
Toshio dan Kyoko langsung berangkat ke sekolah, Toshio sengaja membuka window status nya sambil berjalan, sedangkan Kyoko merasa pusing dan tidak enak badan.
“Tahu tidak, semalam ketika kamu mabuk, kamu menghisap darah ku dan level mu naik ?”
“Masa….aku tidak tahu tuh…aduh…pusing.”
“Mau pulang saja ?”
“Tidak bisa, hari ini ada tes….aku sudah tidak apa apa…sebentar coba aku cek.”
Kemudian Kyoko langsung membuka status nya, dia melihat kalau level nya sudah naik menjadi 101.
“Wah benar…..kok bisa ya ?”
“Aku sendiri tidak mengerti…banyak yang kita belum tahu Kyoko chan. Sebagai contoh, dari tadi aku membuka window status dan kita berjalan di keramaian. Tidak ada yang melihat tuh.”
“Iya kan, aku sudah bilang semalam….”
“Tapi apa kamu ga aneh Kyoko chan, kita berdua bisa melihat status satu sama lain…apa tidak ada lagi yang sama seperti kita ?”
“Aku ga mau pusing soal itu….ada yang lebih penting. Contoh..siapa yang membunuh mama….”
“Kamu benar….hal hal seperti ini tidak perlu di pusingin….”
Toshio langsung menutup window status nya dan bersama Kyoko berjalan menuju sekolah. Libur musim panas tinggal seminggu lagi. Toshio berniat pulang ke rumah nya dan menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi selama liburan musim panas. Dia belum bilang kepada Kyoko untuk niat nya ini. Dia berpikir tidak mau melibatkan Kyoko selain itu dia juga tau kalau Kyoko mempunyai masalah sendiri karena dia sudah membaca surat nya. Mereka pun akhirnya sampai di sekolah.
Setelah berpamitan, Toshio langsung menuju ke kelas nya dan Kyoko juga langsung menuju ke kelas nya. Mereka mengikuti pelajaran seperti biasanya. Makan siang, kali ini Toshio yang turun ke lantai 3 untuk mengunjungi kelas Kyoko.
“Hmm dia kelas berapa ya…oh ini….1-3.”
Begitu sampai dia langsung masuk ke dalam kelas Kyoko. Semua siswa di dalam kelas pun ketakutan karena melihat seorang senior berambut pirang cepak, memakai anting, seragam terbuka setengah dan berbadan besar masuk ke dalam. Dia langsung menghampiri Kyoko yang sedang bicara dengan Yuuta.
“Yo..aku datang….”
“Loh Toshio san…kenapa ke sini...?”
“Senpai ? tumben….”
“Ganti suasana saja, aku bosan di kelas.”
Toshio langsung duduk di kursi di belakang Kyoko yang kosong dan mengeluarkan bento nya. Dengan santai dia menaikkan kaki nya ke paha dan berbincang bincang dengan Kyoko dan Yuuta. Kelas pun menjadi sunyi dan hanya suara mereka bertiga yang terdengar.
“Senpai…lihat deh, satu kelas tidak ada yang berani bicara.” Bisik Yuuta.
“Ah biarkan saja….”
“Semua takut sama Toshio san hehe.”
“Aku semenakutkan itu ya ?”
“Yankee sih….hehe…oh ya ngomong ngomong kok ga bareng Haruka san ?”
“Nah itu yang mau ku tanyakan juga, dia kemana Yuu kun ?”
“Dia ga masuk senpai, masih trauma kejadian semalam, sekarang aku malah khawatir kalau mereka kembali dan Haru ne di rumah.”
“Tidak mungkin….” Pikir Toshio dan Kyoko sambil saling pandang.
“Tidak apa apa Yuu kun, makanya habis ini kita langsung pulang…”
“Iya senpai…”
“Toshio san, kita libur musim panas mau kemana ?”
“Aku berencana pulang ke rumah saja sih…….”
“Ikut…..”
“Hah ikut ?”
“Memang kenapa kalau aku ikut ?”
“Ya tidak apa apa sih…..tapi aku bukan mau liburan loh…”
“Tidak apa apa….aku temani dan habis itu temani aku ke Kyushu….”
“Oh….kenapa harus ke Kyushu ?”
“Kerumah ku dong…..kita kan sudah tunangan hehe.”
Kyoko bicara dengan suara lumayan kencang dan seluruh siswa siswi di kelas menengok padanya.
