Midnight Couple : War Between Two Worlds

Midnight Couple : War Between Two Worlds
Preparation for survival


__ADS_3

Hari sudah sore, semua orang yang selamat akhirnya berhasil di evakuasi dari rumah Toshio dan di bawa ke fasilitas. Toshio, Kyoko, Sho dan Suzu yang sudah sadar, pergi keruang pertemuan. Disana sudah ada Haga, Kureha, Irene, Touma dan Yukine. Toshio dan lainnya langsung duduk. Jam digital berada di depan mereka semua. Kureha kemudian menunjukkan simulasi nya kembali.


“Ini simulasi kalau sampai kita menabrak bulan……..” Kureha menjalankan simulasinya.


Semuanya yang melihat langsung terkejut dan tidak bisa bicara apa apa. Di simulasi terlihat begitu bulan menabrak, bulan akan hancur dan bumi yang di tabrak akan pecah. Seluruh planet akan di selimuti oleh api sehingga bumi akan menjadi berwarna merah terbakar.


“Kurang ajar, kalau saja aku bangun lebih cepat…..” Touma memukul meja.


“Apa maksud mu Touma san ?” Tanya Kyoko.


“Aku sudah tahu rencana AI itu, karena itulah aku di lumpuhkan dan menjadi seperti ini…..dalam wujud manusia pun mesin nya masih ada.” Ujar Touma geram.


Yukine mengelus ngelus punggung Touma yang geram. Toshio dan lainnya mengerti dan tidak mau bertanya lagi.


“Kureha san, kalau terjadi di sini berarti di dunia demon juga akan terjadi ?” Tanya Sho.


“Iya bos, dan bukan hanya itu, dunia demon akan musnah karena pemisah dua dunia akan hilang.”


“Kureha san benar, karena kalau di perkirakan bulan akan jatuh di tengah tengah planet, yang berlokasi di garis khatulistiwa benua afrika. Silahkan di lihat koordinat nya…” Haga memutar laptop nya.


Mereka semua langsung melihat nya. Toshio dan Kyoko yang melihat nya langsung bergumam bersamaan.


“Eden…….” Toshio dan Kyoko langsung menunduk dan saling berpegangan tangan.


Mendengar ucapan papa dan mama nya, Irene langsung mengalihkan pembicaraan. Irene sudah mengetahui apa arti dari kata papa mama nya dan apa yang terjadi di sana dahulu kala. Dia mencegah topik itu di bahas.


“Apa yang harus kita lakukan supaya tabrakan dengan bulan tidak terjadi ?” Tanya Irene.


“Saat ini kami tidak tahu….maaf.” Jawab Haga.


“Tapi apakah fasilitas ini aman ?” Tanya Suzu.


“Untuk fasilitas ini aku rasa aman, fasilitas ini seperti bunker yang bisa menahan ledakan nuklir dan radiasinya.” Jawab Kureha.


“Kita harus mencari orang orang yang selamat, Kureha san, apa kamu bisa menghubungi markas pusat ?” Tanya Sho.


“Semua jalur komunikasi terputus bos akibat pegeseran bumi dan ledakan di luar angkasa tadi.” Jawab Kureha.


“Hmm repot juga…gimana pendapat mu Toshi….hei Toshi….” Sho langsung memegang pundak Toshio yang masih tertegun.


Toshio pun tesentak kaget, dia melepaskan pengangan tangan Kyoko dan langsung menoleh ke depan.


“Eh..ah…aku ikut saja….”


Sho langsung berdiri dan mendekatkan wajah nya ke telinga Toshio.


“Hei Toshi, aku, Suzu chan, Irene chan sudah tau cerita mengenai kamu dan Kyoko chan, bahkan kita tau Eden itu apa….jadi tolong, kendalikan dirimu, kembali ke pertemuan, hal ini lebih penting dari masa lalu kalian berdua….sadarlah.” Bisik Sho di telinga Toshio.


