
"Untuk mengakhiri perempuan itu jalan satu-satunya adalah harus bertemu empat mata agar semuanya berakhir dengan tanpa ada lagi masalah dan penyesalan dikemudian hari,aku tahu Sarah itu karakternya gimana dan kemungkinannya ia kembali lagi karena aku sudah menjabat sebagai CEO, aku yakin dengan alasan itu lah dia kembali ke sini mencari ku! Setelah dari sana aku akan mendatangi temanku Darius karena dia cukup handal dan bisa diandalkan untuk mencari jejak istriku," Lirih Sayed dengan penuh keyakinannya.
Keputusan yang diambil oleh Sanjana tentang kehidupannya satupun dari anggota keluarganya tidak ada yang berkomentar sedikitpun. Mereka menghormati langkah yang diambil oleh Sanjana untuk kehidupan rumah tangganya.
Sameer segera menyelesaikan pekerjaannya yang belum rampung hari itu. Ia berencana akan menemui Sarah mantan kekasihnya. Karena menurutnya ia ingin bertemu karena ada hal yang sangat penting. Dia ingin bertanya tentang kedatangannya dan tujuannya datang ke rumahnya di waktu yang tidak tepat itu.
"Willy tolong handle meeting dengan Pak Burhan karena ada sesuatu hal yang ingin aku selesaikan di luar!" Pintanya Sayed lalu mengambil kunci mobilnya dan juga hpnya.
Willy yang berniat ingin membicarakan masalah penting terpaksa dipending karena memperhatikan raut wajahnya Sayed Alfarizi Satya Muller.
"Oke! Aku akan menjalankan semuanya sesuai dengan permintaan kamu," jawab Willy yang tersenyum simpul ke arah Sayed yang sudah beranjak pergi dengan berjalan tergesa-gesa.
Sayed tidak ingin dipermainkan untuk kedua kalinya oleh Sarah. Cukup sudah hubungan mereka berdua yang sudah lama berakhir.
__ADS_1
Willy segera menghubungi salah satu anak buah kepercayaannya," Andrew Darwis Triadi cepat ikuti Tuan Muda Sayed, laporkan semua apa yang dilakukan oleh Tuan Sayed di luar sana tanpa terkecuali!" Perintahnya Willy kepada anak buah terbaiknya itu.
"Siap, perintah akan saya laksanakan dengan baik!" Balas Andrew.
Willy memiliki feeling jika Sayed akan menemui Sarah mantan kekasihnya itu. Dia tidak bisa turun tangan langsung berhubung ia harus menggantikan Sayed untuk bertemu dengan salah satu penanam saham di perusahaan sepupunya tersebut.
"Kita lihat saja kira-kira apa yang akan direncanakan oleh wanita mu ra han itu, aku yakin akan ada sesuatu hal besar yang akan terjadi ketika mereka bertemu dan aku ingin melihat apa Sayed sudah berubah dan tidak akan terperdaya lagi dengan rayuan maut wanita yang tidak pantas disebut manusia itu!" Geramnya Willy yang sangat mengetahui sepak terjangnya Sarah di masa lalunya itu.
"Aku harus segera menyelesaikan semuanya dengan Sarah, aku tidak boleh masuk ke dalam perangkapnya lagi, cukup dulu aku terlalu bego dan bodoh sehingga dimanfaatkan oleh Sarah dan karena kedatangannya juga yang tidak terduga di hari anniversary pernikahanku yang pertama dengan istriku," umpatnya Sayed yang segera mematikan mesin mobilnya karena sudah sampai di tempat janjian ketemu dengan Sarah sang mantan.
Sayed berjalan ke dalam kafe dan mencari keberadaan Sarah di tempat meja yang sering mereka tempati dahulu kala.
"Aku yakin dia ada di sana," gumamnya Sayed yang tersenyum tipis karena dugaannya benar adanya.
__ADS_1
Seorang perempuan muda duduk membelakangi pintu masuk dengan memakai baju gaun pesta yang cukup seksi dengan warna yang cukup mencolok dibandingkan dengan pengunjung lainnya.
"Siapa gadis kecil bersamanya, apa anak itu putrinya?" Batinnya Sayed.
Sayed sesekali memperhatikan wajahnya gadis kecil itu dengan seksama. Dia tidak yakin jika anak kecil itu adalah putrinya Sarah. Karena sejak dulu setiap kali mereka berhubungan Sayed selalu memakai alat kontrasepsi begitupun juga dengan Sarah yang selalu minum pil kb sebelum mereka berhubungan intim.
Sayed dengan jelas mengingat terakhir kalinya berhubungan badan itu sekitar tiga tahun lalu. Sarah dengan mengunakan mata kepalanya sendiri melihat Sarah meminum pil KB. Sebelum terakhir kalinya Sarah ketahuan berselingkuh dengan pria lain.
"Hemm!" Sayed berdehem untuk mengalihkan perhatiannya Sarah yang sedang nyuapin makanan untuk putri semata wayangnya itu.
"Papa!!" Teriak gadis kecil yang berusia kira-kira sekitar lima tahun itu seraya berlari ke arahnya Sayed sambil memeluk tubuhnya Sayed.
Sedang Sayed yang diperlakukan seperti itu terkejut dan tidak menyangka jika anak itu akan memanggilnya dengan sebutan papa.
__ADS_1