Menjadi Istri Kedua Sang Presdir

Menjadi Istri Kedua Sang Presdir
28.


__ADS_3

"maafkan aku axel, " ucap amara lirih sembari terisak.


axel lalu membalikkan badannya dan memeluk istrinya itu, mengusapnya dengan lembut . walaupun dia kecewa terhadap istrinya itu, tapi dia sangat mencintainya . ia membuang putung rokok itu ke dalam asbak di atas meja.


ia lalu menghembuskan nafas panjang, untuk menetralisir supaya emosi nya tidak meledak.


"sudah sudah tidak apa, aku mengerti kok. " ucap axel datar.


amara lalu mendongakkan kepalanya itu untuk menatap suami yang begitu ia cintai, wajahnya basah penuh dengan air mata. dengan sigap axel lalu menghapus air mata itu di wajah cantik istrinya. ia menangkup wajah sang istrinya lalu mengecup kedua pipinya secara silih berganti.


"sudah ayo kita tidur, " axel bangkit dan menuntun istrinya itu untuk menuju ranjang dan axel merebahkan tubuhnya begitupun dengan amara ia juga ikut merebahkan tubuhnya. dan mereka mencoba memejamkan kedua matanya tetapi tetap tidak bisa. amara menghembuskan nafas berat melihat sang suami tidur membelakangi dirinya. ia ingin sekali memeluk suaminya itu, tetapi mungkin saja axel masih marah. dan tidak lama mereka pun akhirnya tidur terlelap dengan punggung yang sama-sama membelakangi mereka.


keesokan pagi nya....


axel sengaja bangun pagi, karena dia tidak mau membangunkannya. ia masih kecewa dan marah, tapi sebisa mungkin ia menahan itu semua. buru buru ia bangkit dari ranjang dengan hati-hati agar istrinya itu tidak bangun. lalu pergi menuju kamar mandi dan menutup pintu dengan pelan. sesampainya di dalam ia mengisi bak mandi dengan air hangat dan menanggalkan semua pakaiannya. lalu ia masuk ke dalam bak mandi dan menceburkan diri di dalam. axel memejamkan sedikit matanya supaya emosi yang bergejolak ikut luruh bersama dengan air hangat ini. karena berendam air hangat bikin tubuh menjadi rileks dan segar di badan. setelah 15 menit barulah ia bangkit dan memakai handuk yang di lilit di pinggangnya. setelah itu ia berjalan menuju walk in closet yang terhubung dengan pintu kamar mandi. axel berjalan menuju lemari pakaian miliknya, dan membuka lemari sembari memilah-milah baju apa yang cocok. lalu ia putuskan hari ini memakai setelan jas berwarna hitam . setelah memakai pakaian, ia segera bersiap untuk turun ke bawah , ia lalu menutup pintu secara perlahan agar istrinya tidak bangun. axel turun ke bawah melewati anak tangga dan sesampainya di bawah ia melihat jo sudah sampai dan duduk di ruang tamu . jo merasa seperti di perhatikan dan dia mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa itu, ternyata tuan mudanya sudah bersiap untuk turun. buru buru jo bangkit dari duduknya dan berdiri menyambut sang presdir.


"ayo jo kita berangkat, " tutur axel. yang di angguki oleh asistennya itu. baru saja mereka melangkah untuk keluar, tiba tiba saja bi sum mendekati ke arah mereka.


"tuan muda tidak sarapan dulu, " ucap bi sum. wanita paruh baya yang sudah puluhan tahun mengabdi di keluarga Valdemar. axel sudah menganggap bi sum sebagai ibu kandung nya sendiri.


"tidak bi sum, hari ini aku ada rapat penting. jadi aku terburu buru, ayo jo kita berangkat. " ucap axel dingin dan pergi begitu saja melewati bi sum. jo pun menundukkan Kepala nya sopan kepada wanita paruh baya itu. bi sum menghela nafas melihat axel yang makin dingin . ia pun kembali ke dapur untuk menyelesaikan pekerjaannya yang lain.


di sisi lain.... "


di dalam kamar... "


seorang wanita cantik baru saja mengerjapkan kedua matanya, ia mengedarkan pandangannya ke arah samping untuk melihat sosok suaminya itu namun nyatanya tidak ada. ia lalu bangkit dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi untuk mencari suaminya itu tetap tidak ada . amara bingung kemana suaminya itu, ia bermonolog mungkin sudah di bawah sedang sarapan. buru buru ia berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan menanggalkan semua pakaiannya dan bersiap menceburkan diri , setelah berendam ia menyambar Bathrobe yang tergantung di dinding dekat pintu. setelah itu ia berjalan menuju walk in closet yang terhubung dengan kamar mandi. ia lalu berjalan menuju lemari pakaian miliknya dan memilih menggunakan dress selutut dan berjalan menuju meja rias, memoles wajahnya dengan makeup tipis dan memakai sepatu high heels nya. amara lalu berjalan menuju anak tangga untuk turun ke bawah. sesampainya di bawah ia tidak melihat suaminya itu di meja makan, hanya ada bi sum yang sedang menata makanan. ia lalu menghampiri bi sum kemana suaminya pergi.


"bi sum, " tanya amara.


lalu bi sum menoleh, dan berjalan ke arah istri tuan mudanya itu.


"iya nyonya muda, ada yang bisa saya bantu. " ucap bi sum.


"apa bi sum melihat suamiku, emm maksudnya axel. apa dia sudah berangkat bekerja. " ucap amara pelan.


