Meraih Cintanya

Meraih Cintanya
Bab. 27. Sayed Berniat ke Qatar


__ADS_3

"Hentikan tangisanmu karena semua itu sudah tidak ada gunanya, kalau boleh aku memberikan saran, kamu datangi Alex karena aku yakin ia akan mengakui anakmu sebagai darah dagingnya karena istrinya tidak bisa hamil dan melahirkan sekalipun, itu kesempatan baik untuk kamu," usulnya Sayed yang sengaja melakukan hal itu karena ingin membalas dendam kepada Alex info terakhir yang dia dapatkan adalah kepergian Sanjana juga ada campur tangannya Alex di sana.


Sayed segera berdiri dari duduknya setelah menghabiskan minumannya. Kebiasaannya setelah menikah dengan istrinya Sanjana banyak kebiasaan jeleknya yang kurang baik ia rubah.


Misalnya makan dan minum harus dihabiskan tidak baik menyisakan makanan. Sehingga setiap kali ia memilih makanan dan minuman harus benar-benar makanan yang mereka sukai.


Sarah tertunduk lesu dan malu setelah mendengar perkataan dari Sayed. Ia tidak menyangka jika pria yang dulu sempat ia sayangi itu sudah berubah drastis. Dulu ia tipe perempuan yang setia,baik hati tapi, setelah bertemu dengan Alex selingkuhannya semuanya sudah berubah drastis 189 derajat.


Bahkan Alex lah pria kedua yang berhasil merenggut mahkotanya waktu itu yang tertipu dengan tipu muslihat dan rayuan gombal mautnya Alex. Pria pertama yang mencicipi tubuhnya ketika ia masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Pria itu lah sebenarnya papa kandungnya Angel tapi, Sarah sulit untuk mengetahui siapa ayah biologis putri tunggalnya itu.


Ketika paginya ia berhubungan badan dengan Alex dan malamnya dengan pria yang diam-diam selalu ada untuknya dikala ia sedih maupun senang.


Pernah ia sekali berniat untuk melakukan tes DNA tetapi, hal itu sangat sulit untuk ia lakukan karena sejak dirinya putus hubungan dengan Sayed ia memutuskan untuk pergi dari Jakarta dan memilih kota Paris Perancis sebagai tujuan selanjutnya dan di sanalah kejadian itu terjadi.

__ADS_1


Sarah kesulitan untuk melakukan tes tersebut karena kedua pria itu menghilang dan juga tidak mungkin Ia kembali ke Indonesia dalam keadaan hamil dan tidak memiliki biaya yang cukup besar.


"Walaupun aku harus hidup menderita aku tidak akan menemui Alex dan mengatakan kepadanya kalau Angel adalah putrinya walaupun harus ditukar dengan uang yang sangat banyak pun aku akan menolaknya," gumamnya Sarah yang sudah memutuskan untuk kembali ke Prancis dan melanjutkan pekerjaannya sebagai pelayan sebuah restoran siap saji.


Sarah sangat menyesal karena sudah keliru dan salah langkah dalam menjalani kehidupannya selama ini.


"Ya Allah… aku sudah banyak dosa, aku pendosa yang mungkin tidak akan pernah mendapatkan ampunan dariMu ya Allah… aku sangat malu padaMu dan juga pada diriku sendiri," lirihnya Sarah dengan tetesan air mata penuh penyesalannya.


Sarah tertunduk jenuh dengan menghadapi kehidupannya yang sudah cukup jauh dari agama, Tuhan yang Maha Kuasa. Hingga ada tangan seseorang yang menyentuh pundaknya itu dengan penuh kelembutan.


Pria itu adalah pria yang selalu ia tolak pernyataan cintanya karena lebih memilih pria lain tidak lain sahabatnya sendiri. Bukannya tenang, air matanya Sarah semakin menetes membasahi seluruh pipinya itu.


Sarah menundukkan kepalanya dan tidak berani bertatapan langsung dengan pria itu. Berat rasanya untuk mengangkat wajahnya karena cukup malu.

__ADS_1


Sedang Sayed masih kebingungan harus mencari keberadaan istrinya karena tidak ada waktu luang untuk melakukan hal itu. Apa lagi jadwal pekerjaannya akhir-akhir sangat padat sehingga ia semakin kesulitan untuk bergerak leluasa mencari Sanjana Alessandra Agung Miller.


Tiga minggu kemudian, Sayed yang sedang sibuk dikejutkan oleh kedatangan Willy di dalam ruangannya itu. Sayed hanya melirik sepintas karena ia sangat sibuk memeriksa satu persatu tumpukan berkas kerja sama yang disodorkan oleh banyaknya perusahaan besar kecil baru maupun lama.


"Bagaimana dengan perjalanan bisnisnya ke negara timur tengah apa kamu sendiri yang mau turun tangan langsung atau aku yang akan kamu tugaskan untuk menggantikan posisi kamu?" Willy memperhatikan dengan seksama raut wajahnya Sayed.


Sayed belum memberikan jawaban sama sekali karena ia masih serius dan fokus dengan aktifitasnya tersebut.


"Semoga saja Sayed tidak menerimanya dan menyerahkan tugas tersebut kepadaku jika tidak kesempatan besar untuk bertemu dengan Sanjana akan terbuka lebar dan ujung-ujungnya aku yang akan kena masalah tapi, yang jadi masalah bukan aku CEOnya jadi otomatis aku akan menuruti dan mengikuti perintah suaminya itu," Willy membatin dengan harap-harap cemas.


Sayed segera membubuhkan tanda tangannya diberkas map terakhir kalinya lalu menutup map itu dengan senyuman khasnya sambil merentangkan kedua tangannya dengan berdiri dari posisi duduknya itu.


Sayed berjalan ke arah jendela kaca tinggi itu seperti yang sering ia lakukan jika berdua dengan istrinya. Tatapan matanya tajam hingga memandang ke arah salah satu pencakar langit yang tidak jauh dari tempatnya berdiri.

__ADS_1


Sayed menolehkan kepalanya ke arah Willy yang sedang menunggu keputusan Sayed seraya bermain gadget nya itu," aku saja yang berangkat sudah lama aku tidak keluar negeri lagian aku akan ke Qatar kan sekalian mau nonton final piala dunia 2022," jelasnya lalu kembali melihat ke arah luar jendela.


Willy sedikit kecewa tapi,ia teringat dengan perempuan idamannya yang sangat ia cintai itu. Jika keduanya masih punya tugas yang cukup besar juga. Willy menghembuskan nafasnya dengan cukup keras dan kasar.


__ADS_2