
"Hemm!" Sayed berdehem untuk mengalihkan perhatiannya Sarah yang sedang nyuapin makanan untuk putri semata wayangnya itu.
"Papa!!" Teriak gadis kecil yang berusia kira-kira sekitar lima tahun itu seraya berlari ke arahnya Sayed sambil memeluk tubuhnya Sayed.
Sedang Sayed yang diperlakukan seperti itu terkejut dan tidak menyangka jika anak itu akan memanggilnya dengan sebutan papa.
Sayed dibuat shock dan terkejut dengan anak kecil itu. Dia tidak menduga jika anak itu akan memanggilnya dengan sebutan Papa.
"Sayang! Kamu sudah datang?" Tanyanya Sarah yang berdiri dari duduknya dengan senyuman penuh kelicikan.
Sayed masih mencerna perkataan dan situasi yang terjadi. Sayed tersentuh melihat wajah polos dari anak kecil itu.
"Ya Allah… andai kami punya anak pasti aku dan Sanjana akan sangat bahagia," batinnya Sayed yang sama sekali tidak menggubris dan membalas pelukan hangat dari anak kecil tersebut.
Sarah ingin memeluk tubuhnya Sayed tapi, segera dihempaskan oleh Sayed dengan sangat kasar.
"Tolong! Jangan sentuh tubuhku! Aku tidak ingin sentuhanmu membawa pengaruh kejelakan untukku!" Sarkasnya Sayed.
"Apa kamu tidak ingin memeluk tubuh putrimu sendiri sayang!" Imbuhnya Sarah yang sedari tadi senyuman tidak luntur dari wajahnya dengan berbagai arti.
Seseorang dari sudut ruangan tidak terlalu jauh dari tempat duduk keduanya tersenyum penuh maksud sambil rekaman video yang sedari tadi ia ambil melalui hpnya itu. Dia adalah Andrew asisten pribadinya Willy yang selalu bisa diandalkan dengan kualitas kerjaan yang tidak pernah gagal dalam menjalankan tugasnya.
"Apa! Putri! Yang benar saja Sarah!" Jawabnya Sayed lalu menggendong tubuhnya putri kecilnya Sarah dalam gendongannya lalu mendudukkan dirinya di atas kursi.
__ADS_1
Sarah sedikit kecewa melihat reaksi dari Sayed yang tidak seperti ekspetasinya," apa yang terjadi dengan Mas Sayed, kenapa tatapan matanya kepadaku tidak seperti dulu lagi," Sarah membatin.
Sayed mengecup pipi gembul anak itu seraya mengelus penuh kelembutan rambut panjangnya Angel yang terikat satu itu. Sarah yang melihat kejadian itu dibuat tersenyum seolah kemenangan atas rencananya sudah terbuka di depan matanya.
Sayed sesekali menggelitik tubuhnya Angel yang siapa pun melihatnya pasti akan jatuh hati pada sikap dan tingkah lakunya Angel dengan tubuh gembul dan pipi chubbynya itu menjadi bahan mainan dan hiburan untuk Sayed dikala kekalutannya mencari keberadaan istrinya itu.
"Sarah! Katakan padaku siapa papa biologisnya?" Sayed menatap tajam ke arah Sarah yang raut wajahnya yang spontan langsung berubah menjadi sulit untuk diartikan
Sarah tidak menyangka jika Sayed akan berbicara seperti itu setelah melihat keakraban anaknya dengan Sayed pria yang akan rencananya ia jadikan papa kandungnya Angel.
"Mak-sudnya?" Jawabnya dengan tergagap saking terkejutnya dengan pertanyaan yang dilayangkan oleh Sayed dihadapannya.
Sayed tersenyum yang tidak dimengerti oleh Sarah," kamu tidak perlu berbohong padaku, aku sangat jelas mengingat terakhir kalinya kita berhubungan aku memakai alat pengaman dan kamu juga minum pil kbmu kala itu, jadi itu tidak mungkin dan hal yang sangat mustahil aku adalah Papa dari putrimu ini!" Jelasnya Sayed yang masih melanjutkan bermain dengan Angel.
"Stop! Tidak perlu bertingkah dan berulah di depanku, karena aku tahu apa maksudn kamu datang padaku dengan alasan seperti ini!" Cibirnya Sayed.
"Tapi, dia adalah putrimu Sayed, aku bisa…" ucapannya kembali terhenti ketika Sayed menatapnya dengan tatapan tajam kemudian menurunkan Angel dari pangkuannya itu sembari melirik ke sebelah kanan memberikan kode kepada asistennya yang baru saja datang.
