
Haga menceritakan semuanya, kembali ketika pelindung sudah di pasang, di dunia demon, Toshio dan Kyoko menuju perbatasan untuk menolong pasukan di perbatasan yang di serang oleh zombie manusia yang masuk dari pintu di kaki gunung fuji, hutan aoki gahara dan di kepung dari belakang oleh zombie zombie demon yang berdatangan.
Ketika sampai ibukota, mereka melihat dari udara semua demon yang ada di desa sekeliling nya sudah menjadi zombie dan maju menuju ibukota kerajaan, tapi tidak ada yang berhasil masuk ke dalam ibukota. Pasukan ksatria yang sudah di bekali dengan senapan mesin pun masih bisa bertahan. Karena melihat semua baik baik saja, Toshio dan Kyoko langsung terbang kembali menuju perbatasan di utara.
Begitu sampai padang rumput luas sebelum hutan, mereka melihat banyak sekali zombie yang sedang menuju ke bagian belakang dinding pertahanan. Langsung saja mereka turun dan membasmi semua zombie itu.
“Blood bath.” Kyoko mengeluarkan jurus nya.
“Hell storm.” Toshio juga mengangkat tangan mengeluarkan jurusnya.
Dalam sekejap, semua zombie demon di sana tenggelam dalam lautan darah dan di hantam oleh meteor meteor kecil yang tak terhitung jumlah nya. Masih banyak yang berdatangan menuju bagian belakang dinding. Sekali lagi Toshio dan Kyoko mengeluarkan jurusnya dan menghabisi semua zombie zombie itu sampai tuntas, ketika hanya sisa sedikit sekali yang datang, mereka langsung pergi menuju bagian depan perbatasan. Sedangkan sisanya di bersihkan oleh prajurit dan petualang yang berjaga di belakang.
Begitu sampai batas pintu di kaki gunung fuji, Toshio langsung turun dan menemui Melech.
“Gimana situasi terakhir Melech san ?”
“Mereka terus berdatangan Toshio sama, tidak ada habis habis nya.”
“Terus bertahan, aku dan istriku akan keluar.”
“Baik Toshio sama, hati hati…..”
Kemudian Toshio dan Kyoko langsung keluar pelindung dan mengamuk menghabisi semua zombie yang ada di sana. Mereka terus selama enam tahun di sana. Terkadang Irene datang untuk membawakan supply makanan bagi prajurit dan petualang. Karena amunisi senjata mereka menggunakan kekuatan magic jadi hanya di sediakan alat untuk mengisi magic yang di tancapkan ke tanah. Zombie terus berdatangan seperti tidak ada habisnya. Para prajurit yang sudah lama berperang pun merasa kelelahan. Toshio dan Kyoko terus mengobarkan semangat mereka supaya jangan menyerah.
“Ini gawat Toshi san….mereka tidak ada habis nya, kita sudah di sini selama enam tahun loh…”
“Iya benar, seakan akan seluruh penduduk manusia sudah menjadi zombie dan di kerahkan ke sini. Situasi kita tidak menguntungkan, banyak prajurit yang sudah tumbang karena kelelahan fisik maupun mental.”
“Oh sebentar Toshi san, Suzu chan memanggil ku….”
“Ok aku bicara sama Melech san ….”
Toshio pun pergi menemui Melech yang terus mengobarkan semangat perjuangan anak buah nya.
“Melech san, gelombang masuk nya sudah mulai berkurang, kita bisa bertahan sedikit lagi.”
“Iya Toshio sama, kita bisa, sepertinya gelombang musuh yang masuk sudah mau habis.”
Baru saja mereka bernafas sedikit lega, tiba tiba datang puluhan mobil masuk ke dalam pintu dan langsung menembaki pelindung. Sekitar 20 tank darat pun masuk ke dalam dan langsung membombardir pelindung dan dinding pertahanan. Melihat itu Toshio dan Melech pun langsung lari naik ke atas dinding dan melihat ribuan pasukan tentara dari berbagai negara, datang dengan senjata lengkap mereka dan mendirikan camp persis di depan mereka.
Selagi mereka lengah karena sibuk mendirikan camp, Toshio langsung memerintahkan prajurit, golem tempur sebanyak 20 unit dan ratusan motor terbang menyerang. Terjadilah tembak menembak antara prajurit perbatasan dan tentara dari berbagai negara. Tank dari pihak musuh pun maju dan membombardir prajurit perbatasan, Golem tempur pun maju menekan Tank dan menghancurkan nya. Kemudian golem golem itu terus menyerang dan menekan pasukan tentara.
