Menjadi Istri Kedua Sang Presdir

Menjadi Istri Kedua Sang Presdir
42.


__ADS_3

keesokan pagi nya....


******


sayup-sayup aku seperti mendengar suara bunyi alarm ku. dengan mata yang masih terpejam. aku meraba-raba dimana ponselku.


dan ternyata ada di bawah bantal. aku mengosok-gosokkan kedua mataku dan melihat jam berapa sekarang. Ohh ya ampun udah jam 6 . aku buru buru bangun dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. sekitar 20 menit aku mandi dan berganti pakaian kerja. aku berjalan menuju tempat tidur ku . aku mencoba membangunkan kak Sinta. tapi dia gak mau bangun.


"kak sin..., kak sin...," aku menggoyang-goyangkan badannya.


"emmm jam berapa ini ra." Sinta mengosok-gosokkan kedua matanya???


"sudah jam 6 kak." jawab ku sambil memoles makeup tipis dan menyisir rambutku.


"yaudah ra aku balik ke kamar dulu yahh." Sinta melambaikan tangan dengan mata yang masih setengah terpejam.


ia pun balik ke kamar kosannya dan merogoh kantong celananya untuk mengambil kunci dan membuka pintu. berjalan menuju kamar mandi dan bersiap untuk mandi. dengan langkah gontai ia pun masuk ke dalamnya.


setelah 15 menit mandi dan berganti pakaian.


Sinta menyisir rambutnya dan memoles makeup tipis dan memakai lipstik merah tipis. setelah di rasa sudah rapih. ia juga menyemprotkan parfum supaya tampak segar dan harum. tak lupa ia membawa dompet, ponsel dan pouch makeup yang di masukkan ke dalam tas ransel kecil.


selepas itu ia pun keluar dari kamar kosan dan memakai sepatu miliknya. baru saja ia bangkit. zahra sudah menghampiri dirinya.


"kak kita naik motor aja yuk." ajakku padanya.


"iya bentar, aku lagi ikat sepatu." jawabnya sambil fokus mengikat sepatu.


aku memberikan kunci motor ku pada kak Sinta, karena dia yang bisa naik motor. kalau aku belum bisa naik motor nya. karena masih takut. tapi kak Sinta selalu mendesak ku untuk belajar naik motor. nanti deh kalau aku siap.


baru saja aku dan kak Sinta naik motor, kami berpapasan dengan Mia. ia mencoba menghampiri kami berdua. tapi dengan terburu-buru kak Sinta menyalakan motor dan mulai bergerak jalan keluar dari gerbang kosan.


Mia tersenyum getir, menatap kepergian dua sahabatnya itu. ia merutuki dirinya sendiri yang egois. karena takut ketahuan kalau dia berpacaran dengan Bima. baru saja ia keluar dari gerbang kosan. kekasihnya menjemput dirinya. ia membuka pintu mobil itu dan menghampiri sang kekasih.

__ADS_1


"kamu kenapa dek." tanya Bima mengernyitkan keningnya bingung.


"gpp kok kak." ucap Mia lirih.


Mia menarik tangan Bima untuk masuk ke dalam mobil milik Bima.


"pakai sabuk pengaman dek." titah Bima


Mia menganggukkan kepala mengerti dan mulai memakai sabuk pengaman yang melekat di tubuhnya.


Bima pun sebenarnya tau kenapa kekasihnya itu murung, itu karena ia baru saja berpapasan dengan Sinta dan zahra tadi di depan gang kosan mereka..


ia pun menyalakan mobilnya dan berjalan keluar dari gang menuju jalan raya.mobil Bima melaju dengan kecepatan di atas rata-rata membelah jalanan. tanpa terasa ia sudah sampai rumah sakit. dan menekan tombol kartu parkir dan mengambil nya. ia pun melajukan mobilnya ke arah parkiran yang ada di bawah gedung rumah sakit.


Bima pun memarkirkan mobilnya. ia pun melepaskan sabuk pengaman yang melekat di tubuhnya dan membuka pintu mobil. begitupun Mia juga melakukan hal yang sama.


