Menjadi Istri Kedua Sang Presdir

Menjadi Istri Kedua Sang Presdir
13.


__ADS_3

keesokan harinya,,,


sayup sayup aku seperti mendengar suara bunyi alarm, aku meraba-raba mencari ponselku yang berbunyi. aku menggosok-gosokkan mata dan melihat sudah jam berapa?? " ternyata sudah pagi, buru buru aku bangkit dari ranjang dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. setelah selesai mandi, aku berjalan menuju lemari pakaian untuk memakai formal karena hari ini adalah tes ujian masuk ke Universitas x,


tok tok tok


"ra, zahra,, " ucap Sinta di luar pintu.


"kamu sudah rapih belum, " katanya lagi.


"bentar kak, aku lagi siap siap nih, " aku berucap.


aku berjalan menuju pintu untuk membukanya,


ceklek,,, suara decitan pintu berbunyi


"masuk ka," kataku


"oh iya ra, aku numpang makeup di kamar kamu yahh. " ucap Sinta .


"loh emang di kamar kakak kenapa, " kataku bingung.


"hehee lagi males aja di kamar sendiri, " sinta menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"yaudah bentar aku lagi siapin berkas-berkas sama alat tulis, " ujarku.


Sinta lagi serius memoles wajahnya dengan makeup tipis dan sentuhan terakhir memakai lipstik merah tipis, dan selesai. lalu ia memasukkan kembali peralatan makeup ke dalam pouch yang selalu iya bawa.. sembari menyisir rambut panjangnya yang tergerai indah, dan mengikat nya agak tinggi memperlihatkan kulitnya yang putih se' putih susu..


"oke beres, " kata sinta sembari bercermin dan menyisir poni nya yang seperti dora.


"kamu sudah siap belum ra, " Sinta memasukkan kembali cermin kecil ke dalam tasnya dan menyemprotkan parfum kesukaan yang wanginya sampai 5 meter tercium..


"udah kok ka, " aku juga menyemprotkan parfum yang manis bagai permen yang menyegarkan di tubuhku.


"bentar dulu itu si Mia lama banget mandinya sampai se'abad, " gerutu Sinta


"ohh pantas kak Sinta pindah kesini, ternyata Mia mandi sambil konser yak. " ucapku terkikik geli .


Sinta menghembuskan nafas kesal, mengingat tadi pagi dia dan Mia berebutan untuk mandi,


jadinya Sinta buru buru mandi secepat kilat, karena Mia dari luar gedor gedor pintu yang membuat dirinya bertambah kesal. dan mau gak mau ia terpaksa ngungsi di kamar kosan zahra untuk dandan dan lainnya, aku terkekeh mendengar cerita kak Sinta, mereka berdua selalu ribut tapi walaupun begitu mereka berdua pasti akan baikan lagi.


"selamat pagi guys," ucap Mia tersenyum cerah.


"lama banget sih, kamu mandi apa tidur. " sindir Sinta.


"hehehehe", Mia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

__ADS_1


aku melirik jam di pergelangan tanganku, " ayo kita berangkat, aku sudah pesan taksi online. " ucapku..


"sepertinya taksinya sudah sampai, "


aku berjalan lebih dulu untuk melihat apakah taksi nya sudah sampai atau belum.. dan ternyata sudah sampai. kami bertiga pun berangkat dan aku menutup pintu dan menguncinya. lalu kami bertiga pun masuk ke dalamnya, aku dan kak Sinta di belakang sedangkan Mia di depan samping kemudi supir taksi.


"ke Universitas x ya pak, " titah Mia, dan di angguki oleh sang supir.


"baik non, " jawab sang supir.


"tolong lebih cepat sedikit ya pak, " ucap Sinta.


mobil pun melaju di jalan dengan kecepatan di atas rata-rata, setelah 20 menit kami pun sudah sampai dan kami menyodorkan kan satu lembar berwarna merah,"emm maaf non, ini kembaliannya", ucap sang supir..


" gak usah pak, kembaliannya buat bapak aja" ucapku tersenyum.


"makasih non," ucap sang supir tersenyum, dan taksi pun pergi.


