
Toshio dan Kyoko terus mengikuti dari jauh orang orang yang membawa Suzu kembali. Hari sudah sore, mereka pun akhirnya tiba di pinggiran kota. Di sana ada sebuah torii dengan anak tangga naik ke atas. Di sekitar torii itu banyak mobil sedan yang di parkir. Setiap mobil ada penjaganya. Suzu sudah di bawa naik melalui torii itu ke atas.
“Banyak penjaganya Toshi san…..”
“Iya, gimana cara kita masuk ?”
“Hmm matahari terbenam 2 jam lagi….sayang sekali…”
“Memang kamu mau apa Kyoko chan…jangan asal bantai saja, kita belum tau ada apa di atas.”
“Iya iya aku mengerti.”
Ketika mereka mengamati dari semak semak, tiba tiba ada seorang berpakaian pendeta, menyuruh semua orang naik ke atas. Para penjaga yang ada di sekitar mobil mobil di depan mereka pun naik, dari jauh mereka melihat penjaga penjaga itu membawa senapan mesin. Toshio dan Kyoko mengendap ngendap maju ke mobil mobil itu dan memperhatikan sekitar. Kemudian Toshio melihat ke dalam salah satu mobil itu.
“Loh ini kan…..mobil anak buah aniki ?”
“Hah…masa sih ? ini mobil anak buah Akito san ?”
“Iya, tidak salah lagi….”
“Hmm ayo naik Toshi san….”
Kemudian mereka juga ikut naik ke atas. Sesampai nya di atas mereka melihat sebuah kuil besar dan di depan kuil itu banyak orang yang menjaga nya. Toshio dan Kyoko pun memutar melewati semak semak untuk menuju ke belakang kuil. Mereka akhirnya sampai di depan sebuah rumah besar yang sepertinya di pakai untuk sebuah ritual. Para tamu sudah di dalam.
Toshio dan Kyoko meneruskan ke sisi belakang rumah besar tersebut dan ternyata di belakang nya ada sebuah rumah tinggal kecil. Ketika mereka sedang mengamati, tiba tiba Suzu keluar dari rumah kecil di belakang rumah ritual itu dengan mengenakan pakaian yang sangat tipis dan tembus pandang.
“Hei…jangan lihat…”
Kyoko langsung menutup mata Toshio.
“Apa sih…aku sudah terbiasa lihat yang seperti itu gara gara kamu….”
Toshio menyingkirkan tangan Kyoko yang menutupi wajah nya.
“Hah…maksudnya apa coba…..”
“Ya begitulah….hei lihat itu….”
Kyoko langsung menoleh dan dia melihat Suzu sedang jongkok di pinggir sebuah kolam dan membasuh dirinya. Sesudah itu Suzu berdiri dan langsung berjalan masuk ke dalam rumah ritual itu dari belakang. Toshio dan Kyoko yang melihat nya langsung mengikuti nya dari belakang. Ketika Suzu sudah masuk, mereka mengintip ke dalam. Karena sepi tidak ada orang, mereka berdua langsung masuk dan memutar sehingga mereka berada di belakang para tamu.
Pendeta langsung memulai ritual nya, dia bekomat kamit mengucapkan kata kata yang tidak jelas, sedangkan para tamu berlutut tegak di depan nya. Tak lama kemudian, Suzu pun masuk kedalam dan langsung tiduran di sebuah meja di depan pendeta itu.
“Hmm…ritual apa ini ?”
“Aku tidak tau…tapi Suzu chan ngapain di sana ?”
“Tidak tahu…tapi yang jelas ini bukan ritual biasa….ngomong ngomong kamu dekat ga dengan Suzu chan ?”
“Tidak terlalu sih…dia kalau di kelas diam dan sepertinya dia hanya bisa berbicara lepas sama aku karena aku duduk di sebelah nya.”
“Hmm ada gosip gosip seputar dia ga di sekolah ?”
“Wah banyak kalau itu, dari pekerja *** sampai dukun….”
“Halah….ribet…”
“Sssttt…diam Toshi san…nanti kita malah ketahuan.”
Mereka terus mengamati ritual di depan mereka. Tiba tiba Suzu duduk dan memutar badan nya ke arah para tamu. Setelah itu, Toshio dan Kyoko langsung kaget dan tercengang, karena mereka melihat Suzu berubah menjadi sosok yang berbeda. Seluruh badannya mengeluarkan sisik seperti ikan yang terlihat keras, di antara jari kedua tangan nya muncul selaput, di kaki dan tangannya muncul sirip di bagian betis dan lengan. Telinga nya menjadi seperti sirip, dan di lehernya muncul insang.