Toshio pun menoleh kepada Sho dan langsung menggenggam kembali tangan Kyoko. Dia mengangguk kepada Kyoko yang masih bingung. Dia langsung memeluk Kyoko dan berbisik di telinganya. Dia mengatakan hal yang sama dengan apa yang di katakan Sho kepadanya. Wajah Kyoko langsung berubah dan menoleh kepada Suzu. Kyoko melihat Suzu mengangguk dan tersenyum.

__ADS_1


“Maaf Sho, semuanya, aku dan Kyoko tertegun. Saat ini dalam jangka waktu 2 hari kita tidak bisa berbuat apa apa, jadi selama 2 hari ini kita ambil semua stok makanan di kota, semua stok obat obatan dan bawa semua kesini. Kita tidak tahu kita harus berada di sini berapa lama setelah tabrakan.” Ujar Toshio yang sudah sadar.


Sho langsung menepuk punggung Toshio dan tersenyum lebar. Kemudian Sho menoleh kepada Haga dan Kureha.


“Bisa di perkirakan tidak kita harus di bawah sini sampai kapan ?” Tanya Sho.


“Hmm bisa 5 tahun atau 10 tahun untuk terbakar nya, tapi radiasi akan jauh lebih lama dari itu.” Jawab Haga.


“Lama juga ya……” Gumam Suzu.


Tiba tiba Touma berdiri,  “Anoo….papa ku pernah membuat gudang persediaan makanan di rumah kita yang terisi penuh, dengan orang sebanyak ini, aku rasa bisa bertahan sampai 5 tahun. Tapi kita tidak bisa memindahkan nya, dari fasilitas ini ada jalan di bawah tanah yang pernah di pakai sewaktu perang dunia dulu. Kalau lewat sana mungkin bisa kita ambil.”


“Hmm baiklah, kita coba lihat….bisa tunjukkan jalan nya Touma kun ?” Tanya Toshio.


“Bisa, silahkan ikuti aku….”


Kemudian mereka semua keluar dari ruang pertemuan dan mengikuti Touma berjalan menuju bagian utara fasilitas yang di gunakan sebagai tempat pembuangan tabung bekas dan peralatan yang rusak. Setelah sampai, Touma menyingkirkan semua barang barang yang berada di kanan pintu masuk supaya bisa melihat dinding nya. Toshio, Kyoko dan yang lainnya membantu Touma menyingkirkan barang barang yang cukup banyak itu. Ketika sudah tampak dinding nya, Touma mencari dengan memukul mukul dinding. Akhirnya menemukan dinding berbunyi lain dari dinding yang lain.


Touma langsung berubah dan memukul dinding hingga hancur. Begitu semua dinding sudah runtuh, ternyata di balik dinding terlihat ada lorong yang tebuat dari beton yang sangat kuat dan panjang. Di dalam lorong itu sangat gelap sehingga tidak bisa terlihat ujung nya. Toshio langsung berubah dan mengeluarkan sayap api nya untuk penerangan. Mereka semua masuk ke dalam lorong yang dulu merupakan markas sewaktu perang dunia ke dua. Kureha yang membawa alat ukur, mengukur panjang lorong sambil menelusuri nya.


Setelah hampir seharian berjalan, mereka akhirnya sampai di sebuah ruangan besar yang sangat gelap. Touma langsung menyalakan listrik nya. Di depan mereka terhampar sebuah ruangan yang sangat luas, di sebelah kanan ada sebuah gudang yang berisi makanan yang di bekukan, di sebelah nya ada gudang untuk makanan kaleng dan minuman. Di sebrang kedua gudang itu ada sebuah rumah sakit kecil atau klinik dengan peralatan yang lengkap dan supply obat obatan yang sangat banyak. Sepertinya Genai sempat membuat persiapan jauh sebelum semua terjadi.


