
Bu Siti Aminah segera memasak makanan untuk kedua keponakanku yang menjaga pria yang diselamatkan dan ditolongnya tempo hari. Ridwan dan Rizal yang selalu menggantikan posisi dan tugasnya untuk menjaga pria itu yang masih tidak sadarkan diri itu.
keduanya anak muda itu sama sekali tidak mempermasalahkan hal tersebut. Karena Rizal dan Ridwan menanggap siapa yang akan membantu bibinya kalau bukan mereka.
Setelah menyelesaikan pekerjaannya, Pak Hasan Ishaaq dengan istrinya Bu Siti Aminah segera berangkat ke klinik milik Tuan Dokter. Raut wajah kedua pasangan suami istri itu menyiratkan kegembiraan yang tidak terkira.
Berselang beberapa menit kemudian, mereka sudah sampai di klinik, ia sudah berada di dekan ranjang dan bertemu dengan pria yang telah berhasil dia tolong dan selamatkan.
"Alhamdulillah… kalau seperti itu, kita harus segera ke sana menengoknya tapi, bapak akan antar ikan-ikan yang kita dapatkan ini ke tempat pelelangan ikan karena Alhamdulillah hari ini banyak lagi yang kita dapatkan, kita bisa ke kota beli beberapa perabot rumah tangga," jelasnya Pak Hasan.
"Syukur Alhamdulillah.. makasih banyak ya Allah atas nikmat yang Engkau berikan kepadaku dan kepada keluargaku," ucapnya Bu Siti.
"Syukur Alhamdulillah kamu sudah selamat dek, kami sangat bersyukur kepada Allah SWT karena kamu diberikan kesadaran dan kesembuhan sehingga kamu bisa hidup sampai detik ini," imbuhnya Pak Hasan.
Pria yang terbaring lemah dengan selang infus yang masih setia terpasang di pergelangan tangan kirinya itu menatapnya dengan tatapan tajam dan penuh kebingungan.
"Maaf, Anda siapa dan kenapa saya berada di sini?" Tanyanya sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan yang hanya berukuran tiga kali empat persegi itu dengan bercat putih.
Pak Hasan dan Bu Siti saling bertatapan satu sama lainnya dan menautkan kedua alisnya mereka.
Bu Siti tersenyum simpul," maaf adek, kamu berada di sini karena beberapa waktu lalu kami menemukan kamu mengambang di atas permukaan laut didekat tempat pencarian ikan kami," jawab Bu Siti ala kadarnya.
__ADS_1
"Kalau boleh tahu siapa nama kamu supaya kami bisa memanggil kamu dengan nama yang baik, masa seterusnya kami akan memanggil kamu dengan panggilan adek saja dan juga agar kami bisa membantu kamu untuk mengantar pulang ke keluargamu," jelasnya Pak Hasan panjang lebar.
Pria itu nampak kebingungan karena seolah dia tidak tahu harus menjawab apa, hingga dia berusaha mengingat namanya dengan menjawab pertanyaan dari pak Hasan dan istrinya tapi,tetap saja tidak mengetahui apapun dalam memori ingatannya.
Pria itu memegang kedua sisi kepalanya itu dengan raut wajahnya yang pucat pasi peluh keringat bercucuran membasahi pipinya dan sekujur tubuhnya itu. Dengan merintih dan mengeluh kesakitan.
"Aaahh!!!" Teriaknya pria itu.
Pak Hasan dan Bu Siti cukup terkejut melihat reaksinya pria itu karena hanya bertanya seputar namanya saja, pria ini lantas langsung bereaksi diluar dugaan.
"Suamiku apa yang terjadi padanya, kenapa bisa dia kesakitan seperti ini?" Tanyanya Bu Siti Aminah yang ikut terkejut dan mimik wajah juga pucat karena ketakutan.
