
Pintu suite room dibuka oleh Beena, tipe kamar di atas junior suite room berukuran kurang lebih 80 meter dengan fasilitas mewah lengkap dengan mini pantry layaknya kamar apartemen.
Terlihat bed king size yang sudah dihias bunga mawar di atasnya membuat Beena merona tidak bisa membayangkan rasa malunya jika di goda Akbar.
" Sudah tidak sabar ya?" Akbar membisikkan tepat di samping telinga Beena dangan menautkan dagunya di leher istrinya. Sontak, membuat Beena segera tersadar dari lamunannya.
" Apaan sih kamu mas, bikin orang kaget aja. Masuk gak pake aba-aba, suara juga gak ada sudah macam hantu aja" Beena sengaja menghindar dari Akbar agar ia tidak bisa melihat raut mukanya yang semakin merona menahan malu.
" iya kan, aku kan emang hantu laut "
Beena berjalan menuju meja rias, ia duduk depan cermin sambil melepas semua aksesoris yang menempel di kepalanya, termasuk kerudung yang menjuntai dan sedikit membuatnya pusing. Beena mulai membersihkan make up tebal diwajahnya.
Akbar berjalan mendekat ke arah Beena, memegang pundaknya dari belakang lalu mencium kepala Beena. Ini adalah pertama kali Akbar melihat mahkota istrinya, ia menghirup aroma wangi rambut Beena.
Hallo, apakabar hati Beena?
Tentu rasanya hampir meledak, campur aduk, ada hawa panas menyelimuti tubuh Beena. Karena baginya ini adalah hari tentu saja hari yang di nanti-nantikan oleh pasangan yang sudah sah dalam ikatan pernikahan.
Namun, jujur saja. Beena masih belum siap, bukan tidak siap melayani suami namun karena ia merasa hari ini terlalu capek dengan kegiatan.
Susah payah Beena melepas resleting gaunnya, hingga tak ayal dia menggerutu terus. Tentu saja Akbar merasa gemas dengan tingkah istrinya itu. Dengan sigap Akbar mendekatkan tangannya ke bagian punggung sang istri.
"Kalau butuh bantuan, bilang nyonya Akbar" Akbar terkekeh.
"Anu mas...aku-anu..."
"Kenapa anu mu sayang"
"Ah, bodoh kenapa aku jadi nervous begini " Beena membatin merutuki kegugupannya.
"Anu...aku pikir aku bisa melakukannya sendiri"
Akbar yang sedari tadi ingin menjaili sang istri karena terlihat konyol semakin membuatnya bertekad untuk mengganggu Beena. Kini sudah terlihat pengait bra di bagian punggung istrinya dan tak ayal jadi bahan godaan Akbar.
Ditariknya pengait itu hingga terlepas.
"Mas..." Karena saking kagetnya Beena berteriak, ia langsung masuk kamar mandi dan membersihkan tubuhnya. Entah karena saking nervousnya atau memang karena capek, ia lupa mengatur suhu kran di shower. Airnya terlalu panas,
"Au...."
Mendengar teriakan Beena dari dalam wall in closed membuat Akbar bergegas menuju tempat dimana istrinya berada. Namun pintu terkunci.
"Bee, kamu kenapa sayang? Buka pintunya bee"
"Gak apa-apa mas, cuma airnya tadi kepanasan"
"kamu gak kenapa-kenapa kan? Buka dulu dong, jangan bikin aku khawatir"
" aku mau mandi dulu mas, bener gak kenapa-kenapa kok"
Setelah lima belas menit, Beena meminta bantuan Akbar. Kepalanya nongol sedikit dibalik pintu kamar mandi.
"Mas..."
"Apa sayang" jawab Akbar dengan posisi masih membaca pesan di handphon-nya.
"Bisa minta tolong bawakan tas ungu tempat kosmetikku, tadi aku taruh samping jas punya mas"
__ADS_1
Setelah Akbar menemukan benda yang dimaksud, Akbar menuju kamar mandi dan berniat masuk.
"Mau ngapain kamu mas?"
"Mau ngasih ini" ucap Akbar sambil mengangkat tas yang dibawanya.
"Makasih ya" tanpa basa basi Beena langsung mendorong Akbar keluar.
" Mau di ajak romantis malah di usir" Tak berselang lama, Beena keluar dengan hanya menggunakan handuk kimono dengan rambut basah yang ditutupi handuk.
Akbar mendekat lalu melingkarkan tangannya di pinggul Beena,
"Hm...harumnya" cup...sebuah kecupan mendarat dileher jenjang sang istri.
"Mas gak mandi? mandi sana" titahnya.
"Ok, mas mandi dan tunggu hukuman dari mas berikutnya"
Setelah Akbar membersihkan badannya, ia menatap heran Beena yang sudah rapi menggunakan piyama berkerudung pula. Ia sedang asyik di pantry.
"Sudah selesai mas,mau kopi apa teh?"
Akbar yang menggosok-gosok handuk mengeringkan rambutnya makin bingung, bukannya mendapati istrinya memakai lingerie duduk di atas kasur sambil menggodanya malah asyik di pantry.
"Teh aja" jawabnya ketus.