“Kyoko chan, kamu senang sekali sih bikin pengumuman ?”
Toshio pun menoleh melihat ke semua murid di kelas, semuanya langsung menunduk dan mengerjakan urusan nya masing masing.
“Hehe bagus…..kalau ada Toshio san, bicara apa pun aman hehe…..”
“Grr jangan manfaatkan aku untuk hal hal seperti itu.”
“Ternyata Matsuoka san lebih nekat dari senpai ya hahaha….”
__ADS_1
Bel pun berbunyi, Toshio langsung berdiri dan berjalan keluar kelas, semua teman sekelas Kyoko tidak ada yang berani mendekat dan mengajak bicara Kyoko lagi. Kyoko yang selalu merasa risih kalau di ajak bicara pun menjadi senang. Setelah jam pelajaran di mulai,
“Matsuoka san….Matsuoka san….” Panggil siswa yang duduk di belakang Kyoko.
Kyoko pun menoleh tanpa menjawab.
“Senpai tadi yang duduk di tempat ku ini benar tunangan mu. ?” Tanya siswa itu.
“Benar….kenapa ?” Jawab Kyoko ketus.
“Ah tidak, cuma mau bertanya saja…..” Balas siswa itu.
Terlihat di wajah nya ada sedikit kecewa, sepertinya dia menaruh hati kepada Kyoko dan sekarang dia terpaksa mundur.
Sepulang sekolah, Toshio, Kyoko dan Yuuta pulang bersama menuju apartemen. Yuuta khawatir dengan Haruka yang ada di apartemen . Toshio dan Kyoko diam saja, walau mereka sudah tau yang sebenarnya. Mereka tidak bisa mengatakan nya karena kalau mereka mengatakan nya berarti membongkar rahasia mereka sendiri. Jadi terpaksa mereka mendiamkan Yuuta yang khawatir.
Mereka akhirnya sampai di apartemen. Toshio dan Kyoko langsung masuk ke dalam apartemen nya dan Yuuta juga langsung masuk setelah saling berpamitan.
Setelah mereka mengganti pakaian, Toshio dan Kyoko duduk di sofa.
“Kyoko chan….aku pulang ke rumah sebenarnya mau menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi terhadap keluarga ku dan sahabat ku.”
“Aku tau, makanya habis itu bantu aku ke Kyushu karena aku juga mau menyelidiki rumah ku dan apa yang terjadi sebenarnya, kita saling bantu saja, sebab kalau sendiri aku tidak yakin bisa.”
Toshio pun terdiam, dia berpikir, apa mungkin dia melibatkan Kyoko, sebab dia memiliki kenangan buruk yaitu kenangan soal Rena di kehidupan dunia lain. Dia tidak mau Kyoko mengalami nasib serupa walau sebenarnya perasaan nya belum sekuat perasaan dia terhadap Rena. Lagipula dia sudah terbiasa mengatasi apapun sendirian. Tapi melihat wajah Kyoko yang yakin dan mantap, dia tidak bisa bicara apa apa.
“Baiklah kalau begitu, seminggu di rumah ku dan seminggu di Kyushu….bagaimana ?”
“Setuju….habis itu ?”
“Ya pulang, mau kemana lagi ?”
“Hmm sepertinya aku harus mengajari Toshio san soal bersenang senang nih.”
“Hah…tidak perlu, aku kan bukan ojo sama seperti kamu.”
“Hehehe……ya ya…terserah saja…sini tangannya……”
“Kyoko chan….kamu hampir setiap malam menghisap darah ku, apa tidak bosan ?”
“Tidak tuh, soalnya aku kan tidak tahu, apa ada manusia lain yang tidak akan mati selain dirimu walau aku hisap semua darah nya hehe…..”
“Grr baiklah…tapi ganti tangan…perban di tangan yang ini sudah semakin besar dan panjang.”
Toshio pindah tempat duduk dan menjulurkan lengan nya. Kyoko langsung mengucap salam dan menggigit nya. Toshio melihat wajah Kyoko yang sedang menikmati menghisap darah nya.
“Huh…bisa begitu ya wajah nya haha……” Pikir nya sambil tersenyum.
“Toshio san, gimana kalau kita langsung jalan saja, daripada menunggu besok, semua sudah siap kan ?”
“Hmm ya sudah, lagipula rumah ku masih di tokyo juga….kita kembali dulu mengambil tas dan langsung pergi.”
