
Tetapi berbeda dengan yang dirasakan oleh Sanjana. Malahan yang terjadi padanya terbalik dengan yang dialami oleh Sanjana. Sayed mengernyitkan alisnya yang sedikit terkejut sekaligus keheranan melihat reaksi dari istrinya yang mendapatkan pujian dan rayuan malah tertawa terbahak-bahak mendengar perkataannya.
"Iihh Mas!! Aku itu tipe perempuan yang lebih tidak menyukai jika digombal dan pastinya aku akan bereaksi seperti ini," sanggahnya Sanjana yang masih menikmati dan menyantap makanannya tanpa sedikitpun ragu dan menjaga image seorang CEO wanita pertama yang mungkin menikmati makanan di warung biasa saja.
Makan siang kali itu berbeda dari biasanya. Sanjana dan Sayed merasakan kebahagiaan yang sangat. Karena sudah hampir setahun mereka menikah, tapi kali ini menikmati berbagai hidangan makanan yang sangat menggugah selera dalam balutan kasih sayang yang tulus tanpa ada bau-bau pihak ketiga ataupun pelakor mewarnai keromantisan mereka berdua.
Sayed sesekali membantu menyeka keringatnya Sanjana yang terus menetes membasahi wajahnya saking nikmatnya makanan yang dirasakan oleh Sanjana kala itu.
"Sayang! Aku sangat mencintaimu, aku ingin seperti ini terus setiap hari selalu makan siang bersama kamu, sarapan pagi dan juga diner selalu ada kamu yang menemaniku," imbuhnya Sayed Alfarizi Satya Muller.
"Insya Allah… aku akan berusaha untuk melakukan sesuai dengan keinginan Mas apapun itu yang penting Mas bahagia walaupun suatu saat Mas menginginkan aku untuk pergi dari sisi hidupnya Mas aku pasti akan lakukan yang paling penting mas bahagia itu tujuanku agar Mas bahagia," ujarnya Sanjana yang mulai serius berbicara walaupun masih sering mengunyah makanannya.
Sayed terkejut dan terperangah dengan kejujuran dari istrinya, ia tidak menyangka sebesar itukah rasa sayangnya Sanjana untuknya. Padahal jika dilihat dia itu siapa sedangkan Sanjana Alexandra Agung Miller putri tunggal pengusaha ternama, terkenal dan terkaya di Indonesia bahkan kekuasaan perusahannya hingga ke mancanegara.
"Ya Allah… aku rasa diriku tidak pantas untuk mendapatkan semua kebaikan itu, aku sejak awal menikah hingga detik ini belum pernah sekalipun dan bisa untuk membahagiakannya, malahan aku kerap kali memberikan kesedihan dan luka yang selalu ia balas dengan senyuman, tapi aku takut jika Sarah datang kembali ke dalam kehidupanku dan aku akui hubunganku dengan Sarah dulu melebihi dan bahkan sangat berbeda dengan apa yang aku lakukan bersama Sania tapi,sama dengan Sanjana layaknya suami istri," batinnya Sayed.
Sanjana yang melihat suaminya tiba-tiba terdiam dan tak bergeming ditempatnya tapi, menyiratkan bahwa dia sangat kebingungan dan juga sekaligus tidak percaya jika dirinya mendapatkan cinta yang begitu besar.
"Mas Sayed! Halo!" Ujarnya Sanjana sambil mengayunkan telapak tangannya.
__ADS_1
Sayed segera tersadar dari lamunannya sendiri, karena Sanjana segera menyadarkan dirinya sendiri. Sayed segera mempersembahkan senyuman khasnya untuk menutupi apa yang sedang terjadi.
"Mas Sayed baik-baik saja kan? Atau mungkin Mas masih mau pesan makanan lagi?" Selidik Sanjana yang menatap intens ke arah suaminya itu.
Sayed tidak mungkin mengatakan yang sejujurnya di hadapan istrinya itu sama saja bunuh diri.
"Ehh… sepertinya kita pulang saja yah, sudah hampir selesai juga jam istirahat kamu juga belum shalat dzuhur," elaknya Sayed yang senantiasa melihat ke arah jam tangannya yang melingkar di pergelangan tangan kirinya itu untuk menutupi kenyataan yang ada dia terpaksa berbohong untuk menutupi itu semua.
