Meraih Cintanya

Meraih Cintanya
Bab. 42. Dokter Fatih Terim


__ADS_3

"Apa sebaiknya kami tetap mengikuti kalian berdua saja untuk tetap menjaga keamanan kalian berdua, tapi Tuan mau naik apa pulangnya?" Tanyanya Mbak Titin karena mereka ke sini bersama-sama jika mereka pulang terus mau pakai angkutan umum atau apa.


"Kamu tenang saja, insya Allah…aku masih sanggup untuk menjaga istriku, kalian tidak perlu khawatir dengan kondisi kami, lagian Doha adalah daerah aman jadi kalian tak perlu repot-repot untuk cemas, percayalah padaku," kilahnya Sayed seraya memeluk tubuhnya Sanjana dengan posesif.


Sayed segera menghubungi salah satu temannya yang kebetulan sudah lama tinggal dan menetap di Doha Qatar. Sayed meminta meminjam motornya karena percuma juga ia beli kalau hanya akan jadi pajangan di carport nya saja.


"Kalau begitu Tuan dan Nona Muda hati-hati kami akan segera pulang,kalau kalian meminta sesuatu maka segera hubungi salah satu nomor hp kami," ujarnya Mbak Titin.


Mbak Yuni berjalan ke arah Sanjana lalu sedikit berbisik, "Iya Nona, Ingat Nona itu sedang hamil jangan terlalu sering anu dulu karena usia kehamilan Nona masih muda," ucapnya Mbak Yuni Ayunda Naufal.


"Kamu seperti pengalaman saja, kamu sok tahu deh!" Kelakarnya Sanjana yang tersenyum malu-malu.


"Iya nih, Yuni seolah sudah pernah ngerasain sendiri gimana rasanya anu dan hamil!" Ketusnya Mbak Tuti.


"Jangan salah sekarang yah kalau mau tahu masalah apapun itu tinggal buka Mbah Google saja semuanya sudah ada dan terlengkap tanpa harus praktek langsung," elaknya Mbak Yuni yang membuat semua orang tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


Percakapan mereka terhenti ketika seorang pria turun dari motornya dengan helm sport masih terpasang di kepalanya dengan warna biru itu membuat penampilannya terlihat macho.


"Ya Allah… pria ini dari mana, kenapa ia belum membuka helmnya sudah terlihat ganteng dan gagah, apakah dia Pangeran bermotor yang diturunkan Allah SWT untukku," cicitnya Mbak Tuti Maryati.


Apa yang dikatakan oleh Mbak Tuti segera mendapatkan reaksi dari Mbak Yuni, dengan mengusap wajahnya," woi sadar besti ini masih sore loh, mimpinya terlalu cepat!" Cibirnya Mbak Yuni.


Pria itu tersenyum dibalik helmnya mendengar segala pujian yang diucapkan oleh semua wanita yang kebetulan berada di sekelilingnya. Fatih segera membuka helmnya itu dan apa yang terjadi semua orang terkesima melihat wajahnya Fatih.


Wujudnya Fatih saat itu yang tidak seperti kebiasaan yang mereka lihat selama in. Karena sangat berbeda dan selalu memakai jas almamater kebesaran kedokteran dengan alat stetoskop mengalun dilehernya.


"Abang Fatih!" Beo Sanjana lalu segera mendekat ke arah Fatih.


Fatih tersenyum tipis menanggapi perkataan dari Sanjana,"Assalamualaikum, maaf sedikit terlambat karena ada pasien yang harus aku tangani jadi terpaksa aku terlambat.


Suami dari Sofia Lusiana Almeera Fatih kakak sepupunya Sanjana Alexandra Agung Miller sekaligus salah satu sahabatnya Sayed semasa mereka kuliah dulu.

__ADS_1


"Waalaikum salam warahmatullahi wabaratuh," jawab mereka serentak.


"Tidak apa-apa kok Bang, saya sangat memakluminya,saya yang seharusnya yang meminta maaf karena sudah merepotkan Abang padahal kami ketahui Abang pasti sangat sibuk di rumah sakit," pungkasnya Sayed yang merasa tidak enak hati.


Fatih meninju dengan sangat pelan pundaknya Sayed," kamu kayak seperti sama siapa aja, apa aku terlihat seperti orang- yang direpotkan ataupun kesusahan! Tidak kan lagian siapa juga yang membantu kamu kalau bukan saya dan kedatangan kamu ke Doha Qatar tidak mungkin tiap bulan kan, jadi apa salahnya aku menunjukkan bagaimana jadi tuan rumah yang baik kepada tamunya." Senyuman smirk Fatih perlihatkan.


Senyuman itu membuat ketiga Mbak yang dimiliki oleh Sanjana kesemsem dan klepek-klepek saking manisnya senyuman yang disuguhkan oleh Fatih seorang dokter ahli jiwa itu. Untungnya Sayed pria yang irit dan senyumannya mahal sehingga banyak wanita yang tidak terlalu melihat senyum manisnya yang mampu mengalahkan senyuman manis dari Fatih.


Aku bisa menikahi suami seperti dia, apa lagi yang dilakukan khawatirkan oleh seorang isteri.


"Kalau gitu saya pamit dulu, semoga kamu suka dengan kuda besinya," ujarnya Fatih seraya memukul pelan body cup motornya itu yang bermerk Duu caa tii itu dengan keluaran terbaru tahun ini.


Fatih memberikan dua buah helm ketangannya Sayed satu berwarna pink muda dan satunya biru.


"Hati-hati bro, semoga kita bisa berkumpul dan berjumpa lagi di Indonesia, Ingat kabari aku nanti kalau mau pulang ke Indonesia," pintanya Sayed sembari memeluk tubuh tinggi tegap milik Fatih.

__ADS_1


"Insya Allah… bulan April nanti tahun depan aku akan balik ke Jakarta kemungkinan besarnya saya dan keluarga akan lebaran idul Fitri di sana kangen dengan kampung halaman," imbuhnya Fatih dengan sedikit terkekeh.


__ADS_2