
Devil Sho langsung melayang maju menyerang Toshio dengan cakarnya. Toshio berhasil menangkis nya.
“Sho.;…..”
“Toshio san…jangan melamun.”
Kyoko langsung menyerang dari samping dengan cakarnya. Dengan santai Devil Sho menangkap tangan Shoko dan melemparnya. Kyoko pun melesat di lorong dan terbentur dinding.
“Kyoko…….Aaaaah.”
Toshio berteriak. Dia langsung menangkap tangan Devil Sho, dia langsung berbalik dan membanting Devil Sho ke depan menghantam lantai dan langsung menimbulkan getaran kencang. Devil Sho melipat tangan nya dan menapakkan nya ke tanah, dia langsung loncat ke arah kepala Toshio dan menendang dengan kedua kaki nya ke atas. Toshio yang sigap pun mundur sedikit sehingga tendangan Devil Sho hanya menyerempet dagu nya. Kemudian keduanya menjaga jarak.
Mendadak Devil Sho membuat gerakan menghormat yang biasa di lakukan dalam pertandingan karate.
“Oss….”
Toshio menanggapi nya dan menghormat. Keduanya langsung maju bersamaan. Kedua tinju mereka pun beradu dan keluarlah angin kencang yang besar. Mereka diam sesaat. Kemudian mereka mulai saling menyerang dengan tinju dan tendangan dengan kecepatan tinggi.
Kyoko yang membentur dinding pun melepaskan diri dari dalam dinding. Dia langsung bersiap menyerang.
“Kyoko…diam di tempat……..”
“Toshio san……”
Kyoko pun maju perlahan karena terhantam angin kencang yang keluar setiap pukulan Toshio dan Devil Sho beradu. Kyoko maju dengan menutup wajah nya yang terterpa angin.
Terlihat wajah Devil Sho tersenyum lebar dan di wajah Toshio mulai ada senyuman. Seperti petandingan kumite, mereka terus mengadu pukulan dan tendangan. Devil Sho menyerang ke segala arah sambil menghindar dan menangkis, begitu juga dengan Toshio yang juga menyerang ke segala arah sambil menghindar dan menangkis. Setelah beberapa menit, di wajah keduanya terlihat senyuman yang lebar.
Kyoko sudah sedikit mendekat. Dia langsung menggigit tangan nya dan darah pun keluar dari tangan nya.
“Blood bind…..”
Darah yang keluar dari tangannya langsung menyerang Devil Sho dan mengikat nya. Toshio pun menarik nafas dan menjaga jarak. Devil Sho melihat badannya yang terikat. Toshio maju menyerang nya dengan kecepatan tinggi. Tinju nya langsung mengarah ke wajah Devil Sho. Dengan mengembangkan badannya, Devil Sho langsung melepaskan ikatan darah milik Kyoko dan memundurkan badannya sedikit. Dia menangkap tinju Toshio. Benturannya menimbulkan angina kencang. Devil Sho langsung melompat salto ke depan melewati Toshio dan menyerang Kyoko dengan cakarnya. Kyoko yang memiliki reflek bagus menyilangkan tangannya dan menangkis cakar itu. Lagi lagi benturannya menimbulkan angina kencang. Rumah pun mulai hancur.
Kyoko yang menangkis cakar Devil Sho terdorong mundur menembus dinding, terus sampai akhirnya mereka keluar di halaman belakang. Dinding yang tertembus badan Kyoko pun hancur dan akhirnya runtuh.
“Kyoko…….”
Toshio berbalik dan bersiap lari mengejar mereka. Atap di atas kepalanya mulai runtuh, karena reflek dia menutupi kepalanya dengan tangan. Kemudian dia menoleh ke kamar Kyoko dan melihat katana yang biasa di bawa Kyoko tergeletak di lantai. Tanpa pikir panjang dia masuk ke kamar dan menyambar katana itu. Kemudian dia terbang keluar melalui jendela. Dia langsung terbang ke halaman belakang. Dari atas, dia melihat Kyoko terdesak dan hanya bisa menangkis serangan cakar Devil Sho. Toshio langsung maju menuju Kyoko.
“Kyoko….tangkap….”