Sanjana tersenyum karena baru kembali teringat jika ia punya banyak kerjaan sehingga ia segera menghentikan kunyahan makanannya segera.
"Apa kamu sudah kenyang? Kalau belum kita tinggal beberapa menit saja dulu, kamu kan CEOnya mana ada yang berani menegurmu!" Candanya Sayed yang tersenyum terbahak-bahak.
Sanjana refleks memukul suaminya menggunakan tas handbagnya dengan pelan saja. Sayed segera berdiri lalu berlari ke arah pintu keluar karena sudah mengetahui kekuatannya Sanjana bagaimana kalau Sanjana marah.
Kedekatan, kebersamaan, kemesraan dan keromantisan yang seringkali dipertontonkan oleh kedua pasutri itu membuat banyak netizen yang merasakan kecemburuan melihat hubungan mereka.
"Semoga saja Nona Sanjana tidak akan mendapat perlakuan seperti dulu lagi dari suaminya," ucap asisten rumah tangganya yang bernama Mawar.
Melati menyimpan sapunya lalu ikut menimpali percakapan Mawar," Iya benar sekali apa yang kamu katakan, sudah sepantasnya Tuan Muda Sayed berubah, secara Nona itu cantik,baik, sholeha,kaya lagi kalau aku jadi Tuan Sayed aku tidak akan berselingkuh lagi dengan siapa pun," timpalnya Melati.
__ADS_1
"Kita berdoa dan berharap untuk kebahagiaan mereka semua, semoga saja pernikahan mereka segera dikaruniai seorang baby yah, mereka minggu ini sudah nikah satu tahun kan!' imbuhnya Dahlia yang menyimpan kemoceng nya lalu segera berjalan ke arah mereka untuk ikut bergosip mumpung kedua majikannya sudah pergi dari rumahnya.
"Amin ya rabbal alamin… mereka pantas bahagia dan semoga tidak akan ada perempuan gatal yang mengganggu kehidupan mereka," umpatnya Mawar.
Mereka melanjutkan pekerjaan mereka yang sempat tertunda karena melihat kemesraan dua majikannya di meja makan yang saling suap-suapan itu.
Sayed hari ini sengaja lembur untuk segera menyelesaikan pekerjaannya karena ia memiliki suatu rencana dan kejutan untuk Sanjana.
Sanjana di dalam ruangan pribadinya juga sedang sibuk untuk memeriksakan segala pekerjaannya yang sempat tertunda itu.
*Kenapa akhir-akhir ini aku selalu merasakan apa yang aku rasakan dengan beberapa bulan yang lalu pada tubuhku berbeda yah, aku mau pesan sate kambing sama Willy saja deh mumpung sisa berapa menit lagi waktu istirahat," cicitnya Sanjana.
"Apa yang terjadi padaku yah! Sudah sah lanjut kerjanya supaya cepat pulang karena aku ingin memberikan kejutan kepada Mas Sayed," Gumamnya Sanjana yang kembali melanjutkan pekerjaannya.
Ketukan pintu dari arah luar membuatnya segera mengakhiri kegiatannya itu. Sanjana segera menekan tombol power remote pintu ruangan pribadinya itu.
Senyuman itu tersungging dari sudut bibirnya dan dengan lancangnya tanpa permisi sedikit pun untuk duduk di hadapan orang nomor satu di perusahaan Global Agung Tbk itu.
Sanjana hanya melirik sepintas ke arah pria yang tanpa basa-basi dan tanpa meminta izin terlebih dahulu langsung duduk di hadapannya Sanjana. Ia mengernyitkan alisnya melihat tingkah sahabatnya itu yang sudah hampir dua bulan tidak bertemu.
__ADS_1
"Maaf pak Galang Aryanta Martadinata sepertinya janji ketemu kita untuk membahas rencana kerjasama kita!" Ketusnya Sanjana yang sudah berwajah jutek di hadapan Galang yang tersenyum tersipu-sipu melihat penampilannya Sanjana yang baginya sangat berbeda dan cantik dari pada terakhir mereka bertemu saat di Labuhan Bajo Nusa Tenggara Timur.
Sebaik-baiknya perhiasan dunia adalah istri yang sholehah.