Di tengah tengah ruangan itu ada sebuah jeep dan sebuah mobil box yang terparkir di sana. Toshio dan Sho langsung sibuk mengontak anak buah mereka untuk membuat jalur lampu di lorong dan memperkuat dinding lorong. Untuk mengangkut semuanya sangat tidak mungkin kalau hanya dalam waktu 2 hari. Menurut perhitungan Kureha, lorong bekas markas bawah tanah tersebut mampu menahan panas, guncangan dan radiasi. Panjang lorong ketika di ukur oleh Kureha hampir mencapai 5 km. Touma naik ke atas rumah nya dan mengambil banyak peralatan untuk di bawa ke fasilitas. Setelah itu mereka semua naik untuk mencari orang orang yang selamat.


Siang hari, hitungan jam digital menunjukkan, “036:55:10:00” yang menandakan waktu tinggal satu setengah hari lagi. Toshio, Kyoko, Sho, Suzu dan Touma berkumpul di ruang pertemuan. Mereka membahas soal keamanan fasilitas selama berada di dalam tanah.


“Kureha san sedang membangun sebuah pintu satu lagi untuk melapisi pintu yang sudah ada, dengan peralatan yang Touma ambil tadi, dia bisa mengembangkan nya menjadi kokoh dan solid.” Sho menjelaskan


“Kalau begitu masalah ini kita percayakan ke Kureha san dan tim. Mungkin Touma san bisa membantu mereka.”


“Iya Toshio san, aku akan membantu mereka…..” Balas Touma.


“Tinggal satu setengah hari lagi ya……” Gumam Kyoko.


“Iya Kyoko chan, tinggal satu setengah hari lagi….” Tambah Suzu.


Toshio dan Sho langsung merangkul Kyoko dan Suzu. Wajah mereka semua tegang, sebab waktu terus berjalan mundur. Setelah selesai rapat, dengan waktu yang tersisa, Toshio dan Kyoko berkeliling kota sekali lagi untuk memastikan tidak ada yang tertinggal. Kemudian mereka berhenti di sebuah bukit yang cukup tinggi untuk melihat keadaan kota. Toshio merangkul Kyoko.


“Toshi san, ternyata mereka berdua mengincar Eden dari semula. Dan saat ini kita tidak bisa mencegah nya.”


“Tidak apa apa Kyoko, dengan begini semua berakhir untuk masa lalu kita berdua. Masa depan kita masih panjang. Kata kata Sho tadi benar, semua yang terjadi sekarang jelas jauh lebih penting dari masa lalu kita berdua.”


Kyoko terdiam, dia hanya merangkul lengan Toshio. Semua ingatan dari awal sampai sekarang berputar di kepala mereka. Perjalanan demi perjalanan sudah mereka lalui berdua. Hanya saja di saat terakhir ini mereka merasa kalah karena Haruka dan Yuuta berhasil menjalankan rencananya. Aurora yang idah menghiasi langit. Di saat ini, mereka berdua melepaskan semua masa lalu mereka dan ingatan mereka. Mereka berdua menguatkan hati untuk menerima apa yang akan terjadi setelah jam digital mencapai angka 0.


“Semua sudah berakhir, Toshi san…..perjalanan panjang kita berdua, dari masih Lucifer dan Lilith….Toshiaki dan Sierra……Tharz dan Rena……terakhir Toshio dan Kyoko.”


“Ya, dan sekarang di mulailah era Toshio dan Kyoko….selama lama nya….”


Toshio langsung memeluk Kyoko dengan erat. Di wajah mereka terlihat ke legaan yang luar biasa, mereka sudah melepaskan semua dan merelakan semuanya. Saat ini mereka membiarkan Haruka dan Yuuta menang. Bagi mereka, Eden adalah awal di mulai segalanya. Selama ini mereka berdua mempertahankan nya. Toshio melihat wajah Kyoko dan memegang kedua pipinya dengan kedua tangannya. Kyoko juga membalas memegang tangan Toshio sambil melihat wajah Toshio.

