Meraih Cintanya

Meraih Cintanya
Bab. 23. Periksa


__ADS_3

Ibu itu tersenyum ramah, " sepertinya kamu hamil, setelah kondisi kamu baikan, segeralah ke rumah sakit untuk memeriksakan diri kamu!" Imbuhnya ibu itu yang memakai pakaian yang tertutup khas orang perempuan Qatar.


"Hamil!" Beo Sanjana seraya mengelus perutnya yang masih datar itu dan belum terisi makanan sedikitpun.


"Makasih banyak Bu, atas bantuannya," ujarnya Sanjana Alexandra Agung Miller.


Ibu itu tersenyum simpul lalu berpamitan kepada Sanjana dengan senyuman tulusnya.


"Aku harus segera ke rumah sakit, aku ingin mengecek apa benar yang dikatakan oleh Ibu tadi jika aku hamil, jika benar aku hamil Alhamdulillah aku akan segera punya baby yang sudah lama kami inginkan, apa Mas Sayed akan bahagia jika ia tahu aku hamil calon anaknya," gumam Sanjana yang berjalan perlahan meninggalkan toilet bandara Doha Qatar.


Orang yang berada dibalik telpon tersenyum penuh kebahagiaan," Paman Agung harus mengetahui semua ini karena dia sedari dulu mendambakan seorang cucu laki-laki semoga saja calon babynya Sayed dengan Sanjana jenis kelaminnya laki-laki," gumamnya Willy Widianto Sneider.


Sanjana segera memesan taksi untuk mengantarnya ke rumah sakit terdekat. Pilihannya tidak salah memilih Doha Qatar sebagai tempat pelariannya untuk menenangkan pikirannya.


Sanjana menikmati indahnya pemandangan yang dilaluinya. Gedung pencakar langit seolah saling bersaing membuktikan kepada dunia jika pemilik perusahaan tersebut orang kaya yang tidak bisa dianggap sepeleh dan sebelah mata.


"Setelah dari rumah sakit baru aku hubungi Nurman untuk menjemputku," cicitnya Sanjana yang sangat menikmati perjalanannya hari itu.


Suasana kota Doha sore itu sangatlah ramai dipadati oleh berbagai turis dari mancanegara. Karena berhubungan dengan sebagai tuan rumah penyelenggaraan piala dunia 20922 sehingga hiruk pikuk di jantung kota semakin terasa sekali.


Sanjana berjalan perlahan karena mengingat jika dirinya sedang berbadan dua. Sanjana menemui segera dokter kandungan yang ada di salah satu rumah sakit terbesar di Doha.


Setelah menyelesaikan administrasinya, Sanjana dipersilahkan untuk duduk di kursi tunggu pasien. Sanjana masih tidak percaya jika dirinya hamil anaknya Sayed. Ia tersenyum bahagia karena akan segera dikaruniai seorang bayi.


"Ya Allah… semoga aku positif hamil, pasti Papa dan Mama akan sangat bahagia mendengar kabar gembira ini, tapi aku tidak akan akan memberitahu Mas Sayed kalau aku hamil calon penerusnya," cicitnya Sanjana.

__ADS_1


Raut wajahnya yang selalu memancarkan sinar cerah kebahagiaan perlahan redup sekejap mata ketika ingatannya kembali mengingat kejadian beberapa hari lalu. Air matanya perlahan menetes membasahi pipinya, dadanya sesak ketika itu, dia seolah kesusahan untuk bernafas.


Sanjana memegang dadanya dengan tetesan demi tetes air matanya terjatuh padahal sudah sekuat tenaga ia cegah dan tahan agar tidak terjatuh.


"Ya Allah… kenapa rasa sedih,sakit, kecewa ini belum pergi dari hatiku, aku tidak ingin hidup terus menerus seperti ini, aku ingin bahagia seperti mereka ibu-ibu yang di sana yang tersenyum bahagia ditemani oleh suaminya menunggu giliran untuk diperiksa," lirihnya Sanjana.


Seruan dari seseorang yang duduk di sampingnya segera membuat dia buru-buru untuk menyeka air matanya.


"Nana! Semua orang itu punya masalah,jangan selalu lihat dan bandingkan kebahagiaan kamu dengan kehidupan orang lain, jelas itu sangat berbeda, ada tipikal rumah tangga yang aman, damai dan terkesan biasa saja, ada juga yang kehidupannya dipenuhi dengan ujian tapi,satu hal yang perlu kamu ingat cobaan yang datang mendera rumah tanggamu itu tujuannya agar kehidupan kalian berdua menjadi lebih baik lebih kuat dan solid jangan baru diberikan masalah yang hanya secuil kuku kamu sudah mengeluh coba kamu bandingkan dengan kenikmatan yang Allah SWT berikan kepadamu selama hidupmu!" Tutur Sofia Anastasia Laksani Miller.


Sanjana segera menundukkan kepalanya dan menghayati serta mendalami apa yang dikatakan oleh kakak sepupunya itu yang sudah lama menetap dan tinggal di Doha Qatar.


