Meraih Cintanya

Meraih Cintanya
Bab. 7. Sania vs Galang


__ADS_3

Galang Aryanta Martadinata adalah sahabat terbaik yang Pernah dimiliki oleh Sanjana. Dia sejak dulu lebih dekat dan akrab dengan teman pria dari pada teman sebayanya sama-sama perempuan. Sanjana berpendapat bahwa perempuan itu terlalu banyak ulah dan tingkahnya jadi ia lebih suka bersahabat dengan pria yang lebih hidup simple dan tidak banyak tingkah berbeda dengan anak perempuan yang terlalu banyak maunya.


"Ya elah pupus sudah rencanaku untuk bekerja sama dengan pria ini untuk membuat Sayed cemburu, Galang bukan tipe pria yang bisa diajak kerjasama dan berkompromi untuk berpura-pura selingkuh," Lirihnya Sanjana dengan raut wajahnya yang lesu.


Galang Aryanta Martadinata mengikuti langkah sahabat terbaiknya itu ke kursi untuk mendudukkan bokongnya karena cukup lelah sedari tadi harus berbicara sambil berdiri.


"Kamu semakin cantik Sanjana, aku terpesona melihat penampilan kamu yang sangat jauh berbeda dengan dulu!" Pujinya Galang yang tersenyum tipis.


Sanjana cukup terkejut mendengar penuturan dari Galang yang menurutnya sungguh tidak terduga dengan pria dingin yang anti berdekatan dengan perempuan selain dirinya.


Sanjana menepuk pelan pundaknya Galang," kita lama tidak berjumpa sekarang kamu sudah pinter juga ngegombalnya," guraunya Sanjana.


"Aku masih seperti biasa Nana, aku tidak pernah berubah sedikitpun masih menunggu perempuan itu hingga detik ini!" Batinnya Galang yang tidak mampu mengutarakan hal itu di depan sahabatnya yang bisa membuat Sanjana akan bereaksi heboh.


"Bagi nomor hp kamu, karena kebetulan kita bertemu di sini," pintanya Sanjana sambil mengulurkan tangannya ke depannya Galang yang tiba-tiba terdiam sejenak.


Galang meraih hpnya Sanjana lalu secepatnya mengetikan beberapa digit angka nomor hpnya sendiri lalu memanggil nomornya menggunakan hpnya Sanjana.


"Ngomong-ngomong kamu ada di bandara ngapain Nana? Aku kira kamu tinggalnya di Singapur!" Tuturnya Galang seraya menyerahkan hpnya Sanjana.


Sanjana baru saja ingin membuka suaranya untuk menjawab pertanyaan dari Galang, tiba-tiba ada tangan kekar dari arah belakang memeluk tubuhnya itu. Hingga membuat Galang terperangah melihat pria itu yang mendekap erat tubuhnya Sanjana.


"Sayang! Apa yang kamu lakukan disini?" Tanyanya Sayed sembari memeluk erat dengan posesif tubuhnya Sanjana.

__ADS_1


Apa yang dilakukan oleh Sayed membuat Galang cukup terkejut dan terperangah melihat hal tersebut.


"Kalau tidak salah ingat, dia kan pria yang sedari dulu diam-diam Nana sukai, ada hubungan apa dengan mereka berdua, sepertinya seru ini ceritanya!" Gumam Galang.


Sanjana pun sama dengan apa yang dialami oleh Galang, ia cukup dibuat terkejut karena untuk pertama kalinya ia diperlakukan begitu mesranya di hadapan orang lain dan juga hal ini sangat langka dan cukup mustahil terjadi karena sudah jalan hampir setahun mereka menikah tapi, hal seperti ini menjadi hal yang susah dan sulit terjadi.


"Mas Sayed, a-ku menunggu Mas sedari tadi dan kebetulan aku bertemu dengan teman lama, kenalkan dia Galang Aryanta Martadinata," Ujarnya Sanjana sambil memperkenalkan Galang dengan suaminya itu.


Galang segera mengulurkan tangannya ke arahnya Sayed," aku temannya Nana sewaktu kami sekolah dulu," tuturnya Galang dengan tersenyum simpul.


Sayed tanpa sungkan menyambut uluran tangannya Galang," Sayed Alfarizi Sungkar suaminya Sanjana," imbuhnya Sayed yang tersenyum tipis menanggapi senyumannya Galang.


