
Keesokan harinya, di dunia demon, Toshio, Sho dan Suzu mengadakan pertemuan dengan Raja Aries, Melech, Sherry, Haga dan Kureha di Kyushu menggunakan cermin. Mereka memberitahu semuanya kondisi terkini, kalau musuh berhasil mengambil kedua benda yang menjadi kunci untuk melaksanakan rencana mereka. Setelah itu, mereka juga minta pendapat untuk langkah selanjutnya. Kyoko dan Irene masih tertidur di kamar.
Selagi mereka berdiskusi, tiba tiba Kureha mengangkat tangannya di cermin.
“Bos, kemarin aku mencoba lagi membuka folder rahasia itu, ternyata ada 2 file yang masih belum di buka karena di sembunyikan, isinya mungkin bisa membantu kita melakukan serangan balik.”
“Baiklah, setelah istri dan anak ku sadar, kita semua akan kembali ke Kyushu. Untuk Raja Aries dan Melech san, terus perkuat penjagaan di pintu penghubung dan tolong perbaiki dinding yang kemarin rusak. Mereka tidak ada jalan lain selain dari sana.”
“Kami akan melaksanakan nya Toshio sama. Mohon atasi musuh yang berada di dunia sana.” Aries menunduk kan kepalanya.
“Aku dan Haga san akan terus mengembangkan vaksin dan antidote untuk menyembuhkan beberapa demon zombie yang berhasil di tangkap, semoga kita berdua bisa mendapat solusi nya.” Sherry menjelaskan.
“Baiklah, urusan di dunia ini aku serahkan kepada kalian semua, sekarang bersiap siap lah, lakukan apa yang harus di lakukan. Terima kasih semuanya.”
“Baiklah Toshio sama…..” jawab semuanya.
Kemudian komunikasi dari Aries, Melech dan Sherry terputus, hanya tersisa Haga dan Kureha.
“Kureha san, apa kamu sudah lihat apa isi dari file file itu ?” Tanya Toshio.
“Sudah bos, dan aku tidak bisa mengatakan nya di sini. Tapi isinya sangat penting, itu sebab nya di sembunyikan.”
“Baiklah, secepatnya kita akan kembali.”
“Dan satu hal lagi bos, kemarin anak buah kita sudah mengamankan pria botak yang terkurung di dalam es, mereka menaruh nya di basement gedung kita, di sebuah ruangan khusus.”
“Bagus, terus jaga ruangannya sampai kita kembali.” Balas Sho.
“Baik bos Sho, bos Toshio, saya pamit dulu……”
Kemudian semua beralih kepada Haga yang masih menghubungi mereka.
“Toshio san, Sho san, Suzu san, aku ingin minta ijin, boleh kah aku menghidupkan Mio kembali ?”
“Maksudnya bagaimana Haga san ?”
“Aku pernah membuat salinan tubuh nya sewaktu aku bekerja di fasilitas gunung fuji dan aku menyimpan nya di tempat terpisah dan tidak di ketahui oleh siapapun.”
“Hmm Haga san, sebelum nya aku mau tanya, kenapa kamu perduli sekali dengan Mio chan ? Maksudnya bukan nya kami tidak perduli, kami juga sayang kepadanya, tapi kamu sangat berlebih memberikan perhatian kepadanya. Aku tidak tau tindakan mu ini akan membuat Mio marah atau tidak nantinya. Kalau menurut ku, memang sayang sekali kita kehilangan Mio chan, tapi apakah tindakan kita benar menghidupkan orang yang sudah tidak ada ?” Tanya Suzu sambil menggenggam tangan Sho.
Haga pun terdiam, wajah nya terlihat sangat sedih, dia melepas kacamatanya dan menghapus air matanya.
“Maaf kan aku, Mio adalah anak dari one chan ku….aku sudah kehilangan anak ku sendiri jadi aku menganggap Mio adalah anak ku menggantikan one chan, mohon di mengerti.”
“Berarti Haga san, juga anak basan pemilik toko dagashi dekat rumah ku ?” Tanya Toshio.
“Benar, aku anak nya…..” Jawab Haga sambil menunduk.
Toshio, Sho dan Suzu saling menoleh dan melihat satu sama lain, tiba tiba Kyoko masuk ke dalam walau masih menggunakan selimut. Toshio yang melihat nya langsung berdiri dan memapah nya untuk duduk di sebelah nya.
