Menjadi Istri Kedua Sang Presdir

Menjadi Istri Kedua Sang Presdir
54.


__ADS_3

"sial, bagaimana bisa axel menikah lagi tanpa sepengetahuanku. amara menggebrak meja rias miliknya.


amara baru saja selesai mandi dan dia ingin memoles wajahnya namun ketika mendapat sebuah pesan masuk di ponsel miliknya.


dia terkejut bukan main, ia meremat jari-jari nya dengan menahan kesal. padahal hari ini dia ada jadwal pemotretan di sebuah studio tapi seketika moodnya jadi ancur, ketika mendengar berita tak menyenangkan.


suara ketukan pintu membuyarkan lamunan amara, tak lama susan nyelonong masuk tanpa permisi.


"OMG mara, kamu kok belum siap-siap sih. itu produser kita udah nungguin kita. kamu lihat nih." susan menyodorkan ponselnya dan melihat produser mereka menelponnya.


"bentar aku makeup dulu." amara mengambil pouch makeup nya. namun susan dengan gemas menarik lengan amaraa.


"nanti saja disana okay, kita buru-buru nih." keluh susan dan tetap menarik paksa amara untuk segera keluar dari apartemen mereka dan berjalan beberapa meter dari apartemen nya melihat taksi yang melaju ke arah mereka berdua. susan pun melambaikan tangannya dan taksi pun berhenti tepat di depan mata mereka dan segera masuk ke dalam taksi itu dan taksi itu pun melaju menuju tempat tujuan mereka.


tak sampai 30 menit, amara dan susan telah sampai di lokasi shooting. buru-buru mereka segera keluar dari taksi dan membayar sopir taksi itu. amara begitu terkejut ternyata Jack menghampiri amara dan susan. senyum mengembang di bibir cantik itu. amara dan Jack semakin dekat, karena mereka selalu bersama-sama dimana pun mereka berada.


"Hai selamat pagi." ucap Jack sambil mengelus rambutku..


ya ampun entah kenapa aku selalu mendapat perlakuan manis dari dia. bisa-bisa aku melting ini mah. apa pipiku merah yahh, aduh aku malu sekali di tatap seolah-olah aku adalah orang yang paling spesial.


susan tiba-tiba menarik lenganku dan menyuruhku untuk duduk di tenda sana, karena sebentar lagi aku akan di makeup.


"aww dingin..." aku mendongakkan kepala ternyata itu Jack yang membawa minuman kaleng dingin yang menyentuh pipi mulusku.

__ADS_1


"ya ampun Jack, kaget tau aku. kirain siapa." cebikku menahan kesal.


selalu dan selalu saja Jack sangat senang mengacak-acak rambutku.


"ihh Jack nanti berantakan lagi rambutku." gerutuku.


Jack terkekeh, "abisnya gemas sekali aku."


tak lama penata rias sekaligus hair stylelis ku sudah datang, aku mulai di rias wajahku dan rambutku yang berantakan di tata ulang oleh penata rambutku. begitupun Jack juga di makeup tipis. padahal dari awal dia sangat tak suka di makeup tapi demi produk terbarunya dia rela wajahnya di rias. aku terkikik geli, pas awal-awal Jack sangat gak suka di makeup. setelah aku bujuk barulah dia mau di makeup.


susan membawa baju yang akan aku pakai. tapi kok seperti couple yahh dengan Jack.


ketika jack baru aja selesai, aku begitu terpana melihat Jack yang sangat maskulin. omg... jantungku kok deg deg' an. aku selalu mencoba menepis nya. kalau dekat dengan Jack jantungku berdetak berkali-kali lipat, aku mencoba menetralisir rasa gugup ini. karena aku posisi masih di makeup dan rambut panjangku di gerai indah dan tentu nya di kepang melingkar dan di kasih bunga-bunga menambah kesan anggun dan elegan.


aku tersipu malu mendengar ada orang lain yang memujiku cantik. ya ampun bisa-bisa aku terbang ini mah kalau semua orang memujiku.


