
Seminggu sudah Beena dan Akbar menikmati masa cutinya, hari ini mereka harus segera kembali ke Jakarta. Kembali pada rutinitas sebelumnya. Beena dengan serentet kegiatan sebagai news anchor dan Akbar dengan jadwal pengajuan berkas nikah di kesatuannya.
Kali ini mereka berangkat pagi buta, mengingat weekend biasanya macet dan Beena ada jadwal siaran besok siang. Sedang Akbar berencana menunjukkan rumah yang sudah ia beli untuk mereka tinggali nanti. Akbar tidak mau membuat Beena kelelahan dan harus istirahat sebelum ia siaran.
Honda jazz melaju dengan kecepatan standard, Akbar berniat membahas tentang si Princess dengan Beena selama perjalanan.
“ Bee, aku bahagia sekarang”
“ Emang kemarin-kemarin ga bahagia mas?” sergah Beena cepat, memotong kalimat Akbar.
“ Ya, gak gitu juga Miss News “ jawab Akbar mendengus kesal.
“Laa tagdhoub wa lakal jannah “
ujar beena menirukan kalimat Hassan-Husein jika umminya sedang marah-marah.
“ Lagian kamu tu ya, bikin mas kesel aja. Belum selesai ngomong udah maen potong aja “
Akbar menyebikkan mulut sambil mengacak jilbab yang Beena pakai.
“ Mas ...“
teriak Beena,
“ rusak nih “.
Beena merapikan jilbabnya sambil melirik kaca spion tengah mobil hingga membuat bahunya nempel di dada bidang Akbar.
Desiran hangat mengalir dari ujung kaki hingga kepala Akbar. Melayang sejenak pikirannya, membayangkan aroma tubuh Beena.
Merasakan hal yang sama dengan Akbar, membuat Beena cepat-cepat menyadarkan akal dan pikirannya.
“ Nyetir yang bener, jangan ngelamun” Beena menyikut Akbar.
“ Hm...sabar...sabar...sabar 3 bulan lagi”.
“ Mas boleh cium tangan kamu ga sayang?, just your hand “ Akbar meringis.
“ No, starting from the hand then the other, and finally over . Tamatlah riwayat perempuan”. Jawab Beena dengan tegas.
“ Kan biar romantis kayak orang pacaran lain Bee!” Akbar beralibi.
“ Mas tentara yang hebat, aku bisa romantis lebih dari sekedar cium tangan. Tapi pada waktu dan tempat yang tepat. Setelah mas di interogasi sama ayah di depan penghulu “ Beena tersenyum.
“ Kan cuma cium tangan sayang, gak minta yang macem-macem. Mas janji”
Kata Akbar tersenyum dengan mengangkat dua jari membentuk huruf V.
"Mas...aku percaya sama mas, mas itu sudah membuktikan betapa tulusnya cinta mas"
"Kalo kamu percaya, kenapa gak izinin mas buat cium tangan kamu sayang?"
__ADS_1
" Ini nih, penyakitnya para cowok. Mereka berdalih cuma cium tangan. Eeh...nanti merembet ke yang lain. Kasihan cewek-cewek yang jadi korban mereka. Setelah semuanya didapat, trus ditinggalin" Kata Beena menggoda Akbar.
"Aku gak gitu sayang, aku gak akan ninggalin kamu. Kamu wanita yang pas untuk anak-anakku. Bodoh sekali kalau aku ninggalin kamu. Kamu itu udah paket komplit, dan kayaknya aku gak bisa jauh lagi sama kamu, Bee."
Tak terima rasanya jika Akbar disamakan dengan laki-laki lain yang suka gonta-ganti perempuan, sekalipun sebenarnya tidaklah sulit bagi seorang TNI mendapatkan perempuan macam manapun. Dengan pakaian PDL yang gagah, perawakan tubuh yang atletis ditambah kharisma Akbar yang sungguh berwibawa. Tapi ia sadar, ia punya saptamarga yang harus ia jaga marwahnya. Ia memegang teguh kode etiknya, dalam 8 Janji TNI point ke 3 menyebutkan menjunjung tinggi harkat dan martabat wanita. Rasanya tidak mungkin baginya akan menghianati cinta Beena.
Dengan tatapan yang lembut dan jawaban yang santun, Beena meyakinkan Akbar.
"Iya, sabar ya mas ganteng. Bukan karena apa-apa aku menolak permintaan mas. Aku malu dengan ini mas”
jawab Beena sambil mengangkat ujung hijabnya.
Akbar menunduk, menyadari kekhilafannya.
“ Maaf ya sayang “
“ Its ok mas “
“ Saya terima nikah dan kawinnya Maryam Tabeena binti H. Noor Hadi dengan mas kawin tersebut di bayar tu...nai...sah...”
Akbar terbahak latihan mengucapkan kalimat ijab qabul di depan penghulu sambil menggenggam tangan mertuanya nanti.
