
Sofia tersenyum ramah," Apa kamu Sayed, suaminya Nana?"
Sayed menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan perkataan dari mulutnya Sofia," benar sekali saya suaminya yang bego dan tolol telah membiarkan wanita lain datang ke dalam kehidupan rumah tangga kami dan akhirnya mampu merusak kebahagiaan kami," sesalnya Sayed dengan ketusnya.
Sanjana masih pingsan padahal sudah ditangani oleh dokter terbaik yang dimiliki oleh rumah sakit swasta terbaik di Doha Qatar.
Dokter segera membuka pintu unit gawat darurat tersebut. Sayed yang mendengar pintu berderit pertanda sudah terbuka lebar. Sayed segera berdiri lalu berjalan terburu-buru ke arah rombongan dokter dan perawat itu.
"Dokter bagaimana dengan kondisi istriku?" Tanyanya Sayed Alfarizi Satya Muller yang sangat penasaran ingin mengetahui kondisi terakhir Istrinya.
Dokter tersenyum ramah ke hadapan Sayed," Alhamdulillah kondisi istri Tuan sudah melewati masa kritisnya dan sudah dipindahkan ke dalam kamar perawatan," jawabnya Pak Dokter yang bername tag Abdul Kholiq.
Sayed mengelus wajahnya dengan bersyukur karena sudah mendengar kabar dan informasi tentang kondisi kesehatan Istrinya setelah pingsan.
__ADS_1
"Tapi, tolong jangan sampai psikis dan mentalnya Istrinya Tuan dijaga dengan baik demi kesehatan dan keselamatannya bayi kembar Tuan sendiri, dan satu lagi jangan buat Nyonya marah karena itu sama saja akan berbahaya untuk kedepannya bayi kalian," jelasnya Pak Dokter.
Sayed memperhatikan dengan seksama arahan dan imbuhan dari dokter, ia cukup menyesali perbuatannya yang selama ini keliru dan tidak pernah mengetahui jika istrinya tenyata sudah hamil dua bayi sekaligus.
"Insya Allah… makasih banyak atas bantuannya Dokter," ucapnya Sayed lalu berlari ke arah tempat kamar perawatannya Sanjana melewati berbagai koridor rumah sakit yang dilewatinya.
Asisten rumah tangganya pun ikut berlari kecil di belakang Sayed serta anak buahnya. Mereka tidak ingin ketinggalan dari langkah kakinya Sayed yang cukup lebar dan panjang.
"Bismillahirrahmanirrahim, semoga saja Sanjana melupakan kemarahannya atas kesalahan yang telah lalu, aku sama sekali tidak berniat untuk melukai hatinya, semua terjadi karena kesalahpahaman saja," gumamnya Sayed.
Pintu itu terbuka membuat Sanjana mengalihkan pandangannya ke arah pintu. Sanjana sedang menikmati buah-buahan yang disuguhkan oleh Sofia kakak sepupunya itu. Padahal dalam pikirannya mungkin Sanjana sedang terbaring lemah dan masih pingsan tak sadarkan diri.
"Tidak perlu natap aku seperti itu juga kali, aku bukan perempuan lemah yang perlu kamu kasihani juga," sarkasnya Sanjana yang menyuapkan sepotong apel ke dalam mulutnya itu.
__ADS_1
Sayed segera berjalan untuk mengakhiri keterkejutannya yang menyangka jika Istrinya itu masih terbaring lemah padahal kenyataannya Sanjana sudah duduk bersila di atas ranjangnya dengan selang infus sudah terlepas karena sudah habis.
Sofia tersenyum simpul melihat reaksi dari dua pasangan suami istri yang sangat berbeda dengan orang lain termasuk hubungannya dengan suaminya Al Fatih Terim pria berketurunan Belanda Qatar itu.
"Kamu yah, suami datang jenguk kamu jauh-jauh dari Indonesia Jakarta ke Doha Qatar kamu sambut dengan wajahmu yang jutek dan tekuk seperti itu, ingat kalian itu akan punya anak dua sekaligus jadi jangan lah keras kepala dan egois!" Gerutu Sofia Miller Al Fatih.
Sofia memberikan kode kepada Sayed agar segera berjalan mendekati ke arahnya Sayed agar berjalan menghampiri Sanjana Alexandra Agung Miller. Sayed yang diberikan kode kepada Sayed dimanfaatkan sebaik mungkin.
"Kenapa datang kemari! aku masih sanggup untuk menjaga dan menafkahi kedua calon bayiku tanpa bantuan dari Mas sedikitpun!" ketusnya Sanjana seraya menolehkan wajahnya ke arah samping kiri.
Sayed hanya tersenyum menanggapi sikap ketus dan judesnya Sanjana malahan ia tersenyum dan bahagia karena kalau seperti itu pertanda Sanjana istrinya sudah membuka pintu hatinya untuk memberikan kesempatan kepadanya.
"Kamu marah tapi isi hatimu itu menyatakan jika kamu tidak mungkin bisa menggantikan posisi aku dihatimu," batinnya Sayed yang tersenyum penuh kemenangan karena dari semua masalah dan cobaan dalam rumah tangganya dia bisa mengetahui isi hati dan perasaannya Sanjana Alexandra Agung Miller.
__ADS_1