"Mbak Sofia pasti tahu aku ada di sini pasti Willy yang cerewet itu yang mengatakan kepada Mbak kan!" Gerutunya Sanjana yang langsung spontan memeluk tubuh kakaknya itu.


Sofia mengelus punggung Sanjana," bersabarlah, insya Allah… Allah akan memberikan jalan keluar yang terbaik dari permasalahan yang kalian hadapi ini," imbuhnya Sofia yang sudah mengetahui dengan jelas kenapa bisa Sanjana berada di Qatar tanpa pemberitahuan terlebih dahulu dan juga kekacauan yang diciptakan oleh wanita murahan itu.


"Ayo Mbak akan antar kamu untuk periksa dan menemui dokter, Mbak yakin jika kamu itu hamil dan Mbak berharap kamu hamil anak kembar seperti kakek," ujar Sofia lagi yang tersenyum simpul seraya menggandeng tangannya Sanjana sehingga mereka berjalan beriringan hingga ke hadapan dokter.


"Assalamualaikum dokter Almairah," sapanya Sofia yang sudah saling mengenal dekat dengan dokter kandungan tersebut.


Dokter Almairah tersenyum tulus kepada kedua wanita cantik yang semuanya memakai hijab sebagai pilihan busana mereka dalam kehidupan sehari-hari.


"Waalaikum salam, selamat sore silahkan duduk," imbuhnya dokter tersebut yang tersenyum ramah.


Sofia memeluk tubuhnya Sanjana, "Perkenalkan dokter ini adik sepupu saya baru datang dari Jakarta Indonesia," tuturnya Sofia dalam bahasa Arab Qatar.

__ADS_1


"Kalau gitu selamat datang di Qatar semoga liburannya mengasyikkan dan semoga harinya selalu menyenangkan Nyonya," ucap Dokter Almairah yang berusaha berbicara dengan menggunakan bahasa Indonesia walaupun sedikit terbata karena kebetulan asisten rumah tangganya ada beberapa yang berasal dari Indonesia.


Kedua tersenyum mendengar perkataan dari ibu dokter dengan aksen arab yang kental dengan berbicara dalam bahasa Indonesia.


"Silahkan ke sini Nyonya Sanjana, saya akan melakukan pemeriksaan lebih detail lagi agar Nyonya tidak ragu lagi," pintanya dokter Almairah yang meminta kepada Sanjana untuk mengikutinya dan berbaring di atas ranjang khusus.


Dokter Almairah tersenyum tulus kepada Sanjana," rileks dan buat diri Nyonya senyaman dan sesantai mungkin, usahakan jangan banyak beban pikiran dan kalau bisa Nyonya bayangin sedang menimang anak bayi cantik dan imut dalam gendongannya Nyonya," usulnya Dokter karena melihat dari raut wajahnya Sanjana seperti banyak beban pikiran, perimbangan, kegelisahan dan kegundahan yang bercampur menjadi satu bagian di dalam benak pikiran dan lubuk hatinya.


Sanjana pun mengikuti imbuhan dan arahan dari Bu dokter demi kebaikan ia dan juga calon bayinya.


"Saya akan buka sedikit pakainnya Nyonya, agar saya lebih leluasa untuk memeriksa keseluruhan kondisi kesehatan Nyonya!" Perintahnya Bu Dokter.


Sanjana segera menuruti perintah dari dokter dan lebih membuat pikirannya seenak dan sesantai mungkin agar ia tidak terbebani dengan apapun itu.


Dokter tersenyum ketika melihat ke layar komputernya," Masya Allah… kondisi dari calon bayi Nyonya semuanya dalam keadaan yang baik-baik saja semuanya normal dari mulai ukurannya,air ketuban serta beratnya sesuai dengan usianya kandungan Nyonya," jelasnya Bu Dokter.


"Semuanya! Maksudnya Dok!?" Beo Sanjana yang dibuat terkejut dan tidak mengerti dengan perkataan dari dokter tersebut.


"Insya Allah… Nyonya akan dikaruniai bukan cuma satu tapi dua sekaligus calon bayi, Alhamdulillah semuanya sehat dan kondisinya di dalam sana normal, selamat Nyonya!" Ujarnya Bu Dokter kandungan tersebut.


Sanjana saling bertatapan dengan kakak sepupunya itu,ia tak henti-hentinya mengucap syukur alhamdulillah atas karunia yang diberikan oleh Allah SWT kepadanya.


"Mbak, saya sangat bahagia mendengar berita ini,aku tidak menyangka jika aku akan jadi calon ibu dengan dua calon baby," terangnya Sanjana yang semakin sumringah bahagia dengan rezeki yang Allah SWT berikan kepadanya.


"Iya Dek! Selamat yah atas kehamilannya," timpalnya Sofia yang ikut bahagia mendengarnya.

__ADS_1


Mereka duduk kembali saling berhadapan," usia kehamilan Nyonya sudah jalan tiga bulan, dan saya akan meresepkan obat dan vitamin yang sangat cocok dan baik untuk kamu dan calon bayinya yang insya Allah akan kembar," pungkasnya Bu Dokter.


__ADS_2