Beena menyuguhkan teh camomile tepat di depan Akbar, mereka duduk di sofa yang menghadap balkon. Sambil memandang ke arah luar saat senja menampakkan siluet indah pergantian sore ke malam hari.
"Teh nya mas" Beena duduk di samping Akbar yang ia perhatikan sejak tadi selalu ketus.
" Mas, maaf ya...aku belum bisa melakukannya sekarang".
Beena tersenyum, bukan meledek tapi bingung cara menyampaikannya pada suami yang sudah menahan kerinduannya sejak di Lebanon.
"Mas-"
"Atau kamu berpikir aku laki-laki yang gak bisa lemah lembut?"
"Mas dengerin dulu, aku em.."
"em...apa maksud kamu sayang?"
"Iya, aku lagi datang bulan"
"Ah..." Akbal sebal.
Sebagai gantinya, Beena memeluk erat suaminya. Menenangkannya agar bisa lebih sabar lagi.
***
Tiga hari pasca resepsi, Akbar dan Beena memutuskan untuk pergi honeymoon ke Jogjakarta.
Beena menolak hadiah yang diberikan Mary untuk honeymoon ke Bali. Bukan karena apa-apa, tapi ia sangat mengimpikan menikmati keindahan Gunung Kidul dengan orang yang spesial. Ia sangat menyukai beberapa pantai di Gunung Kidul.
Pantai yang masih jarang tersentuh, bak surga tersembunyi Gunung Kidul yang baru diresmikan pada tanggal 17 Agustus 2004 . Pantai yang mirip suasana Bali dengan bangunan Pura-nya. Ya, Beena sangat menginginkan honeymoon di Pantai Ngobaran dan beberapa pantai terdekat Ngobaran yang eksotis dan romantis.
Selama 3 hari berada di penginapan sekitar pantai Ngobaran membuat Beena dan Akbar menikmati masa liburannya. Menghabiskan waktu bersama di Pantai Ngobaran yang masih perawan.
__ADS_1
Lalu mengunjungi pantai Ngrenehan, pantai yang sarat dengan pesona bahari di tengah bukit kapur. Pantai di mana para nelayan melakukan aktivitas kegiatan berlayar.
Selain kedua pantai tersebut, ada lagi pantai yang tak kalah eksotisnya yang jaraknya tak jauh dari pantai Ngobaran, yaitu pantai Nguyahan. Pantai yang saat air surut akan memanjakan mata dengan terumbu karang di tepi pantai.
Setelah puas menikmati nuansa pantai, kali ini Beena dan Akbar melajukan mobinya menuju pusat kota Jogja, yaitu jalan Malioboro.
Ditengah perjalanan, Beena meminta berhenti di sebuah bukit.
“ Mas, depan berhenti ya?” pinta Beena.
Soluna GLi yang dikendarai Akbar menepi disebuah tempat yang ramai dikunjungi muda-mudi.
“ Kita shalat maghrib dulu ya?”
“ Kamu sudah selesai datang bulannya sayang?” tanya Akbar dengan raut muka kegirangan.
Sejak selesai resepsi, Beena belum bisa melakukan kewajibannya sebagai istri karena tamu rutinnya.
Beena menganguk,
“ Berarti nanti malam bisa ya?” Akbar mengedipkan matanya berulang.
“ Shalat magrib dulu baru bahas itu, keburu habis waktunya”
Beena mengalihkan pembicaraan.
Beena menarik tangan Akbar menuju mushala dan berjamaah di sebuah mushala yang berada di kawasan Hargodumilah. Setelah selesai menunaikan shalat, Beena mengajak menikmati pemandangan di bukit bintang.
Berbeda dengan kali pertama mengunjungi bukit bintang, kali ini ia benar-benar menikmati keromantisan siluet Merbabu dan Merapi.
“ Gimana mas, romantis gak?” tanya Beena sambil menyuapi Akbar dengan roti bakar.
“ Jadi kita ngedate kali ini?”
Kalimat yang di lontarkan Akbar mengingatkan Beena pada kalimat penolakannya pada Nizar.
“ Asyikkan ngedate di tempat romantis sama suami sendiri”
“ Kamu hafal sekali tempat-tempat di sini. Jangan-jangan ini tempat bekas ngedate kamu ya sayang?”
“ Sembarangan! Aku peliputan dua minggu di Jogja waktu itu mas. ”Beena menyebikkan bibirnya.
“ Kok tahu tempat romantis ini, hayo ngaku!”
Akbar mencubit hidung Beena yang tak mau kalah menggoda Beena.
Mau tak mau Beena menceritakan saat kecelakaan di gunung Purba, lalu Nizar menjemputnya untuk pulang ke rumahnya.
“ Ni, buktinya!”Beena menyibakkan gamisnya, menunjukkan luka bekas jaitan di kaki jenjangnya.
“ Iya...iya mas percaya , istriku ini memang pinter jaga hati”.
Cup...sebuah ciuman mendarat di pipi Beena.
“ Mas...ini dilihat orang banyak lho”
Akbar terbahak melihat wajah Beena yang selalu terlihat seperti kepiting rebus saat menahan malu, meski sudah menjadi istrinya. Ia tetap menolak menunjukkan keromantisan di tempat umum.
__ADS_1
***