Meraih Cintanya

Meraih Cintanya
Bab. 20. Rencana Anniversary


__ADS_3

Willys berjalan ke arah meja dan sofa, lalu ia menaruh semua makanan pesanannya ke atas meja. Serasa Sanjana ingin ngeces padahal baru mencium aroma lezat dari bumbu masakan itu.


"Apa sebaiknya aku beritahu Sanjana saja tentang siapa orang yang aku lihat tadi pas di dekat lampu merah? Tapi, aku tidak ingin membuat dan merusak momen kebahagiaan yang dirasakannya dan itu sama saja memberikan luka kembali dalam kehidupannya, aku hanya berharap semoga Sayed tidak seperti dulu lagi," Will membatin.


"Apa aku katakan pada Sanjana tentang perempuan yang aku lihat tadi atau biarkan dia sendiri yang mengetahuinya atau biarkan saja Sanjana bertanya langsung kepada suaminya," Willy terdiam dan pikirannya tertuju pada kehidupan hubungan rumah tangganya Sanjana sahabatnya itu sekaligus adik sepupunya itu.


Sanjana seolah tak ingin memikirkan dan memusingkan apa yang sedang dipikirkan dan dipusingkan olehnya dengan menikmati nikmatnya sate kambing dan gado-gado lontong sayur yang sedari tadi ia ingin santap itu.


"Kalau seperti ini, biarkan Sayed sendiri yang menjelaskan kepada Sanjana istrinya aku tidak ada hak untuk menjelaskan siapa perempuan itu," Willy membatin.


Beberapa jam kemudian, Sayed segera pulang duluan untuk mempersiapkan segala sesuatunya untuk memberikan kejutan kepada Sanjana dalam memperingati hari anniversary mereka yang ke satu tahun.


Sayed sesekali mencium aroma beberapa buket bunga yang sempat ia beli khusus untuk istrinya seorang.


"Semoga istriku menyukai semua ini yang aku berikan padanya," gumamnya Sayed sambil membuka pintu mobilnya.


Sayed sudah menghubungi semua asisten rumah tangganya untuk membantunya melancarkan rencananya.


"Selamat datang Tuan Muda," sapanya semua maid dan asisten rumah tangganya yang berdiri menyambut kedatangan Sayed sang pemilik rumah.


Sayed tersenyum ke arah mereka," Bagaimana dengan persiapannya apa semuanya sudah beres?" Tanyanya Sayed sambil memberikan jas dan tasnya ke salah satu maid tersebut.


"Alhamdulillah semuanya sudah beres Tuan sesuai dengan instruksi dan perintah dari Tuan," jawabnya maid itu.


"Tinggal makanan yang ingin Anda masak," balasnya maid itu yang tersenyum tipis.


"Tapi,kalian tidak memberitahukan kepada Nona Sanjana tentang semua ini kan?" Tanyanya Sayed seraya menaiki undakan tangga.


"Insya Allah… Nona sama sekali tidak mengetahui hal ini jadi, Tuan Muda tidak perlu khawatir dengan semua ini," ujarnya Annah kepala pelayan di rumah itu.

__ADS_1


Sayed tersenyum smirk," syukur Alhamdulillah kalau seperti itu, makasih banyak atas bantuannya, Ingat halangi apa pun dan bagaimana saja cara kalian jika Nona tiba-tiba ingin ke belakang," pintanya Sayed sebelum mengakhiri percakapan mereka dengan maidnya.


"Baik Tuan!" Jawab mereka.


Sayed segera berjalan ke arah dalam kamarnya karena ia ingin membersihkan seluruh tubuhnya yang sudah terasa lengket akibat banyaknya aktifitas yang dikerjakannya hari ini.


Sayed mengguyurkan air keseluruh badannya itu, "Semoga apa yang aku lakukan hari ini berguna dan bermanfaat untuk hubungan kami ini, aku ingin membuktikan kepada Sanjana jika aku bukan casanova seperti kebanyakan di luar sana, aku pria sejati yang sudah berubah menjadi suami yang siap siaga untuk membahagiakan pasangannya," cicitnya Sayed lalu bergegas untuk menyudahi acara mandinya.


Sayed berencana untuk membuat menu makanan malam untuk mereka berdua menggunakan tangannya sendiri. Sedangkan chef yang bekerja di rumahnya yang kebanyakan nganggur kalau Sanjana memasak hanya mengarahkan dan memberikan petunjuk agar masakannya sempurna.


Sore menjelang magrib itu, Sayed akan memasak makanan kesukaan istrinya yaitu masakan asal Papanya Sanjana pak Alexander Agung Miller yang berdarah campuran Inggris, Mesir dan Indonesia itu.


Ada beberapa masakan khas yang mewakili ketiga negara itu, karena semua makanan itu sangat disukai oleh Sanjana padahal Sanjana tidak pernah memberitahukan kepada suaminya apa makanan favoritnya.