__ADS_1


“Kyoko….mungkin ini sudah ke sekian kalinya aku bertanya….kamu menyesal ?”


“Dan untuk ke sekian kalinya aku jawab, aku sama sekali tidak menyesal, selama aku ada di sisi kamu, apa pun aku jalani, termasuk saat ini.”


“Terima kasih ya….dari masih menjadi Lilith sampai Kyoko, kamu tidak berubah.”


“Hehe sama, dari sejak Lucifer sampai Toshio, kamu juga tidak berubah, bahkan pertanyaan nya juga sama.”


Mereka langsung berciuman dan berpelukan dengan aurora di atas mereka juga pecahan batu batu angkasa yang masuk ke dalam atmosfer menjadi bintang jatuh. Setelah itu mereka saling memandang. Kemudian Toshio melepaskan pelukan nya dan berbalik menghadap kota.


“Yoshaaaaa……sekarang di mulailah era Toshio dan Kyoko…..untuk selama lamanya…..” Di wajah nya terlihat senyuman yang sangat lebar.


“Yeeeeey……..” Teriak Kyoko sambil mengangkat tangan nya dengan ceria dan tersenyum lebar.


Tiba tiba dari belakang mereka terdengar suara langkah kaki yang menghampiri mereka.


“Ehem……berarti kita berdua ga di ajak Suzu chan…sedih ya….” Sho menyindir Toshio.


“Hihihi iya Sho san, kita berdua jadi figuran hehehe……..” Suzu tertawa kecil.


Toshio dan Kyoko langsung berbalik, wajah mereka berdua menjadi merah dan mereka langsung melepaskan pegangan tangannya.


“Sho….sejak kapan kamu di belakang ?”


“Hmmmm…..sejak ‘Kyoko kamu menyesal ?’ ‘Ah tidak’ lalu ada scene dewasa dan akhirnya berteriak…..harusnya ku rekam ya hahahaha…..” Ledek Sho.


“Grrr awas kamu Sho……sini…….” Toshio langsung lari ke arah Sho.


“Whoaaaaah Toshi ngamuk….kaburr……….” Sho langsung lari dan di kejar Toshio.


Kyoko dan Suzu berpelukan, sambil melihat Sho yang berputar putar karena di kejar Toshio sambil tertawa lebar.


“Kyoko chan, kali ini, kalian tidak hanya berdua…..kita jadikan tempat ini Eden yang baru.”


“Iya Suzu chan, kamu menyadari nya ya ?”


“Dari sejak pertemuan tadi sampai kamu terbang berdua dengan Toshi san, aku sudah menyadari nya.”


“Iya, terus terang saja, tempat yang di incar mereka untuk di hancurkan itu adalah tempat awal semua ini di mulai.”


“Justru itu, sekarang tempat semua nya di mulai adalah tempat ini, benar kan Kyoko chan hehe…..”


“Hehe benar Suzu chan…….sangat benar dan sekarang kita tidak berdua….” Kyoko tersenyum lebar sambil menangis.


Suzu langsung memeluk Kyoko. Kemudian mereka menoleh melihat Sho yang sedang di tangkap oleh Toshio dan tertawa tawa dengan lepas. Beban yang selama ini Toshio dan Kyoko pikul berdua sudah terlepas. Setelah itu mereka terbang kembali ke fasilitas.


Sementara itu, di sebuah kota dalam laut, di dunia demon. Di sebuah bangunan yang tinggi, ada 2 buah tabung yang berisikan gabungan separuh manusia, separuh demon dan sisanya robot dengan tinggi sekitar 5 meter. Di sebelah kiri perempuan dan di sebelah kanan laki laki. Kedua mata mereka yang terpejam, tiba tiba terbuka, memperlihatkan matanya yang berbentuk matrix. Wajah mereka tersenyum lebar.


“Hehehehehehe…….” Terdengar suara tawa mengerikan yang menggema di seluruh penjuru kota di dunia demon.

__ADS_1


__ADS_2