Menjadi Istri Kedua Sang Presdir

Menjadi Istri Kedua Sang Presdir
27.


__ADS_3

Jack melirik jam di pergelangan tangannya, sudah hampir mau malam. awan sudah berubah menjadi warna jingga orange yang membuat langit begitu indah.


"apa kamu mau aku antarkan pulang, " Jack bertanya kepada amara.


amara menggelengkan kepala, kalau misalnya Jack mengantarkan dia pulang ke mansion. bisa bisa suaminya itu tau. amara buru buru menggelengkan kepalanya,


"tidak usah Jack, aku naik taksi saja. " ucap amara.


"baiklah aku akan menunggumu, hingga kamu dapat taksi. " Jack mengusap lembut rambut panjang amara .


mereka pun berjalan menuju lift yang terbuka, dan masuk kedalamnya. dan sampailah mereka tiba di area basement.


"ayo masuklah aku akan mengantarkan mu sampai perempatan arah rumahmu...


"tidak usah Jack, aku akan ke depan saja menyetop taksi. " tolak amara.


"sudah tidak apa-apa amara, " desak Jack.


amara menghiraukan ajakan Jack, ia tetap berjalan ke depan untuk menyetop taksi.


di sisi lain...


di perusahaan....


axel bersiap untuk pulang, begitu pun jo mengikuti langkah tuannya itu.


"ahh untung saja rapatnya selesai lebih cepat jadi aku bisa pulang. " ucap axel tersenyum senang.


mereka berjalan menuju mobil yang sudah menunggu kedatangan mereka.


jo seperti biasa, membukakan pintu untuk tuannya itu. begitu pun jo, ia membuka pintu depan, dan mulai duduk serta memakai sabuk pengaman.


mobil pun keluar dari perusahaan itu dan bergerak menuju jalan raya..


"jo seperti biasa, bangunkan aku jika sudah sampai mansion. " ucap axel sembari memejamkan kedua matanya.


"baik tuan, " ucap jo sembari fokus ke tablet yang ia pegang.


jo sesekali melirik ke arah jalanan, namun matanya seperti menangkap seseorang yang dia kenal. ia dia adalah istri axel yaitu amara.

__ADS_1


ia sedang mengobrol dengan seorang lelaki di depan mall tapi siapa itu. " batin jo bertanya-tanya, ia ingin memberitahu tuan mudanya itu tapi urung. dia tidak mau ikut campur dan memilih mengecek kembali laporan yang ada di layar tabletnya.


sesampainya di mansion..


axel baru saja terbangun dari tidurnya. dan keluar dari pintu mobil dan berjalan ke arah mansion. baru saja membuka pintu masuk mansion dan langsung menaiki anak tangga dan berjalan menuju kamarnya, ia menyalakan lampu kamarnya namun nyatanya ia tidak melihat sang istri. ia mendengar gemericik air di dalam kamar mandi, axel tersenyum ternyata istrinya itu sudah pulang lebih dulu.


pintu kamar mandi pun terbuka, menampilkan sosok wanita cantik yang hanya memakai Bathrobe dan rambut di gulung menggunakan handuk.


"sayang kamu sudah pulang, katanya kamu pulang malam. " amara mengerucutkan bibirnya dan berjalan menghampiri suaminya itu lalu memeluk axel dengan erat.


"ternyata rapatnya hanya sebentar sayang, aku menundanya besok. jadi aku pengin cepat-cepat pulang menemui istriku yang cantik ini. " axel mengecup pucuk kepala istrinya yang baru saja keramas. wangi harumnya Semerbak hingga tercium di hidung mancungnya.


"ya sudah kamu mandi dulu, nanti kita turun untuk makan malam okayy, aku ganti baju dulu. " ucap amara berjalan menuju walk in closet dan membuka lemari untuk memakai baju santai setelah berganti pakaian. ia berjalan menuju ke meja rias miliknya. dan memoles wajahnya dengan makeup tipis. dan menyisir rambutnya yang basah, rambutnya itu di keringkan menggunakan hairdryer agar rambut panjang nya cepat kering . amara melihat suaminya itu baru saja keluar dari kamar mandi dan hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya. axel dengan santainya berjalan menuju walk in closet dan berganti pakaian dengan menggunakan kaos dan celana pendek. karena di rumah ia selalu memakai baju dan celana seperti itu.


lalu axel menghampiri istrinya yang sedang menyisir rambutnya yang panjang. ia lalu menghirup aroma harum dari rambut sang istri.


