Menjadi Istri Kedua Sang Presdir

Menjadi Istri Kedua Sang Presdir
15.


__ADS_3

setelah selesai makan, kami pun melanjutkan pekerjaan kami yang sempat tertunda, sisa sisa makanan di bereskan lalu di buang ke tempat sampah supaya tidak kotor, kami fokus memeriksa laporan dan memasukkan nya ke dalam komputer.


tok tok tok


"masuk, " ucap kami kompak.


"permisi, ini ada data laporan yang kurang", ucap suster yang baru masuk.


iya aku dan Mia di pindah tugaskan menjadi admin yang mengurus data pasien. aku mengucap syukur karena di berikan kepercayaan itu.


" taruh saja disitu Sus, nanti saya periksa" . ucap Mia menoleh ke suster lalu ia kembali fokus ke layar komputernya.


"Terima kasih, maaf permisi. " tutur sang suster, lalu ia menutup kembali pintunya .


"hah banyak sekali laporan-laporan yang menumpuk di meja kita ra, " Mia menghela nafas sembari memijit pelipis nya yang sedikit pusing.


"semenjak kita pindah bagian, kerjaan makin berat apalagi ini laporan sampai menggunung." gerutu Mia.


"sabar mi, namanya juga kerjaan ya kita lakoni. bersyukur kita pindah bagian karena ini sama aja kita naik jabatan, " tutur ku.


Mia menganggukkan kepala, "benar juga yahh, kita sudah selangkah kedepan. siapa tau aja kita di angkat, dengar-dengar di bagian ini cepat di angkat. walaupun baru beberapa bulan pasti langsung di angkat, " tutur Mia.


"benarkah mi, aku baru tau loh. " kataku menoleh ke Mia lalu kembali fokus ke layar.


"ya semoga aja nama kita ada di daftar pengangkatan, " Mia tersenyum jumawa.


aku manggut-manggut setuju,


cklek pintu terbuka..


aku dan Mia menoleh dan ternyata Sinta yang datang ke ruangan kami.


"kok pada serius banget sih, " sindir Sinta.


"ishh kirain siapa, mohon maaf kami sibuk, " ketus Mia .


"sombong sekali, segala sibuk . " desis Sinta lagi.


"ohh iya dong jelas, " Mia mengibaskan rambutnya ala ala iklan shampo.


"kalian sudah makan siang belum, " ucap Sinta


"sudah kok, " Mia yang menjawab.


"kok gak ngajak-ngajak sih, " gerutu Sinta.


"kami pesan delivery order, " imbuh mia.


"itu masih ada se'kotak pizza yang masih utuh kak, " aku menunjuk ke arah meja.


"lah emang kamu gak makan ra??? " tanya Sinta.


"udah kenyang aku kak, itu selagi masih panas kak. " tutur ku


"kalau dingin kan gak enak, " timpalku lagi.


"beneran ini buat aku ra, " Sinta bertanya lagi..


aku menganggukkan kepala, dengan tersenyum bahagia Sinta mulai memakan pizza itu dan duduk di kursi kosong.


"makasih ya ra, " ucap Sinta memasukkan pizza ke dalam mulutnya.


"aku laper banget, daritadi gak sempat makan. mau ke kantin mager" timpalnya lagi.


"kasian banget sih buketu (ibu ketua), pasti sibuk?? " sindir Mia. tanpa menoleh , ia tetap fokus ke layar komputer nya.

__ADS_1


"iya nih kerjaan makin numpuk, ya sudah aku balik ke ruanganku yahh. ini pizza nya aku bawa ya ra, " tutur Sinta.


"sekali lagi makasih, ohh iya nanti kita berangkat kuliah bareng okay . hubungi aku kalau kalian sudah beres, " ucap Sinta melambaikan tangannya dan menutup pintu untuk segera balik ke ruangan nya.


Sinta berjalan menuju ruangan nya yang tidak jauh dari ruangan kedua sahabatnya itu.. Sinta baru saja melangkah, dia berpapasan dengan kelvin.


"Hai buketu (bu ketua), " ucap kelvin melambaikan tangannya.


"itu kamu bawa apaan, " tanya kelvin penuh selidik..


"ohh ini pizza, kamu mau?? Sinta menyodorkan pizza ke hadapan kelvin.


" loh kok tumben baik, " cibir kelvin terkekeh.


"yee emang aku baik hati dan tidak sombong," ucap Sinta menepuk-nepuk dada nya dengan bangga.


"ishh kepedean sekali, " sindir kelvin


"kamu sudah makan siang sin, " tanya kelvin lagi.


"belum, tapi aku malas ke bawahnya. " cicit Sinta.


"ayo bareng aku aja, ini aku aja mau turun ke bawah. " ajak kelvin, Sinta menimang-nimang ajakan kelvin. dan dia pun menganggukkan kepala .


sinta dan kelvin pun menuju lift dan segera masuk ke dalamnya.


tiing..." pintu lift pun terbuka, dan kami pun menuju ke arah kantin.


"kamu mau makan apa sin, " tanya kelvin.


"emm apa ya, bingung aku. " Sinta menggidikkan bahu bingung.


"yaudah kamu cari tempat duduk, nanti kalau makanan biar samaan aja sama aku, okay. " kelvin pun berjalan menuju ke penjual makanan.


"ciie vin, lagi pedekate in Sinta . " goda salah satu temannya.


