Meraih Cintanya

Meraih Cintanya
Bab. 66


__ADS_3

"Maaf sepertinya kamu salah orang, memang nama kami sama tapi, jelas-jelas kami berbeda dan bukan orang yang sama," tampiknya Muller yang sedikit tidak menyukai dengan tindakannya Galang yang baginya sok kenal sok dekat kepadanya.


Mueller segera meninggalkan Galang yang tangannya menggantung di udara.


"Bagaimana kalau kita bekerja sama,kamu bekerja padaku sebagai suami pura-puranya teman aku?" Teriaknya Galang.


Muller hanya melirik sepintas ke arah Galang yang sudah berteriak itu tanpa berniat untuk menimpali perkataannya Galang yang sudah berjuang untuk meyakinkan Muller.


Muller menatap nanar kepergian sahabat sekaligus teman terbaiknya Sanaya istrinya itu. Muller tersenyum penuh arti melihat kepergian Galang.


"Saya tidak perlu berpura-pura untuk menjadi suaminya Istriku sendiri, aku akan meladeni rencanamu yang luar biasa sangat baiknya untuk kebahagiaan teman kalian, aku patut bangga dan bersyukur karena istriku memiliki seorang sahabat yang baik dan care kepadanya," gumam Muller.


Keesokan harinya, Sayed Alfarizi Satya Muller dan Galang Aryanta Dewantara sudah berada di dalam mobil menuju ke rumahnya Sanjana Alexandra Agung istrinya.


"Ingat baik-baik apa yang sudah saya jelaskan kepada kamu sebelumnya Abang semoga kamu bisa berperang seperti yang sudah aku katakan," jelas Galang.

__ADS_1


Sayed melihat ke arah Galang seraya tersenyum," kenapa harus menjadi suami istri pura-puranya Sanjana sedangkan saya adalah suami sahnya," tegasnya Sayed.


Galang langsung spontan ngerem mobilnya dengan mendadak karena terkejut mendengar perkataan dari Sayed pria yang dikiranya hanya mirip saja.


Citt!!!!


Suara decitan mobil yang tiba-tiba terhenti ketika mendengar perkataan cukup membuatnya kaget.


"Apa!?" Pekiknya Galang.


"Kamu seperti anak perempuan saja!" Ketusnya Sayed.


Galang melihat ke arah Sayed lagi," apa benar yang kamu katakan jika kamu adalah Abang Sayed suaminya Sanjana?" Tanyanya Galang dengan serius.


Sayed tersenyum tipis," memangnya yang kamu lihat dari wajahku ini seperti seorang yang sedang bercanda, bohong atau penipu!?" Sarkasnya Sayed.

__ADS_1


"Bu-kan mak-sud-nya a-ku a-nu itu, Alhamdulillah kalau kamu adalah suaminya Sanjana berarti aku tidak perlu repot-repot mengaji orang untuk berbohong,"ucapnya Galang sambil memeluk tubuhnya Sayed dengan penuh semangat.


"Terus apa maksudnya kamu? Apa kamu masih meragukannya jika aku benar-benar suaminya Sanjana Papi dari Zaidan?" Tanyanya balik Sayed yang menatap intens dan tajam kedalam bola matanya Galang.


"Sa-ya percaya kok Abang, jadi apa aku antar Abang pulang ke rumahnya Nana atau gimana nih?" Tanyanya Galang yang serba salah,salting dan kikuk.


"Kamu antar saya menemui istriku, tapi saya harap kamu cukup diam saja jangan ikut campur dalam urusan rumah tanggaku," tegasnya Sayed.


Sayed melihat ke arah layar hpnya dan melihat namanya Faqih yang tertera di layar ponselnya. Ia segera menelpon balik nomor hpnya Faqih.


"Kamu lanjutkan mengemudi mobilnya, tidak perlu hiraukan saya, karena saya masih punya banyak urusan yang harus saya kerjakan!" Tuturnya Sayed sambil menunggu telponnya tersambung.


"Baik Abang saya tidak akan gangguin Abang kok aman damai sentosa kok," ucapnya Galang sambil menaikkan jari jempolnya.


Mobil dengan tipe sport itu pun melaju dengan kecepatan sedang, hingga Sayed melototkan matanya sambil memberikan kode kepada Galang untuk segera menambah kecepatan mobilnya sambil menunjuk ke arah kecepatan mobilnya.

__ADS_1


Galang yang mengerti maksud dengan kode yang diberikan oleh Sayed segera melakukan apa yang diinginkan oleh Sayed.


__ADS_2