“Sip…jadi ga berlama lama….”
Mereka pun langsung menuju apartemen mereka. Setelah sampai mereka langsung mengambil tas ransel mereka dan langsung menuju stasiun shibuya. Rumah Toshio terletak di dekat kagurazaka, jadi mereka naik kereta dan turun di stasiun lidabashi.
Setelah membeli tiket, mereka langsung naik kereta. 20 menit kemudian mereka sampai dan turun di stasiun lidabashi setelah transit satu kali. Mereka berjalan kaki menuju rumah Toshio karena rumah nya tidak jauh dari stasiun.
Beberapa saat kemudian mereka sampai di lingkungan rumah Toshio. Dia langsung melihat sekeliling dan sudah banyak perubahan di sana. Mereka terus berjalan dan akhirnya tiba di rumah Toshio atau lebih tepat nya bekas rumah Toshio.
“Apa…….kenapa begini ?”
Toshio melihat kalau rumah nya sudah tidak ada dan menjadi sebuah tanah lapang yang cukup luas, tanpa sadar dia langsung mejatuhkan tas nya dengan mulut ternganga. Melihat itu, Toshio langsung menelpon aniki nya.
“Halo…Toshio ?”
“Aniki, kenapa rumah papa sudah tidak ada ? apa yang terjadi ?”
“Maaf aku belum memberitahu mu, rumah orang tua kita sudah tidak ada, kamu di mana sekarang ?”
“Aku di depan nya sekarang…..”
“Hmm kamu ada keperluan apa kesana ?”
“Aku hanya ingin main saja bersama Kyoko….hanya mau memperlihatkan lingkungan aku tinggal dulu.”
“Oh begitu….mohon maaf…rumah nya sudah tidak ada…eh sudah dulu ya, nanti aku jelaskan, aku harus rapat sekarang….tuuut…tuuut….”
Toshio pun geram karena Akito tidak menjelaskan apa apa padanya, dia mengangkat hp nya dan ingin membanting ke tanah. Kyoko yang melihat nya langsung mencegah nya.
“Toshio san…..jangan ya….tenang dulu…..aku mengerti perasaan mu….”
“Huh apa yang kamu mengerti Kyoko chan….aku di sini dari kecil…sekarang rumah itu sudah tidak ada….apa yang sebenarnya terjadi…..”
Toshio berbicara dengan keras dan membentak Kyoko. Merasa di bentak, Kyoko tidak bisa berkata apa apa lagi, dia hanya mengelus punggung Toshio yang sedang marah. Dia menggenggam hp nya. Wajah nya terlihat geram. Seorang nenek lewat di belakang mereka, dia menengok dan melihat Kyoko yang sedang mengelus punggung Toshio. Nenek itu berhenti dan menghampiri mereka.
“Bocan ?” Nenek itu menegur Toshio.
Mendengar itu, Toshio langsung berbalik. Dia melihat seorang nenek yang agak bungkuk dan memakai tongkat berdiri di dekat Kyoko.
“Basan toko dagashi ?”
__ADS_1
“Wah kamu masih ingat ya bocan….”
Senyuman pun terlihat di wajah nenek itu. Dulu ketika Toshio masih kecil, dia suka bermain bersama cucu perempuan nenek itu dan kadang dia main video game di toko nya sampai seharian.
“Ada apa ke sini bocan ?”
“Aku hanya main saja basan, apa kabar basan ? Mio chan ada di rumah ?”
Nenek itu pun menunduk. Wajah nya terlihat sedih.
“Mio sudah tidak ada bocan…dia meninggal setahun lalu karena sakit.”
“Maaf basan, aku tidak tahu….”
“Mau main kerumah bocan ?”
Toshio langsung menoleh ke Kyoko.
“Boleh basan, oh ya kenalkan aku tunangan Toshio san, nama ku Matsuoka Kyoko.”
“Oalah…sudah bertungan rupanya bocan…syukurlah…basan sempat khawatir mendengar berita bocan waktu itu. Ayo..ke rumah basan dulu.”
Mereka pun langsung menuntun nenek itu ke rumah nya. Rumah nenek itu tidak jauh dari rumah Toshio, hanya beda beberapa rumah saja dan dulu rumah nenek itu adalah toko dagashi.
