
setelah puas bermain di wahana permainan, mereka pun berjalan-jalan sembari melihat-lihat apa yang mau di beli.
"ada yang kamu inginkan amara. " ucap Jack.
"H-hah A-apa Jack, " ucap amara terbata-bata.
"aku tanya, apa ada yang kamu inginkan amara. " Jack mengulangi ucapannya.
"emmm.. entahlah Jack, aku belum kepikiran. " ucap amara sembari berpikir.
Jack menarik lengan amara, mereka berdua berjalan ke toko jam brand ternama. lalu memasuki ke toko itu. dan menghampiri petugas yang menjaga etalase.
"selamat datang tuan dan nyonya, ada yang bisa saya bantu. " ucap petugas itu ramah.
Jack melihat-lihat deretan jam yang di tertata rapih di rak etalase.
"saya mau melihat jam itu, " ucap Jack menunjuk jam itu.
petugas pun mengeluarkan jam yang di tunjuk oleh Jack. lalu menyodorkan padanya.
"ini tuan jamnya, " ucap petugas itu kepada Jack. lalu Jack menerima jam itu untuk di lihat-lihat dulu.
"bagaimana menurutmu bagus gak, " ucap Jack bertanya pada amara.
"emmm menurutku sih kurang cocok dengan style kamu.. " amara memberi pendapat.
lalu ia berjalan ke sebelah etalase lain, dan mata dia tertuju pada jam yang sangat cocok dengan style Jack banget.
"mba saya pengin lihat jam yang itu. " pinta amara dan di angguki oleh petugas itu.
"baik nyonya, " ia lalu mengeluarkan jam itu ke hadapan amara.
"Jack gimana jam yang ini, sangat cocok denganmu. " ucap amara antusias.
"hmmm, " Jack melihat-lihat jam itu dan mengenakannya ditangan kirinya.
"mba saya mau yang ini saja, " ucap Jack kepada petugas itu. petugas itu menganggukkan kepala dan mempersiapkan pesanan pelanggannya itu.
jack memilih jam Rolex edisi terbatas. sangat pas dan cocok dengan postur tubuh yang kekar dan style Jack yang maskulin sangat cocok dengan memakai jam Rolex yang membuat dirinya semakin berkharisma dan sexy. begitu yang di pikiran amara.
petugas itu pun datang dengan membawa kotak jam itu dan paper bag ukuran sedang. lalu memasukkan jam Rolex itu ke dalam kotak dan di bungkus ke dalam paper bag. Jack pun mengeluarkan kartu kredit di dalam dompetnya, lalu menyodorkannya kepada petugas kasir. setelah melakukan pembayaran selesai. Jack dan amara pun keluar dari toko itu, akan tetapi Jack berhenti dan menatap amara. amara pun mengerutkan keningnya bingung.
__ADS_1
"loh Jack kenapa berhenti, ayo kita jalan. " ucap amara
"kamu duduk di sana dulu, aku ada urusan sebentar. " titah Jack. dan di angguki oleh amara.
"mau kemana Jack, kok buru buru sekali. " amara mengerutkan keningnya bingung. amara meng'gidikkan bahu acuh. ia lalu merogoh tas jinjing nya dan mengambil ponselnya untuk melihat apa ada pesan dari sang suami. namun nyata nihil. baru beberapa saat kemudian ada pesan masuk dari suaminya axel, buru buru ia membuka isi pesan itu.
[sayang, sepertinya aku tidak jadi pulang cepat. karena aku lupa ada rapat bulanan dengan anak buahku ]" tutur axel hati hati
amara menghembuskan nafas kesal, akan tetapi sebisa mungkin ia harus bisa mengontrol emosi nya.
amara membalas pesan dari suaminya itu.
[kamu pulang jam berapa kira kira sayang]" tanya amara , pesan pun terkirim dan sudah centang dua.
[mungkin aku pulang malam, paling sekitar jam 7 baru selesai]" ucap axel.
