
akhirnya mobil yang di kendarai oleh Jack sudah sampai apartemen milik amara dan susan. amara mengucapkan Terima kasih, karena sudah memberi mereka berdua tumpangan. baru saja amara ingin memasuki apartemen itu. langkahnya terhenti, ketika Jack memanggilnya.
"apa boleh aku menjemput mu besok??" tanya Jack.
amara yang begitu terkejut pun hanya diam, dia bingung harus menjawab apa. akhirnya dengan reflek dia menganggukkan kepala layaknya anak kecil. membuat Jack semakin gemas dan ingin semakin lebih dekat sosok wanita cantik yang ada di depannya ini.
"masuk lah, selamat malam." ucap Jack mengedipkan sebelah matanya.
mobil pun melaju menjauh dari apartemen amara.
amara yang masih terdiam mematung, seseorang menepuk pundaknya dan membuyarkan lamunan dirinya.
"kamu kenapa mara, ayo kita masuk." ajak susan menarik tanganku menuju lift. entah kenapa bibirku tersungging sempurna. hati ini kenapa berdebar ketika Jack mengedipkan sebelah matanya. ada rasa tak biasa dengan jantungnya . bila dekat dengan jack, tapi sebisa mungkin ia menepisnya. karena ia sudah memiliki suami. ya dia bergumam dalam hati, bahwa di hatinya masih ada nama axel yang terukir indah di relung hatinya.
di sisi lain...
lebih tepatnya di sebuah rumah sakit terbesar, zahra yang terkejut melihat axel tepat di depan matanya.
untuk apa pria menyebalkan ini berada di ruanganku.
"kamu." aku menunjuk padanya dengan mata melotot.
"santai dong, gak usah sewot." axel berucap dengan sangat santai.
dia dengan santai nya duduk di depanku. Mia yang melihatnya terkikik geli, dengan menahan tawa nya.
"ada yang bisa kami bantu tuan." ucap Mia ramah.
aku mendelik menatap tajam Mia yang sok ramah padanya.
"hei tuan, kamu gak ada kerjaan apa, kenapa pagi-pagi kesini." aku mendelik tajam ke arahnya.
"semua pekerjaan, aku limpahkan semua ke jo." axel tersenyum jumawa.
__ADS_1
"kasian sekali kak jo, bos nya mengerjai mu." aku turut prihatin pada kak jo yang mau saja di suruh oleh dia. zahra menunjuk axel.
"hey kok kamu malah perhatian dengan jo." axel menatap mata zahra sengit. dia tidak suka kalau gadisnya perhatian dengan pria lain.
"sudah sana ahh, jangan ganggu. kamu gak lihat kerjaan ku tertunda. karena ulahmu." zahra cemberut sambil menatap layar komputer dan tetap fokus dengan laporan yang ada di tangannya.
axel tersenyum geli, melihat gadisnya merajuk seperti anak kecil. dengan gemas ia mengacak-acak rambutnya. hingga dia mendapat pelototan tajam dari zahra.
axel terkekeh sendiri.
"nanti makan siang di luar aja gimana." axel mencubit pipi zahra. tapi tidak ada jawaban sama sekali.
"ohh ayolah jangan ngambek lagi okay, oke oke aku gak akan mengganggumu. tapi kamu mau yahh ikut aku makan siang di luar." pinta axel sembari mencubit pipi gembul itu.
zahra pun menghentikan jari nya yang sedang mengetik di keyboard. zahra mendelik ketika pria ngeselin itu memohon padanya.
"oke aku terima ajakan kamu, tapi aku gak mau berdua saja." zahra tersenyum licik.
"hey kalian mau kemana???" tanya axel dengan alis yang berkerut.
"menurutmu...!!!" ketus zahra
"ayo." tarik axel.
"hey, mau kemana kita??" tanya zahra yang lengannya di tarik paksa.
Mia yang di belakang menggeleng-gelengkan kepala melihat mereka berdua yang selalu ribut. tidak jauh dari mereka, Sinta yang lewat menghampiri mereka bertiga.