" ehh kalau lebih dari teman gpp kok, lagian kalian berdua cocok. " timpal teman nya lagi.


kelvin menggidikkan bahu acuh, lalu ia memesan nasi campur dua porsi. dan menyodorkan selembar uang berwarna biru ke penjual nasi campur tersebut, dan ibu penjual itu menyodorkan kembaliannya .


"Terima kasih, " ucap kelvin senyum ramah..


"Sama-sama Pak dokter, " tutur ibu penjual nya


kelvin pun berjalan menuju mejanya dan menyodorkan makanan itu ke arah Sinta.


"Terima kasih vin, ini uangnya. " Sinta menyodorkan uangnya tapi langsung di tolak oleh kelvin.


"udah pegang aja uang kamu, ini aku traktir. " ucapnya tersenyum ramah.


"emm makasih, kalau gitu aku makan yah. " Sinta menyuapkan makanannya ke dalam mulutnya.


"ini apa nama makanan nya, " ucap Sinta menyuap nasi ke dalam mulutnya


"ini namanya nasi campur, sangat enak loh. udah gitu makanan ini sangat laris disini. ungkap kelvin menyuap nasi campur ke dalam mulutnya.


" iya sih enak, aku baru kali ini mencoba makanan seperti ini. " tutur Sinta.


"kamu harus cobain, ini masakan mbok iyem emang top markotop deh, " puji kelvin mengunyah makanannya.


"kok kamu kenal sama penjual nya vin, udah gitu tau namanya lagi. " ucap Sinta heran.


"ya namanya juga aku sering beli di warung nya, ya pasti kenal atuh. " cicit kelvin.


Sinta manggut-manggut mengerti, lalu mengunyah kembali makanannya. hingga tak terasa sudah habis tak tersisa.

__ADS_1


"kenyang sekali, " Sinta menepuk-nepuk perutnya yang kekenyangan.


kelvin terkekeh melihat kelakuan Sinta yang tidak berubah sama sekali. ia pun mengacak-acak rambut Sinta gemas.


"ishh kebiasaan deh , kelvin. " cebik Sinta kesal.


"jadi kusut rambutku, " kesal Sinta.


"abisnya gemas sih, " goda kelvin.


"ohh sorry yak gak mempan rayuan kamu, " sindir Sinta


"iya deh iya, yang gak tergoda dengan ketampanan ku yang estetik ini, " ucap kelvin tersenyum jumawa.


Sinta memutar bola matanya jengah...


"iya deh yang punya banyak fans, " cibir Sinta .


"apalagi ada yang berani ngasih bekal terus setiap hari, " sindir Sinta..


ucapan Sinta menohok hatinya, "kok kamu tau sih. " kelvin menatap tak percaya.


"ohh jelas dong tahu, kan dari tembok yang bisa ngomong," ucap Sinta.


"Hai kelvin, boleh aku duduk disini, seperti kamu sendirian." pinta seorang wanita cantik yang profesi nya sama dengan kelvin.


Sinta mengerutkan kening nya, dia seperti tidak dianggap oleh wanita yang ada di depannya ini.


"hmmm... " Sunda berdehem


"ehh maaf ada Sinta ternyata, " ucapnya tersenyum manis. sangat manis sampai dirinya ingin muntah melihat tingkahnya.


"ngapain kamu disini del, " ketus Sinta.


"ya duduk atuh, sin. " ucapnya masih tersenyum manis


"ohh iya fin ini aku bawain cake buat kamu, " Della menyodorkan kotak bekal kepada kelvin.


"emmm gak usah repot-repot del, " kelvin mengembalikan kotak bekal itu pada Della.


"gpp vin aku ikhlas ngasih ke kamu kok, ini aku yang buat sendiri loh." ucap Della tersenyum.


"tapi aku udah kenyang banget del, " tutur kelvin.


"yaudah buat cemilan aja, atau gak nanti aja kamu makannya, " Della tetap memaksa kelvin untuk menerima cake buatannya


kelvin menghembuskan nafas pasrah, "terimakasih ya del, nanti akan aku coba kok. " cicit kelvin.


"bilang aja modus segala bilang ikhlas, " sindir Sinta


"aku gak modus kok, ini aku tulus ngasihnya. " sanggah della.


"sama aja, " ketus Sinta.


"bilang aja kamu syirik itu, mau minta kan. ngaku deh, " ucap Della sewot.


"sudah sudah jadi kalian ribut sih, " kelvin menengahi kami berdua.


Sinta melirik jam di pergelangan tangannya, "yaudah vin aku balik dulu yah, makasih traktiran nya. " ucap Sinta melambaikan tangannya.


Della tersenyum senang, melihat lalat pengganggu nya pergi. jadi dia bisa berduaan dengan kelvin.


"yaudah aku mau balik ke ruangan ku dulu yah, ohh iya nanti kotak bekal nya aku cuci dulu . baru aku kasih ke kamu, daahh.. " kelvin melambaikan tangannya pergi.


"loh vin,, kelvin.. kok kamu pergi sih " cebik Della kesal melihat pujaan hatinya pergi begitu saja. ia pun menghentak-hentakkan kakinya kesal.. lalu ia pergi dari kantin, mengikuti langkah kelvin. tapi naas dia kalah cepat, pintu lift nya keburu tertutup..

__ADS_1


"ahh menyebalkan sekali, " sungut Della kesal.


tiing... " tak lama pintu lift pun terbuka, lalu ia masuk ke dalamnya. dan dengan angkuhnya Della memasuki pintu lift itu dengan mengibaskan rambut nya yang tergerai indah.


__ADS_2