Bima menggandeng tangan Mia dan berjalan menuju lift menuju ruangan mereka masing-masing. ia dan Mia masuk ke dalam lift dan menekan tombol 4 dan 5 .


"sudah semuanya akan baik-baik aja." tutur Bima lembut sambil mengelus punggung tangan kekasihnya itu.


Mia menganggukkan kepala patuh setelah pintu lift terbuka.


"yaudah aku kerja dulu, nanti pas jam makan siang aku akan menemui di ruanganmu." Bima mengecup pucuk kepala Mia dan mengusapnya dengan lembut.


Bima melambaikan tangan nya ketika ia keluar dari lift dan pintu lift pun tertutup lagi.


Mia telah sampai di lantai tempatnya dia bekerja dan keluar dari lift . ia berjalan menuju ruangannya. Mia membuka pintu ruangannya itu dan mendorong nya pelan.


betapa terkejut nya Mia ternyata zahra belum sampai di ruangan mereka berdua. ahh dia lupa pasti dua sahabatnya itu pasti berada di kantin. apa dia menyusul mereka ke bawah. baiklah ia bertekad akan minta maaf. ia pun menaruh tas dan mengambil dompet dan ponsel nya. dan menutup pintu itu.


Mia berjalan cepat menuju lift yang terbuka, dengan terburu-buru ia pun masuk ke dalamnya. ia menekan tombol 1 untuk menuju kantin.


setelah pintu lift terbuka, buru buru ia berjalan menuju kantin. dengan langkah cepat dan setengah berlari akhirnya dia sampai juga di kantin. Mia mengedarkan pandangan matanya mencari kedua sahabatnya itu dan ternyata mereka duduk di pojok sana. ia membeli makan terlebih dahulu baru menghampiri mereka.

__ADS_1


Mia membeli nasi campur mbok iyem dan segelas es teh manis. ia dengan senyum mengembang berjalan menghampiri kedua sahabatnya itu.


"hay.., apa aku boleh bergabung dengan kalian." ucap Mia tersenyum canggung.


sontak saja zahra dan Sinta mendongakkan kepalanya dan menatap Mia yang ada di depan mereka.


suasana nampak canggung,...


tidak ada yang bersuara sama sekali...,


"ohh Mia sini duduk di sebelah ku." ucap zahra tersenyum. tapi tidak begitu dengan Sinta ia menatap dengan ekpresi tak bersahabat.


mungkin kak Sinta masih marah padaku. jadi ekpresi wajahnya langsung berubah ketika aku duduk di depannya.


"M-makasih ya ra." Mia berucap gugup.


"gpp mi, santai aja." zahra melanjutkan memakan sarapan yang ia beli. begitupun dengan Sinta ia sama sekali tidak menatap ke arah Mia. malah dia semakin acuh dan dingin.


Mia menghela nafas.. ia membuka nasi bungkus itu dan mulai memakan makanan nya dengan tenang. ia sama sekali tak berselera makan. gak ada yang berbicara. mereka bertiga sibuk dengan makanannya masing-masing.


"loh mi kok kamu makannya sedikit banget sih." zahra menatap Mia heran, biasanya dia memakan makanan itu dengan lahap.


"emmm gpp kok ra, lagi males banget makan." Mia menundukkan kepalanya.


zahra menghela nafas melihat Mia dan kak Sinta bertengkar seperti ini. ya emang sih dia sudah lihat mereka berdua ribut tapi itu cuma sebentar terus baikan lagi. tapi ini kok suasananya makin mencekam yak.


Tiba-tiba Sinta bangkit dari kursi . tapi dengan cepat zahra menghentikan langkah kakinya.


"loh kak Sinta mau kemana???" tanya zahra.


Sinta menoleh dan menatap zahra.


"ahh aku duluan ra, karena ada meeting bentar lagi." jawabnya bohong. sebenarnya karena dia malas sekali melihat wajah Mia.

__ADS_1


"ohh oke deh, aku mah nanti saja. soalnya makananku belum habis." aku merasa tak enak dengan Mia.


__ADS_2