“Silahkan saja Haga san, kami ijinkan….” Kyoko yang baru saja duduk langsung menjawab.
“Terima kasih Toshio san, Kyoko san, Sho san, Suzu san……..” Kemudian komunikasi pun langsung terputus.
“Kyoko, kenapa kamu langsung memutuskan nya ?” Tanya Toshio.
“Benar Kyoko chan, ini masalah menghidupkan kembali yang sudah mati.” Tambah Sho.
“Aku harap keputusan kita benar…..” Tambah Suzu.
“Tenang saja, aku mengerti perasaan Haga san, kalau aku yang di posisi dia, aku malah tidak bertanya dan langsung lakukan. Tentunya Sho san mengerti kan, Suzu chan juga….kalau Toshi san pasti sama dengan ku hehe.” Jawab Kyoko.
“Yaaaah ada benar nya juga, kalau sampai Irene kenapa kenapa kemarin, mungkin aku akan lakukan hal yang sama…..” Tambah Toshio.
“Ya sudah tidak masalah, aku hanya takut malah nanti yang di hidupkan berbalik melawan kita….” Sho menghela nafas panjang.
“Kalau semua setuju ya aku juga tidak masalah…..” Suzu juga menghela nafas.
Mereka kemudian keluar dari ruangan dan membawa Kyoko kembali ke kamarnya. Irene sudah bangun juga dan masih duduk di ranjang nya. Toshio dan Kyoko langsung memeluk Irene. Setelah semua tenang,
“Irene, kita pergi ke Kyushu dan kamu juga ikut bersama kita….”
“Benarkah papa ? aku boleh ikut ?”
__ADS_1
“Ya, kamu harus membantu kita di sana….” Tambah Toshio.
“Baiklah papa, aku senang sekali….mama kita sama sama lagi.”
“Iya Irene chan…..kita sama sama sekarang.”
Tujuan Toshio mengajak Irene supaya hal seperti kemarin, yang menyebabkan Irene hampir meninggal tidak terjadi lagi. Sho dan Suzu tersenyum melihat nya, mereka saling bergandengan tangan. Kemudian Toshio berjalan mendekati Sho.
“Sho, sudah saat nya kita menyerang balik mereka…..”
“Benar Toshi, kita kembali ke Kyushu besok……”
Kemudian mereka pergi ke balkon kamar dan mulai merokok, Toshio dan Sho merencanakan serangan balik mereka untuk mencegah pemindahan tubuh kedua manusia abadi itu ke tubuh dua demon terkuat yang sudah selesai buat salinan nya, sesuai dengan apa yang tertulis di file milik Akito. Wajah kedua nya tegang, sebab kalau mereka gagal maka kedua dunia akan terancam.
Kyoko, Suzu dan Irene pun tegang, mereka terus membayangkan apa yang terjadi kalau musuh mereka sudah menjalankan rencananya. Mereka semua pun terdiam. Tak lama kemudian, karena Irene sudah sehat dan Kyoko juga sudah pulih, mereka mempersiapkan segala sesuatunya sehingga mereka bisa kembali ke Kyushu. Mereka juga bilang kepada Haga, Melech dan Aries mengenai mereka kembali ke dunia manusia mengajak Irene dan menjelaskan rencana mereka. Setelah semua selesai, hari itu juga, mereka berangkat untuk kembali ke Kyushu bersama dengan Irene melalui jalan di kuil.
Begitu sampai keluar kuil, mereka langsung berubah, Sho dan Suzu berubah di semak semak dan langsung memakai pakaian mereka. Melihat Sho dan Suzu pergi ke semak semak, Irene pun langsung mendekati mereka.
“Sho san, Suzu san, kalian kalau berubah dan kembali ke wujud manusia masih telanjang ya ?”
“Uh iya benar…..” Jawab Sho.
“Hihi kami sudah terbiasa sih…..” Tambah Suzu.
“Oh kebetulan, aku pernah buat persiapan karena aku kan sangat ingin ke sini, waktu itu aku juga sama seperti kalian, begitu menjadi manusia langsung telanjang, jadi aku menciptakan gelang ini, jadi kalau aku berubah menjadi manusia aku tidak telanjang. Ini aku berikan sepasang untuk kalian……” Irene mengambil sepasang gelang yang seperti terbuat dari karet dengan tulisan dari bahasa demon di atas nya seperti sebuah mantra.