Sedangkan mamanya berasal dari blasteran Turki, India Indonesia. Hal itulah yang membuat perpaduan darah itu mempercantik penampilan wajahnya Sanjana yang sekarang penampilannya dibalut dengan pakaian muslim yaitu hijab modern.


"Semoga saja Sanjana Alexandra Agung Miller menyukai semua masakan yang aku masak," gumam Sayed Alfarizi Satya Muller.


"Insya Allah… Nyonya Muda menyukainya," imbuhnya chef Aldiano Smith.


Sayed hanya tersenyum menimpali perkataannya Aldi," Ingat kalau aku sudah memberikan kode kepadamu baru kamu bawa makanannya ke belakang," perintah Sayed.


Aldi hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan permintaan dari tuannya itu. Sayed tersenyum sumringah karena semua rencana dan planning untuk memberikan kejutan istimewa di hari jadi ulang tahun pernikahan mereka yang sudah setahun.


Berselang beberapa menit kemudian, Sayed sudah duduk di meja yang ditata sedemikian rupa itu dengan berbagai pernak pernik khusus yang sesuai dengan permintaan dari istrinya yang pernah mengutarakan secara gamblang keinginannya itu.


Suasana romantis jelas terlihat dari tempat tersebut dengan lampu yang tidak terlalu terang. Dengan dihiasi banyak bunga mawar merah, putih, kuning dan ungu itu. Sayed tersenyum penuh bahagia karena apa yang diimpikannya berjalan mulus.


Sayed tak hentinya menatap jam tangannya yang melingkar di pergelangan tangan kanannya itu.

__ADS_1


Sayed memilih tempat bagian belakang rumahnya karena spot di tempat itu sangat bagus dan jika di sore hari akan terlihat sunset sore yang begitu indah.


Sedang di perusahaan Intex Global Agung Tbk Sanjana segera menyelesaikan pekerjaannya. Ia teringat jika hari ini adalah hari ulang tahun pernikahannya yang ke satu.


"Tidak terasa setahun sudah kami menikah, semoga aku segera dikaruniai dan diberikan rezeki seorang bayi hadir di dalam kehidupan kami," Sanjana membatin sembari mengelus perutnya itu sebelum berdiri dari tempat duduknya.


Willy yang berpapasan dengan Sanjana yang keluar dari ruangannya hanya tersenyum tipis menanggapi senyumannya Willy.


"Aku hanya berharap semoga anak kecil itu tidak ada hubungannya dengan Sayed Alfarizi Satya Muller itu karena entah kenapa feelingku aneh dan serasa anak itu ada ikatan darah dengan Sayed," Willy terus mendampingi adik sepupunya itu.


"Willy! Aku pulang duluan yah, aku ada urusan yang penting soalnya akan aku kerjakan," imbuh Sanjana dengan senyuman manisnya dan segera mempercepat langkahnya menuju lift khusus petinggi perusahaan.


Semua orang yang kebetulan berpapasan dengannya, selalu tersenyum tulus kearahnya dan begitupun juga yang dilakukan oleh Sanjana selalu mengumbar senyumannya ke arah semua orang yang melihatnya.


"Apa Mas Sayed sudah pulang atau masih di dalam kantornya," gumamnya Sanjana yang mengira suaminya itu masih sibuk bekerja karena baru juga jam setengah enam.


Sanjana tidak memakai jasa supir pribadi kemanapun ia pergi. Senyuman selalu tersungging di sudut bibirnya. Dia cukup bahagia dengan hari ini walaupun dia sempat dibuat marah dan cukup terkejut dengan kelakuan absurnya Galang Aryanta Martadinata sahabatnya.


Sayed yang duduk membelakangi pintu keluar rumahnya tersenyum bahagia setelah ada tangan seseorang yang mengalungkan kedua lengannya ke leher jenjangnya Sayed.


"Sayang!" Seruan dari orang itu membuat shock setelah mendengar suara orang yang sangat ia kenali dengan baik.


Sayed segera berdiri dan melepas tangannya orang itu. Betapa tersentak terkejutnya melihat orang yang tersenyum penuh kebahagiaan ke arahnya.


"Mas Sayed, aku sangat merindukanmu," tuturnya yang kembali menarik tubuhnya Sayed kedalam dekapan pelukannya dengan erat.


Sedangkan Sayed yang diperlakukan seperti itu tidak tahu harus berbuat apa, ia hanya terdiam terpaku dan tidak bergeming tanpa membalas perlakuan dari orang itu.


Tapi, sepasang mata sejak tadi menjadi saksi bisu dari keduanya. Air matanya perlahan membasahi pipinya. Untuk pertama kalinya air matanya menetes membasahi wajahnya melihat keduanya berpelukan padahal sebelumnya ia tidak pernah sedikitpun untuk menangis padahal hal ini bukan yang pertama kalinya ia melihatnya.

__ADS_1


__ADS_2