Menjadi Istri Kedua Sang Presdir

Menjadi Istri Kedua Sang Presdir
25.


__ADS_3

"ohh iya abis ini kamu mau kemana jack. " tanya amara


jack menggidikkan bahu saja, membuat amara gemas dengan tingkah nya itu.


"ohh ayolah kita sudah lama tidak bertemu. " ucap amara manja


jack terkekeh, ia lalu menyentuh pipi mulus amara. "bagaimana kalau kita menonton film, sudah lama kita tidak menonton bukan. " tuturnya lagi.


amara menganggukkan kepala, "baiklah ayo kita menonton. " ucap amara tersenyum.


lalu mereka bangkit dari kursi setelah Jack mengeluarkan beberapa lembar uang dan di masukkan kedalam bill. mereka pun pergi dari restoran itu menuju bioskop untuk menonton film. sesampainya disana, mereka melihat-lihat ingin menonton apa.


"kamu mau nonton apa amara, " tanya Jack.


"gimana kalau film itu, " amara menunjuk film yang ada di papan menu.


"okay baiklah, kami pesan 2 tiket. " ucap Jack menyodorkan 2 lembar uang berwarna merah ke petugas kasir. lalu kasir itu menyodorkan 2 tiket ke Jack.


"apa kamu mau popcorn dan minuman, " tanya Jack.


amara menganggukkan kepala senang,


"kamu duduk dulu di sana, pegang tiket kita. aku akan kesana untuk memesan makanan. okay, " tutur Jack.


amara menuruti perintah Jack, ia lalu duduk di sana sembari menunggu Jack yang sedang beli cemilan.


"saya mau pesan 2 popcorn dan 2 soda ukuran large semua , " ucap Jack ke petugas kasir.


"baik kak, silahkan tunggu. apa ada pesanan lain, " ucap petugas kasir itu.


Jack menggelengkan kepala, "sudah itu saja nona. " ucapnya lagi sembari tersenyum


setelah 15 menit, pesanan Jack sudah siap. ia lalu membawa makanan itu dan menghampiri amara. karena sebentar lagi filmnya akan di mulai.


"wow kenapa kamu pesannya begitu besar Jack. " gerutu amara.


"biar kamu makan sepuasnya, " ucap Jack terkekeh.


amara memukul lengan Jack, "ishh aku gak mau makan banyak, takut gendut. " cebik amara menggembungkan pipinya


"iya iya terserah padamu," Jack terkekeh. lalu ia menggandeng tangan amara dan masuk ke dalam ruangan bioskop.


setelah lebih dari 3 jam, amara dan Jack keluar dari ruangan bioskop


"abis ini kita kemana amara, " ucap Jack

__ADS_1


"bagaimana kalau kita bermain di game, " usul amara.


"okay, ayo kita kesana. " Jack menggenggam tangan amara dan mulai menaiki lift saat pintunya terbuka. di dalam lift sangat ramai sampai amara tak sengaja memeluk jack saking penuhnya pengunjung.


amara merasakan hatinya berdesir hebat, "perasaan apa ini. " ucapnya dalam hati.


setelah sampai di lantai yang di tuju mereka pun keluar dari dalam lift, begitupun pengunjung yang lain ikut keluar.


"ohh maaf amara, aku gak sengaja meluk kamu tadi. ucap Jack pelan.


" it's ok Jack, kamu gak sengaja. lagian ramai jadi wajar berdesak-desakan. "ucapnya canggung. suasana nampak canggung, tidak ada yang bersuara.


" A-ayo kita kesana Jack, "ucap amara menghilangkan ke canggungan.


" kenapa kamu gugup amara, santai saja. ayo kita kesana, "ucap Jack sembari menggandeng tangan amara.


" wahh sudah lama sekali aku tidak kesini, "ucap amara berbinar.


" jadi mengenang masa kecil kalau melihat begitu banyak permainan , timpal amara dengan terkekeh.


"aku akan beli koin dulu untuk kita main game, kamu tunggu disini okay. " Jack mengusap pipi amara lembut.


"baru kali ini aku di perlakukan spesial gini, beda sekali dengan suamiku. ya walaupun dia sangat mencintaiku tapi axel susah di sentuh . " ucap amara tersenyum getir.


"kamu ingin main apa amara, " ucap Jack lembut.