Tiba tiba dari belakang pasukan tentara, masuk banyak sekali pasukan ogre, Cyclops besar dan minotaur maju menyerang golem golem itu. Karena kalah jumlah golem golem itu berhasil di pukul mundur, tapi mereka tetap menjaga parameter sehingga menutupi semua prajurit di belakangnya, keadaan menjadi seimbang kembali ketika pasukam sepeda motor maju menghabisi para pasukan monster itu.
Kyoko langsung mendekati Toshio yang sedang di atas dinding mengatur dan melihat semuanya.
“Toshi san, Suzu chan barusan bilang, Kyushu di serang dari udara, dia dan Sho san sedang kesana, Suzu chan sedang di heli waktu memberitahu aku dan Sho san terbang di luar.”
“Gawat….di sini kita juga di serang habis habisan, berarti mereka menyerang bersamaan. Pasukan kita sudah terdesak karena kelelahan akibat perang panjang dengan zombie yang masuk tiada henti.”
“Kita bertahan terus Toshi san…..bagaimana kalau kita maju ? sebentar mengurus mereka kalau kita maju.”
“Baiklah, kita maju.”
Kemudian Toshio mendekati Melech.
“Melech san, aku dan istri ku akan maju, tolong terus bertahan ya.”
“Baik Toshio sama, Kyoko sama, hati hati….”
Langsung saja, Toshio dan Kyoko melompat turun ke depan dinding dan berlari keluar pelindung. Korban sudah banyak sekali berjatuhan. Begitu sampai mereka langsung menghabisi tentara tentara yang masih terus menembak dan pasukan monster monster di belakang nya.
“Blood Fire Lance…”
Keduanya langsung mengambil posisi dan menembakkan tombak darah berapi yang menembus barisan tentara dan menancap pada sebuah tank yang langsung meledak. Ledakan nya juga meledakkan tank di sebelah nya.
Setelah itu mereka langsung menyatukan tanduknya.
“Blood Fire Blast.”
Sinar darah dan api bergulung gulung menembak ke arah tentara yang jumlahnya banyak itu, mereka bergerak ke kanan dan kiri untuk menyapu bersih semuanya dengan sinar mereka. Dalam sekejap pasukan musuh pun musnah. Melihat itu, pasukan penjaga perbatasan pun menjadi semangat, dengan golem dan motor yang masih tersisa mereka semua langsung maju menyerang untuk menuntaskan para penyerang itu.
“Huf berhasil…..”
__ADS_1
“Iya Toshi san….uhhh aku lapar sekali….”
“Ini cepat…gigit…..” Toshio menjulurkan lengan nya.
“Itadakimasu….” Kyoko langsung menggigit lengan Toshio dan menghisap darah nya.
Sebab kalau sampai Kyoko kehabisan darah bisa sangat gawat, Toshio sadar akan hal itu jadi dia langsung memberikan lengannya untuk di gigit. Mereka berhenti sejenak dan duduk agak kepinggir. Tiba tiba Kyoko melepaskan gigitan nya dan menunjuk ke depan.
“Toshi san, lihat itu…..”
Toshio pun langsung menengok, melihat apa yang di tunjuk Kyoko. Ternyata beberapa prajurit terpental dan dua buah golem tempur roboh. Kemudian dia melihat ada seorang wanita sedang menjilati cakarnya dari kejauhan.
“Sharooooon………” Toshio langsung berdiri.
“Grrr…….” Kyoko pun langsung berdiri.
Mereka berdua langsung maju menghadang Sharon yang sedang mengamuk di tengah pasukan penjaga perbatasan.
“Wah wah…apa kabar ? Senang bisa bertemu disini…..”
“Sharon bersiaplah…….” Kyoko langsung mengeluarkan kedua pedang nya.
Dia langsung menyerang Sharon secara bertubi tubi. Sharon pun membalas dan menangkis dengan jari jarinya yang mengeras dan memanjang. Mereka berdua terus beradu antara pedang dan cakar. Kedua nya seimbang, karena Kyoko masih belum cukup menghisap darah.
Melihat itu, Toshio pun langsung maju menyerang Sharon dengan cakar dan pedang di punggung tangannya. Pertarungan pun menjadi berat sebelah, Sharon kewalahan menghadapi serangan dua orang sekaligus. Tapi di wajah nya terlihat senyuman. Kemudian setelah beberapa kali berbenturan, mereka pun mejaga jarak. Kyoko langsung mendekati Toshio.
