
tiing... "
pintu lift pun terbuka, axel dan jo berjalan menuju ruangan dokter Hendrik.
sesampainya di depan pintu..
tok tok tok,,
"masuk" titah dari dokter Hendrik
kami pun masuk ke dalam, dan ternyata dokter Hendrik sudah menunggu kedatangan kami berdua.
"ohh axel, akhirnya kamu datang juga. " ucap dokter Hendrik tersenyum bahagia.
"tidak usah berbasa-basi lagi, langsung ke intinya saja. " ketus axel.
dokter Hendrik menghela nafas melihat keponakannya itu selalu saja ketus kepada dirinya.
"baiklah, bisakah kalian duduk dulu." pinta dokter Hendrik.
mau gak mau axel dan jo pun duduk di kursi yang di sediakan.
" ada apa, " ucap axel ketus.
bukannya menjawab, dokter Hendrik menelpon melalui interkom untuk meminta OB membawakan 3 cangkir kopi ke ruangan dirinya.
"tunggu sebentar saja, aku sedang meminta OB untuk membawakan kita minum. " tutur dokter Hendrik lembut
axel menghela nafas kasar, ini yang tidak ia suka kalau berhadapan dengan om nya itu yang sangat keras kepala. "ucapnya dalam hati.
" tidak usah membuang-buang waktuku, apa yang ingin anda bicarakan. " ucap axel penuh penekanan. sedangkan jo hanya diam sembari menyimak apa yang diucapkan tuan muda nya itu..
"apakah kita tidak bisa Mengobrol dengan santai, tidak usah formal begitu. " pinta dokter Hendrik penuh harap.
"tidak bisa. " axel berkata lebih tegas.
"baiklah kalau tidak ada yang mau di bicarakan, lebih baik aku segera pergi dari sini. ayo jo kita pergi dari sini, " titah axel dan di angguki oleh jo. mereka berdua pun pergi dari ruangan itu.
"tunggu axel," dokter Hendrik memanggil-manggil dirinya tapi di hiraukan oleh axel. dan dia tetap berjalan menuju lift yang terbuka. pintu lift itu pun tertutup sempurna, membuat dokter Hendrik menghela nafas kasar melihat tingkah keponakan nya itu seperti anak kecil yang sedang merajuk.
"huh anak itu selalu saja tidak berubah sama sekali, " Hendrik hanya mampu menggeleng-gelengkan kepala dan balik ke ruang kerjanya.
"ahh menyebalkan sekali, kamu kenapa menyuruhku untuk kesini jo. aku malas sekali kalau di suruh kesini. "bentak axel .
" maafkan saya tuan, " jo hanya diam ketika tuan mudanya itu emosi.
__ADS_1
axel yang sepanjang jalan mengomel tidak jelas,baru saja ia mau berbelok, tiba tiba ia menabrak seseorang. hingga seseorang itu jatuh ke lantai dengan kertas kertas yang berhamburan.
" hey kalau jalan tuh pakai mata bukan pakai kaki, "bentak axel .
zahra mengernyitkan dahinya, bisa bisanya dia yang di salahkan padahal dia lah yang jalan gak lihat-lihat orang.
zahra yang terjatuh, lalu ia bangkit sendiri dan menepuk-nepuk badannya yang kotor.
" hey tuan kalau ngomong tuh di jaga, kamu sendiri yang jalan gak lihat-lihat kanan kiri, main nubruk aja. emangnya aku tembok, "zahra mendengus kesal.
" apes sekali aku, mana ini kertas pada berantakan. yang nubruk siapa, ehh ini malah situ yang salah tapi marah-marah ga jelas. " gerutu zahra sembari memungut kertas kertas yang jatuh di lantai.
axel menaikan Satu alisnya, baru kali ini dia di bentak oleh seseorang apalagi ini wanita. jo dengan sigap membantu wanita itu .
"nona tidak apa-apa, sini biar saya bantu. " dengan sigap jo jongkok untuk membantu zahra yang memungut kertas kertas itu.
"tidak usah tuan, saya bisa sendiri. " ketus zahra yang tanpa menoleh sedikit pun, lalu ia segera bangkit dan berjalan melewati axel dan jo dengan terburu-buru memasuki lift setelah pintunya terbuka.
"siapa wanita itu, berani sekali dia menantangku. " axel geram sembari mengepalkan kedua tangannya.
"mari tuan kita menuju kantor akan ada rapat bulanan dan mobil pun sudah menunggu kita di basement. " tutur jo.
lalu ia menekan tombol lift dan beberapa menit kemudian pintu lift pun terbuka dan jo menekan tombol lift menuju area basement.
pintu lift pun terbuka. mereka berdua pun segera pergi menuju parkiran mobil. dan setelah itu jo membukakan pintu untuk tuan mudanya itu. dan axel segera masuk, begitu pun jo ia masuk di kursi depan dekat pengemudi. lalu ia memakai sabuk pengaman dan memerintahkan sopir untuk balik ke kantor.
mobil pun bergerak untuk keluar dari basement rumah sakit dan melaju ke arah jalan raya yang cukup ramai.