"hey kalian mau pada kemana???" tanya Sinta.
"ahh sin, ini kita mau makan di luar. kamu mau ikut gak??" ajak axel sembari menarik lengan zahra.
"boleh deh, ayo mi." Sinta menarik lengan Mia.
__ADS_1
mereka semua pun ke parkiran untuk naik mobil axel. setelah itu mobil pun ke luar dari parkiran menuju jalan raya yang lumayan padat.
akhirnya mereka tiba di sebuah restoran saung Sunda, yang sangat khas itu. mereka berempat pun masuk ke dalam saung dan memesan makanan. axel yang belum pernah makan disini hanya melongo dan dia bingung kok makannya lesehan bukan make meja dan kursi. axel di buat gak percaya. baru kali ini ia menginjakkan kaki di sebuah restoran yang menurutnya asing.
tak butuh waktu lama, hanya sekitar 30 menit pesanan mereka datang, terlihat sangat menggugah selera di mata. yap benar ada ikan bakar, tumis kangkung, ayam bakar, cumi tepung,sambal,serta ada lalapan, dan nasi di bakul kecil. sangat ciri khas makanan Sunda, makannya lesehan.
"emm ini gak ada sendok garpu gitu." axel menggaruk tengkuknya tak gatal.
sontak saja kita bertiga tertawa, melihat axel yang minta sendok dan garpu.
"ya ampun tuan muda, kenapa harus pake sendok dan garpu. disini tuh rata-rata makan pake tangan.. emm bisa aja sih makan pake sendok garpu tapi lebih mantap pakai tangan." zahra tersenyum mengejek.
axel mendengus kesal, di ejek oleh gadisnya yang nyebelin itu. ia pun menghela nafas dan menggulung kemeja nya sampai ke siku, ia pun bangkit dan berjalan menuju wastafel sana dan mencuci tangannya. setelah itu, axel balik lagi dan duduk dengan tenang.
zahra menyodorkan nasi beserta ayam bakar dan jangan lupa sendok garpu yang ia minta tadi.
axel mengernyit heran, kok tumben baik sekali. ia pun menyipitkan kedua matanya memastikan apa benar gadis itu yang kasih untuknya.
"kenapa???" tanya zahra heran.
axel buru buru menggelengkan kepala, dan menyuapkannya ke dalam mulutnya. ia penasaran seperti apa makan pakai tangan. karena dia seumur-umur belum pernah nyoba.
zahra yang melihat axel makan pakai tangan, terkekeh. seorang tuan muda yang terkenal arogan bisa juga makan pakai tangan.
"kalau gak mau jangan di paksa." celetuk zahra.
dia pun melanjutkan makannya. begitupun Sinta dan Mia. mereka makan dengan lahap. karena baru kali ini bisa makan di luar.
"KA-kata siapa aku gak bisa pakai tangan, ini aku makan pakai tangan kok." axel pun mulai menyuap nya ke dalam mulutnya. ternyata lebih nikmat pakai tangan di bandingkan sendok garpu. ia pun mulai menyuapkan lagi nasi dan suwiran ayam bakar dan jangan lupa pakai sambal biar makin enak.
mereka semua makan dengan tenang, sesekali zahra meledek tuan muda nya itu makan berantakan banget. sampai-sampai di pipinya banyak nasi. dengan sigap zahra mengambil selembar tisu dan mengelap pipi axel. sontak saja axel terkejut bukan main dengan sikap gadisnya itu. Sinta dan Mia saling beradu pandang melihar adegan yang bikin baper. mereka berdua terkekeh melihat kucing dan tikus akur.
tak terasa makanan yang ada di depan masing-masing pun telah habis, zahra menyeruput es jeruk hingga habis tak tersisa. ia sangat suka makan es batu. sampai habis satu gelas. axel melongo melihat nya. karena baru ini ia melihat gadisnya makan es batu dengan santai.
__ADS_1