“Ada yang tidak beres Toshi san……dia terlihat tenang dan seperti menunggu sesuatu….”
“Aku juga merasakan hal yang sama…..”
Tiba tiba cermin yang di kalukan Kyoko bergetar.
“Kyoko chan, Toshio san, cepat kembali ke istana, musuh mengulur waktu untuk menembus kuil kita.”
“Benarkah itu Suzu chan…..”
“Iya benar, cepat, aku harus membantu Sho san, dia sedang melawan Goro…..”
“Baiklah Suzu chan…..”
“Di sini Sharon, di sana Goro……Suzu chan benar Toshi san, ini gawat…..”
“Iya kita harus kembali…….”
Belum selesai Toshio berbicara, cakar Sharon sudah berada di depan wajah nya. Dengan sigap, Toshio menangkisnya.
“Hei hei…aku jangan di acuhkan, kalian di sini saja dulu bermain main dengan ku….”
“Kyoko, cepat kamu kembali ke istana…biar aku yang urus Sharon…..” Toshio menengok kepada Kyoko.
“Tapi Toshi san…..”
“Cepat….tidak ada waktu lagi……”
“Ba..baik, hati hati Toshi san….”
Kyoko langsung mundur dan terbang melesat menuju istana. Toshio langsung mendorong Sharon mundur.
“Waaaah ternyata kamu kuat ya Toshio kun….mau jadi suami ku ? seperti aniki mu hahahaha…..”
“Grrrrrr…..” Toshio langsung maju menyerang dengan pukulan nya.
Adu pukulan pun terjadi, Sharon pun terdesak mundur. Akhirnya perut Sharon terpukul oleh pukulan Toshio. Setelah memukul Toshio kembali memasang kuda kuda karate nya,
“Fire Fist…Fire Claw…..ayo kita selesaikan…” Toshio langsung maju menyerang dengan tinju api dan cakar api nya.
Sharon yang baru saja terpukul telak, langsung terkena pukulan lagi di wajah nya. Toshio tidak berhenti dia terus menyerang Sharon yang dengan susah payah menangkis. Beberapa pukulan dan tendangan masuk ke badannya. Sharon pun mundur, kemudian dia muntah darah dan langsung membersihkan mulut nya dengan lengan nya. Dia melihat jam tangannya dan tersenyum.
“Baiklah, main mainnya sudah selesai ya…selamat tinggal….oh ya…terima kasih ya..muahhh….” Sharon langsung menghilang.
“Tunggu…..” Teriak Toshio.
Kemudian Toshio langsung melesat ke istana dengan perasaan yang tidak enak.
__ADS_1
Sementara di istana, Kyoko baru saja sampai di istana dan langsung mendarat di balkon. Kyoko sangat kaget karena dia melihat Irene yang terkapar bersimbah darah dengan sebilah pedang menancap di jantungnya. Kyoko langsung melihat siapa penusuk nya dan ternyata penusuk nya adalah Mio.
“Mio chan…kenapa ? apa yang kamu perbuat ?” Tanya Kyoko.
“Mio chan ? oh nama pemilik kulit ini ya….” Jawab Mio palsu.
“Suara ini…..Harukaaaaaaaaaa.” Teriak Kyoko dengan suara mengerikan.
Haruka langsung membuka kulit di wajah nya yang merupakan kulit Mio, dia langsung melemparkan nya ke depan Kyoko. Begitu melihat kulit nya, Kyoko pun menjadi geram.
“Apa yang kamu perbuat kepada Mio chan…..”
“Wah apa ya…tadi sih aku ketemu dia di kuil, nanti kamu juga tau Kyoko chan…oh dan terima kasih ya, kamu sudah menyimpan nya demi kami.”
Haruka mengacungkan kotak perhiasan yang sedang di pegang nya.
“Graaaah……” Kyoko langsung menyerang Haruka.
Dengan santai Haruka mengelak dan menangkis serangan Kyoko. Dia tersenyum seperti sedang meremehkan Kyoko yang menyerang nya dengan membabi buta.
“Wah Kyoko chan, kamu sekarang jadi kuat ya….ngomong ngomong mana Toshio kun….aku kangen sama dia….” Haruka terus menangkis ayunan pedang Kyoko.
“Diaaaam……” Teriak Kyoko.
Tiba tiba Haruka menoleh ke balkon dan gerakan nya langsung terhenti, dia melemparkan kotak nya ke atas dan kedua tangannya langsung menghujam leher Kyoko dan perut nya.
“Gah……” Kyoko langsung muntah darah.