"jo nanti bangunkan aku, setelah sudah sampai kantor. " titahnya
jo menganggukkan kepala, dan membuka layar tablet dan mengecek laporan di kantor.
sesampainya di kantor...
seperti biasa jo membangunkan tuan mudanya itu...
"tuan.. tuan muda.. kita sudah sampai. " tutur jo
"hemmm sudah sampai, " axel mengerjapkan kedua matanya.. lalu ia merapikan penampilannya dan setelah itu ia keluar dari mobil yang di bukakan oleh asistennya. mereka pun berjalan menuju lift khusus untuk sang presdir.. jo menekan tombol menuju ruangan presdir.
tiiing... "
pintu terbuka, mereka pun bergegas keluar dari lift menuju ruangan mereka masing-masing.
axel berjalan menuju ruangannya dan menutup pintunya, ia berjalan menuju ruangan khusus dia istirahat.. setelah itu ia merebahkan tubuhnya dan merogoh saku celananya untuk mengambil ponsel miliknya. ia ingin menelpon sang istri tercinta, ia menempelkan benda pipih itu ke daun telinganya. dering pertama.. tidak di angkat, barulah dering ketiga di angkat oleh sang istri.
__ADS_1
"iya halo sayang,, " amara menjawab di seberang sana
"kamu dimana amara??? " tanya axel.
"aku di mansion sayang, kenapa??? amara balik bertanya.
" tidak apa-apa, aku merindukanmu sayang. " goda axel.
"ishh mesum deh, " amara bersemu merah ketika sang suami menggoda nya.
"yaudah hubungi aku jika kamu ingin di jemput okay??? ucap axel. lalu telepon pun di matikan, axel kembali melanjutkan pekerjaannya
di sisi lain... "
di mansion Valdemar... "
amara sedang bersiap untuk pergi jalan jalan, ia memoles wajahnya dengan makeup tipis , berjalan menuju walk in closet. membuka lemari bertuliskan dress. ia memilah-milah ingin memakai baju apa . lalu ia putuskan memakai dress berbentuk v yang menampilkan kulitnya yang putih bak porselin. memakai sepatu high heels dan tas yang di jinjing di tangan. dan tidak lupa ia memasukkan dompet dan ponselnya di dalam tas yang di pegangnya .
triingg... "
ponsel amara berdering, ia lalu menekan tombol hijau dan menempelkanya di daun telinganya.
"aku sudah sampai, kau dimana??? " apa mau aku jemput. "ucap seseorang di seberang sana.
" tidak usah, aku akan kesana okay. tunggu aku di tempat favorit kita. " ucap amara tersenyum bahagia. lalu ia mematikan telepon itu dan berjalan keluar kamar. menuruni anak tangga dan berjalan keluar mansion. ia meminta sopir mansion untuk mengantarkannya ke mall. lalu ia masuk ke dalam mobil. sesampainya di mall, ia bilang ke sang sopir untuk tidak menunggunya karena ia ingin bertemu temannya.
"wah sudah lama sekali aku tidak kesini, " ucap amara tersenyum senang.
ia berjalan memasuki area lobby mall dan menaiki lift. ketika pintu lift terbuka buru buru ia masuk ke dalamnya. sesampainya di tempat tujuannya, amara langsung keluar dari lift dan menuju restoran mewah yang ada di mall tersebut. lalu ia masuk ke dalam restoran, ia baru saja mau menelpon orang itu. tapi dari ujung sana dekat jendela,ia melihat ada seseorang melambaikan tangannya pada dirinya. dengan langkah anggun amara berjalan menuju meja yang ada di ujung dekat jendela. amara mempercepat langkah kakinya dengan tersenyum senang dan dia menarik kursi dan mulai duduk.
"sudah lama kamu menungguku. " ucap amara tersenyum
"baru saja aku sampai, " ucap seseorang membalas senyum amara.
"kamu mau pesan apa, " amara sembari melihat-lihat buku menu, makanan apa yang ingin di pesan.
"kamu gak usah pesan, karena aku sudah pesan makanan favoritmu. " ucap orang itu pelan.
"wow, aku terkejut kamu sudah memesan makanan terlebih dahulu. " ucap amara sembari meletakkan kembali buku menu itu di atas meja.
"aku takut kamu lapar, lebih baik aku pesan terlebih dahulu sebelum kamu datang," ucapnya tersenyum.
amara menundukkan kepala nya malu, ia merasa di istimewakan olehnya. tak berselang lama makanan yang di pesan sudah datang, pelayan itu meletakkan makanan di atas meja satu persatu..
amara dan orang itu memakan makanannya dengan tenang, hanya ada suara deting sendok dan garpu yang saling bersentuhan. mereka menikmati makanan masing-masing sesekali di selingi canda tawa.
__ADS_1