Di depan Suzu terlihat ada window status yang terbuka, Toshio dan Kyoko bisa melihat nya.
“Haaaaaaah……..” Teriak kedua nya sambil saling menutup mulut mereka.
Toshi dan Kyoko langsung membaca status Suzu.
Race Mermaid
Class Sea Queen
Lv 90
Str 5000
Mag 30000
Skill Leviathan, Absolute Zero, Wave Splash, Ice spear, Ice wall
Passive Super intellegience, Fast caster, Spear mastery, Rapid regen
Add Bleesing of Demon God, Breathing under water, Fast swimer
Weak None
“Serius nih………ada juga yang seperti kita rupanya Kyoko chan.”
“Iya nih…..aku juga baru tau….”
Mereka terus melihat ritual itu. Pendeta mulai mengambil pisau dan mengiris lengan Suzu. Dari wajah nya terlihat dia sangat kesakitan karena daging lengannya di ambil oleh pendeta itu. Kemudian pendeta itu menaruh potongan daging lengan nya di sebuah piring. Tamu yang paling depan langsung maju ke depan dan menyantap daging itu.
“Astaga….ritual apa sih ini…..”
“Toshi san…lihat…tamu itu….”
Badan Kyoko mendadak menggigil melihat tamu yang maju itu.
“Eh…ossan…”
“Pria botak itu….”
Toshio dan Kyoko langsung saling menoleh
“Ossan ?”
“Pria botak ?”
Mereka pun menjadi bingung, karena yang maju kedepan adalah pria botak yang waktu itu datang ke rumah Kyoko dan dia membunuh nya dengan minum darah nya sampai habis.
“Masih hidup rupanya pria itu….”
__ADS_1
“Boleh ceritakan kenapa kamu kenal ossan yang dulu anak buah papa ku dan sekarang anak buah aniki ?”
“Hah….si botak itu ?”
Toshio mengangguk. Kyoko langsung bingung dan akhirnya dia menceritakan apa yang di lakukan orang itu padanya.
“Hmm…..dari dulu dia memang selalu membuat masalah, waktu masih bekerja dengan papa ku juga begitu, dan sekarang pun masih rupanya.”
“Boleh aku maju ?”
“Sabar dulu…..lihat situasi dulu….”
“Uhhhh…..”
Kyoko pun terlihat sangat geram, selain melihat Suzu teman nya di perlakukan seperti itu, juga karena melihat pria botak itu ada di depan matanya.
“Polisi pernah mencari dia ke apartemen waktu itu…aku baru ingat.”
“Oh kapan ?”
“Ingat tidak yang waktu kita baru pindah, kamu sembunyi di kamar ? Polisi yang datang menanyakan pria itu.”
“Hmm begitu ya…….apa yang ossan kerjakan di apartemen kita ? pasti ada yang melapor kan. Kalau benar begitu, dia mengawasi kita ?”
“Mana aku tau….”
Tiba tiba Suzu berteriak, karena para pendeta mengambil darah dan daging nya lalu membagikan nya ke para tamu yang lain. Melihat itu, Toshio dan Kyoko pun menjadi geram. Mereka menoleh ke luar dan melihat matahari sudah terbenam. Mereka langsung membuka baju mereka dan berubah. Mereka langsung keluar dari persembunyian nya.
“Hei….” Ucap keduanya dengan suara mengerikan.
Semua orang yang ada di dalam ruangan itu pun menoleh dan melihat ada iblis dengan tanduk panjang, kulit merah mengkilap, berbadan besar dan sayap yang terbakar berdiri di belakang mereka. Kemudian mereka juga melihat di sebelah nya ada seorang vampire yang mengenakan baju serba hitam dengan cakar yang panjang dan tajam menuju ke arah mereka.
“Makhluk apa itu…..tembak tembak…..”
Para penjaga dan tamu yang memiliki pistol dan senapan mesin pun mulai menembak keduanya. Toshio dan Kyoko terus maju tanpa memperdulikan hujan peluru ke arah mereka. Kedua nya tersenyum seakan akan bersenang senang. Kemudian keduanya saling melihat satu sama lain dan mengangguk. Kyoko langsung ke bagian sebelah kiri dan menghabisi semua orang yang berada di sebelah kiri. Setelah selesai dia melihat cakarnya dan mengangkatnya. Dia meminum darah yang menetes dari cakarnya .
“Hehehe……”
Sedangkan Toshio langsung menghabisi semua tamu dan pendeta di sebelah kanan tanpa ada yang tersisa satu pun. Potongan tubuh pun berhamburan. Setelah selesai dia menoleh, kedua tangannya masih memegang 2 buah kepala.
“Hehehe…..”
