
"Kalau masih pelukan tapi gak mau halalin… sama saja mau gratisan, dilamar dong jangan hanya memperhatikan, mengagumi saja tapi enggak ada niat untuk menikahi gadisnya!" Sarkasnya Mbak Tuti.
Apa yang dikatakan oleh Mbak Tuti membuat kedua orang itu tersenyum malu-malu dan menundukkan kepala mereka saking tersipu merona malunya hingga wajah mereka kemerahan seperti buah tomat saja.
Sanjana tersenyum simpul jika kembali harus mengingat apa yang sudah terjadi padanya dengan suaminya itu.
"Aku tidak akan bisa membencimu Mas, aku terlalu mencintaimu hingga rasa marah itu tertutupi dengan rasa sayangku," batinnya Sanjana yang masih berdiri dan fi belakangnya Sayed memeluknya sembari menyaksikan pertandingan sepakbola piala dunia antara Argentina versus Prancis.
"Sayang, apa aku boleh meminta sesuatu padamu?" Sayed sesekali menghirup aroma wangi dari tubuhnya Sanjana yang bisa membuatnya candu.
Sanjana melirik sekilas ke arah Sayed," Mas mau bicara apa? Katakan saja tidak perlu sungkan padaku, lagian Mas sepertinya sedang ngomong dengan orang lain saja bukan istrinya Mas sendiri," pungkasnya Sanjana Alexandra Agung Miller.
__ADS_1
Sayed tersenyum mendengar perkataan dari mulutnya Sanjana sendiri," nanti selesai acaranya kita pulang dari sini naik motor saja yah! Gimana menurut kamu?" Tanyanya Sayed yang berharap agar permintaan dan usulannya itu diterima oleh Sanjana istrinya.
"Seriusan Mas mau ajak aku naik motor keliling?" Sanjana sangat antusias mendengar perkataan dari mulut suaminya itu.
"Aku serius dan rencananya Mas akan mengajakmu keliling kota Doha sebelum Mas pulang ke Indonesia," imbuhnya Sayed yang tiba-tiba merasakan kesedihan karena ia harus balik ke Jakarta karena kunjungan kerja samanya sudah selesai dua hari lagi jadi otomatis dua hari ke depan dia akan pulang ke Jakarta.
"Ya Allah… kenapa hatiku berasa sesak sekali setelah mengetahui kalau Mas akan balik ke tanah air," raut wajahnya Sanjana berubah sendu tapi dia berusaha untuk menutupinya saat itu.
Keduanya sekarang tidak fokus untuk menonton acara sepakbola piala dunia. Mereka masing-masing sibuk dengan pemikirannya masing-masing. Padahal acara sedang berlangsung dengan sangat ramai dan menengagkan karena Prancis sudah tertinggal 2-0 dari Argentina.
Beberapa jam kemudian, pertandingan sudah usai dan pertandingan tersebut dimenangkan oleh Argentina lewat adu penalti. Ada dua orang penendang dari pihak Prancis yang gagal mengeksekusi tendangan ke arah gawang.
__ADS_1
Uforia kemenangan dari kubu Argentina bergema memenuhi seluruh penjuru sudut stadion Al-Bait malam itu. Semua pendukung tim nasional sepakbola Argentina tersenyum penuh kemenangan dan kegembiraan. Bahkan ada yang tersenyum bahagia dan juga menangis saking bahagianya karena hampir 36 tahun Argentina puasa gelar paling prestisius di kancah internasional dunia sepakbola.
Sayed berjalan ke arah Mbak Titin," Mbak kalian pulang duluan saja, karena saya dan Nona Muda masih punya acara," ujarnya Sayed Alfarizi Satya Muller.
Mbak Titin berjalan ke arah depannya Sayed karena tadi sudah membuka pintu mobil untuk Sanjana.
"Apa sebaiknya kami tetap mengikuti kalian berdua saja untuk tetap menjaga keamanan kalian berdua, tapi Tuan mau naik apa pulangnya?" Tanyanya Mbak Titin karena mereka ke sini bersama-sama jika mereka pulang terus mau pakai angkutan umum atau apa.
"Kamu tenang saja, insya Allah…aku masih sanggup untuk menjaga istriku, kalian tidak perlu khawatir dengan kondisi kami, lagian Doha adalah daerah aman jadi kalian tak perlu repot-repot untuk cemas, percayalah padaku," kilahnya Sayed seraya memeluk tubuhnya Sanjana dengan posesif.
Kehidupan in bukan untuk menemukan cinta, tapi untuk membangun cinta. Cinta yang indah tidak mungkin hanya ditemukan. Cinta yang indah menuntut pengorbanan yang tidak sederhana.
__ADS_1
Hanya dibutuhkan beberapa detik untuk jatuh cinta, tapi seumur hidup untuk membuktikannya.
"Menunggumu dalam kesabaran lebih indah bagiku dari pada mengungkapkannya. Menantimu dalam doa lebih bermakna dari pada menjelaskannya."