"sudah nyonya muda, baru saja berangkat. " tutur bi sum. ia lalu pergi menuju dapur meninggalkan amara seorang diri di meja makan.


amara menarik kursi dan duduk, ia menghela nafas ternyata suaminya itu sudah pergi bekerja. tapi kenapa amara tidak di bangunkan, apa axel masih marah karena masalah kemarin malam. amara masih bertanya-tanya kenapa sikap axel berubah. rasanya ia tak berselera makan. lalu ia bangkit dari kursi dan berjalan menuju kamarnya.


bi sum berjalan menuju ruang makan ternyata sudah tidak ada orang sama sekali. ia menghela nafas dan memanggil pelayan lain untuk membawa semua makanannya ke belakang.


sesampainya di dalam kamar, amara berjalan ke arah sisi ranjang. ia duduk dan termenung menatap ke sembarang arah, ia tidak menyangka penolakan yang di lontarkan dari mulutnya sendiri membuat ia dan axel jadi berjaga jarak. ia merutuki dirinya sendiri yang sudah membuat suaminya itu kecewa.

__ADS_1


triing,,, "


ponsel amara berbunyi, ia malas sekali untuk melihat atau membukanya.


triing... triing.. triing... " ponsel amara kembali berdering.


ia tidak melirik ponselnya,amara langsung menggeser tombol hijau dan menempelkan benda pipih itu ke daun telinganya.


"iya halo, " ucap amara tak semangat.


"kamu kok lemas sekali, " ucap seseorang dengan suara beratnya.


amara menegakkan tubuhnya, ia melihat siapa yang menelpon..!! ternyata Jack yang menelpon.


"ohh kenapa Jack, " ucap amara datar.


"kamu dimana amara, bisakah kita bertemu. " ucap Jack di seberang sana.


"aku di mansion, kenapa??" ucap amara pelan


"bisakah kamu keluar, aku sudah ada di depan gerbang mansion mu." ucap Jack lagi.


mata amara membulat, ia tidak salah dengar kan kalau Jack berada di depan mansion nya. buru buru ia meraih tas sling bagnya dan membawa dompet serta ponselnya.


ia lalu turun dengan tergesa-gesa dan mengabaikan bi sum yang sedang membereskan meja makan.


amara mengetuk kaca mobil Jack.


"oh my god Jack, kamu ngapain kesini. " ucap amara terkejut


Jack terkekeh, melihat amara terkejut.


"ayo masuklah, " ajak Jack.


amara bingung, apakah ia harus ikut dengan Jack atau... ucapannya terputus. mengingat ia dan suaminya masih bertengkar,


"tunggu apalagi, ayo naik amara. " ucapan Jack membuyarkan lamunan amara.


amara menghela nafas pasrah, iya pun menganggukkan kepala dan berjalan ke mobil Jack dan membuka pintu mobil itu dan masuk ke dalamnya . amara duduk di sebelah Jack.


"jalan." titah Jack kepada sang supir.


"baik tuan, " ucap sang supir

__ADS_1


"kamu ngapain ke mansion ku jack, " cebik amara.


"aku hanya merindukanmu, " bisik Jack.


membuat amara memukul lengan Jack, dan memalingkan wajahnya ke samping.


"aku hanya bercanda, ohh ayolah jangan marah okayy. " tutur Jack.


"gamau, " ketus amara.


Jack terkekeh, dan mengacak-acak rambut amara. hingga sang empunya marah dan merapikan lagi rambutnya yang berantakan.


"ohh iya hari ini adalah hari terakhir ku di sini. " ucap Jack pelan dan membuat amara terkejut, tak percaya jika Jack akan meninggalkan dirinya, karena ia harus pergi ke luar negeri.


"kenapa cepat sekali, " gerutu amara.


"karena aku harus memantau perusahaan ku yang ada disana, " ucap Jack santai.


"bagaimana kalau kita bersenang-senang hemm, " ucap Jack sembari menggenggam tangan amara lembut.


amara mendongakkan kepalanya, dan menatap netra berwarna biru laut yang sangat indah untuk di pandang.


"kemana?? " jawab amara pelan


"kemana saja yang kau mau hemm, " Jack mengecup punggung tangan amara. membuat sang empunya tersipu malu.


"bagaimana kalau ke taman bermain, aku pengin sekali kesana. " pinta amara.


"baiklah tuan putri, " Jack terkekeh


di sisi lain...


di perusahaan...


axel tidak fokus dengan pekerjaannya, ia masih kecewa dengan istrinya itu yang menolak mengandung buah cinta mereka, ia meremas pulpen yang ada di tangannya. pikirannya sedang kacau dan tidak bersemangat untuk melihat berkas - berkas yang ada di depan matanya. ia memutuskan untuk ke ruangan khusus sang presdir, ia menelpon jo lewat interkom untuk datang ke ruangannya.


"jo, datanglah ke ruangan ku. " titah axel.


jo lalu mengetuk pintu ruangan sang presdir dan membuka pintu itu dan berjalan menuju ruangan khusus untuk tuannya beristirahat.


"iya tuan, anda memanggil saya. " ucap jo datar.


"kamu handle semuanya, karena aku ingin istirahat sebentar. pikiranku sedang kalut jo, jika kalau ada tamu atau apapun batalkan semuanya dan aku tidak ingin di ganggu dulu" titah axel lagi.

__ADS_1


"baik tuan, ada lagi. " ucap jo


axel mengisyaratkan dengan jari telunjuknya dan di pahami oleh jo. lalu ia pun bergegas keluar dari ruangan tuan mudanya itu.


__ADS_2