Keduanya langsung berjalan ke tengah dan mendekat ke meja tempar Suzu berada. Di depan, pria botak dan dua pengawal nya juga pendeta yang memotong lengan Suzu mundur ketakutan. Kyoko langsung maju dan berada di depan mereka.
“Hei botak….masih ingat aku ?” dengan suara mengerikan.
“Ka..mu……aaaahhhh tembak tembak…..”
Dua pengawal nya sudah tidak bergerak karena cakar Kyoko sudah menembus jantung nya. Kyoko pun menoleh dan melihat Toshio yang berada di depan altar.
“Boleh si botak ini ku bunuh ?”
“Terserah…..tapi tunggu dulu sebentar.”
Kemudian Toshio langsung berada di depan pria botak itu dan di sebelah Kyoko.
“Hei ossan…tanya…waktu pemimpin Gonzo meninggal, kamu ada di sebelah nya kan, karena seingat ku kamu yang mengawal nya. Bisa ceritakan ?”
“Hoo berarti kamu tau ya pelaku nya…..”
“Ti..dak…aku ..hanya di perintahkan membawa mereka……ke tempat khusus untuk menghabisi mereka.”
“Hmm sama saja kan…berarti kamu terlibat……”
Cakar Toshio langsung menghujam perut pria botak itu. Pria itu langsung muntah darah.
“Hei Oni, jangan curang, dia jatah ku…..”
“Ok ok…kepalanya boleh buat kamu……”
“Asik……”
Tanpa basa basi, Kyoko langsung mencabut kepalanya dan dari leher nya yang terputus dia meminum darah nya.
“Uh ga enak….”
Dia langsung melemparkan kepala pria botak itu ke samping. Kemudian mereka berdua langsung berbalik berjalan menuju pendeta yang sedang terduduk dan ketakutan.
Suzu langsung turun dari meja dan merentangkan tangannya melindungi pendeta itu.
“Awas Suzu chan…….” Ujar Kyoko dengan suara mengerikan.
“Eh….kok bisa tau nama ku ? Siapa kamu sebenarnya….”
“Nanti di ceritakan, sekarang minggir….” Balas Toshio dengan suara mengerikan.
Mereka pun maju melewati Suzu. Karena di lewati, Suzu langsung berbalik dan memegang pundak mereka.
“Jangan…dia ayah ku…..”
Keduanya langsung menoleh.
“Ayah ?” Kata keduanya dengan suara mengerikan.
Suzu pun mengangguk. Toshio dan Kyoko saling pandang dan akhir nya mereka membiarkan pendeta itu. Tapi pendeta itu langsung menarik tangan Suzu.
“Kamu milikku….kamu sumber pencaharian ku….jangan macam macam.”
“Baik papa….”
“Suruh teman teman mu mundur, semua jadi kacau……”
Pendeta itu marah marah kepada Suzu. Toshio dan Kyoko yang sudah melepaskan nya menjadi berbalik kembali dan berjalan ke arah nya lagi.
“Milik ?” Kata Toshio dengan suara mengerikan.
“Sumber pencaharian ?” Kata Kyoko dengan suara mengerikan.
“Suzu chan minggir.” Teriak keduanya.
__ADS_1
“Tapi….”
“Minggir….” Teriak keduanya lagi.
Suzu yang takut akhirnya mundur dan keduanya langsung berada di depan pendeta. Toshio langsung menjenggut baju nya dan mengangkat nya.
“Katakan padaku…barusan itu ritual apa ?”
“Un..untuk hidup abadi….legenda putri duyung….makan daging nya maka akan hidup abadi.”
“Hah…….abadi ?”
Kemudian Kyoko berbalik dan mengambil kepala pria botak itu, dia langsung menyodorkan kepalanya kepada pendeta itu.
“Lihat, apa dia abadi ?”
Pendeta itu pun terdiam ketakutan karena Kyoko menyodorkan kepala pria botak itu di hadapan nya. Karena sangat ketakutan, pendeta itu pun pingsan. Kemudian Toshio membawa pendeta itu keluar dan membawanya ke kantor polisi. Sementara Kyoko menenangkan Suzu yang masih berwujud mermaid itu.
Setelah Toshio kembali,
“Siapa kalian sebenarnya…..?”
Toshio dan Kyoko pun saling menoleh kembali.
“Kamu berubah dulu jadi manusia….baru kami katakan…”
“Iya benar Suzu chan…..ikuti perkataan oni.”
Kemudian Suzu pun berubah kembali menjadi manusia. Kyoko langsung reflek menutup mata Toshio.
“Lagi lagi…..”
“Jangan lihat…..”
“Aku sudah berubah, bisa katakan siapa kalian ?” Ujar Suzu
“Baiklah…..”