“Benar nih ?” Tanya Sho sambil melihat gelang nya.
“Iya benar….ini lihat aku…..” Irene pun diam sebentar dan dia berubah menjadi manusia dan langsung memakai pakaian nya.
“Aku coba ya Irene chan…..” Suzu pun memakai gelang nya dan langsung mencoba berubah, kemudian kembali menjadi manusia.
Ternyata benar, percobaan nya berhasil, Suzu masih memakai pakaian sebelum nya.
“Irene, kamu kok bisa membuat alat seperti itu ?” Tanya Toshio penasaran.
“Hehe iya, aku di bantu sama Haga san….karena aku pernah cerita kalau papa dan mama mau mengajak ku ke dunia manusia, jadi aku sempat buat persiapan.”
“Oh aku hanya meniru dari buku ini saja…..” Irene mengambil sebuah buku tebal dari tas nya.
Toshio yang melihat buku itu langsung mengerti dan menoleh kepada istri nya.
“Hehehehe……..” Kyoko berbalik seakan akan dia tidak tahu.
Kemudian Sho langsung menguhubungi Kureha untuk datang ke kuil dan membawa laptop nya. Mereka langsung masuk ke rumah Suzu dan menunggu nya. Kyoko dan Suzu mengajak Irene keliling untuk melihat lihat walau sudah banyak tempat yang hancur karena serangan zombie kemarin.
Tak lama kemudian, Kureha pun datang di antar oleh anak buah nya menggunakan sepeda motor. Setelah itu dia langsung menunjukkan dua file yang di lihat nya kepada Toshio dan Sho.
Isi file itu adalah petunjuk ritual untuk pemindahan jiwa dan kekuatan, bagaimana cara nya dan dimana tempat nya. Ada dua tempat yang bisa di gunakan dari seluruh kepulauan jepang, pertama di bawah gunung kurama, Kyoto dan di puncak gunung moiwa, Sapporo.
“Berarti target mereka adalah kedua gunung ini, sekarang kita harus segera mendahului mereka untuk kesana.”
“Benar Toshi, kita harus dahului mereka, kita bagi tugas, langsung pergi ke dua gunung.”
“Baik, aku, Kyoko dan Irene akan ke Sapporo….”
“Ok, aku dan Suzu akan ke Kyoto…..”
“Maaf bos, sebaiknya kalian lihat dulu file satunya baru memutuskan…..” Kureha langsung membuka file nya dan memutar laptop nya.
Tiba tiba terjadi gempa yang sangat besar guncangan nya. Semua langsung keluar rumah dan meninggalkan laptopnya. Kyoko, Suzu dan Irene pun langsung berlari menghampiri mereka. Cermin di kantong Toshio bergetar, ternyata raja Aries menghubungi nya. Dia mengatakan kalau kerajaan nya di landa gempa yang sangat besar. Mereka semua pun berpegangan dan saling merangkul karena besarnya gempa yang mengguncang itu.
Tak lama kemudian, gempa pun selesai. Mereka semua pun bernafas lega. Selagi mereka di luar, ada bayangan besar yang menutupi kota mereka. Toshio, Kyoko, Sho, Suzu dan Irene pun melihat ke atas, ternyata ada sebuah pulau yang sangat besar terbang di atas mereka dan melewati mereka. Mereka semua langsung tertegun seakan akan tidak percaya.
Cermin pun begetar lagi, raja Aries memperlihat kan kondisi di langit di atas mereka. Ternyata pulau yang sama terlihat di kota mereka dan melewati nya. Pulau yang sama berada di dua dunia. Di dalam rumah, file yang sudah terbuka itu, memperlihatkan data dan gambar sebuah pulau yang terbang di langit.
Sementara di atas pulau terbang, dalam sebuah bangunan tinggi.
“Aku pulang….maaf Goro tertangkap oleh musuh……” Sharon menundukkan kepalanya.
“Hmm hebat juga Sho….benar kan ne san….” Yuuta menengok ke arah Haruka sambil tersenyum.
“Haha iya…hebat hebat….tapi ga masalah kan…Goro tidak bisa di bunuh dan lagipula rencana kita sudah berjalan, benar kan adik (outoto) ku…?” Haruka menengok ke arah Yuuta sambil tersenyum.
__ADS_1
“Benar ne san, sekarang tidak ada lagi yang bisa mencegah kita hahahhaa…..”
