Menjadi Istri Kedua Sang Presdir

Menjadi Istri Kedua Sang Presdir
17.


__ADS_3

di kampus...


kami bertiga masuk ke kelas, kami pun duduk di bangku masing-masing. karena kami sepakat ingin mengambil jurusan yang sama yaitu dokter.


aku mengucap rasa syukur, karena impianku terwujud.


tak berselang lama dosen pun masuk, sebentar lagi kelas akan di mulai. kami semua fokus mendengarkan materi yang di jelaskan oleh dosen, aku mencatat setiap materi yang di jelaskan. hingga tak terasa sudah lebih dari 3 jam kelas pun bubar dengan cepat.


"hari ini matkul nya apa (mata kuliah), " tanya Mia.


"emmm apa yak lupa aku, " Sinta mengetuk-ngetuk keningnya dengan ujung pulpen.


"seperti nya gak ada deh, " aku menyahut omongan mereka berdua.


"ohh iya iya lupa aku, " Sinta menepuk bahu Mia. hingga dia kesal karena sudah di tepuk dengan keras.


"sakit tau kak sin, kalau mukul gak kira-kira. " desis Mia.


Sinta terkekeh,," kita mau cari makan dulu gak. " ucap Sinta memberi saran.


"ayo ahh, aku laper nih gara-gara dosen ngasih tugasnya menumpuk. " gerutu Mia


"emm sepertinya aku pulang saja, " zahra menolak.


"loh kok kamu gak ikut, " Mia heran


"aku udah di jemput, " zahra menunjuk mobil berwarna hitam pekat itu.


"kalau kalian mau nebeng ayo, " zahra mengajak Sinta dan Mia.


"ayo deh, nyari makannya dekat kosan aja. " sinta memberi usul.


"yaudah deh iya iya, " ucap Mia pasrah.


karena baru beberapa hari yang lalu Mia pindah kosan ke tempat kita.


baru beberapa langkah kami bertiga terpaku melihat seorang pria yang lumayan tampan berdiri dan tersenyum ke arah kami..


"selamat malam, nona zahra bukan?? " ucap pria itu tersenyum sopan.


"iya aku zahra, ini pasti kak andre kan. " tutur ku


dan di angguki oleh andre. Mia dan Sinta saling berpandangan satu sama lain menatapku seperti bingung dan heran, kok bisa kenal dengan yang ada di depannya.


andre membukakan pintu mobil untuk kami bertiga, "mari nona, silahkan masuk. " tutur andre.


"Terima kasih, " ucap kami kompak.

__ADS_1


"tidak masalah nona, " andre tersenyum ramah


mobil pun melaju dengan kecepatan rata-rata, setelah 25 menit mobil yang di tumpangi kami pun sudah sampai dikosan.


kami bertiga pun bergegas keluar dari mobil dan menutup pintu nya. betapa terkejut nya kami melihat ada sebuah motor yang terparkir di halaman kosan. bukan itu saja andre menyodorkan paper bag kepadaku dan beberapa kantong plastik. aku membuka isi kantong plastik betapa terkejut nya, banyak sekali makanan dan snack di dalamnya.


dan andre memerintah kan anak buahnya untuk membawa beberapa kantong plastik untuk membawanya masuk ke dalam kosan. bukan itu aja yang di buat terkejut ternyata isi kantong plastik satu lagi adalah beberapa makanan dari restoran cepat saji ternama. aku, Mia dan kak Sinta tampak tak percaya dengan apa yang terjadi sekarang.


"Terima kasih kak andre, sampai kan Terima kasihku pada paman Tio. " tutur ku pada kak andre.


"sama sama nona, kalau begitu saya pamit. " andre membungkukkan badan dan bergegas masuk ke dalam mobilnya. dan mobil yang di kendarai andre pergi dari pekarangan kosan. dan melaju ke jalan raya.


"waw hari ini kita beruntung, " ceplos Mia


"kamu benar mi, " Sinta menyetujui nya.


"hari ini kita pesta makanan, " ucap Mia girang.