“Jangan kaget ya Suzu chan….”
Toshio dan Kyoko pun langsung berubah menjadi wujud asli nya.
“Kyoko chan ? Yamishiki san ?” Tanya Suzu kaget
“Hehe ini kami……”
“Iya benar…..”
“Kyaaaah…..”
Suzu langsung menutup wajah nya dengan kedua tangannya dan berbalik.
“Kenapa Suzu chan ? Kenapa dia Toshi san ….?”
“Aku tidak tahu….”
“Yamishiki san…..besar….”
“Eh….wah jangan lihat Suzu chan.”
Kyoko langsung berdiri di depan Toshio dan merentangkan tangan untuk menghalangi pandangan Suzu yang walau berbalik dia tetap melihat dengan diam diam.
“Haaaaah aku tau bakal begini jadinya….”
Toshio memegang kening nya dan geleng geleng kepala.
Setelah itu mereka semua keluar dari rumah besar itu dan berjalan menuju rumah kecil di belakang nya.
“Oh sebentar…..”
Toshio langsung berubah lagi dan berbalik. Kemudian dia bersender menempel kan sayap api nya di dinding rumah ritual besar itu dan membakarnya. Rumah itu langsung di lalap api berserta isi nya.
Kemudian dia berubah lagi dan langsung berlari menyusul Kyoko dan Suzu. Setelah semua berpakaian, mereka langsung duduk di ruang tengah. Suzu menceritakan semua yang terjadi pada dirinya kepada Kyoko dan Toshio. Ternyata Suzu adalah anak yatim piatu yang di adopsi oleh pendeta tadi, waktu kecil dia pernah di sekap di dalam sumur selama berhari hari oleh pendeta itu karena berbuat kesalahan, dia kelaparan dan kedinginan selama berada di sumur, karena sudah lama di dalam sumur, dia tidak kuat lagi dan akhirnya meninggal. Kemudian dia bangun di rumah sakit dan tiba tiba bisa berubah wujud menjadi wujud yang di lihat Kyoko dan Toshio. Setelah itu ayah nya mulai mempraktikkan ritual yang di anggap bisa memberikan hidup abadi dengan menggunakan dirinya karena di hasut sepasang muda mudi yang datang ke kuil. Ayah nya menuruti dan menjual daging nya kepada tamu tamu yang mau hidup abadi.
Kyoko langsung memeluk Suzu yang bercerita sambil menangis. Sedangkan Toshio langsung berdiri keluar rumah dan merokok di luar. Dia masih memikirkan kata kata pria botak itu dan mulai berpikir, kematian orang tuanya ada hubungan nya dengan aniki nya, walau dia sebenarnya menyangkal nya dan hal ini menjadi pertentangan di hatinya. Tak lama kemudian sirene polisi terdengar, seperti nya mereka datang karena melihat rumah yang terbakar di belakang kuil. Toshio langsung masuk ke dalam.
“Suzu chan, sekarang kamu halau polisi yang kesini, ceritakan saja semua yang terjadi tapi jangan tampakkan wujud mu, ceritakan kejahatan pendeta itu. Aku dan Kyoko ke hutan di belakang rumah ini sebentar, nanti kalau mereka pergi aku dan Kyoko ke sini lagi.”
“Tolong ya Suzu chan, sekarang kamu sudah bebas hehe…….”
“Baik Yamishiki san, Kyoko chan…..kalian keluar lewat belakang saja.”
Kemudian Suzu mengantar mereka ke pintu belakang dan mereka langsung keluar menuju hutan. Dugaan Toshio benar, polisi mulai berdatangan ke rumah besar itu yang sudah habis terbakar, pemadam kebakaran pun datang dan langsung berusaha memadamkan api.
Toshio dan Kyoko mengintip dari hutan di belakang rumah kecil itu. Ketika sedang mengintip tiba tiba window status mereka terbuka.
“Hei Toshi san….aku level 120 sekarang……”
“Sama……”
“Kok bisa naik ya…..”
“Mungkin karena kemarin kita melawan Sho……”
“Iya…sudah jangan di ingat lagi….”
“Iya thanks Kyoko…..dan sejak kapan kamu panggil aku Toshi ?”
“Oh hehe sejak ketemu teman mu kemarin, dia panggil kamu Toshi kan ?”
“Iya benar….”
“Umm boleh kan aku panggil Toshi juga ?”
“Ya….aku santai saja.”
“Dan sejak kapan kamu panggil Kyoko tanpa chan ?”
“Semalam.”
__ADS_1
Mereka pun terus menunggu di hutan sampai polisi selesai memeriksa sekitarnya.