Menunggu Pagi

Menunggu Pagi
Ektra part


__ADS_3

...Epilog...


Akbar dan Beena tinggal dirumah impian mereka di salah satu perumahan Jakarta selatan yang tak jauh dari kesatuannya. Rumah yang sengaja Akbar persembahkan untuk istri tercinta, bukan di asrama.


Akbar melanjutkan karirnya di Marinir sedangkan Beena menjalankan fungsinya sebagai pendamping prajurit abdi negara. Beena memutuskan menjadi ibu rumah tangga dengan menjadi freelancer transelator dan penulis artikel di surat kabar harian ternama.


Pekerjaan ini dia ambil mengisi waktu luangnya, dan mengusir rasa sepinya saat harus berjauhan dengan Akbar jika sedang tugas ke luar daerah bahkan ke luar negeri.


Beenapun aktif di kegiatan pendidikan dan budaya, salah satu minatnya yang kebetulan sesuai dengan passion-nya di bidang ini. Ia merasa jiwa sastranya menuntun ia harus mengambil program ini. Selain itu, ia aktif di kegiatan sosial yang diselenggarakan rutin oleh Jalasenastri, tak ayal. Saat ada bencana alam atau kegiatan sosial lainnya, Beena paling antusias. Hal ini ia lakukan untuk mengurangi rasa kesepiannya saat di tinggal Akbar dinas ke Surabaya, Medan, bahkan ke Batam. Apalagi mereka belum di karuniai keturunan.


Sedih?pasti tentunya semua pasangan suami istri akan merasa kurang lengkap tanpa kehadiran buah hati. Apalagi Beena jauh dari keluarga besarnya di Semarang. Kadang merasa rindu dengan tawa anak kecil, kangen si kembar Hasan -Husein yang sekarang sudah masuk usia sekolah dasar. Lebaranpun kadang tidak bisa pulang tiap tahun. Karena tugasnya mendampingi suami. Seperti lebaran tahun kemarin, Beena harus ikut Akbar di Makassar.


Dua tahun sudah Beena dan Akbar membina biduk rumah tangga dan mereka masih bersabar tanpa kehadiran buah hati.


Drrt...drrt.. Sebuah pesan masuk di handphone Beena.


" Sayang, jangan lupa nanti jemput mas ya, dandan yang cantik"


Ah...hari ini mas Akbar pulang dari Sudan.


Beena bergegas memakai seragam biru laut, pakaian kebesaran jalasenstri karena tentu ada prosesi kedinasan untuk menyambut pasangan mereka setelah 8 bulan tugas di Sudan.


Bukan hal yang aneh ketika kita di tinggalkan pasangan yang merupakan abdi negara. Ada ibu yang berjuang sendiri mendampingi anak-anaknya melewati hari-hari tanpa suami, bahkan ada seorang istri yang berjuang melewati batas antara hidup dan mati saat melahirkan buah hati tanpa suami di sampingnya. Ada pula seorang bayi yang tidak tahu sosok ayahnya dan tiba-tiba hadir saat ia sudah bisa berjalan.

__ADS_1


Itu dinamika dan simphoni menjadi istri tentara.


Pukul 11.00 WIB Akbar beserta pasukan lain tiba di Indonesia, mereka di sambut oleh keluarga masing-masing. Tangis bahagia menyambut kedatangan suami,ayah tercintanya anak-anak. Karena mereka harus siap dengan situasi kehilangan -pulang tinggal nama- setiap mereka pergi bertugas. Segala doa dan rasa syukur mereka panjatkan karena bisa bertemu dengan orang-orang tercinta.


"Bee..." Ucap Akbar sambil merentangkan kedua tangannya.


Beena berlari berhamburan dalam pelukan suami tercintanya, dengan derai air mata penuh kerinduan.


" I miss you, mas"


" I miss you too, bee- my honey"


" Sudah...sudah...kita lepas rindunya di rumah saja, disini malah mas kesiksa gak bisa ngapa-ngapain kamu sayang"


"Rumah aja deh, mas udah kangen sama masakan istri tercinta"


" Kangen masakan apa macak-an (dandanan) aku?" goda Beena.


"Kangen dua-duanya"


***


Setelah shalat isya berjama'ah dilanjutkan sunnah dua rakaat sebelum jima' tak lupa doa-doa mengharap kebaikan dari kegiatan bergumul mereka mendapatkan sesuatu yang penuh berkah.

__ADS_1


Malam ini, seprti malam pertama bagi keduanya. Malam yang penuh gairah seperti pertama bertemu. Malam panjang yang mereka lewati dengan lenguhan, ******* dan diakhiri dengan pelepasan bersama menjadi titik ******* bagi keduanya.


Kepala Beena bersandar di dada bidang Akbar, dengan memainkan rambut istrinya dan sesekali menciumi aroma shampo khas istrinya membuat Akbar tak mampu jauh dari Beena.


" Mas... Aku boleh tanya sesuatu?"


"Apa sayang"


"Mas kecewa gak menikah denganku?"


"Aku selalu bersyukur mendapatkan wanita sempurna seperti kamu,bee"


"Tapi rumah tangga kita belum sempurna sayang? Belum ada tangis bayi, belum ada kehadiran buah hati di tengah-tengah kebahagiaan kita!"


" Kita masih punya waktu yang sangat panjang, mungkin ini waktu yang Allah berikan buat kita untuk saling menyayangi, saling memperhatikan, dan pacaran dulu sampai kenyang"


"Tapi mas, andai aku tidak bisa punya anak bagai mana?"


" Aku bukan raja sayang, yang wajib memiliki keturunan untuk kelangsungan dinastiku. Kalaupun Allah tidak memberiku keturunan, bukan suatu keharusan untuk memilikinya"


"Aku takut mas, aku takut tidak bisa seperti wanita lain"


"Sudah...sudah...ada atau gak ada anak, cinta mas tetap buat kamu. Mas tidak akan pernah berpaling dari wanita lain.

__ADS_1


Akbar semakin mendekap erat tubuh sang istri berharap segala ketenangan bisa memudarkan kekhawatiran Beena.


__ADS_2