Nenek mengajak mereka masuk kedalam. Toshio dan Kyoko pun duduk di ruang tengah dan nenek mengambilkan minuman. Melihat itu, Kyoko pun berdiri dan membantu nenek membawakan minuman nya. Setelah semua duduk,
“Basan, apa yang terjadi dengan rumah ku, apa basan tau ?”
“Hmm basan tidak terlalu mengerti kejadian nya, kira kira satu tahun lalu, banyak mobil yang datang ke situ dan beberapa bulan setelah nya datang orang orang konstruksi dan merubuhkan rumah itu.”
“Satu tahun lalu….saat itu aku masih di dalam penjara….aku masuk penjara setelah lulus middle school dan baru masuk high school berarti persis setelah aku masuk penjara.”
“Kira kira tau ga basan siapa yang datang ?”
“Wah basan kurang tau ojo chan…cuma waktu itu sangat ramai….”
“Baiklah ba san, terima kasih ya.”
“Oh ya basan ingat, tak lama setelah rumah di rubuhkan, Akito san datang dan sempat menyapa basan.”
“Aniki ?”
“Toshio san…..”
“Benar, waktu itu dia lewat depan rumah kebetulan basan mau pergi ke rumah sakit.”
“Oh Mio chan meninggalnya kapan basan ?”
“Persis hari ini, makanya basan baru saja dari makam nya dan bertemu kalian.”
Toshio pun berpikir, karena di tanggal tanggal hari itu, teman sel nya baru saja masuk dan berapa bulan setelah nya, sebelum musim dingin dia di tusuk dan koma sampai penghujung musim semi.
“Aku mengerti basan, aku turut berduka cita ya basan…maaf kalau aku banyak tanya.”
“Ah bocan, kayak sama siapa saja….bocan sudah basan anggap keluarga kok, tenang saja, lagipula walau yakuza, papa bocan baik kok sama lingkungan di sini.”
“Iya basan, terima kasih.”
Wajah Toshio pun kembali seperti semula, dia sudah tidak marah lagi. Kemudian dia menoleh kepada Kyoko yang sedang mengobrol dengan basan.
“Aku tidak sengaja membentak dia tadi…..” Pikirnya.
“Baiklah basan, kami pergi dulu ya, sebab kami mau ke Kyushu, kerumah nya dia…”
Toshio memengang kepala Kyoko sambil tersenyum. Kyoko yang bengong pun menjadi tersenyum, dia bersyukur dalam hatinya, Toshio sudah kembali normal dan tidak marah lagi.
“Wah jauh sekali ke Kyushu, baiklah, sering main kesini ya bocan, ojo can….”
“Iya basan, kami pamit dulu.”
Kemudian nenek mengantar mereka ke pintu, mereka menunduk dan langsung berjalan kembali ke stasiun. Toshio tiba tiba berhenti,
“Kyoko chan…..maaf….tadi aku sempat membentak mu.”
Toshio menunduk kepada Kyoko.
“Tidak apa apa, aku bisa mengerti, kalau aku di posisi Toshio san mungkin bisa lebih parah hehe.”
“Terima kasih Kyoko chan….”
Mereka pun terus berjalan menuju stasiun, Toshio memutuskan untuk langsung ke Kyushu. Diam diam dia curiga kepada aniki nya, setelah mendengar cerita nenek tadi. Untuk pergi ke Kyushu mereka harus naik shinkansen. Karena sudah sore, mereka memutuskan untuk pergi besok. Mereka memutuskan untuk menginap di hotel dekat stasiun shibuya. Mereka langsung masuk stasiun dan kembali ke shibuya.
Malam itu di hotel, Toshio duduk sedang berada di teras kamar mereka sambil merokok. Kyoko pun keluar dan menghampiri nya. Kyoko kemudian duduk di sebelah Toshio.
“Toshio san….aku takut pulang ke Kyushu sebenarnya…takut menemui kenyataan kalau rumah ku juga sudah hilang seperti yang kita alami hari ini.”
“Aku rasa tidak mungkin, kamu datang ke tokyo kan baru sekitar dua bulan lebih, akan kita pastikan besok.”
Kyoko pun terdiam, dia hanya mengambil lengan Toshio dan langsung menggigit nya. Toshio menjadi heran, karena biasanya Kyoko sangat antusias kalau mau meminum darah nya, tapi kali ini dia terlihat lemas dan lesu. Kemudian Toshio melihat ke bintang bintang di langit.
“Aniki……”
__ADS_1
Dia mulai curiga terhadap aniki nya.