"ayo sayang kita makan malam dulu, " axel menggandeng tangan sang istri.


amara tersenyum bahagia melihat perlakuan manis dari suaminya itu.


mereka berdua turun menuju ke ruang makan, dan berjalan beriringan. sesampainya di meja makan, axel mendorong kursi untuk sang istri. dengan malu-malu amara menerima perlakuan manis suaminya itu dan duduk dengan tenang. lalu axel menarik kursi di sebelah sang istri.


"sayang, gimana tadi ke mall. kamu bersenang-senang tidak, " tanya axel ke amara


amara menganggukkan kepala nya, "sangat sayang, aku sudah lama sekali gak ke mall. " ucapnya sembari mengelap sudut bibirnya dengan serbet.


"apa saja yang kamu beli sayang, kok aku gak lihat belajaan yang kamu beli. " tanya axel penasaran.


"O-oh aku hanya membeli jam tangan saja sayang, " ucap amara gugup.


karena dia lupa membeli hadiah untuk suaminya itu.


"dan maafkan aku, aku lupa membelinya untukmu. " tutur amara memelas.


axel mengusap lembut tangan istrinya itu, " it's okay sayang, aku ngerti. "tutur axel lembut.


" Terima kasih sayang, kamu memang paling mengerti aku. "ucap amara mengecup tangan axel itu.


" ohh iya bulan depan aku akan ke Paris sayang," ucap amara pelan.

__ADS_1


axel menaikan satu alisnya, "ke Paris??" untuk apa kamu kesana. " tanya axel.


"aku akan ada pemotretan selama satu tahun disana, " tutur amara hati hati.


axel menghembuskan nafas frustasi, mendengar istrinya itu akan terbang menuju Paris.


"maafkan aku sayang, aku tidak bisa membatalkan kontrak kerja yang sudah aku tanda tangani. " tutur amara hati hati, agar suaminya itu tidak marah.


axel tersenyum dan menggenggam tangan istrinya itu, "tidak apa-apa sayang, aku tau profesi itu adalah impianmu sebelum kita menikah.


" terimakasih sayang," imbuh amara tersenyum lembut.


"tapi setelah itu bolehkah aku meminta satu hal padamu, " ucap axel hati hati sembari menggenggam tangan amara


"apa itu sayang, katakan saja. " amara penasaran.


"setelah satu tahun masa kontrakmu habis, bisakah kamu berhenti dari dunia model. dan tetap di rumah saja untuk menjadi ibu dari anak-anakku ." ucap axel lembut dengan penuh harap.


sontak amara terkejut dan langsung melepaskan genggaman tangannya dari suaminya itu. dia bingung harus menjawab apa karena kalau dia berhenti dari dunia model yang menjadi impiannya .


amara meremas jari-jari tangannya, lalu ia menatap wajah suaminya yang sangat tampan itu.


"emmm.. A-aku T-tidak bisa,, M- maaf.. " ucap amara menundukkan kepalanya, dia mengucapkannya hati hati agar suaminya itu mengerti dengan keinginannya.


axel menghembuskan nafas frustasi, ia mendapat penolakan dari sang istri. bahwa ia tidak mau mengandung anaknya alias mengandung buah cinta mereka. namun sebisa mungkin ia mengontrol emosi yang bergejolak di dadanya.


"apa kamu tidak menginginkan seorang anak, " pinta axel. yang membuat amara langsung diam membisu.


melihat amara yang diam saja membuat di hati axel seperti ada sebilah pisau yang menggores di hatinya secara perlahan-lahan. lalu axel bangkit dari kursi lalu ia berjalan menuju ke atas tanpa menoleh ataupun berbicara pada istrinya itu. membuat amara hanya mampu menatap punggung sang suami yang mulai menjauh dari pandangannya.


amara menghela nafas panjang, melihat suaminya itu marah pada dirinya. lalu ia bangkit dan segera menyusul menemui axel di kamar mereka.


amara mendorong pintu yang tidak di kunci itu. ia lalu masuk ke dalamnya, namun suaminya itu tidak ada di kamarnya. ia lalu berjalan menuju balkon yang ada di kamar mereka. ternyata benar, axel sedang duduk dengan menyesap rokok yang dia pegang.


amara berjalan menghampiri suaminya itu, ia sedikit berlari dan memeluk tubuh suaminya itu dari belakang.


"maafkan aku axel, " tutur amara lirih.


axel hanya diam dan tidak menjawabnya. ia tau istrinya itu mulai terisak di punggungnya. axel menghembuskan nafas berat, walaupun istrinya itu tidak bisa menuruti keinginannya untuk memiliki anak . tapi dia sangat mencintainya.

__ADS_1


__ADS_2