Toshio melemparkan katana nya ke arah Kyoko. Melihat katana nya di lempar ke arah nya, Kyoko langsung mendorong Devil Sho dan bersalto menangkap katana nya. Dia langsung membuka sarung nya dan memasang kuda kuda kendo nya. Devil Sho yang melihat Kyoko mencabut pedang tersenyum. Tangan sebelah kirinya memanjang menjadi sebilah pedang. Devil Sho dan Kyoko maju bersamaan. Mereka langsung menyerang dan menangkis satu sama lain dengan kecepatan tinggi.
“Hahaha ini menyenangkan Toshio san…….”
Kyoko tertawa keras. Karena menggunakan katana dan pedang, pertarungan jadi seimbang. Kyoko dan Devil Sho terus saling sabet dan tusuk sambil menangkis tusukan atau sabetan lawan. Pedang yang beradu menimbulkan percikan dan kilatan yang terang. Setelah beberapa saat beradu pedang, keduanya pun mundur menjaga jarak. Toshio langsung turun di sebelah Kyoko.
“Kyoko…kita serang bersama….”
“Baik, Toshio san…….maju…..”
Keduanya langsung maju, Toshio maju menggunakan cakar dari punggung lengan nya dan Kyoko maju dengan katana nya. Devil Sho mengangkat kedua tangannya dan menangkis tusukan Toshio dari kanan dan tusukan Kyoko dari kiri. Toshio dan Kyoko terus menusuk dan menyabet dari kiri dan kanan. Devil Sho menangkis nya dengan santai. Mereka bertiga pun saling serang tanpa sadar mereka melayang dan akhirnya saling serang di udara. Setiap terdengar bunyi kencang senjata yang beradu. Beberapa saat kemudian mereka menjaga jarak sambil memasang kuda kuda di udara. Pertarungan masih seimbang.
“Fire fist……” Toshio langsung menyelimuti kedua tinju dan cakarnya dengan api
“Blood Lance…” Darah yang keluar dari lengan Kyoko berubah menjadi tombak dan dia memengan nya dengan tangan kiri, sedangkan tangan kanan nya memegang katana.
Mereka langsung maju bersamaan menyerang dari kanan dan kiri. Devil Sho pun kewalahan menahan serangan sambil membalas Toshio dan Kyoko yang menyerang bersamaan. Wajah nya terpukul oleh Toshio setelah mengadu beberapa pukulan dan perut nya tertancap oleh tombak Kyoko setelah beberapa benturan. Toshio dan Kyoko terus menyerang nya. Devil Sho mulai sering terkena pukulan, tendangan, sabetan dan tusukan. Begitu ada jeda dia langsung terbang ke atas. Kemudian dia diam saja di atas, badannya membungkuk dan kedua tangannya gontai, kepalanya pun menunduk. Toshio dan Kyoko tidak berani menyerang dan diam dulu melihat apa mau nya Devil Sho.
Tiba tiba badan nya menjadi tegap, cakarnya memanjang, otot otot nya mengembang.
“Hati hati Kyoko……tingkah nya aneh…”
“Iya….hati hati juga Toshio san…..”
__ADS_1
Tiba tiba kepala Devil Sho berputar melihat mereka dan tersenyum lebar. Dia langsung menghilang dan muncul di depan Kyoko. Dengan kecepatan luar biasa dia meninju perut Kyoko hingga bolong dan menjatuhkan nya ke taman belakang rumah.
“Kyokoooo……”
Toshio yang kaget langsung menoleh. Kemudian pandangan nya kembali ke Devil Sho yang menghilang, dia pun melihat sekeliling mencari nya. Tiba tiba Devil Sho sudah ada di depan nya dan menangkap sebelah tanduk nya. Devil Sho memutar mutar tubuh Toshio dan melemparkannya ke taman belakang rumah dan membuat tanduk Toshio patah sebelah. Toshio pun jatuh menghantam tanah persis di sebelah Kyoko yang sedang memulihkan perut nya.
“Dia kuat sekali Toshio san….bagaimana ini…..?”
“Ughh……dia dari dulu saja seimbang dengan ku……tidak pernah ada yang menang atau kalah.”
Toshio dan Kyoko pun belutut memulihkan diri mereka di sambil melihat Devil Sho yang ada di atas mereka.
“Sho……”
“Dia bukan teman mu Toshio san….jangan menahan diri.”
“Aku tau…..Kyoko, kamu ingat tidak waktu kita beradu di taman itu….terakhirnya kita saling mengadu sisik dan duri……sekarang kita coba lagi tapi dengan Sho di tengah kita….”
