
tiba-tiba saja aku di tarik paksa oleh pria yang menyebalkan itu.
"kamu..!!!" zahra membulatkan kedua matanya ketika melihat axel berada di ruang kerjanya.
"kamu ngapain disini." sewot nya lagi.
"tentu saja aku bekerja disini." jawab axel santai.
"ohh iya kamu sudah sarapan, kalau belum ayo turun ke bawah." axel menarik tangan zahra dan menuntunnya menuju lift yang sudah terbuka. akhirnya mereka berdua sudah sampai di bawah dan berjalan menuju kantin untuk sarapan.
karena waktu masih lama. zahra sengaja berangkat pagi. karena kak Sinta meminta dirinya untuk duluan. karena dia ada urusan. akhirnya setelah beberapa minggu, zahra sudah bisa mengendarai motor miliknya berkat ajaran Sinta. ia dan Sinta terkadang belajar motor di dekat tanah lapang dekat kosan mereka dan sampai akhirnya zahra sudah busa mengendarai nya sendiri walaupun tak bisa jauh-jauh karena masih amatir.
sesampainya di kantin, axel menarik tangan zahra dan mempersilahkan zahra untuk duduk saja. biar axel yang pesan makanan.
"kamu ingin makan apa??" tanya axel.
"nasi kuning." jawab zahra cepat.
axel yang bingung mengerutkan dahinya. melihat axel yang bengong pun menahan tawanya.
"ya ampun tuan muda, masa gatau nasi kuning." ejek zahra masih menahan tawanya.
"emang gak pernah." jawab axel memutar bola matanya jengah.
"yaudah biar aku aja, kamu tunggu sini." zahra pun bangkit dan berjalan menuju lapak mbok iyem untuk pesan nasi kuning tapi di bungkus.
setelah menunggu sekitar 10 menit pesanan zahra telah siap, ia menyodorkan satu lembar uang berwarna biru ke mbok iyem. dan menunggu kembaliannya. zahra berjalan menuju penjual minuman. ia memesan es jeruk dan es teh manis. selagi menunggu pesanannya. zahra melihat kak Sinta dan Mia berjalan kesini.
"ra, aku cariin di ruangan kok gak ada. tau nya malah ada disini." keluh Mia.
__ADS_1
"sama aku juga cariin kamu ra." Sinta ikut menimpali ucapan Mia.
"kamu duduk dimana, nanti kami berdua nyusul???" tanya Mia.
aku pun menunjuk kursi di paling tengah, lalu mereka berdua mengangguk dan berjalan menuju mbok iyem untuk membeli nasi campur dan nasi kuning.
akhirnya minumanku sudah jadi, aku pun berjalan menghampiri si tuan muda yang sangat rese. axel yang sedang fokus dengan ponselnya pun, melirik sekilas ketika zahra berjalan kemari. ia pun menghentikannya dan memasukkannya ke dalam saku celananya.
"lama banget sih, keburu jamuran dah." gerutu axel.
zahra menyodorkan satu bungkus makanan dan minuman di depan matanya. axel yang melihat nya hanya melongo saja.
"hoi, masih pagi jangan bengong. udah makan buru." jawab zahra dan membuka bungkusan itu.
axel yang merasa bingung pun akhirnya mengikuti cara zahra membuka bungkusan itu dan berapa kagetnya melihat nasi berwarna kuning dengan berbagai macam lauk pauk. seumur-umur, baru kali ini. dia makan makanan seperti ini.
axel mencium wangi dari nasi kuning yang membuat perutnya meronta-ronta minta di isi perutnya. ia pun memakannya dengan lahap hingga abis tak tersisa.
"APA KATAMU, S-SIAPA YANG MENIKAH." jawab Mia dan Sinta setengah berteriak. hingga beberapa orang menoleh kepada kami semua.
ya ampun aku malu sekali ini. aku menutup wajahku dan berpura-pura sedang makan aja. ya daripada malu.
"siapa yang akan menikah." Sinta mengulangi nya lagi.
"tentu saja aku dan zahra." axel menggenggam tangan zahra dan mengecup punggung tangan zahra dengan mesra. hingga Sinta dan Mia di buat tak percaya.
"apa benar yang di ucapkan tuan muda itu ra." Sinta menunjuk axel tapi matanya menatap zahra.
"emmm sebenarnya I-iya, T-tapi kami nikah siri dulu." ucapku jujur.
__ADS_1
"ya ampun kok cepat sekali sih ra." Sinta lagi-lagi di buat terkejut.
"tunggu dulu... tunggu dulu..., kok aku ketinggalan berita yahh." ucap Mia yang masih bengong.
"dan aku juga akan satu ruangan dengan zahra dan Mia tentunya." jawab axel tersenyum jumawa.
"ohh pantas, kemarin sore petugas security dan yang lain mengangkat kursi dan meja." Mia manggut-manggut aja.
zahra menyipitkan kedua matanya dan menatap tajam axel, tapi yang di tatap malah santai dengan wajah tak berdosanya itu.
dua hari kemudian...."
akhirnya yang di tunggu axel telah tiba juga, dia sekarang sudah sah menjadi suami dari zahra alesha. axel tersenyum senang dengan menampilkan gigi nya yang putih.
Sinta dan Mia juga datang sebagai saksi. zahra minta untuk acara nikahnya hanya yang datang kak Sinta dan Mia juga harus ada jadi saksi.
pak penghulu menyuruhku untuk mencium punggung tangan si rese itu. ya walaupun sekarang dia sudah sah menjadi suamiku. ya walaupun siri tapi ini sangat bermakna bagiku. aku pun meraih tangannya dan mencium punggung tangan itu. kak Sinta membidikkan kamera ponselnya ketika aku salim ke tangan pria dingin itu.
tentu saja dokter hendrik menepati janjinya untuk menjadi wali dari mereka berdua sekaligus jadi saksi bisu awal permulaan kami menjadi sepasang suami istri.
sebenarnya dari awal aku menolak untuk di jadikan istri kedua. tentu saja akun mengajukan beberapa syarat. aku begitu terkejut ketika dia menerima semua persyaratan yang aku inginkan.
"happy wedding zahra, semoga pernikahan kamu sakinah, mawaddah, warohmah. tapi kalau ada apa-apa kamu harus kasih tau saya okay." tutur dokter hendrik menepuk bahuku lembut.
aku sebenarnya gak mau keluar dari kosan ini. dari kosan ini lah aku bisa mandiri, dari kosan ini aku bertemu kak Sinta dan Mia yang baik hati. mau berteman denganku. kini aku juga sedang kuliah dengan jurusan kedokteran.agar aku bisa mengubah hidupku sendiri. ya walaupun aku tau diam-diam pamanku membayar uang kuliahku hingga aku lulus nanti. ada rasa tak enak, takutnya nanti bibi Rani dan hana tau. pasti mereka suatu saat nanti akan melabrak ku. sudah dari dulu kalau hana itu sangat cemburu padaku, kalau paman Tio lebih sayang padaku di bandingkan anaknya sendiri.
seketika seseorang menepuk bahuku dan tentu saja aku tak asing lagi dengan tepukan bahu itu.
"selamat ya ra, kalau ada apa-apa kamu harus cerita sama aku okay." pinta Sinta.
__ADS_1
"happy wedding ra, akhirnya kamu nikah juga. yahh bakalan sepi ini mah." rengek Mia.
mereka berdua memeluk diriku dan tanpa terasa air mataku luruh juga, begitupun mereka berdua. ahh kenapa sih mereka berdua malah ikut-ikutan menangis kan aku jadinya nular. ini lagi air mata gak berhenti keluar.