
Di setiap sujud dan doanya Bu Siti dan Pak Hasan selalu meminta kebahagiaan dan keberkahan dalam kehidupan mereka sehari-hari.
Tapi, berbeda hari ini mereka harus menambah doa mereka yaitu untuk kesembuhan pria yang sudah ditolongnya itu agar segera sembuh total dan dan sadar dari komanya.
Kebahagiaan tidak selamanya dilihat dari segi banyaknya materi dan harta yang Kamu miliki, tapi bagaimana Kamu bisa membuat dan melihat senyuman yang tercipta dari orang-orang yang Kamu sayangi.
Kamu tidak akan menemukan kebahagiaan jika terus menuntut kesempurnaan. Syukuri apa yang kamu miliki, maka di sana akan kau temukan kebahagiaan.
Kebahagiaan tidak menghampiri mereka yang memiliki segalanya, namun kebahagiaan akan menghampiri mereka yang berterus bersyukur atas nikmatnya.
"Ya Allah… berikanlah rezeki yang berkah untuk kedua orang tua kami, semoga kami besok bisa makan di sana," gumamnya Icha yang tak berhenti untuk menatap ke arah warung itu yang pengunjungnya keluar masuk untuk membeli makanan.
Setelah menghabiskan beberapa menit perjalanan menuju rumah mereka yang terletak paling ujung yang langsung berhadapan dengan bibir pantai.
"Icha, Faqih kalian masuk lah ke rumah untuk membersihkan badan kalian lalu ganti pakaian kalian yang bagus lalu tunggu Ibu dan bapak karena kami mau cek tambak sama jala bapak sempat sudah banyak ikan yang masuk dan terperangkap di dalam sana," terangnya Pak Hasan yang sudah menarik sampannya ke arah laut.
"Hati-hati Bapak dan ibu semoga hari ini kita banyak dapat ikan jadi bisa beli makanan yang kami inginkan," teriaknya Faqih anak keduanya.
Pak Hasan masih mampu mendengar teriakan anaknya yang berupa harapan dan doa untuk mereka.
"Amin… makasih banyak Nak!" Teriak Pak Hasan yang membalas teriakan putra tunggalnya itu.
__ADS_1
Bu Siti duduk di bagian belakang sambil mendayu sekuat tenaga. Mereka bahu membahu untuk melaksanakan pekerjaannya hari ini karena sempat terganggu karena penemuan tubuh seorang pria yang tenggelam yang sempat mereka temukan dan juga sekalian mereka tolong.
Pak Hasan mulai satu persatu menarik jala dan kail ikannya dan betapa tercengangnya melihat betapa sungguh banyak ikan yang terperangkap di dalam jalanya itu.
"Syukur Alhamdulillah… istriku hari ini kita panen ikan banyak dan bisa belikan makanan yang enak untuk anak-anak kita!" Jeritnya Pak Hasan.
Bu Siti Aminah pun tidak kalah kegirangan karena melihat seumur hidupnya selama jadi nelayan ini yang pertama kalinya mendapatkan ikan yang banyak dengan berbagai ukuran dan jenisnya.
"Syukur Alhamdulillah… makasih banyak ya Allah atas rezekiMu hari ini!" Cicitnya Bu Siti Aminah.
"Istriku apa karena kita telah menolong pria itu yah sehingga Allah SWT sudah memperlihatkan kebesaran dan kemurahan hatiNya kepada keluarga kita!" Tutur Pak Hasan Ishaaq yang senyuman kebahagiaan selalu terpancar dari wajahnya itu.
"Ya Allah… makasih banyak saya bisa membelikan kedua anakku seragam sekolah dan sepatu," lirihnya Bu Siti yang terus melepaskan ikan ke dalam gabus khusus tempat penyimpanan ikannya.
Kebaikan insya Allah akan berbuah manis jika memiliki keikhlasan di dalamnya.
Berselang beberapa menit kemudian, mereka sudah berhasil mengambil ikan di dalam jala dan kail hingga sudah terkumpul. Saking banyaknya ikan yang mereka dapatkan, sampai-sampai tempat penampungan ikan sudah tumpah ruah di atas sampan kecilnya.
"Istriku tolong sisihkan untuk para tetangga untuk kita bagikan, biarkan Bapak saja yang antar ke tempat pelelangan ikan," pintanya Pak Hasan.
"Baik suamiku semuanya akan saya laksanakan sesuai dengan perintah!" Guraunya ibu Siti.
__ADS_1
Beberapa jam kemudian, Pak Hasan sudah kembali dari menjual ikannya. Pak Hasan raut wajahnya berseri-seri bahagia karena seumur hidupnya baru kali ini mendapatkan uang yang sangat banyak baginya.
Ada hampir satu juta lebih rezeki yang mereka dapatkan. Pak Hasan sudah membeli sepatu, pakaian seragam dan juga perlengkapan sekolah untuk kedua anaknya. Serta bahan-bahan sembako pun sudah ia beli karena tidak ingin merepotkan istrinya itu.
Pak Hasan juga tidak lupa membeli makanan beberapa bungkus di warung yang menjual masakan Padang. Semua anak dan istrinya sangat bahagia karena sudah diberikan rezeki yang begitu banyaknya.
Mereka makan sebelum berangkat lagi ke klinik milik tuan dokter. Untuk menjaga dan merawat pria korban tenggelam yang sudah ia selamatkan itu. Bu Siti mengatur tikar sebelumnya untuk menata makanan yang sudah tersaji di atas piring. Faqih dan Faizah sangat bahagia melihat banyaknya makanan yang disediakan oleh ibunya.
Mereka kemudian duduk saling berhadapan satu sama lainnya dalam satu tikar. Kebahagiaan begitu terpancar dari raut wajah mereka berempat. Terutama kedua anaknya itu.
"Ingat Nak selalulah bersyukur atas apapun yang Allah SWT berikan kepada kita di dalam hidup kita ini, dan paling penting selalulah berbagi kebaikan dengan orang lain tanpa memandang dia itu siapa tapi, Ingat berbagi kebaikan saja Nak, karena walaupun kita berbagi itu tidak mungkin membuat kita akan jatuh miskin karena Allah SWT sudah berjanji akan hal itu," jelasnya Pak Hasan Ishaaq panjang lebar.
Faqih bersyukur dan tak henti-hentinya tersenyum penuh kebahagiaan atas limpahan rezeki yang mereka dapatkan, "Syukur Alhamdulillah… makasih banyak atas rezekiMu yah Allah… besok kami bisa sekolah lagi dengan memakai sepatu dan tas dan kami juga berharap pria yang kami tolong itu segera sembuh dan sadar, amin!" Ucap Faqih sambil mengusap wajahnya.
Kebahagiaan tidak selamanya dilihat dari segi banyaknya materi dan harta yang Kamu miliki, tapi bagaimana Kamu bisa membuat dan melihat senyuman yang tercipta dari orang-orang yang Kamu sayangi.
Kamu tidak akan menemukan kebahagiaan jika terus menuntut kesempurnaan. Syukuri apa yang kamu miliki, maka di sana akan kau temukan kebahagiaan.
Kebahagiaan tidak menghampiri mereka yang memiliki segalanya, namun kebahagiaan akan menghampiri mereka yang berterus bersyukur atas nikmatnya.
"Makasih banyak ya Allah… karena Engkau kami besok pagi bisa memakai sepatu dan tas ke sekolah lagi, dan hari ini bisa makan yang enak-enak, nyam… nyam…," timpalnya Icha yang ikut menimpali percakapan kedua orang tuanya itu.
__ADS_1