"apa saja yang penting kita bersenang-senang disini, nanti setelah beberapa bulan ini aku akan kembali ke profesi ku. " ucap amara pelan


Jack menaikan satu alisnya, "oh iya kamu akan balik lagi ke dunia modelmu. " tanya Jack. dan di angguki oleh amara.


"ya karena aku model internasional, " kelakar amara.


"iya kamu benar, memang kamu model terkenal. " ucap Jack mengacak-acak rambut amara dengan gemas.


"Jack, No.. rambutku jadi berantakan, " cebik amara.


"ahh gimana kalau kita main itu, " amara menunjuk arena bermain game dance.


"oke siapa takut, " tantang Jack.


mereka pun bermain game dance dengan mengikuti gerakan tari di layar monitor. saking asiknya sampai lupa waktu.


triiing... "


ponsel amara berdering, ia melirik siapa yang menelpon. ternyata suaminya menelpon. buru buru ia menjauh , karena Jack sedang membeli cemilan dan minuman di ujung sana.

__ADS_1


lalu ia mengangkat telepon itu dan menempelkanya di daun telinganya.


"iya halo sayang, kenapa. " ucap amara lembut


"sayang kamu dimana, bentar lagi aku akan segera pulang. " ucap axel di seberang sana.


"emmm.. aku di mall sayang, " ucap amara pelan.


"kamu di mall sayang??" tanya axel


"iyah sayang aku di mall, karena aku bosan di mansion. " tutur amara.


"ohh baiklah, aku tau pasti kamu bosan. " ucap axel.


"apa kamu mau aku jemput kesana, " ucap axel lagi.


"No sayang, aku ingin menikmati waktu sendiri. mumpung aku berada disini. " ucap amara hati hati.


"baiklah sayang, bersenang-senang lah. kabari aku , kalau kamu minta jemput . aku akan minta sopir kantor untuk menjemputmu di mall, okay" ucap axel, telepon pun di matikan sepihak oleh sang suami. buru buru amara memasukkan kembali ponselnya ke dalam tasnya. saking sibuknya memasukkan ponselnya di dalam tas, ia menabrak seseorang hingga wanita itu hampir terhuyung ke belakang untungnya temannya dengan sigap memegang lengannya.


"kalau jalan tuh pakai mata, "bentak amara ke wanita itu adalah zahra.


tiba tiba temannya menyerobot memotong pembicaraanku dengan wanita yang ada di depanku..


" hey nona, kalau ngomong tuh ngaca bukannya anda yang jalan gak pakai mata main nubruk teman saya bukannya minta maaf malah marah marah ga jelas,," tantang teman wanita itu yang tak lain adalah Sinta yang sedang berkacak pinggang dengan mata melotot.. amara tampak geram sambil mengepalkan tangannya kuat kuat lalu ia mengibaskan rambutnya dengan angkuh , ia juga menghentak-hentakkan kaki nya dengan sangat keras karena dia memakai high heels yang cukup tinggi..


"ishh dasar wanita aneh bukannya minta maaf malah pergi dengan gaya sok angkuh nya.." desis Sinta menahan kesal..


" kamu yang sabar ra, tadi mah kamu bentak balik itu nenek sihir, geram sekali aku melihat nya.." gerutu Sinta


"sudah kak mungkin aku yang gak lihat lihat jalannya jadinya nubruk dia.. "ucap zahra memberi pengertian pada kak Sinta.


aku masih mendengar kalau mereka mengejekku, " kurang ajar sekali mereka itu, beraninya membentakku. "amara mendengus kesal. lalu ia menghampiri Jack yang sedang duduk di kursi sebelah sana.


" Jack maaf ya lama, tadi aku abis mengangkat telepon. "ucap amara hati hati.


" it's ok amara, " Jack menyodorkan waffle ice cream kepadaku..


"Terima kasih Jack, aku jadi merasa gak enak. " ucap amara merasa sungkan.


"kamu tidak perlu merasa sungkan ataupun gak enak, kan ini makanan favorit kamu. " ucap Jack menggenggam tangan amara lembut.


"baiklah aku makan yahh, " ucap amara sembari memakan waffle itu dan memasukkan ke dalam mulutnya dengan tenang.


begitu pun Jack juga memakan makanan yang sama seperti amara. mereka menikmati makanan itu hingga tak terasa sudah habis. saking asiknya mengobrol santai sembari tertawa-tawa , ketika Jack bercerita tentang hal yang lucu.

__ADS_1


__ADS_2