Meraih Cintanya

Meraih Cintanya
Bab. 58


__ADS_3

Faqih bersyukur dan tak henti-hentinya tersenyum penuh kebahagiaan atas limpahan rezeki yang mereka dapatkan, "Syukur Alhamdulillah… makasih banyak atas rezekiMu yah Allah… besok kami bisa sekolah lagi dengan memakai sepatu dan tas dan kami juga berharap pria yang kami tolong itu segera sembuh dan sadar, amin!" Ucap Faqih sambil mengusap wajahnya.


"Makasih banyak ya Allah… karena Engkau kami besok pagi bisa memakai sepatu dan tas ke sekolah lagi, dan hari ini bisa makan yang enak-enak, nyam… nyam…," timpalnya Icha yang ikut menimpali percakapan kedua orang tuanya itu.


Satu bulan kemudian, pria yang ditolong oleh keluarga kecil Pak Hasan Ishaaq dengan istrinya Ibu Siti Aminah sadar juga. Berita ini segera tersiar dan tersebar ke segala penjuru kampung.


Tok… tokk.. tok..


"Pak Hasan!! Pak Hasan!!" Teriak seseorang yang terus mengetuk sambil menggedor-gedor pintu rumahnya Pak Hasan.


Bu Siti yang kebetulan berada di dapur segera mematikan kompornya setelah mendengar teriakan seseorang yang cukup menggema di pagi hari itu, dari arah depan rumahnya.


"Siapa yah pagi-pagi gini, sudah datang bertamu padahal Abang Hasan tidak ada di rumah," gumamnya Bu Siti Aminah sambil berjalan ke arah depan rumahnya.


Hari itu kedua anaknya sudah berangkat sekolah dengan berjalan kaki sedangkan pak Hasan sudah pergi melaut. Karena selama hari itu, ketika menyelematkan nyawa seseorang yang tenggelam di laut, setiap hari tangkapannya selalu banyak sehingga kehidupan perekonomian keluarganya berubah lebih baik sebelumnya.


"Mungkin Pak Hasan sudah berangkat melaut sehingga pintu rumahnya tertutup rapat," cicitnya Ridwan anak muda selaku tetangganya Bu Siti.

__ADS_1


"Tunggu!! Sebentar, sabar kenapa," kesalnya Bu Siti karena hampir saja kakinya tersandung di ujung meja.


Pintu berdaun kayu jati putih itu terbuka dari arah dalam. Memperlihatkan Bu Siti dengan hijab sehari-harinya yang selalu setia menutupi kepalanya itu.


"Ridwan ada apa?" Tanyanya Bu Siti yang masih berdiri di ambang pintu.


"Pria yang tidak ibu tolong beberapa bulan yang lalu sudah sadar dan Tuan Dokter menyuruh Ibu segera ke sana," jawabnya Ridwan.


Bu Siti terkejut mendengar berita baik itu karena sudah satu bulan lebih pria yang ditolongnya terbaring lemah tak sadarkan diri, Bu Siti dan Pak Hasan bergantian menjaganya dengan setulus hati.


"Benar! Apa yang kamu katakan?" Tanyanya Bu Siti yang masih terkejut dan belum yakin jika pria itu sudah bangun dari komanya.


"Kamu pulanglah duluan, saya akan segera menyusulmu," pintanya Bu Siti yang tersenyum bahagia karena orang yang sudah dianggap adiknya itu akhirnya tersadar juga dari tidur panjangnya.


Ridwan segera berpamitan dan meninggalkan depan rumahnya. Ridwan adalah anak muda yang selalu menggantikan tugasnya suami istri Pak Hasan Ishaaq dan Bu Siti Aminah. Pemuda yang tulus membantunya tanpa mengharapkan imbalan apapun itu.


"Syukur Alhamdulillah… pria itu sudah bangun pasti kalau bapak tahu akan sangat bahagia," cicit Bu Siti lalu segera menyelesaikan masakannya karena akan di bawah ke klinik.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, Pak Hasan sudah pulang dari laut dengan membawa banyak tangkapan ikan. Bu Siti segera berlari ke arah suaminya dengan tergesa-gesa, karena sudah tidak sabar ingin menyampaikan berita gembira tersebut.


"Suamiku! Suamiku!" Teriaknya Bu Siti yang berteriak-teriak sambil berjalan ke arah bibir pantai dengan tergesa-gesa tanpa memakai alas kaki.


Pak Hasan segera menyelesaikan pekerjaannya lalu menyambut kedatangan istrinya itu dengan senyuman yang penuh kebahagiaan.


"Hati-hati istriku! Tidak perlu berlari seperti itu entar kamu jatuh!" Teriak Pak Hasan yang terburu-buru menutup tempat penangkapan ikannya.


Nafas Bu Siti ngos-ngosan saking kencangnya berlari yang tidak sabar memberitahukan kepada suaminya kabar gembira tersebut. Bu Siti menghentikan laju larinya ketika sudah berada dalam pelukannya Pak Hasan.


"Apa yang terjadi padamu istriku, kenapa bisa kamu berlari seperti ini!" Ujarnya Pak Hasan.


Bu Siti menarik nafasnya dalam-dalam sebelum menjawab pertanyaan dari suaminya itu,"Itu.. itu Pak pria yang kita tolong tempo hari Alhamdulillah sudah sadar dari komanya," jelasnya Bu Siti yang tak hentinya tersenyum bahagia.


Setelah menyelesaikan pekerjaannya, Pak Hasan Ishaaq dengan istrinya Bu Siti Aminah segera berangkat ke klinik milik Tuan Dokter. Raut wajah kedua pasangan suami istri itu menyiratkan kegembiraan yang tidak terkira.


Berselang beberapa menit kemudian, mereka sudah sampai di klinik, ia sudah berada di dekan ranjang dan bertemu dengan pria yang telah berhasil dia tolong dan selamatkan.

__ADS_1


"Alhamdulillah… kalau seperti itu, kita harus segera ke sana menengoknya tapi, bapak akan antar ikan-ikan yang kita dapatkan ini ke tempat pelelangan ikan karena Alhamdulillah hari ini banyak lagi yang kita dapatkan, kita bisa ke kota beli beberapa perabot rumah tangga," jelasnya Pak Hasan.


"Syukur Alhamdulillah.. makasih banyak ya Allah atas nikmat yang Engkau berikan kepadaku dan kepada keluargaku," ucapnya Bu Siti.


__ADS_2