"kalian berdua sangat cocok sekali." puji penata rias ku.


aku hanya tersenyum tipis dan meneliti wajahku di cermin.


tak lama sudah waktu take untuk foto. sudah hampir seminggu aku melakukan serangkaian jadwal hingga aku jarang mengabari suamiku. kadang aku kangen padanya. aku tau, aku lebih memilih karier ku di bandingkan suamiku sendiri. dan aku tau juga, bahwa alex sangat menginginkan seorang anak dariku tapi aku sungguh bodoh malah menolak keinginannya hingga dia menikah lagi. amara tiba-tiba moodnya berubah jadi sendu. tapi sebisa mungkin amara harus profesional dalam melakukan pekerjaannya.


di sisi lain..."

__ADS_1


di mansion Valdemar..."


sudah 3 bulan dirinya menjadi istri dari axel. tapi kok semakin lama, axel berubah seperti awal-awal mereka. malah menjadi dingin dan menjauh dari zahra. tapi sebisa mungkin zahra menepis nya dan berusaha menjadi istri yang baik. walaupun dia dan axel menikah secara siri. aku tau axel tidak mencintai nya, begitu pun zahra. karena mereka menikah secara terpaksa. setiap hari axel selalu pulang malam, yahh emang sih mungkin aja di kantornya lagi sibuk. zahra pun begitu, kadang kalau dia kebagian shift siang atau malam pasti jarang ketemu.


mereka menikah hanya untuk status saja. mereka berdua pun sama-sama sibuk, walaupun zahra sibuk tapi dia selalu menyiapkan keperluan axel secara keseluruhan.


dan lihat lah, axel sekarang aja belum pulang. zahra mondar-mandir sambil melihat jam yang ada di pergelangan tangannya. biasanya axel sudah pulang, tapi kok jam segini belum sampai.


di sebuah perusahaan, axel masih berkutat di meja kerja nya dengan tumpukan berkas-berkas, karena sudah 3 bulan ini. dirinya sibuk dan kadang pulang malam, karena dia akan melakukan sebuah proyek besar yang ada di Paris. yahh axel terpaksa menerima tawaran itu, karena kliennya ini selalu mendesaknya dan di iming-iming keuntungan yang sangat fantastis, karena dia akan bekerja sama dengan sebuah perusahaan yang sebanding dengannya. maka dari itu axel tak menyia-nyiakan kesempatan langka ini. ya walaupun dia mengabaikan istri keduanya..


suara ketukan pintu membuyarkannya dari fokusnya membaca berkas. ternyata jo masuk untuk memberitahu sudah waktunya pulang.


"tuan muda, sudah waktunya kita pulang." jawab jo.


axel pun menutup laptopnya dan mematikan laptop itu dan memasukkannya ke dalam tas miliknya. baru saja axel membereskan barang-barang miliknya. seketika dia melirik foto pernikahan dirinya dengan amara. entah kenapa axel rindu dengan istri pertama sekaligus yang paling dia cintai. memang benar dia menikahi zahra hanya untuk sebuah ambisi. setelah mendapatkan zahra, axel lalu berubah menjadi dirinya yang dulu. dingin, datar, kaku,arogan dan tidak mau di bantah sedikit pun.


"kasian sekali nona zahra, setelah menikah malah di abaikan terang-terangan oleh tuan muda." jo merasa kasian terhadap istri kedua dari tuannya itu.


axel menatap jalan raya yang sudah gelap dengan lampu-lampu jalan yang mengelilingi gelapnya malam. hingga tanpa terasa axel sudah berada di mansion miliknya. dia segera masuk ke dalam dan langkahnya terhenti ketika melihat zahra yang tertidur di sofa dengan tangan yang di lipat di dadanya.


axel menghela nafas dan dia seolah lupa bahwa di mansion miliknya tengah ada seseorang yang menunggu dirinya pulang. dia merasa kasian terhadap wanita cantik yang dia gendong ala bridal style dan segera membawanya ke kamar zahra. karena mereka semenjak menikah, tidur secara terpisah di kamar masing-masing.


di baringkannya tubuh mungil istrinya itu, di pandangi wajah cantik itu. seketika axel menyibakkan rambut yang menutupi wajah cantik istrinya itu.

__ADS_1


"maafkan aku." ucap axel lirih dan mengusap lembut wajah itu dan dia segera bangkit dan menuju kamar miliknya yang tak jauh dari kamar zahra.


__ADS_2