“Hahahahahaha……” Keduanya pun tertawa keras.
Kembali ke bawah. Pulau terbang itu pun terbang melalui Toshio, Kyoko, Sho, Suzu dan Irene yang melihat nya dari bawah.
“Terlambat bos, isi file kedua yang tersembunyi mengenai data pulau ini, aku tidak menyangka kalau hal yang tertulis itu benar benar ada.”
“Mereka berhasil mendahului kita…….” Toshio langsung mengepalkan tangannya.
Sho yang geram tidak bisa berkata apa apa. Suzu langsung menggandeng tangan nya sambil melihat pulau itu terbang menjauh.
“Kita harus berbuat sesuatu……” Kyoko merangkul lengan Toshio sambil melihat pulau terbang yang menjauh.
“Mereka pasti menuju tempat ritual itu……” Toshio menambahkan.
Kemudian Toshio dan Sho menceritakan isi file itu kepada Kyoko, Suzu dan Irene. Kureha pun langsung memperlihatkan laptop nya. Setelah selesai membaca semuanya,
“Kita harus berangkat sekarang menuju kedua tempat itu….dengan terbang kita bisa lebih cepat sampai daripada pulau yang jalan nya sangat lambat itu.”
“Benar Toshi…jangan tunda lagi, begitu sampai kita hancurkan tempat ritual nya.”
“Ayo tunggu apa lagi Toshi san, Irene, kita berangkat.” Kyoko langsung berdiri.
“Iya papa, mama…ayo kita pergi……” Irene pun langusng berdiri.
“Ayo Sho san, kita berangkat ke Kyoto……” Suzu juga langsung berdiri.
Toshio dan Sho pun langsung berdiri dan mereka semua berubah. Ketika mereka baru mau berjalan keluar rumah dari pintu belakang, tiba tiba “Braak….” Pintu depan rumah terbuka.
“Tunggu, aku ikut…..” Ternyata yang membuka pintu adalah Mio dengan wujud barunya.
Penampilan Mio seperti burung, dari punggung nya muncul sepasang sayap burung berwarna coklat. Bagian depan dan belakang nya muncul armor dari bulu yang keras seperti besi berwarna coklat menutupi semuanya, kedua lengan nya seperti memakai sarung tangan dan dari punggung lengan nya keluar sayap kecil dengan bulu yang tajam, kedua tangannya menjadi ber jari 3 seperti cakar burung. Kakinya seperti kaki burung yang memakai boots warna hitam sampai ke paha nya dan high heels, wajah nya masih sama hanya saja rambut nya berubah menjadi bulu dan keluar sepasang sayap kecil di kanan dan kiri kepalanya.
Toshio, Kyoko, Sho, Suzu dan Irene pun menoleh dan melihat Mio yang baru saja datang. Window status mereka semua langsung terbuka dan di depan Mio pun ada.
Race Garuda
Class Sky Queen
Lv 900
Str 100000
Mag 90000
Skill Giant Bird, Feather Arrow, Feather barrage, Typhoon, Tornado Drill
Passive Wings protection, super speed, shooting mastery, eagle eye, iron feather
Add Bleesing of Demon God, far sight, enemy detection
Weak None
“Wow…..kuat juga….” Gumam Toshio.
“Hmm baiklah, dia akan ikut kami ke Kyoto…..” Sho langsung mendekati Mio.
“Oh ya, pakai gelang ini, nanti kalau kamu berubah bisa kembali memakai baju sebelum nya.” Irene langsung memberikan gelang nya.
“Kamu sendiri juga status nya bagus Irene, seperti mama…..” Gumam Kyoko yang melihat status Irene.
“Iya, tapi aku tidak ada blessing of the Gods seperti mama dan papa, dan tidak ada memory bonding.” Irene membandingkan status nya dengan milik Kyoko.
“Hmm aku, Kyoko, Sho dan Suzu level 999 sedangkan Irene dan Mio level 900, karena tidak ada blessing of the love Goddess.” Gumam Toshio.
“Hei…bukan waktunya kita bahas level kan, habis ini kita baru bahas.” Sho langsung menepuk punggung Toshio.
“Benar, ayo kita berangkat…..Mio chan mohon bantuannya.”
“Serahkan padaku….ni ni…..” Mio mengacungkan jempol nya kepada Toshio.
Mereka semua langsung lari keluar rumah dan terbang menuju tujuan nya masing masing.
__ADS_1