"Istriku mungkin sebaiknya kita panggilkan saja dulu Tuan Dokter untuk segera memeriksanya karena aku sudah sangat kasihan melihat kondisinya yang mengkhawatirkan," ujarnya pak Hasan yang berusaha menenangkan pria itu.
Bu Siti melihat ke arah suaminya," baik suamiku aku akan segera pergi memberitahukan beliau apa yang terjadi padanya," timpalnya Bu Siti yang sudah berlari meninggalkan ruangan itu dengan berjalan tergesa-gesa menuju ruangan praktek Tuan dokter.
Beberapa masyarakat yang melihat dan mengenal Bu Siti dibuat terkejut, kaget, keheranan dan bertanya-tanya kira-kira apa yang terjadi pada Bu Siti, kenapa mesti berlarian di sekitarnya klinik dan wajahnya nampak ketakutan seperti seseorang yang melihat mayat hidup saja.
"Bu Siti, apa yang terjadi padamu kenapa harus berlarian!?" Teriaknya pak Jamal salah satu tetangganya yang kebetulan datang berkunjung ke klinik untuk memeriksakan kondisi salah satu anggota keluarganya itu.
Bu Siti yang mendengar perkataan dan teriakannya dari pak Jamal sehingga mau tidak mau ia memelankan langkahnya dan laju larinya itu dengan spontan.
__ADS_1
Walaupun nafasnya Bu Siti ngos-ngosan tapi, ia sama sekali tidak peduli," Itu Pak pria yang kami tolong sudah sadar dan tapi, tiba-tiba mengeluh kesakitan dan berteriak-teriak Pak!" Teriaknya pula Bu Siti yang kemudian melanjutkan perjalanan menuju ruangan Pak dokter yang sudah nampak di depan matanya.
"Pak dokter!! Tolong adik kami, dia sudah sadar tapi kembali kesakitan dengan memegang kepalanya!" Jeritnya Bu Siti dan di depan ruangannya Tuan Dokter.
Salah satu perawat yang bekerja di sana segera membantu Bu Siti," apa yang terjadi Bu Siti, kenapa meski berlarian di dalam sini?" Tanyanya perawat yang bernama Linda itu yang terheran melihat Bu Siti.
Bu Siti menunjuk ke arah ruangan tempat perawatan pria yang sudah dianggap adiknya itu," dia sudah sadar,tapi kondisinya sangat tidak baik Suster, tolonglah segera datang untuk memeriksanya," jelas Bu Siti.
"Kalau gitu pulanglah kembali ke ruangannya, saya akan segera memberitahukan kepada Tuan dokter untuk secepatnya kesana memeriksa adiknya Ibu," tutur perawat itu.
Bu Siti bisa sedikit lega mendengar perkataan dari perawat Linda," baiklah kalau seperti itu saya kembali dulu, tapi saya mohon dengan sangatlah tolong jangan lama kasihan dia yang terus berteriak kesakitan,' pintanya Bu Siti yang kemudian berbalik untuk berputar arah menuju ke arah ruangan pria tersebut.
Dokter segera berjalan menuju kamar perawatan Pria yang ditolong oleh Pak Hasan dengan istrinya. Dari raut wajah mereka nampak lah kesedihan, ketakutan, kekhwatiran dan juga kecemasan yang tersirat dari wajah mereka.
"Ya Allah.. semoga Pria itu baik-baik saja, saya sangat mengkhawatirkan keadaannya," batinnya Bu Siti Aminah yang berjalan tergesa-gesa di sampingnya Tuan Dokter.
Pak Hasan Ishaaq berusaha menenangkan pria itu yang tidak berhenti mengeluh kesakitan.
"Pak kepalaku kenapa serasa mau pecah!!" Teriaknya sambil memegangi terus kepalanya seraya berguling di atas bangkarnya.
Pak Hasan segera bertindak untuk mengatasi rasa sakitnya yang dirasakan oleh Pria itu agar apa yang dialaminya sakitnya berkurang.
__ADS_1