Meraih Cintanya

Meraih Cintanya
Bab. 39. Kejujuran Sayed


__ADS_3

Hiruk pikuk apa yang dilakukan oleh orang-orang di luar di sekitar parkiran mobil sama sekali tidak menggangu aktifitas keduanya. Mereka sama sekali tidak peduli dengan kebisingan dari para pendukung setiap negara. Penyatuan kedua pasangan suami istri dikala itu membuat hubungan mereka sedikit mulai dekat seperti sebelum ada kejadian yang membuat mereka harus berpisah sementara waktu itu.


Sanjana mengalungkan tangannya ke ceruk lehernya Sanjana. Sayed tersenyum melihat tidak perlawanan sedikitpun yang dilakukan oleh Sanjana sehingga ia mulai melanjutkan pekerjaannya. Sanjana pasrah dengan apa yang terjadi saat itu.


Sayed mengatur tempat duduknya dengan baik hingga posisi mereka nyaman untuk melakukan kegiatan mereka sambil menunggu acara nonton pertandingan sepakbola piala dunia final antara Argentina versus Prancis.


"Aku sangat mencintaimu Sanjana, aku tidak bisa hidup tanpamu, aku sangat merindukan dirimu hingga aku seolah kesulitan bernafas setiap saat," terangnya Sayed yang membantu memakaikan hijabnya Sanjana yang terlepas akibat ulahnya tadi.


"Aku… tolong berikan aku waktu karena kejadian itu masih sering terlintas di pikiranku yang membuat aku kadang berfikir kenapa Mas Sayed melakukan hal itu dan aku juga bertanya-tanya kenapa Mas tega berbuat seperti itu di hari terpenting kita," jelasnya Sanjana yang maju kehadapan Sayed lalu naik ke pangkuannya Sayed.

__ADS_1


Sanjana mengelap ujung bibirnya Sayed dengan jari jemari lentiknya itu," aku takut Mas jika hal itu kembali terjadi lagi, aku tidak ingin kembali terluka dan kecewa untuk kedua kalinya," ujarnya Sanjana Alexandra Agung Miller.


Sayed segera meraih genggaman tangannya Sanjana lalu mengecup punggung tangannya itu," percayalah padaku jika Mas tidak berniat untuk melukai hatimu, Mas berjanji hal seperti yang kamu lihat itu tidak akan terjadi untuk kedua kalinya dan kesekian kalinya dalam hidupmu, aku mohon percayalah pada Mas," ungkap Sayed dengan penuh keseriusan.


Sanjana memperhatikan dengan seksama ke dalam kedua bola matanya Sayed seolah ia sedang mencari kebohongan sedikit pun di dalamnya.


Sanjana terdiam dan hanya menyimak semua perkataan yang terucap dan terlontar dari bibirnya Sayed Alfarizi Satya Muller suaminya yang sudah menikahinya sekitar satu tahun lebih itu.


"Aku tidak ingin hanya mendengar perkataan dan janji semata saja, aku ingin melihat pembuktian dan bukti langsung berupa tindakan Mas secara nyata dan langsung," imbuhnya Sanjana lalu segera turun dari atas pangkuannya Sayed karena takut jika ia hanya berakhir di dalam mobil saja dan tidak jadi menyaksikan siaran langsung pertandingan sepakbola puteran final piala dunia antara Argentina melawan Prancis.

__ADS_1


"Kenapa turun istriku, apa kamu takut jika aku menginginkan kamu lagi?" Tanyanya Sayed yang berbisik di telinganya Sanjana.


Sanjana hanya tersenyum malu-malu menanggapi perkataan dari Sayed seraya menunjuk ke arah jendela kaca mobil dibalik punggungnya Sayed yang ternyata sedari tadi Farhat dan ketiga asisten rumah tangganya Sanjana yang selalu setia menemaninya selama berada di Doha Qatar.


Sayed tersenyum cengengesan karena niatnya sebenarnya hanya untuk menggoda istrinya saja karena ia tidak mungkin melakukan hal itu lagi mengingat Sanjana sedang hamil muda dua anak sekaligus.


Sayed memperbaiki letak hijabnya Sanjana sambil berkata," aku tidak mungkin memintanya hingga dua kali karena aku mengingat jika kamu sedang hamil calon penerusnya Sayed Alfarizi Satya Muller, Mas hanya sekedar menjenguk dede kembar saja agar dia mengenali siapa papanya," ungkap Sayed sembari mengelus lembut perutnya Sanjana.


Sanjana yang diperlakukan seperti itu semakin dibuat tersenyum penuh kebahagiaan. Tapi, ia tidak ingin menapakkan terlalu kentara di depan suaminya. Cukup gestur tubuhnya yang menyatakan jika ia sangat menyukai perlakuan khusus Sayed untuknya.

__ADS_1


__ADS_2