“Iya aku ingat…..baik…kita coba…..”
Toshio dan Kyoko pun saling menoleh dan menangguk.
“Wrath….” Kulit Toshio pun langsung berubah menjadi sisik yang tajam dan badannya membesar, cakarnya langsung menjadi satu pedang.
“Blood Feast….” Taring Kyoko pun memanjang, Jari jari nya berubah mejadi pedang dan seluruh badannya keluar duri kecil yang sangat tajam, setiap duri bisa menghisap darah. Kyoko mengikat katana nya di lengan menggunakan blood bind.
“Majuuuu….”
Toshio dan Kyoko yang sudah berubah pun langsung terbang menerjang Devil Sho yang masih di udara. Begitu mendekat Toshio dan Kyoko berpisah. Kyoko langsung mendekap badan Devil Sho dari belakang dan Toshio dari depan. Mereka pun membawa Devil Sho berputar putar di udara. Kyoko menacapkan katana nya ke tubuh Devil Sho. Duri duri di badan Kyoko menancap di punggung Devil Sho dan menghisap darah nya, sedangkan bagian depan nya sisik Toshio yang mengeluarkan api mulai membakarnya. Devil Sho pun muntah darah. Melihat itu mereka semua langsung terbang menukik ke taman belakang.
“Kyoko lepas………”
Kyoko langsung melepaskan pelukan nya. Toshio terus mendekap Devil Sho dan akhirnya mereka berdua menhujam tanah dengan kepala Devil Sho terlebih dulu. Toshio pun melepaskan dekapan nya sesaat sebelum membentur tanah dan dia jatuh agak jauh tapi di sebelah Devil Sho.
“Sho…….”
Mata Devil Sho pun terbuka sebelah. Melihat itu, Kyoko bersiap menyerang. Tapi Toshio mencegah nya dengan mengangkat satu tapak nya ke Kyoko.
“Sho……Sho…..”
Toshio berusaha memanggil Sho. Mulut Devil Sho mulai terbuka.
“To…..Shi…….”
“Iya Sho ini aku……”
Toshio langsung menggenggam tangan Sho. Toshio mulai menitikkan air mata. Devil Sho pun mengangkat tangan sebelah nya dan memegang tangan Toshio yang sedang menggenggam tangan sebelah nya.
“To…shi…..bu..nuh….a..ku…..”
“Tidak…kamu bicara apa Sho…..kamu bisa kembali seperti semula….”
“To…shi….to…long….bu…nuh….a..ku….”
“Sho….jangan begini…aku tidak bisa…..”
“To ..shi…..a..ku…su..dah…ma..ti…a..ku ..di…hi..dup..kan…la..gi …dengan…wu..jud..in..i….to..long..be..bas..kan…a..ku…to..long….To..shi….”
“Sho……….”
Kyoko pun mendekati Toshio dan langsung memeluk nya dari belakang.
“Boleh aku yang melakukan nya Toshio san ?” Bisik Kyoko di belakang sambil menangis. Dia tidak mau melihat dan berniat melakukan dari belakang Toshio dengan katana nya.
“Jangan Kyoko….aku saja…..maafkan aku Sho….”
__ADS_1
Kemudian Toshio melepaskan satu tangan dari genggaman nya dan mengangkat nya. Dia langsung menghujam dada Devil Sho dengan tangan nya dan mengambil jantung nya.
“Te..ri…ma…ka..sih…To..shi….sa..m..pai..jum…pa….d..an…ja..n..gan…bil..ang…Ha..ru…ch..an…ya…ha..ha…..”
Toshio pun meremas jantung Devil Sho di tangannya sambil menangis dan memejamkan mata. Setelah jantung nya hancur, Devil Sho memejamkan matanya. Wajahnya terlihat tenang dan damai dengan senyuman yang lebar. Tubuh Devil Sho mulai mengabu dan akhirnya hilang bersamaan dengan hembusan angin,
“Shoooooooo…….”
Toshio pun berubah menjadi wujud asli nya dan langsung meraung histeris sambil menangis tersedu sedu. Kyoko yang berubah juga sudah tidak perduli lagi dengan tubuh nya yang telanjang, dia terus memeluk Toshio dari belakang sambil menangis tersedu sedu.
