
Perjalanan 12 jam Indonesia-Lebanon tak membuat para abdi negara kelelahan.
Berdasarkan informasi dari Badan Intelejen Internasional, posisi penyanderaan ada di sebuah pulau terpencil di Laut Mediterania.
TNI yang dikirim pemerintah Indonesia berkonsentrasi pada pembebasan warga negaranya, tanpa ikut campur urusan konflik intern pemerintah Lebanon dengan kelompok Hizbullah.
Setelah berkoordinasi dan menyusun strategi, kedua negara langsung menyerbu TKP tak peduli waktu malam hari atau musim dingin sedang melanda saat itu.
KRI Sultan Hasanudin 366 membawa pasukan prajurit TNI menuju pulau yang dimaksud. Semua pasukan berhasil mengepung lokasi penyanderaan.
Beberapa prajurit berhasil masuk sarang musuh, dengan kode-kode khusus mereka berhasil masuk kandang lawan.
Beberapa titik sudah limpuhkan, namun karena banyaknya jumlah tentara Hizbullah membuat pasukan penyelamatan mau tidak mau melakukan penyerangan.
Dor...dor...
Terdengar bunyi tembakan dari berbagai arah. Hal ini membuat tentara Hizbullah mau tidak mau mempertahan kan diri.
Terjadi baku tembak, saling serang hingga akhirnya beberapa orang masuk ke camp penyanderaan.
Melihat situasi menjadi tidak bersahabat, seorang tentara hisbullah yang tempo hari berusaha memperkosa Beena langsung mengambil tindakan.
Ia menarik Beena secara paksa untuk keluar dari camp, mungkin untuk dijadikan sanderaan.
“ Keparat...biadab...”
teriak Bimo pada salah satu lelaki kekar yang dulu mencoba memperkosa Beena.
Kini ia berusaha menyeret Beena.
Tanpa peduli umpatan Bimo, lelaki itu tetap memaksa membawa kabur Beena.
Berulang Bimo menghalau, tetapi tubuhnya tak cukup kuat menandingi lelaki itu.
“ Bim...lepaskan Bim, selamatkan nyawamu” titah Beena sambil terisak, tak kuasa melihat Bimo ditendang terus menerus.
"Gak mbak, aku akan melindungi mbak Na" dengan terbata-bata karena menahan sakit dari tendangan laki-laki perkasa.
"Bim, please lepasin Bim, kamu harus selamat Bim" Beena memohon dengan tetap bercucur air mata.
“ Kita pulang sama-sama mbak, atau kita mati sama-sama” ujar Bimo yang masih memegang kaki laki-laki itu meski berulang kali ia ditendangnya.
Braaak....
Pintu ditendang paksa dari arah luar.
Dengan cepat sosok tentara berbaju loreng melumpuhkan lelaki yang menyandera Beena dengan sedikit drama duel.
Bugh...
Sebuah tendangan berhasil melepaskan cengkraman tentara Hizbullah pada Beena. Ia langsung memapah Bimo menjauh dari pertikaian.
Tentara Hizbullah langsung tersungkur, namun ia segera bangkit dan ambil kuda-kuda untuk menyerang tentara indonesia yang menggunakan penutup wajah.
__ADS_1
Sebuah pukulan berhasil mengenai TNI, hingga ia tersungkur.
Pukulan, tendangan diselingi salto menjadi pemandangan duel dua tentara yang sama-sama kuat.
Setelah sama-sama berduel dengan nafas tersengal keduanya masih bisa berdiri, dengan sama-sama luka di tubuh keduanya.
Kali ini sebuah tendangan super dahsyat berhasil membuat tentara hizbutahrir teraungkur.
Disusul kedatangan satu prajurit TNI masuk ke ruang tahanan tempat keduanya berduel.
Prajurit itu langsung melumpuhkan dan mengunci perlawanan. Ia berjalan mendekat tentara yang habis berduel, mengulirkan tangannya mengajaknya berdiri.
"Abang gak papa?"
Yah, suara itu gak asing di telinga Beena.
"Thanks, bro. Kau datang di saat waktu yang tepat." Prajurit itu mendekat ke arah tentara hiz yang baru saja beduel dengannya.
" Masih mau mengganggu istri orang?"
Yap, kali ini Beena tak salah lagi.Mereka pasti Akbar dan Yoseph.
“ Mas Akbar...?” ucapnya pada tentara yang memakai pelindung wajah.