Galang menatap sekilas ke arah Sanjana, sedangkan yang ditatap malah tersenyum saja sembari menaikkan pundaknya. Galang masih ingin berbincang-bincang dengan pasangan suami istri itu tapi, kebetulan Galang akan menemui kliennya sehingga ia harus berpamitan kepada kedua orang tersebut.


"Hati-hati yah, aku tunggu telpon kamu," tuturnya Sanjana yang tersenyum terpaksa karena Sayed semakin mengeratkan pelukannya sehingga membuatnya susah untuk bergerak leluasa.


Sedangkan Sania Mirza Hakim segera berjalan ke arah mereka setelah merasa aman dan nyaman agar keduanya tidak mencurigai jika orang yang membuat Sanjana hampir saja terjatuh nyungsep ke atas lantai keramik bandara adalah dirinya.


"Perempuan itu cukup beruntung dan terselamatkan tapi, lain kali aku tidak membuat kamu selamat,tunggulah pembalasanku," geramnya Sania Mirza yang berjalan tergesa-gesa menuju tempat Sanjana dan Sayed berada.


Tapi saking buru-burunya ia menabrak tubuh seorang pria yang cukup tinggi dan jangkung membuatnya hampir saja terjatuh untungnya pria yang menabraknya segera bertindak untuk meraih pinggangnya Sania. Kedalam pelukannya dan adegan seperti ini yang sempat dialami oleh Sanjana dengan Galang.


"Aahhh!! Tidak!!!" Teriaknya Sania Mirza dengan suara yang cukup keras dan nyaring.

__ADS_1


Pria itu tersenyum simpul," kamu tidak perlu repot-repot berteriak karena aku akan menolongmu," ucapnya Galang.


Pria yang bertabrakan dengan Sania ternyata adalah Galang sahabatnya Sanjana.


"Akhirnya aku menemukanmu, setelah hampir empat tahun aku mencarimu ternyata kamu ada di sini rupanya," batinnya Galang yang tersenyum bahagia karena telah dipertemukan kembali dengan gadis yang telah merenggut perjakaknya itu dalam keadaan mabuk.


Sania saking takutnya jatuh ke atas lantai ia semakin menarik tubuhnya Galang dan semakin mengeratkan pelukannya.


Galang tersenyum penuh kemenangan karena perempuan yang dicari dan dicintainya itu berada di dalam dekapan hangatnya. Galang tidak ingin melepaskan pelukannya itu karena hal ini sudah lama ia tunggu dan nantikan.


"Aku tidak akan melepaskan kamu, gara-gara kamu lah aku tidak bisa mencintai wanita lain di luar sana bahkan gara-gara kamu aku rela melajang hingga detik ini," Galang membatin.


Galang ingin mengakhiri pelukannya karena sudah cukup menjadi pusat perhatian dan tontonan dari para pengunjung tetapi, baginya kesempatan seperti ini terbilang cukup langka sehingga dengan piciknya Galang memanfaatkan keadaan dan kesempatan tersebut untuk memepet tubuhnya Sania kedalam dekapan hangatnya.


"Ternyata tubuhku enak dipeluk yah! Sampai-sampai ada wanita yang tidak ingin melepaskan pelukannya!" Candanya Galang.


Sania yang mendengar perkataan dari Galang segera menyadarkan Sania. Dengan buru-buru ia melepaskan tangannya dengan cukup kasar. Sania menunjukkan wajahnya yang cukup sangar saking jengkelnya mendengar perkataan dari pria yang mengambil kesempatan dalam kesempitan tersebut.


"Siapa juga yang bahagia dan bersyukur memelukmu,kamu saja yang memelukku dengan erat!" Gerutu Sania Mirza yang belum melihat ke arah wajahnya Galang.


Sania masih sibuk memperbaiki pakaiannya yang cukup berantakan itu.


"Untungnya aku menolong kamu, andai saja aku tidak sigap menarik tanganmu aku yakin kamu akan terantuk ke atas lantai Sania Mirza Hakim!" Ketusnya Galang yang hanya berdiri sambil memasukkan kedua tangannya kedalam saku celananya itu.

__ADS_1


__ADS_2