
satu tahun kemudian....
axel sudah menceraikan amara, karena mantan istrinya itu berselingkuh dengan rival bisnisnya. selama ini axel tidak tahu bahwa amara sudah dekat dengan pria itu. dan lebih parahnya lagi dia malah bermain api di belakangnya. sebelum axel menikahi zahra.
axel yang bersandar di kursi kebesarannya itu pun menatap sebuah foto yang menghiasi hari-hari nya yang sibuk. dia mengusap foto itu dengan tersenyum getir.
rasanya dia rindu dengan gadis galak itu, yahh sekarang dia dan zahra sudah resmi bercerai juga.
tapi amara tetaplah amara, dia setiap hari selalu datang ke kantor miliknya dengan wajah tanpa dosa. dia selalu cari muka dan cari perhatian axel, supaya mau rujuk dengannya. amara berjanji akan menjadi istri yang baik dan akan menuruti semua keinginan axel. dan dia juga akan hengkang dari dunia model, hanya untuk menjadi istri yang di inginkan olehnya.
suara ketukan pintu membuyarkan lamunan axel, ketika melihat wajah berseri-seri dari seorang amara. yahh wanita itu datang lagi dengan menenteng satu paper bag berukuran besar dan axel sangat tahu, itu pasti makanan. dia pun melirik jam di pergelangan tangannya memang benar sudah waktunya makan siang.
"sayang, ayo duduk sini. aku sudah masak untukmu." amara tersenyum bahagia dan meletakkan makanan di atas meja. seperti layaknya seorang istri yang sangat baik.
axel berdecih, sejak kapan seorang amara bisa masak. bukannya dia hobinya shopping dan menghambur-hamburkan uang.
"cih sejak kapan kamu bisa masak." celetuk axel tersenyum mengejek.
"bukannya kamu gak pernah ke dapur yahh, emang tau resepnya hah." timpalnya sambil berdecih.
amara terdiam, dia mengepalkan tangannya. dia harus bisa mengontrol emosinya dan harus bisa mengambil hati mantan suaminya itu.
amara dengan percaya dirinya bangkit dari sofa dan berjalan menuju meja kerja milik axel.
"ohh ayolah, aku benar-benar masak untukmu loh xel." jawab amara pelan.
axel menghela nafas dan mencoba mengalah. dia juga sesekali mengetik pesan ke jo untuk datang kesini sekarang juga. supaya tak ada fitnah yang menyebar nantinya.
"bentar aku tak mau makan berdua denganmu, kita tunggu jo untuk makan siang bareng kita berdua." ucapnya santai.
__ADS_1
tak lama jo pun masuk tanpa di suruh, karena memang di suruh sang bos untuk langsung masuk saja.
"dim, kemarilah kita makan siang bareng. ini amara katanya dia masak." celetuk axel santai.
dimas pun mengangguk dan duduk di depan boss nya itu. amara pun berjalan menuju sofa dan duduk di sebelah axel, dengan cekatan amara menyiapkan makanan untuk mantan suaminya itu. dan langsung menyodorkannya ke arah axel. setelah itu barulah dirinya mengambil makanan untuknya dirinya sendiri. dimas pun mengambil makanan untuknya sendiri.
lalu axel menyuap makanan itu ke dalam mulutnya dan mengunyahnya perlahan-lahan.
"kok ini makanan mirip seperti yang di restoran yang ada di seberang kantor ini, apa lidahku yang salah yahh, tapi kok begitu mirip." batin axel bertanya-tanya.
dan dia pun tetap melanjutkan makanan yang ada di piringnya.
amara begitu bahagia melihat axel makan dengan lahapnya, yap amara memang membeli makanan itu di restoran yang tak jauh dari kantor ini. dia malas kalau di suruh masak, katanya ribet. lebih baik beli dan menaruhnya di kotak bekal , jadi di kira nya itu masak sendiri. padahal mah kebalikannya.
dimas yang pernah makan di restoran itu pun mengernyit, "ini kok rasanya mirip restoran yang di seberang yahh." celetuknya dan masih tetap memakan makanan itu dengan begitu lahap.
amara tersenyum kikuk, ketika melihat asisten mantan suaminya itu nyeletuk yang bikin hati panas itu pun mencoba tetap tersenyum walaupun hatinya tetap dongkol.
mereka bertiga pun menikmati makan siang dengan tenang dan sesekali amara melirik mantan suaminya yang semakin lama semakin tampan paripurna.
dia melihatnya tanpa berkedip sedikitpun, amara menelisik wajah itu yang semakin hari semakin seksi di matanya.
di tempat lain...."
zahra sudah satu tahun dirinya bekerja di rumah sakit dan juga dia lagi mengejar cita-cita nya selama ini. aku sangat-sangat bersyukur karena di beri nikmat yang berlimpah oleh Tuhan.
suara ketukan pintu membuyarkan lamunannya.
tak lama ternyata itu kak Sinta yang mengetuk pintu ruanganku.
__ADS_1
"ra, kamu gak makan siang??" tanya Sinta yang semakin berjalan menuju meja kerja zahra.
"ahh sebentar lagi kak, nanggung banget ini." aku masih berkutat dengan layar komputer dan tanpa menoleh sedikitpun.
kak Sinta menghela nafas, semenjak zahra bercerai dengan tuan muda yang arogan itu. zahra semakin tertutup dan semakin menyibukkan dirinya.
"sudah ra, kamu dari pagi gak sarapan kan. ayo berhenti dulu." Sinta menghentikan zahra yang masih mengetik itu.
zahra menoleh dan mencoba mengalah, dia pun bangkit dan berjalan menghampiri kak Sinta.
"ayo kak," ucapku dan menarik tangan kak Sinta.
"ehh tapi Mia mana ra??" Sinta mengedarkan pandangan mencari temannya itu.
seketika langkah kaki ku terhenti dan berbalik menghadap kak Sinta.
"loh kakak gatau yahh, Mia hari gak masuk. katanya mau cuti. kan sebentar lagi dia mau tunangan dengan kak bima." ucapku dan menarik tangan kak Sinta.
Sinta menepuk jidatnya, karena lupa Mia lagi cuti untuk pulang kampung untuk mempersiapkan acara tunangan.
dan lebih gak nyangkanya lagi Sinta juga memiliki kekasih juga, yap kekasih Sinta adalah seorang pengusaha juga.
"ohh iya kak, nanti malam kak Sinta ada acara gak??" aku bertanya setelah masuk ke dalam lift.
"yahh maaf ra, pacarku mau datang ke kosan." ucap Sinta merasa gak enak.
aku mengangguk pelan dan tetap fokus dengan angka lift saja.
entah kenapa Sinta merasa gak enak, karena harus meninggalkan zahra seorang diri. yap dion kekasih Sinta akan datang ke kosannya. mereka berdua bertemu secara tak sengaja. dion adalah teman sekolah waktu SMP. mereka berdua awalnya teman, sejak beberapa bulan yang lalu dion mengutarakan isi hatinya ke Sinta. dan sekarang mereka telah pacaran sudah lebih dari 6 bulan lamanya.
__ADS_1
pintu lift pun terbuka, mereka berdua pun turun dan berpapasan dengan kelvin yang juga mau ke arah kantin. matanya tak berkedip ketika melihat wajah cantik zahra.
yahh kelvin sebenarnya sudah jatuh cinta pada pandangan pertama dengan zahra. sih gadis misterius itu.