Menjadi Istri Kedua Sang Presdir

Menjadi Istri Kedua Sang Presdir
23.


__ADS_3

keesokan harinya...


sinar mentari masuk melalui celah-celah tirai yang bergoyang-goyang tertiup angin, hingga membuat sang empunya terbangun. ia lalu melirik jam di atas nakas, ternyata sudah pagi. dia dengan santainya berjalan menuju kamar mandi tanpa sehelai benang pun alias tidak memakai apa-apa, dan segera menyalakan air di dalam bak mandi . lalu ia segera masuk ke dalamnya untuk berendam menikmati sensasi air hangat yang bikin tubuh menjadi rileks. selesai berendam buru buru axel memakai handuk lalu ia melilitkan handuk itu di pinggangnya. dan membuka pintu kamar mandi dengan santai, ia melihat sang istri sudah terbangun.


"selamat pagi sayang," ucap amara mengecup pipi sang suami.


tapi axel dengan cepat ia menyambar bibir sang istri dan mencium nya secepat kilat.


sontak saja amara terkejut mendapat serangan dari sang suami , lalu ia ingin memukul lengan suaminya itu namun axel sudah terburu pergi ke walk in closet untuk mengganti pakaian dengan setelan jas nya yang biasa ia pakai untuk bekerja. tapi tidak kali ini, axel memilih ingin memakai pakaian semi formal. dia ingin terlihat santai dan simple.


"sayang hari ini aku harus pergi bekerja, akan ada meeting dengan klien yang sempat tertunda kemarin. " tutur axel hati hati


"aku sebisa mungkin akan pulang secepatnya," timpalnya lagi . lalu axel menyodorkan kartu ATM unlimited tanpa batas kepada sang istri tercinta.


"pakailah sesuka hatimu, aku tak ingin kamu bosan di rumah. kamu bisa pergi berjalan-jalan atau pergi ke mall untuk membeli apa saja yang kau mau, " axel mengecup pucuk kepala sang istri.


dengan hati bahagia amara memeluk sang suami yang sangat di cintainya itu, "Terima kasih sayang, kamu memang yang terbaik. " ucap amara tersenyum bahagia.


"tapi maaf sepertinya aku tidak bisa mengantarkanmu ke depan sayang, karena aku sangat lelah. " pinta amara. dan di angguki oleh axel.


"it's ok sayang, kamu istirahat saja. tidak usah turun untuk mengantarkanku pergi bekerja, karena jo sudah ada di bawah menungguku. jadi aku harus segera pergi sekarang juga, jaga diri kamu baik-baik dan hubungi aku kalau ada apa-apa okay. " axel mengecup pipi sang istri, lalu ia mencuri ciuman sang istri dengan secepat kilat hingga ia terkekeh dan melambaikan tangannya untuk segera turun ke bawah.


amara pun dengan hati yang bahagia, ia berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


di ruang tamu,,


ada seorang pria tampan sedang duduk di sofa sedang menunggu tuan muda nya itu, ia fokus dengan layar di tablet nya untuk mengecek jadwal sang tuan muda nya itu.


"rupanya kamu cepat juga, sudah sampai sini jo, " suara barito axel menghentikan Aktivitasnya dan ia mendongakkan Kepala nya melihat tuan muda nya itu menuruni anak tangga dan menghampiri dirinya. lalu ia segera bangkit dari duduknya dan berjalan mendekat ke arah tuan muda nya itu.

__ADS_1


mereka pun berjalan beriringan untuk keluar menuju mobil yang sudah di siapkan.


asisten jo pun membuka pintu mobil untuk tuan muda nya itu, axel pun dengan senang hati segera masuk ke dalamnya. begitu pun jo, ia membuka pintu depan mobil dan segera masuk ke dalamnya juga. setelah itu mobil pun bergerak melewati pekarangan mansion dan berjalan menuju jalanan.


"jadwal hari ini apa jo, " tanya axel tanpa menoleh sedikit pun, ia lebih memilih membalas pesan dengan istri tercinta nya itu.


jo lalu membuka tablet nya dan melihat jadwal untuk sang presdir.


"hari ini akan ada meeting dengan perusahaan property tuan muda, " tutur jo.


axel menganggukkan kepala, lalu ia menyandarkan punggung nya di kursi mobil. ia menoleh melihat jalan raya yang begitu padat. axel seperti melihat seseorang yang tidak asing, "sepertinya aku pernah lihat wanita itu, tapi dimana. " ucapnya dalam hati. sembari berpikir apa pernah bertemu tak sengaja dengannya hingga ia lupa. tanpa sadar seseorang terus memperhatikan nya. ya dia adalah jo, lalu ia melirik ke arah mana tuannya itu menatap dan ternyata ia sedang memandang seorang wanita cantik yaitu zahra.


jo hanya mampu tersenyum tipis melihatnya.


