Meraih Cintanya

Meraih Cintanya
Bab. 35


__ADS_3

"Jadi apa yang harus aku lakukan Dokter agar istriku cepat pulih dan normal kembali?" Tanyanya Sayed yang menatap intens ke arah Dokter dan rombongannya itu.


"Hanya satu jalan satu-satunya dan yang paling terbaik adalah, temani istri Tuan dan harus perbanyak sifat sabar dengan menghadapi semua tingkah lakunya," imbuhnya Fatih yang sudah ingin tertawa terbahak-bahak melihat reaksi dari raut wajahnya Sanjana yang seperti seseorang yang ingin memakannya mentah-mentah.


Sanjana harus berpura-pura menjadi seorang istri yang sedikit terganggu psikisnya demi untuk memberikan peringatan sedikit untuk Sayed Alfarizi Satya Muller gara-gara dia lah sehingga Sanjana Alesandra Agung Miller meninggalkan rumahnya dan juga negaranya dalam keadaan berbadan dua.


"Jadi saya sebagai dokter menyarankan kepada Tuan untuk melakukan apapun itu yang diinginkan oleh istrinya agar tidak terjadi sesuatu lagi untuk kedepannya, saya akan meresepkan obat yang sangat bagus dengan kualitas paling bagus untuk kesehatan anak dan ibunya," imbuhnya Dokter Fatih Terim yang tersenyum tipis ke arah Sanjana.


Sanjana hanya mendelik kan matanya ke arah suaminya Sofia kakak sepupunya sendiri.


"Awas yah andai saja Mas Sayed tidak ada aku pasti akan memukulimu hingga babak belur!" Umpatnya Sanjana yang sedikit jengkel di hadapan dokter muda yang cukup tampan dengan prestasinya yang cukup bagus itu.

__ADS_1


"Satu hal lagi, tolong jangan biarkan istrinya keseringan mengumpat karena itu juga akan sangat berpengaruh pada kesehatan dan pertumbuhan dan perkembangan calon kedua bayi kembar kalian," terangnya Dokter Fatih yang tersenyum penuh kemenangan ke arahnya Sanjana.


Setelah berbicara seperti itu, Fatih dan rombongannya segera berlalu dari hadapannya Sayed yang kebingungan karena baru kali ini ia kurang respect dan cepat tanggap dengan kondisi kehamilannya Sanjana.


Sedangkan Sanjana memonyongkan bibirnya saking jengkelnya mendengar candaan dari kakak sepupunya itu. Sayed mengantar rombongan beberapa perawat dan dokter yang menangani kesehatannya Sanjana.


"Terima kasih banyak dokter atas bantuannya, sepertinya kita perlu minum kopi berdua untuk membicarakan tentang kesehatan dari istriku itu, tapi ini khusus untuk kita berdua saja sebagai sesama pria," pintanya Sayed yang mengajak untuk bersantai bersama menikmati secangkir kopi kepada Fatih.


Fatih tersenyum simpul," Insya Allah bro! Aku sangat merindukan kesempatan seperti ini, karena akhirnya kita bisa bertemu kembali setelah hampir lima tahun berpisah sejak kita wisuda," imbuhnya Pak Dokter Fatih yang ternyata salah satu sahabat terbaiknya Sayed ketika mereka sama-sama duduk di bangku kuliah di Oxford university Inggris.


"Istri kamu itu cuma satu obatnya Abang sayangi dia dan berikan perhatian yang lebih apalagi dia sedang hamil itu kuncinya untuk mendapatkan kembali kepercayaannya Sanjana," terangnya Fatih.

__ADS_1


Sayed hanya tersenyum menanggapi perkataan dari mulutnya temannya semasa kuliah S2 nya dulu. Sayed belum mengetahui jika dokter muda sekaligus kakak iparnya itu.


"Benar sekali apa yang dijelaskan oleh Fatih tentang kesehatannya Nana, aku tidak boleh menolak apapun yang diinginkannya dan juga harus menunjukkan padanya bahwa aku bukan pria hidung belang seperti dahulu," gumamnya Sayed.


Keesokan harinya, Sanjana sudah dinyatakan bisa pulang dari rumah sakit. Sayed segera mengemas semua pakaian serta barang-barangnya Sanjana tanpa bantuan dari beberapa asisten rumah tangganya yang selalu berjaga,siap sedia untuk menjaga Nona muda mereka.


"Sayang kita langsung pulang ke rumah atau mau kemana dulu?" Sayed menatap ke arah Sanjana yang sudah tampil cantik dengan pakaian barunya yang disediakan oleh Mbak Titin.


"Aku ingin ke stadion Al-Bait untuk nonton langsung piala dunia final antara Argentina melawan Prancis," jawabnya Sanjana yang sudah berpakaian lengkap dengan atribut Prancis.


Sayed cukup terkejut dengan keinginannya Sanjana mengingat jika ia baru pulih dari sakitnya dan juga dalam keadaan hamil.

__ADS_1


"Tapi, kamu!" Ucapannya Sayed terpotong karena langsung disanggah oleh Sanjana.


"Maaf aku tidak terima kata tapi okey!" Sanggah Sanjana yang meninggalkan Sayed yang berdiri mematung di tempatnya mendengar perkataan dari Sanjana yang cukup tegas.


__ADS_2