"baiklah semangat guys, " seru Mia


"semoga kita lolos yahh, " Sinta berucap . dan di angguki kita semua.. kami bertiga pun bergegas masuk ke dalam dan menuju ke ruang tes..


setelah 2 jam, tes nya pun selesai. semua peserta pun bubar dari ruangan, karena sudah waktunya makan siang, kami bertiga pun segera keluar dari ruangan untuk makan siang juga.


"kita mau makan apa nih?? " tanya Mia mengetuk-ngetuk jari telunjuk nya di dagunya


"emmm malas sekali makan soto ayam, gimana kalau bakso lagi, " Mia memberi usul


"hah kok bakso lagi sih," gerutu Sinta


"ya abisnya bikin nagih sih, " timpal Mia tersenyum tanpa dosa..


"yaudah kalau kalian mau makan bakso lagi sih gpp, aku kepengin makan soto ayam. udah lama banget gak makan itu soto ayam, bikin ngiler tau . " ungkap Sinta, lalu ia berjalan menuju penjual soto ayam meninggalkan kita berdua.


Mia menoleh kepadaku, "kamu mau makan apa ra,??? " tanya Mia


"emm seperti nya aku pengin nyoba soto ayam, aku belum pernah makan sih..!!! " ucapku jujur, yaudah aku susul kak Sinta dulu yahh.


Mia menghembuskan nafas pasrah, dia pun mengikuti dia sahabatnya itu menuju penjual soto ayam..


"loh kalian kesini juga, " cibir Sinta


"hehehe sepertinya aku berubah pikiran kak sin, " ucap Mia menyengir


"kamu sudah pesan kak, " aku bertanya pada kak Sinta


"sudah kok", jawab Sinta

__ADS_1


" yahh kok gak sekalian sih, " gerutu Mia


"siapa suruh telat, " ucap Sinta acuh


"biar aku aja deh, ra kamu mau nasinya di pisah apa di campur?? " tanya Mia padaku


"emm pengin nyoba di campur boleh, " kataku


"sekalian pesan minuman nya 3," pinta Sinta


"oke" imbuh Mia, lalu ia pergi ke penjual soto .


sesampainya di penjual soto,


"mas, saya pesan soto ayam 2?? " tanya ke penjual soto ayam


"nasinya di campur apa di pisah mba?? " kata penjual soto ayam bertanya sama Mia


"satu nasinya di campur, satunya lagi pisah." tungkas Mia lagi.


"baik mba, mohon di tunggu, " ucap penjual soto ayam


lalu Mia berjalan menuju meja kami dan menarik kursi dan duduk sembari nunggu pesanan kami siap. beberapa menit kemudian pesana kami datang, dan menyodorkannya di atas meja.


"selamat menikmati," tutur pelayan


" makasih, "ucap kami serempak


setelah mengantar pesanan kami, pelayan itu pun pergi . kami pun makan dengan tenang, hingga makanan kami pun habis tak tersisa..


"abis ini kita kemana??" ucap Mia


"sepertinya pulang, kan abis ini kita dinas sore, " Sinta menjitak kepala Mia.


"oh iya iya lupa aku, " Mia menggaruk kepalanya tidak gatal


"sudah selesai kan, ayo kita pulang". titah Sinta .


setelah membayar makanan, kami bertiga pun pergi dari sana.


" apa aku ngekos di tempat kalian aja yahh", tutur Mia


"ada sih yang kosong, nanti aku tanyakan sama yang punya kosan. " ucap Sinta


"beneran, wah Terima kasih loh". mia memeluk kak Sinta.


" yaudah yuk kita pulang, sekalian siap siap dinas, " Mia menarik lengan kita berdua dan pergi dari sana .

__ADS_1


sesampainya di kosan tentu aku mandi lagi, karena gerah sekali akibat cuaca yang sangat panas, aku berjalan menuju kamar mandi dan menyalakan shower, menanggalkan semua pakaian dan merasakan sensasi dingin dari guyuran air shower yang makin betah berlama-lama di kamar mandi.. usai mandi, pintu kamar mandi pun terbuka dan berjalan menuju lemari pakaian untuk berganti pakaian kerja, karena sebentar lagi waktunya berangkat kerja.


__ADS_2