“ Mas Zaky dan mas Arief dulu pake bahasa arab lho!” celetuk Beena.
" Qobiltu nikahahaa wa tajwijahaa..." tiba-tiba Akbar menghentikan kalimatnya. Beena melirik ke arah Akbar sebagai pertanda protes karena ia menghentikan kalimatnya.
“ Hm...gak jadi bahasa arab deh, besok aku pake bahasa jepang aja“ jawab Akbar tak mau kalah.
Beena tertawa terpingkal-pingkal membayangkan ayahnya jika harus belajar melafalkan kalimat ijab dengan bahasa jepang.
"Kamu malah ketawa, gak percaya kalo mas mu ini bisa pake bahasa jepang?"
"Bukan, bukan begitu maksudku mas. Aku ngebayangin kalo pake bahasa Jepang, yang ada ayah belibet nanti malah bikin ketawa orang sekampung "
Keduanya tertawa terpingkal-pingkal, membuat mereka melupakan capeknya perjalanan Semarang-Jakarta.
"Bee..." Akbar melirik ke arah Beena, dilihatnya kekasihnya tertidur. Dengan lembut Akbar mengusap kepala Beena.
Akbar mengambil botol air mineral, ia sedikit kesusahan untuk membukanya. Tak tega jika harus membangunkan Beena, akhirnya Akbar menepi. Ia berhenti sebentar setelah meneguk air mineral ia berniat melanjutkan perjalanan.
Glek...glek.
Rupanya suara Akbar menenggak minuman cukup terdengar dan membuat Beena terbangun.
"Kok berhenti mas?"
Akbar tersenyum sambil mengacungkan botor air mineral.
" Kenapa gak bangunin aku?"
" Kamu kelelahan sayang, sampe ketiduran gitu. Aku gak mungkin bangunin kamu, lagi pula bisa nepi sebentar"
__ADS_1
"Maaf ya mas"
“ Iya sayang, gak apa-apa. Lanjut lagi yuk". Akbar menyalakan mesin lagi, lalu melajukan mobil dengan kecepatan 120km/jam.
"Gak usah ngebut-ngebut mas"
" Oke sayang. Oh ya Bee, aku mau cerita tentang si Princess”.
Akbar merasa ini waktu yang tepat untuk membahas tentang Mary.
“ Ada apa dengan si princess mas?”
“ Kamu bisa buka hp mas, lihat pesan yang ia kirimkan beberapa hari yang lalu”
Akbar menyodorkan hp-nya.
“Mas, aku menghormatimu dengan segala privasimu “.
Beena menolak membuka hp Akbar dengan alasan hp itu bagian dari privasi orang lain sekalipun Akbar adalah calon suaminya. Ya, karena baru calon suami. Mungkin lain ceritanya jika sudah menjadi suami.
“ Mas yang memintanya bee, biar tidak ada kesalahfahaman. Bukalah”
Akhirnya Beena membuka pesan yang dikirim si princess. Dibacanya dengan seksama tiap SMS dari si Princess.
Deg...
Seketika rona cemburu menyelimuti hati Beena, tak bisa disembunyikan jika hatinya terbakar melihat ada wanita lain yang menyukai calon suaminya. Wanita mana yang tak tertarik dengan paras Akbar yang penuh kharisma apalagi si princess yang sudah melewati kebersamaan yang cukup lama.
“ Terus mas jawab apa?”
“ Mas jawab kalo mas sudah punya Maryam Tabeena yang membuat mas terpesona pada pandangan pertama dan jatuh cinta dipertemuan berikutnya” Akbar terbahak
“ Ya sudah kalo gitu”.
“ Kamu gak penasaran dengan sosok si princess bee?”
“ Siapapun dia, aku sudah yakin jika mas memberikan langkah yang terbaik buat kita”
“ Si princess itu...”
“ Mas...” Beena memotong. “ Jangan bicarakan pihak ke tiga saat kita sedang menikmati kebersamaan, Ok!”
Akhirnya Akbar menuruti kemauan Beena, tidak mau berdebat. Toh Beena sudah mengetahui tentang perasaan si princess dan sudah mendapatkan jawaban yang tepat dari Akbar.
Mereka benar-benar menikmati perjalanan Semarang-Jakarta dengan quality time. Memaknai sebuah perjalanan panjang sebelum akhirnya mereka mampu bersatu. Ini adalah awal dari perjalanan yang sesungguhnya bagi keduanya. Karena tentu saja kehidupan pasca nikah akan berbeda saat mereka sebelum melakukan janji suci pernikahan. Labirin cinta mereka yang berliku merupakan awal kehidupannya kelak setelah menikah, intrik dan problema rumah tangga tentu saja hadir menghiasinya.
Akhirnya mereka sampai di apartemen Beena.
Jari lentik Beena menekan kode pintu di angka 2-0-1-0 lalu tekan Ok.
" Mau minum apa mas?"
__ADS_1
"Apa aja aku mau, asal kamu yang buat sayang"
***