[sebisa mungkin aku akan mempercepat rapatnya, dan aku akan pulang ]" timpal nya lagi.
amara hanya memperhatikan pesan dari suaminya itu, tapi enggan di balas. karena suaminya itu sudah berjanji akan pulang cepat hari ini. namun harapan amara pupus, ia meletakkan kembali ponsel miliknya di dalam tas. tak lama kemudian Jack kembali menghampiri amara setelah dia membeli sesuatu di sebuah toko.
"loh Jack kamu abis darimana kok lama sekali. " amara mengerucutkan bibirnya.
"aku abis dari toilet tadi, " bohong Jack padahal ia balik lagi ke toko jam yang tadi mereka datangi.
"ayo, " Jack mengulurkan tangannya untuk membantu amara berdiri.
"abis ini kita kemana amara??? " Jack sembari menggandeng lengan amara.
"aku lapar. " ucap amara manja.
"kamu mau makan apa?? apa mau di restoran atau dimana. " tawar Jack.
"aku ingin makan pizza dan eskrim, " pinta amara dengan mata puppy eyes . membuat nya ingin mendekap tubuh amara tetapi Jack menahan itu karena disini adalah tempat umum. takutnya nanti anak buah dari axel bisa ada disini menyamar jadi apa saja.
"oke ayo kita beli, " ucap Jack menggenggam tangan amara mesra.
sesampainya di restoran pizza, mereka masuk dan memilih kursi kosong untuk mereka duduk.
"kamu tunggu disini yahh, aku akan memesan pizza kesukaanmu. " Jack mengusap- usap kepala amara lembut. amara reflek menganggukkan kepala. Jack pun berjalan menuju kasir dan memesan pizza, akan tetapi mengantri karena ini hari weekend jadi ramai pengunjung.
setelah beberapa saat kemudian barulah Jack sampai ke depan kasir, lalu melihat-lihat menunya di papan menu.
__ADS_1
"mau pesan apa kak, " ucap petugas kasir itu tersenyum ramah.
"saya mau pesan yang itu satu dan yang itu satu, masing-masing ukuran besar ya mba. " ucap Jack kepada petugas kasirnya.
"baik kak, ini gratis sama minumnya ya kak, karena kakak pesan dua menu itu jadi ada tambahan dessert juga . silahkan di tunggu kak atau mau di antar ke meja juga boleh, " tutur petugas kasirnya.
"di antar aja mba, " ucap Jack.
"baik kak, totalnya jadi 350 ribu kak. " ucap petugas kasirnya.
Jack mengeluarkan 4 lembar uang berwarna merah dari dompetnya dan menyodorkannya kepada petugas kasirnya.
"Terima kasih kak, ini kembalian nya. " ucap petugas kasir itu ramah.
"sisanya boleh tambah cemilan mba, " ucap Jack dan di angguki oleh petugas kasirnya.
"baik kak, mohon di tunggu. " ucap nya lagi.
Jack pun kembali ke tempat duduk yang di tunggu oleh amara.
"kamu sudah pesan nya. " ucap amara.
"sudah kok, " ucap Jack datar.
tak butuh waktu lama pesan amara dan Jack baru saja datang menghampiri meja mereka. lalu meletakkan satu persatu pesanan di atas meja.
"oh my god Jack, kenapa kamu selalu pesan makanan yang ukurannya sangat besar. " gerutu amara.
"lama-lama kalau aku makan banyak, bisa-bisa aku gendut. nanti baju-baju kesukaanku nanti gak muat, " amara mendengus kesal dan memalingkan wajahnya kesamping.
Jack terkekeh melihat amara merajuk seperti itu, ia dengan reflek mengacak-acak rambutnya dan sang empunya semakin bertambah kesal.
"sudah kamu gak usah kesal, ayo kita makan mumpung masih hangat. " tutur Jack.
amara menghembuskan nafas pasrah, lalu ia mengambil sepotong pizza dan mulai menguyah makanan itu lalu memasukkannya ke dalam mulutnya.
Jack pun mengambil sepotong pizza dan memasukkannya ke dalam mulutnya.
"emmm ini sangat enak, sudah lama sekali ku tidak makan ini. " ucap amara tersenyum senang dengan binar di matanya.
mereka pun menikmati pizza masing-masing yang ada di nampan besar. hingga tak terasa sudah habis semuanya.
__ADS_1