Meraih Cintanya

Meraih Cintanya
Bab. 40. Live Streaming Soccer


__ADS_3

Sayed memperbaiki letak hijabnya Sanjana sambil berkata," aku tidak mungkin memintanya hingga dua kali karena aku mengingat jika kamu sedang hamil calon penerusnya Sayed Alfarizi Satya Muller, Mas hanya sekedar menjenguk dede kembar saja agar dia mengenali siapa papanya," ungkap Sayed sembari mengelus lembut perutnya Sanjana.


Sanjana yang diperlakukan seperti itu semakin dibuat tersenyum penuh kebahagiaan. Tapi, ia tidak ingin menapakkan terlalu kentara di depan suaminya. Cukup gestur tubuhnya yang menyatakan jika ia sangat menyukai perlakuan khusus Sayed untuknya.


Sanjana dan Sayed setelah melakukan kegiatannya di sore itu. Segera bergegas masuk ke dalam stadion karena akan segera dimulai laga kick off antara Argentina versus Prancis.


Sayed memegang erat tangannya Sanjana karena banyak suporter bola yang datang memenuhi stadion Al-Bait Doha Qatar. Suporter itu datang dari berbagai penjuru dunia dengan berbagai macam atribut sesuai dengan negara pilihan mereka masing-masing yang bertanding sore itu.


"Kenapa bisa aku terlena dengan rayuan dan perkataannya, bahkan aku sama sekali tidak mampu untuk menolak dan menyanggah sedikitpun apa yang dikatakannya padaku, seperti aku seorang istri yang sangat takut kehilangannya," batinnya Sanjana Alexandra Agung Miller.


Sanjana terus berjalan di belakangnya Sayed yang selalu menjaganya sedari tadi. Sayed sangat takut jika, terjadi hal sekecil apapun pada istrinya. Apa lagi Sayed mengetahui jika istrinya sedang hamil calon anaknya yang insya Allah akan terlahir kembar itu.


Andai bisa Sayed akan melarang istrinya untuk datang di tempat ramai seperti ini dan akan mengurung di dalam kamar istri cantik nya itu. Mulai kedatangan Sanjana dan Sayed ke stadion hampir semua pasang mata memperhatikan dengan seksama. Hingga mereka seperti memuji kecantikan Sanjana, walaupun tanpa mereka ungkapkan secara gamblang di hadapan Sanjana.

__ADS_1


"Kenapa semua pria bule ini menatap seperti itu istriku, apa mereka baru saja melihat orang cantik!" Gerutunya Sayed Alfarizi Satya Muller.


Apa yang dilakukan oleh Sayed membuat Sanjana tersenyum," ya elah baru aku ditatap seperti itu saja dia sudah marah, pria ini terlalu posesif sepertinya, apa kedepannya aku akan dilarang tampil di depan umum! Kalau seperti ini," Sanjana mendumel kesal karena pergerakannya sangat dibatasi oleh Sayed suaminya itu.


Pertandingan kala itu sangat seru hingga membuat Sanjana kadang jungkat-jungkit berteriak kegirangan dan histeris jika Argentina mencetak gol atau para pemainnya melakukan pertunjukan tendangan yang aktraktif.


"Kalau seperti ini tidak boleh dibiarkan, aku harus menunjukkan pada mereka jika aku adalah suami dari wanita cantik yang ada di depanku," Sayed membatin seraya menarik dengan perlahan tubuhnya Sanjana kedalam pelukannya.


Pergerakan Sanjana semakin terbatas," sayang, kenapa enggak sekalian tangan dan kakiku diborgol sih! Ini sama saja aku bukan datang menonton pertandingan sepakbola tapi, aku bertamu ke rumahnya orang!" Gerutu Sanjana yang sedikit tidak respek dan menyukai sikap posesif yang diperlihatkan oleh Sayed.


Apa yang mereka lakukan ditonton langsung dari secara live streaming oleh keempat orang yang sedari tadi mengikuti mereka.


"Kalau terus menerus seperti ini mataku ternoda dengan kebucinan Tuan Muda Sayed, kenapa mereka enggak melakukan hal ini di rumah saja," cicitnya Mbak Tuti.

__ADS_1


"Ya Allah… kasihanilah aku yang jomblo ini harus disuguhi dua kali pemandangan yang super bikin hati nyesek lihat keromantisan dan kemesraan kedua pasangan suami istri ini," liih Farhat.


Gerakan yang dilakukan oleh Farhat yang tanpa sengaja bergerak hingga tubuhnya menyenggol Mbak Titin Jayanti yang sedang berteriak keras karena Prancis mencetak gol hingga mereka saling tabrakan dan membuat tubuhnya Titin terhuyung ke belakang.


"Aaahhh!!" Pekiknya Titin yang hampir saja mengenai tubuhnya penonton yang hadir di belakangnya itu.


Farhat dengan sigap menarik tangannya Titin hingga Titin tertarik ke dalam pelukannya hingga mereka berdekatan sangat mesra. Tatapan mata mereka saling bertemu satu sama lainnya. Farhat memeluk pinggangnya Titin dengan erat hingga tidak ada jarak yang memisahkan keduanya.


Apa yang mereka lakukan menjadi tontonan dari beberapa orang termasuk dari Sanjana, Sayed, Mbak Annisa, Mbak Tuti. Mereka hanya saling senggolan dan tersenyum melihat kedua pria dan wanita itu untuk pertama kalinya bersentuhan dan berpelukan, padahal selama ini mereka ternyata diam-diam saling mengagumi satu sama lainnya.


"Ya elah… apa kalian akan terusan seperti ini! Lihatlah gara-gara ulahnya kalian penonton yang ada di belakang merasa terganggu!" Ketusnya Mbak Tuti yang tersenyum terbahak-bahak melihat reaksi dan tingkah keduanya saat saling melepas pelukannya.


"Kalau masih pelukan tapi gak mau halalin… sama saja mau gratisan, dilamar dong jangan hanya memperhatikan, mengagumi saja tapi enggak ada niat untuk menikahi gadisnya!" Sarkasnya Mbak Tuti.

__ADS_1


Apa yang dikatakan oleh Mbak Tuti membuat kedua orang itu tersenyum malu-malu dan menundukkan kepala mereka saking tersipu merona malunya hingga wajah mereka kemerahan seperti buah tomat saja.


__ADS_2