"itu apa ra yang di dalam paper bag, " Sinta penasaran.


aku pun membuka isi paper bag dan merogoh nya , ternyata isi nya kotak ponsel keluaran terbaru. aku sampai gak bisa berkata-kata melihat pemberian pamanku yang memberikan ponsel mahal ini.


"wihh I-itu kan ponsel yang aku inginkan, " ucap Mia iri.


"ahh beruntung nya kamu ra, punya paman yang begitu baik sampai membelikan kamu motor dan ponsel baru. " ucap Mia lesu.


"kenapa gak enak ra, rezeki gak boleh di tolak loh. pamali, " titah Sinta.


"hari ini kita makan besar, " Mia tersenyum senang.


"ayo ahh kita masuk ke dalam, " Mia menarik tangan kami berdua.


"wahh banyak sekali, ini aku bingung harus makan yang mana, " Mia berbinar dengan air liur yang menetes.


"ihh jorok banget sih Mia itu kamu sampai ngeces begitu , " Sinta bergidik jijik.


Mia mengelap bibirnya dengan tisu, buru buru ia membuka bungkusan burger yang masih hangat, lalu mulai memakannya dengan brutal.


"pelan-pelan makannya, kamu seperti gak pernah makan saja. " celetuk Sinta.


"hehehe abis aku laper banget, tadi mau ke minimarket lupa gara-gara melihat adegan drakor di parkiran rumah sakit tadi, " sindir Mia.


"apa kamu bilang, " Sinta mendelik tajam menatap Mia. yang di tatap dengan santainya mengunyah makanan, yang di pegang di tangannya.


"aku pun ikut memakan burger yang masih terbungkus rapih, lalu membukanya dan mulai melahap nya dengan tenang.


begitu pun dengan kak Sinta mulai menyuapkan spageti kedalam mulutnya, kami semua makan dengan lahap hingga abis tak tersisa.

__ADS_1


" ahh kenyang sekali, besok besok lagi ya ra. "celetuk Mia.


" aku gak menjamin itu mi, "cibirku .


" ciie yang sudah bisa membalas ucapanku, " sindir Mia terkikik geli.


"hari ini kita beruntung dapat makanan gratis, gak usah bingung nyari nyari makanan lagi. " imbuh Sinta.


aku dan Mia manggut-manggut membenarkan ucapannya.


"itu kantong plastik yang 3 lagi isinya apa ra, " tanya Mia penasaran.


"ohh itu sepertinya belanja bulanan dah, " celetuk Sinta


dan benar saja ucapan kak Sinta, itu seperti beberapa makanan untuk satu bulan..


"wah beruntung sekali kamu ra, kamu gak usah ke supermarket lagi untuk belanja bulanan. lah itu udah tersedia semua. " cicit Mia pelan.


"kalau kalian mau ambil saja, yang kalian suka. " tutur ku menawari makanan ke mereka berdua.


"wah beneran nih ra, kita di kasih. " ucap Mia dengan binar di matanya.


aku menganggukkan kepala..


"baiklah aku ambil beberapa snack aja yah, boleh." pinta Mia lagi.


"yaudah ambil aja mi, " seruku


"asiiik,, makasih loh ra. " Mia memelukku dan mengecup pipiku dengan girang.


sinta menjitak kepala Mia, sampai dia mengaduh kesakitan. "


"sakit kak sin, " cebik Mia.


"kamu tuh malu-maluin tau, " sindir Sinta .


"biarin, lagian sama zahra boleh kok." weeek... Mia menjulurkan lidahnya meledek Sinta, "


"ishh awas aja yak kamu, " Sinta menarik lengan Sinta.


"kalau kak sin mau, ambil aja. " ucapku padanya.


"gak usah ra, ".ucap Sinta lalu aku menyodorkan kantong plastik ke depan dia.


" yaudah deh kalau kamu maksa, "timpal Sinta lagi


" huuuu,, "sok sok' an gak mau, padahal mah mau itu. " desis Mia.

__ADS_1


kami bertiga pun memakan snack dan beberapa cemilan lain dengan mengobrol dan tertawa terbahak bahak melihat kelakuan Sinta dan Mia yang selalu berdebat, bertengkar tapi ujung-ujungnya akan akur sendiri..


__ADS_2