Jack tersenyum kecil melihat kekasihnya melahap es krim, tapi mulutnya penuh dengan lelehan coklat.
Jack meraih tisu dan mengusap lembut bibir kekasihnya yang di lumuri lelehan coklat.
sampai es krim nya datang pun, Amara seakan mengabaikan kekasihnya dan melahap habis sampai 3 gelas.
__ADS_1
ya ampun mungkin efek hormon hamil, nafsu makan Amara kian bertambah.
"sehabis dari mall, aku akan menunjukkan testpack ini ke Axel." gumam Amara dalam hati dan masih melahap habis es krim yang tersisa.