"Amankan! Kamu bawa putri cantik ini pergi bermain, aku harus berbicara empat mata dengan mamanya!" Perintahnya Sayed yang hanya sekali menolehkan kepalanya ke arah Siska.
"Baik Tuan!" Balasnya Siska.
Angel awalnya menolak tapi, Siska terus menerus membujuk Angel dengan berbagai bujukan dan rayuan mautnya akhirnya Angel luluh juga dalam gendongannya.
__ADS_1
Sayed sama sekali tidak menyentuh sampai ke bibirnya minuman itu. Karena ia tahu kalau akan ada perangkap di dalam minuman tersebut walaupun ia sangat kehausan. Sehingga dia hanya mengaduk-aduk minumannya tanpa berniat untuk menyentuhnya sedikit pun.
Sayed menyadarkan tubuhnya ke sandaran kursi dan ia melipat kedua tangannya di depan dadanya. Tapi, senyuman selalu muncul di sudut bibirnya itu.
Sayed sudah mulai muak, "Kamu tidak perlu menyangkal dengan berbagai macam perkataan karena semakin kamu berbicara semakin terlihat jelas kebohongan kamu, tapi jika kamu terus Ingin melanjutkan permainanmu! Aku akan ladenin kamu dan sel penjara menantimu dengan tuduhan fitnah dan pencemaran nama baik, apa itu yang kamu inginkan!" Geramnya Sayed Alfarizi Satya Muller.
Sarah yang mendengar perkataan dari Sayed mantan kekasihnya itu dibuat shock dan kecewa karena rencananya yang sudah ia susun dengan baik ternyata mudah dibaca dengan baik oleh Sayed.
"Jadi katakan padaku siapa papa biologisnya anakmu?" Tanya Sayed yang memberikan kode kepada salah satu pelayan untuk memesan minuman.
Sarah langsung terdiam sejenak tanpa mampu mengucapkan sepatah kata pun karena apa yang akan ia katakan percuma saja. Ia masih waras dan normal pasti takut dan gentar dan pastinya tidak ingin masuk dalam penjara dan harus menghabiskan sisa umurnya di dalam buih.
"Kamu cukup cantik, kenapa bukan Pria yang menghamili kamu saja yang kamu tuntut sekuat tenaga untuk bertanggung jawab terhadap kehidupan dan masa depan putrimu, lagian apa kamu sudah lupa atau mungkin kamu sudah amnesia kalau dulu aku sering meminta kamu untuk menikah dan menyuruh kamu hamil! Tapi, apa belasan yang aku dapatkan kamu selalu menolaknya dengan berbagai alasan dan dikala aku melihat kamu bercumbu mesra dengan Alex waktu itu dengan mataku sendiri jadi saksinya aku sudah perlahan belajar melupakanmu," ungkap Sayed dengan raut wajahnya yang sangat santai tanpa ada beban apapun yang menghimpit pikirannya.
Sarah refleks menundukkan kepalanya karena semua yang dikatakan oleh Sayed mantan pacarnya itu sangat benar adanya dan tidak ada kebohongan di sana.
"A-ku…" ucap Sarah yang tidak mampu ia lanjutkan perkataannya karena air matanya sudah menetes membasahi wajahnya sebagai bukti keputus asaannya kali itu.
Sarah sebenarnya datang ke Indonesia ingin menuntut hak Angel kepada Pria yang telah menghamilinya lalu membuangnya sekitar lima tahun lalu kejadian itu.
"Maafkan aku Mas Sayed! Aku sangat menyesali semua perbuatan aku dulu, aku tidak menyangka jika Alex hanya memanfaatkan aku agar kamu hancur berkeping-keping, aku baru menyadari hal itu disaat aku tanpa sengaja mendengar perkataan dari mulutnya sendiri, dari situlah semua berawal sehingga aku memutuskan untuk meninggalkan tanah air Indonesia tercinta," ujarnya Sarah yang wajahnya sudah nampak kacau.
"Hentikan tangisanmu karena semua itu sudah tidak ada gunanya, kalau boleh aku memberikan saran, kamu datangi Alex karena aku yakin ia akan mengakui anakmu sebagai darah dagingnya karena istrinya tidak bisa hamil dan melahirkan sekalipun, itu kesempatan baik untuk kamu," usulnya Sayed yang sengaja melakukan hal itu karena ingin membalas dendam kepada Alex info terakhir yang dia dapatkan adalah kepergian Sanjana juga ada campur tangannya Alex di sana.
__ADS_1