
Sebulan setelah terlihat ledakan di langit, dua monster besar yaitu Tiamat dan Zmey datang meletakkan jasad Ryuji dan Mio di bekas kota Sapporo. Setelah mereka meletakkan jasad keduanya, mereka langsung terbang pergi. Para penyintas yang melihat nya langsung memanggil Haga dan Irene. Tak lama kemudian Haga dan Irene menuju kedua jasad itu dengan menggunakan mobil yang ada di bunker. Setelah sampai mereka langsung melihat dan memeriksa kedua jasad yang terbujur kaku itu.
Haga langsung lemas melihat anak nya Ryuji dan keponakan nya Mio terbujur kaku, Irene berusaha menghibur Haga. Karena Haga sudah mengetahui tekad mereka sebelum maju berperang, dia langsung berdiri dan menghapus air matanya.
“Aku tidak apa apa Irene san, kita akan makam kan mereka. Dari semua yang pergi hanya mereka yang kembali……”
“Aku sudah menduga ini akan terjadi…..tapi walau aku sedih, aku tidak akan menangisi mereka. Papa dan mama sudah melakukan tugasnya, sekarang giliran kita melakukan tugas kita.”
“Benar Irene san, jangan biarkan perjuangan dan pengorbanan mereka sia sia….”
Haga kemudian langsung menghubungi bunker untuk menyiapkan pemakaman bagi dua pahlawan mereka yang kembali. Para penyintas berdatangan dengan menggunakan kendaraan dan membawa kembali jasad Ryuji dan Mio ke bunker. Setelah itu semua orang di bunker keluar dan memakam kan Ryuji dan Mio di sebelah makam Kureha dan lainnya yang sudah meninggal.
Beberapa hari setelah pemakaman, Irene mulai menjalankan tugas yang di serahkan Toshio dan Kyoko kepadanya sebelum mereka berangkat yaitu memimpin semua orang kembali ke permukaan. Bersama dengan Haga, Irene mulai mengadakan eskpedisi ke luar untuk mencari sisa peradaban dan kalau kalau masih ada yang selamat. Bukan hanya di jepang, Irene menyebarkan para penyintas ke seluruh dunia. Para penyintas mengangkat Irene menjadi pemimpin pertama dan Haga sebagai wakil nya. Pusat pemerintahan nya adalah bunker yang mereka huni.
Irene menghimbau para penyintas untuk tidak kembali dan menetap. Baik manusia atau demon mempunyai hak yang sama atas bumi. Dengan teknologi yang masih tersisa di harapkan para penyintas menjadi pelopor untuk menghijaukan planet yang sudah menjadi padang pasir itu. Irene memberikan setiap grup yang pergi satu pot tanaman untuk di tanam di tempat baru.
Para penyintas, baik manusia atau demon bergabung dan berjalan bersama sama keluar dari bunker, mereka berpencar menuju tempat tempat yang ingin mereka tuju. Irene dan Haga tetap di Sapporo, mereka menanam sebuah tunas pohon sakura di tengah tengah bekas kota. Irene, Haga dan para penyintas yang tersisa menanami seluruh bukit yang berada di atas bunker dengan berbagai macam tanaman. Mereka mulai mendirikan rumah rumah sederhana di atas bukit dan tinggal di sana.
Seratus tahun berlalu, Haga sudah meninggal dunia dan Irene hanya sendirian mengelola bunker, penyintas yang menyebar sudah bisa berkomunikasi dengan bunker walau masih sangat sederhana, yaitu menggunakan burung merpati. Tapi Irene senang mendengar kabar mereka. Irene membalas surat mereka dan mengutus merpati mereka kembali. Selama waktu berlalu, Irene menuliskan semua yang terjadi pada sebuah buku, semua nama nama yang berjasa, semua kisah mereka untuk di kenang generasi berikut nya.
Seratus lima puluh tahun berlalu, Irene yang terbaring di tempat tidur masih berusaha menuliskan semua teknologi dan penemuan yang ada di bunker. Lalu dia juga menuliskan kisah perang yang dia sebut Armageddon. Tiba tiba, seekor merpati hinggap di jendela rumah nya, ternyata merpati itu membawa surat dari salah satu penyintas. Isinya adalah,
“Kami menemukan jasad Toshio san dan Kyoko san yang masih utuh, kami menyertakan foto nya di dalam flash disk bersama surat ini.”
Begitu selesai membacanya, Irene langsung memanggil seorang pelayan nya dan memintanya membawakan laptop nya. Irene langsung memasukkan flash disk nya dan membuka file nya. Irene langsung menutup mulut nya melihat foto yang sepetinya diambil dari atas menggunakan drone. Separuh tubuh Toshio dan Kyoko bagian atas terbujur kaku dan terbaring di lautan pasir. Irene melihat jasad kedua orang tuanya dengan tersenyum walau menangis tersedu sedu. Irene tersenyum karena melihat wajah Toshio dan Kyoko, juga karena melihat tangan mereka yang bergandengan.
__ADS_1
“Mereka bahagia sekarang….papa…mama…selamat jalan….tunggulah sebentar lagi aku juga akan menyusul kalian.”
Irene menutup laptopnya dan mengambil lagi kitab nya, dia kembali menulis, menambahkan apa yang terjadi terhadap Toshio dan Kyoko di kitab nya. Setelah itu dia meletakkan kitab nya dan meletakkan tangannya di perut. Irene terpejam dan kali ini untuk selama lamanya. Para penduduk yang ada di desa Irene menangisi nya dan memakam kan nya dengan khidmat. Irene meninggal di usia 250 tahun hitungan manusia. Walau dia demon, karena sudah hidup di dunia manusia dia mengikuti hukum dan waktu di dunia manusia.