Akbar membuka penutup wajahnya, betapa senangnya ia bisa melihat wajah orang yang ia cintai.
“ Iya bee, aku datang untukmu”
Akbar mendekap erat Beena, “ sekarang kamu aman, kita pulang sekarang”.
"Mas...ini bener kan,aku gak mimpikan?" tangisnya makin pecah dan tersedu-sedu.
"Kamu gak mimpi sayang, ini aku Saeful Akbar-mu" ucap Akbar semakin memeluk erat.
Saking bahagia dan lelahnya akhirnya Beena tak sadarkan diri.
"Bee...sayang, bangun bee" Akbar memanggil-manggil Beena dengan menggerakkan pundaknya. Lalu menepuk-nepuk pipi Beena berharap sesuatu yang buruk tidak terjadi pada Beena.
"Sepertinya dia pingsan bang, mbak Na pasti shock dan kelelahan" Ucap Bimo.
Akbar menggendong Beena menuju team medis yang disiapkan pemerintah Lebanon. Bimo pun tak luput dari pemeriksaan fisik dan psikis.
Setelah dua jam bertarung sengit, tentara Indonesia berhasil melumpuhkan tentara hiz dan menyerahkan sepenuhnya pada pemerintah Lebanon.
Kabar bahagia penyelamatan WNI segera di laporkan pada KBRI dan kesatuan. Pemerintah langsung mengumumkan melalui media jika misi kali ini berhasil dimenangkan oleh TNI dan mengabarkan jika WNI dalam keadaan selamat dan sehat.
Sorak dari seluruh rakyat Indonesia ditujukan khusus untuk TNI yang telah berhasil melindungi WNI dari musuh.
Kabar bahagia pun langsung diterima pihak keluar Beena di semarang. Dengan ucapan syukur mereka menggelar doa saat itu juga.
Setelah dua jam tak sadarkan diri, Beena membuka matanya perlahan. Ia mengedip-ngedipkan netranya. Menyadari bahwa saat ini ia sudah tidak berada di tempat tawanan lagi. Diliriknya sebuah selang infus tertanam di tangannya.
"Kamu sudah sadar,bee?" suara Akbar yang khas membuat Beena menoleh ke arah sumber suara. Ya, tidak salah lagi dia adalah Saeful Akbar. Prajurit hatinya, orang yang telah menyelamatkan nyawanya.
__ADS_1
"Mas Akbar..?" tanya Beena dengan lirih sambil berkaca-kaca menahan sekuat tenaga agar air matanya tak meluncur bebas.
"Ya, sayang. Aku disini" Akbar membelai kepala Beena lalu menyeka air matanya menggunakan ibu jarinya.
“ Maafkan aku mas, aku- ”
Akbar segera memotong kalimat Beena.
“ Sudah...sudah, yang penting semuanya selamat. Mas juga minta maaf. Mas sayang kamu “
Cup....sebuah kecupan mendarat di atas kening Beena.
“ Aduh...aku mendadak sakit hati melihat kemesraan kalian” Bimo terkekeh.
Bimo yang berada di brankar samping Beena hanya bisa menggaruk-garuk kepalanya.
"Mas..."
Beena refleks menyikut dada Akbar. Meski tak keras namun itu berhasil membuat Akbar kaget.
"Aw..." pekik Akbar.
"Maaf mas, sakit ya?
"Sakit sayang, kasih mas obat disini dong"
Akbar menodongkan pipinya agar di cium Beena.
"Mas...berani sekali kamu mencuri firstkiss ku, pake minta tambah di cium pula” Beena melotot.
“ Berani dong...lebih dari ini pun aku berani” goda Akbar.
“ Ehem...”
Yoseph yang baru masuk ke salah satu ruangan di KRI berdehem.
“ Hantu laut kalo ketemu sundel bolong ya gini nih..”
“ Pergi sana...mengganggu saja kau ini” usir Akbar.
“ Ah, kalian berisik sekali. Aku lelah, aku ingin istirahat. Aku sudah tak sabar menunggu pagi “
Ujar Beena menghentikan pertikaian dua tentara yang mengganggunya.
“ Have a nice dream Bee...”
Akbar memonyongkan bibirnya ke arah kening Beena.
Kali ini ciuman Akbar berhasil digagalkan Beena, dengan kedua tangannya ia mendorong kuat-kuat.
Akbar hanya tersenyum gemas dengan penuh misteri.
Lalu meninggalkan Beena dan Bimo agar bisa beristirahat.
__ADS_1
***