Haruka mencabut tangannya yang bersarang di perut Kyoko dan menangkap kembali kotak nya.
“Maaf Kyoko chan, tapi waktunya main main sudah habis, lagipula, suami mu hampir sampai…jadi…sampai ketemu lagi.” Haruka langsung mencabut tusukan tangan nya dari leher Kyoko setelah bicara di depan wajah nya.
Kemudian Haruka pun berjalan ke balkon dan bersiap siap untuk terbang. Tiba tiba Toshio mendarat di balkon dan persis di depan Haruka.
“Ha..haruka…apa yang kamu…..”
Haruka berjalan mendekati Toshio dan memegang pundak nya. Dia menepuk nepuk pudak Toshio.
“Daripada mengejar aku, sebaiknya kamu tolong istri dan anak mu…mereka sekarat.” Bisik Haruka di telinga Toshio.
Toshio langsung berbalik dan meninju, tapi sayang Haruka sudah hilang dan pergi. Toshio langsung menghampiri Kyoko dan Irene yang bersebelahan, dia langsung memeriksa keduanya. Kyoko masih bernafas dan mulut nya bergerak gerak memanggil nama Irene. Toshio langsung memeriksa Irene dan mencabut pedang yang menancap di jantung nya. Dia langsung mencoba memompa jantung nya dan mengiris kulit nya sendiri untuk memberikan darah kepada Irene dengan membuka mulut nya. Luka di jantung nya mulai menutup tapi dia belum bernafas, kondisi nya kritis.
Haga langsung masuk ruangan dan mengabarkan kalau Mio menghilang. Toshio langsung meminta bantuan Haga pergi ke Kyushu dan memberi tahu Sho. Tiba tiba Kyoko terduduk, karena dia belum bisa bicara, mulutnya hanya bergerak gerak saja, Haga yang membacanya langsung mengerti kalau Mio ada di kuil. Kyoko pun merangkak mendekati Irene yang sedang di peluk oleh Toshio. Setelah itu Haga langsung pergi menuju kuil di Kyushu.
Karena terluka parah, Kyoko pun pingsan lagi di pelukan Toshio bersama dengan Irene. Tak lama kemudian Sho memanggil lewat cermin Kyoko. Toshio langsung menjawab nya. Setelah itu, dia berdiri dan memanggul Kyoko, dan tangannya menggendong Irene. Toshio membawa mereka ke kamar.
Beberapa hari setelah nya, Sho, Suzu dan Haga pun tiba di istana. Sho sudah menugaskan kepada anak buah nya di Kyushu dan Tokyo untuk tetap bersiaga walau sudah tidak ada serangan tapi langit masih ungu. Sho langsung memeluk Toshio.
Suzu berjalan mendekati ranjang tempat Kyoko dan Irene terbaring, kemudian dia duduk di sampingnya, ketika dia melihat pisau buah di meja, dia langsung mengambil nya dan mengiris lengan nya, kemudian dia memberikan irisan lengan nya ke mulut Kyoko dan Irene.
“Mereka tidak apa apa Toshio san…tenang saja…” Suzu memegang lengan nya yang berdarah karena di iris daging nya.
Sho langsung mendekati Suzu yang masih menangis dan membalut lukanya. Toshio langsung melihat keadaan Kyoko dan Irene, keduanya mulai membaik, wajah keduanya mulai merona kembali walau masih pingsan.
“Suzu chan, terima kasih……” Toshio langsung membungkuk di depan Suzu.
“Ah….jangan begitu Toshio san, kita keluarga…….”
“Iya Toshi, jangan begitu…kalau kamu begitu terus lama lama aku marah….”
“Maaf…aku sangat senang mereka tidak apa apa….”
Kemudian mereka semua duduk di samping ranjang Kyoko dan Irene. Ketika hari sudah malam hari,
“Tos..hi…k..un…..” Kyoko siuman.
“Aku disini Kyoko….” Toshio yang berada di sebelah nya langsung mengambil tangan nya.
Melihat tangan nya di ambil oleh Toshio, Kyoko berusaha bangun dan langsung menggigit lengan Toshio.
“I…ta..da…ki..mas..u.”
Dia langsung menghisap darah Toshio, kemudian Toshio naik ke ranjang dan melihat Irene bernafas terengah engah. Langsung dia menjulurkan tangan satunya ke mulut Irene yang kemudian langsung menggigit nya dan menghisap darah nya.
__ADS_1
“Apa yang akan terjadi sekarang…….” Pikirnya dengan wajah cemas.