Menjadi Istri Kedua Sang Presdir

Menjadi Istri Kedua Sang Presdir
55.


__ADS_3

selepas menaruh zahra di ranjang, axel pun berjalan keluar dari kamar itu. tak lama zahra pun mengerjapkan kedua matanya, ketika axel mengatakan kata maaf. zahra terdiam mencerna kata-kata dari axel. dia pun menghela nafas dan melanjutkan tidur nya. memang benar mereka menikah secara terpaksa. tapi setidaknya janganlah tak menganggap zahra.


keesokan paginya...."


zahra mengerjapkan kedua matanya, dia mengedarkan pandangan dan melirik jam di atas nakas, ternyata sudah pagi. dia bergegas berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. tetapi langkah nya terhenti, ketika dia mengingat-ngingat. kok dia bisa ada di kamar padahal dirinya menunggu axel di sofa ruang televisi.


"ahh masa bodo lah, aku lebih baik mandi terus segera bersiap untuk berangkat ke kampus, karena jadwal hari ini aku masuk siang." gumam zahra dan segera beranjak dari ranjang menuju kamar mandi. setelah 20 menit zahra telah siap dengan pakaian simple. yap benar sekali, zahra tidak suka memakai baju yang menurutnya ribet. dia lebih suka pakaian simple. dia memakai kemeja yang di masukkan ke dalam celana jeans bentuk kulot dan memakai sepatu kets. dia berjalan menuju meja rias miliknya. yang telah di sediakan oleh axel, berbagai peralatan makeup semua brand ternama ada di situ. setelah memoles wajahnya dan menyisir rambut panjangnya dengan di kepang melingkar dengan jepitan bunga-bunga favorit nya. abis itu dia segera bersiap turun untuk sarapan. zahra akan memakai motor miliknya. karena axel semenjak menikah selalu mengabaikan dirinya. tapi ya sudahlah, hidup masing-masing aja. zahra baru aja turun, seketika langkahnya terhenti tak kala melihat axel yang sudah ada di meja makan. sebenarnya zahra paling malas satu meja dengannya. tapi mengingat axel telah menggendong dirinya yang sedang tertidur pulas pun memilih diam. zahra menarik kursi dan mengabaikan tatapan mata yang ada di depannya.


bi sum yang sedang meletakkan nasi goreng yang masih hangat, membuat perut zahra semakin keroncongan.


"wahh harum banget bi sum, zahra jadi pengin cepat-cepat makan." zahra tersenyum ke arah bi sum.


"silahkan di nikmati non, masih hangat." bi sum tersenyum ramah.


"sini bi, kita makan sama-sama." ucap zahra lagi.


bi sum menoleh ke arah axel, sebenarnya dia gak enak makan bersama dengan majikannya.


bi sum langsung menggelengkan kepala, "gak usah non, bibi udah makan." jawabnya bohong.

__ADS_1


zahra menghela nafas setelah bi sum pergi dari meja makan menuju dapur.


kini hanya mereka berdua, baik zahra maupun axel. mereka berdua lebih memilih diam. sesekali axel melirik istrinya itu. zahra yang sibuk menyendok nasi goreng buatan bi sum pun mulai menaruh nya di piring miliknya dan zahra mulai menyuapkannya ke dalam mulutnya. baru saja zahra menyuap makanan, Tiba-tiba axel menghentikannya. zahra meletakkan kembali sendok yang berisi nasi goreng itu ketempat semula. dia lalu memberanikan diri menatap suaminya itu.


"ada apa." jawab zahra ketus.


"kamu gak mau ambilkan aku nasi goreng." kata axel santai.


ya ampun cuma masalah sepele aja, kok sampe teriak-teriak gitu.


"kan nasi goreng nya tepat di depan matamu." zahra melanjutkan memakan sarapan yang sempat tertunda.


zahra menghela nafas, melihat sifat axel yang begitu keras kepala dan tak mau di bantah sedikitpun. dengan sigap zahra mengambilkan nasi goreng dan menuangkannya ke dalam piring axel dan menyodorkan kembali ke depan mata axel.


"nih nasi goreng nya, udah buru. aku bisa telat ke kampus." gerutu zahra.


"suapin." pinta axel memelas.


ohh ya ampun entah kenapa zahra lama-lama jengah melihat sikap axel yang berubah-ubah.

__ADS_1


"udah gede, bisa sendiri dan jangan manja."celetuk zahra acuh dan tetap melanjutkan sarapannya.


"ahh beda sekali dengan amara, dia masih mau suapin aku. walaupun dirinya terburu-buru." sindir axel. membanding-bandingkannya dengan istri pertamanya itu.


sontak saja zahra terkejut, dia jadi gak nafsu makan ketika dirinya di sindir dan di banding-bandingkan dengan amara istri pertamanya.


"yaudah suruh istrimu pulang, setelah itu aku akan pergi dari sini." sentak zahra dan segera bangkit dari sana. meninggalkan axel yang mematung sendirian di meja makan.


bi sum yang mendengar dua majikannya bertengkar hanya mampu menghela nafas. karena dirinya sudah terbiasa melihat mereka seperti kucing dan tikus yang gak pernah mau akur.


axel yang terkejut, ketika zahra berbicara akan pergi dari sini. membuat sudut hati axel merasa gak suka. tanpa sadar tangannya mengepalkannya secara kuat-kuat.


axel lalu bangkit dan menyusul istrinya yang sedang merajuk padanya. tapi naas nya dia telat, karena zahra sudah pergi dengan motor miliknya.


tak lama jo yang baru sampai di rumah tuan mudanya itu melihat wajah tuan muda nya yang gusar. entah kenapa seperti ada sesuatu.


"ahh jo, kamu sudah datang. kalau begitu kita cepat berangkat." Titah axel. dan di angguki oleh jo. mereka berdua pun masuk ke dalam mobil. dan melesat menuju keluar dari mansion menuju jalan raya.


axel menghela nafas berulangkali, dia merutuki dirinya sendiri. kenapa setiap kali dia berdua dengan zahra. selalu membanding-bandingkan dirinya dengan amara. terlihat jelas di wajah cantik zahra seperti kecewa dan marah jadi satu.

__ADS_1


__ADS_2