Wajah Irene ketika di makamkan sangat tenang dan damai. Perjalanan panjang nya berakhir dan dia pulang kepada papa mama nya. Pohon sakura yang di tanam Irene di tengah kota sudah menjadi besar dan rimbun, tapi belum berbunga dan berbuah. Kehidupan terus berjalan, secara perlahan, daratan kembali hijau. Para penyintas yang membuka cakrawala juga menemukan sumber air dan menggalinya, mereka mencoba mengembalikan bumi menjadi biru. Terraforming besar besaran terjadi di seluruh penjuru dunia.
Seribu tahun kemudian, bumi mulai kembali menghijau, air mulai memenuhi bekas lautan. Bunker tempat Toshio dan Kyoko menjadi museum terjadinya kiamat di masa lalu. Buku kitab yang tuliskan Irene di wariskan secara turun temurun dan di pelajari. Peradaban manusia dan demon mulai bangkit, walau pengembangan teknologi masih sangat lambat. Berdasarkan kitab yang di tulis Irene, di bawah pohon sakura yang di tanam Irene, di dirikan patung delapan pahlawan dunia. Di depan patung patung di tuliskan nama mereka masing masing dan mereka di kenal sebagai Heroes of Apoclypse.
Dua belas ribu tahun setelah nya, peradaban sudah kembali maju bahkan sudah melebihi peradaban sebelum nya. Manusia dan Demon masih menjalani hidup bersama dan tidak ada diskriminasi atau batasan di antara mereka. Banyak terlihat di kota kota besar, manusia yang menikah dengan demon dan sebaliknya. Peradaban sebelum kiamat sudah menjadi legenda dan tidak di hiraukan lagi. Tapi semua patung pahlawan dan makam masih di kenang.
Di sebuah kota besar, di sebuah taman, di bawah pohon sakura dan di depan patung patung pahlawan, seorang anak laki laki berdiri menghadap patung patung itu. Anak laki laki itu bertubuh tinggi dan kekar, rambut nya hitam berantakan memakai kacamata. Dia juga memakai seragam sekolah. Sepertinya dia pergi ke taman itu setelah pulang sekolah. Wajah nya tampan dan terlihat pintar. Setelah dia melihat patung patung itu dia berbalik dan berjalan menuju pintu keluar taman. Tiba tiba dia mendengar sesuatu dari atas pohon sakura yang besar itu. Dia melihat ke atas.
“Tolooooong………” Seorang anak perempuan jatuh persis di atasnya.
Dengan sigap dia menangkap nya dan menggendong nya ala princess. Seekor kucing melompat ke badan anak perempuan itu. Anak laki laki itu memperhatikan anak perempuan itu, dia melihat anak perempuan yang sedang di gendong nya sangat cantik dengan wajah oval, matanya besar dan berbinar, rambut nya lurus sampai ke punggung dan berponi di keningnya. Dia juga memakai kacamata yang membuat nya terlihat pintar. Matanya terpejam karena dia belum sadar kalau dia sudah selamat. Dia membuka matanya perlahan dan melihat seekor kucing di hadapan nya.
Pandangan mereka bertemu, tanpa sadar mereka saling melihat satu sama lain. Anak laki laki yang sedang menggendong anak perempuan itu memberanikan diri bertanya.
“Apa kita pernah bertemu sebelum nya ?” Ternyata keduanya bertanya bersamaan.
“Kamu duluan….” Lagi lagi mereka bersamaan.
Wajah mereka mulai memerah. Tapi anak laki laki itu tetap tidak menurunkan anak perempuan itu yang juga kelihatan nyaman di gendong anak laki laki itu. Karena beberapa kali bertanya bersamaan, mereka berdua tertawa.
“Sepertinya kamu dari sekolah ku juga ya….seragam kita sama.” Ujar anak perempuan itu.
__ADS_1
“Iya benar, aku baru masuk ke sekolah itu.” Balas anak laki laki itu.
“Iya aku juga, baru mau masuk kelas 1.” Balas anak perempuan itu.
Mereka terus melihat satu sama lain dengan wajah yang memerah, tiba tiba,
“Grooowl……”
“Kamu lapar….?” Keduanya bertanya bersamaan.
“Iya aku lapar…..” Jawab anak laki laki itu.
“Aku juga, mau makan sama sama….?” Ajak anak perempuan itu.
“Ok…..aku turunkan kamu dulu….” Balas anak laki laki itu.
“Ah ya….aduuuh maaf aku lupa hehe…..” Balas anak perempuan itu malu malu.
“Tidak apa apa….”
Anak laki laki itu menurunkan anak perempuan itu. Langsung anak perempuan itu menarik tangan anak laki laki itu untuk berjalan keluar taman. Kemudian anak laki laki yang di tarik tangannya tiba tiba berhenti. Anak perempuan itu langsung menoleh. Sebuah window status terbuka di depan mereka berdua dengan bahasa yang tidak mereka kenal. Keduanya memperhatikan dengan bingung dan tidak mengerti apa maksudnya. Tiba tiba kucing yang di pegang anak perempuan itu melompat menembus window status itu. Langsung window status itu menghilang. Anak laki laki itu memegang kucing yang melompat kepada dirinya. Keduanya saling memandang lagi dan tertawa bersama sama.
“Maaf, tapi nama kamu siapa ?” Tanya anak laki laki itu.
“Oh namaku……..”
__ADS_1
Kisah mereka berlanjut di dunia yang sudah damai dan membuka lembaran baru.
FIN