"axel terus memandangi wajah cantik itu tanpa berkedip, karena kaca mobil itu tidak bisa di lihat dari luar. setelah lampu lalu lintas berubah warna barulah mobil itu melaju dengan kecepatan rata-rata, motor itu semakin menjauh dari pandangan nya. hingga suara jo membuyarkan lamunan axel.


" tuan sebentar lagi kita akan sampai di kafe x, karena klien kita ingin membicarakan nya di luar agar lebih leluasa. "ucap jo kembali fokus ke layar tablet nya.


axel pun segera turun dari mobil dan berjalan menuju kafe itu. begitu jo yang berdiri di samping tuannya itu. jo membukakan pintu masuk kafe dan mereka pun masuk ke dalam nya.


ternyata disana kliennya sudah datang lebih dulu.


" selamat pagi tuan axel, Terima kasih sudah mau datang, "ucap kliennya itu.


" dengan senang hati tuan Dominic, mari kita duduk. " titah axel. dan mereka pun mulai membicarakan masalah proyek tanpa terasa waktu sudah menunjukkan makan siang.


jo pun memerintahkan pelayan untuk memesan makanan untuk tuannya dan tuan Dominic. pelayan pun menyodorkan kan buku menu kepada mereka bertiga. setelah pelayan itu mencatat pesanan mereka. pelayan itu pamit untuk pergi dari sana. setelah menunggu beberapa menit pelayan itu membawa makanan yang kami semua pesan. lalu menyodorkan nya pada kami semua. dan mulai menikmati sajian makanan yang di pesan hingga tanpa terasa makanan pun habis tak tersisa.


"baiklah itu saja obrolan meeting kita hari ini tuan Dominic, kalau ada apa-apa kau bisa hubungi asistenku. " ucap axel bangkit dari kursinya .

__ADS_1


"senang bertemu dengan anda tuan axel, Terima kasih atas makan siangnya. " tuan Dominic pun menjabat tangan axel dan mereka pun pergi dari kafe itu menuju mobil mereka masing-masing. begitupun axel dia juga masuk ke dalam mobil di ikuti jo yang setia duduk di depan.


"ohh iya jo apa ada meeting lagi sekarang, " ucap axel.


"masih ada satu lagi tuan, kita akan ke rumah sakit x untuk bertemu direktur tuan Hendrick. " tutur jo sembari menatap layar tablet nya.


axel menganggukkan kepala, dan dia bersandar di kursi untuk merebahkan tubuhnya yang lelah.


"kalau tuan muda mau tidur, nanti akan saya bangunkan jika sudah sampai " tutur jo.


"baiklah aku kan tidur sebentar, nanti bangunkan aku jika sudah sampai. " titah axel.


lalu ia memejamkan kedua matanya dan tanpa terasa ia pun tertidur terdengar dengkuran halus dari bibirnya.


"jo pun memerintahkan sang sopir menuju rumah sakit x.


sesampainya di rumah sakit, jo pun membangunkan sang tuannya.


" tuan muda kita sudah sampai, "tutur jo.


" emm sudah sampai ternyata, " axel mengerjapkan kedua matanya dan merapikan bajunya yang sedikit berantakan. setelah di rasa rapih. ia pun keluar dari mobil yang di bukakan pintu oleh asistennya itu .


baru saja memasuki lobby rumah sakit, axel mematung melihat wanita cantik itu berjalan di depannya.


"kenapa mataku ini tidak pernah lepas dari wajahnya yang sangat manis itu. " ucap axel dalam hati. di samping axel, jo hanya mampu tersenyum tipis melihat tuan muda nya itu yang melihat zahra tanpa berkedip sedikit pun.


"mari tuan kita masuk ke dalam lift, " ucap jo membuyarkan lamunan axel. dan ia pun menganggukkan kepala mengikuti langkah kaki asistennya itu menuju lift.


ternyata zahra juga masuk ke dalam lift dengan membawa kertas laporan yang ada di tangannya.

__ADS_1


"dia bekerja disini rupanya, tapi sepertinya dia sudah baik-baik saja. " ucap jo dalam hati.


__ADS_2