Setelah tenang, mereka berdua masuk ke dalam sambil berpelukan. Mereka melihat rumah sudah runtuh sebagian dan kamar Kyoko tempat mereka menaruh barang masih bisa di pakai.
Mereka segera ke kamar mandi yang masih bisa di pakai dan saling membasuh tubuh mereka yang penuh luka. Setelah itu mereka kembali ke kamar dan memakai pakaian mereka. Mereka pun duduk di sisi ranjang.
“Kyoko chan…..kita harus pergi dari sini….”
“Kenapa Toshio san ?
“Perasaan ku tidak enak…maaf..aku tau ini rumah mu….”
“Tidak apa apa Toshio san….ayo kita pergi…..papa punya rumah kecil di bukit belakang, kita kesana saja.”
“Baik…kita kesana…..”
Mereka pun langsung mengemas barang barang mereka. Kyoko mengambil katana nya dan memasukkan nya kembali ke sarung nya. Kemudian mereka masuk ke dalam mobil dan langsung pergi menuju bukit di belakang rumah yang jarak nya lumayan jauh kalau jalan kaki.
Mobil pun melaju memutari komplek menaiki bukit dan akhirnya mereka tiba di sebuah jalan setapak mengarah ke dalam hutan. Mereka memarkir mobil di pinggir hutan dan ke dalam dengan berjalan kaki. Toshio terus menggandeng tangan Kyoko sambil menelusuri jalan. Tak lama kemudian mereka tiba di sebuah kabin kecil dari kayu. Kyoko langsung masuk ke dalam dan Toshio berjaga sebentar di luar.
Karena tidak ada listrik, Toshio berubah sebentar untuk menyalakan api. Setelah api di perapian menyala, dia lansgung berubah dan memakai pakaian nya lagi. Mereka berdua duduk di depan perapian dengan saling merangkul memakai selimut yang di bawa Kyoko. Mereka pun terdiam sambil melihat nyala api yang menari nari di depan mereka.
“Toshio san….aku lapar….”
Toshio yang merangkul Kyoko merasakan tubuh Kyoko menggigil. Dia kehilangan banyak darah di pertarungan tadi, di tambah perut nya sempat bolong karena di tinju oleh Devil Sho. Toshio melihat wajah Kyoko yang pucat.
“Tidak usah ijin dulu…langsung saja….”
“Terima kasih Toshio san….maaf….”
Kyoko berbalik dan memeluk Toshio dari depan. Giginya menancap di pundak Toshio yang langsung mendekap nya. Kyoko menghisap darah Toshio sambil menangis.
Toshio merenung dan terus memperhatikan Kyoko yang ada di pelukan nya. Dia terus berpikir tentang apa yang terjadi barusan. Dia pun mulai mengurutkan kejadian demi kejadian, dari kematian Sho sampai dia berdua Kyoko hari ini.
Selagi berpikir, tiba tiba dia merasakan sakit di pundak nya. Tenyata Kyoko yang sedang menghisap darah nya tertidur sambil memeluk nya dan giginya masih menancap di pundak nya. Toshio pun tersenyum melihat nya.
Secara perlahan dia merebahkan badannya dan mendekap Kyoko yang berada di atasnya dengan gigi masih menancap di pundak nya. Toshio mengelus rambut Kyoko. Setelah itu, Toshio pun ikut tertidur.
Pagi nya, Toshio pun bangun, dia melihat sekeliling dan dia tidak melihat Kyoko. Dia langsung melepaskan selimut nya dan berdiri. Kemudian pundak nya terasa sakit, dia memegang pundak nya dan ada dua buah gigi menancap di pundak nya. Dia langsung mencabut kedua gigi taring itu dan melihat nya.
“Kyoko……” Pikirnya
Tashio langsung keluar dari kabin dan melihat Kyoko sedang tergantung di pohon dengan sebuah dahan pohon patah yang besar menancap di dada nya.
“Kyokoooo……”
Toshio langsung berlari dan menghampiri Kyoko. Kemudian dia langsung mencabut dahan yang menancap dan menurunkan nya. Mulut Kyoko yang pingsan terlihat mengeluarkan darah. Kulit Kyoko mulai merona.
“Toshio…san….”
“Aku di sini…..”
Toshio langsung memeluk Kyoko sambil melihat sekeliling.
“Siapa yang melakukan ini…….” Pikirnya.
Toshio terus mendekap Kyoko. Wajah nya terlihat sangat marah.
__ADS_1