Midnight Couple : War Between Two Worlds

Midnight Couple : War Between Two Worlds
Attack of the machines at school


__ADS_3

Kedua robot itu terus bergerak maju, mereka tidak membawa senjata tapi tangan mereka berubah menjadi pisau. Para penjaga pun mundur karena, mereka menghalangi kedua robot itu tapi dari jarak aman. Beberapa penjaga ada yang maju dan langsung terpental oleh satu kibasan tangan saja. Melihat itu, Toshio dan Sho langsung berlari keluar dan langsung kebelakang kedua robot itu. Mereka langsung memanggil kedua robot itu dari belakang.


“Hei….” Teriak Toshio.


Kedua robot itu memutar kepalanya kebelakang walau badannya masih menghadap ke depan.


“Uh apa tidak sakit ya…..” Gumam Sho.


“Robot tidak merasakan sakit, ada ada saja kamu……” Balas Toshio.


“Mereka jelas mengincar kita Toshi….”


“Benar, kita harus membawa mereka menjauh dari sini Sho.”


Badan kedua robot itu berbalik dan langsung berlari menyerang Toshio dan Sho yang berada di belakang mereka dengan menyabetkan pisau dan tangannya. Toshio dan Sho mundur tidak melawan dan menghindari serangan pisau mereka sambil memancing mereka keluar dari gerbang.


Setelah mereka berhasil membawa kedua robot itu keluar gerbang, Kyoko dan Suzu langsung menyusul mereka. Toshio dan Sho terus memancing kedua robot itu ke lapangan di dekat sekolah tempat mereka membunuh gerombolan geng yang menganggu mereka. Ketika sudah sampai di tengah lapangan, Toshio dan Sho langsung berubah dan maju menyerang kedua robot itu. Kyoko dan Suzu berjaga di pintu keluar lapangan untuk mengawasi jangan sampai ada orang lewat atau masuk ke lapangan itu.


Toshio langsung mengarahkan pukulan ke kepala robot yang kulitnya sudah terkoyak itu. Pukulan nya kena dengan telak dan kepala robot itu terpental. Tapi badan nya tidak roboh dan langsung menyerang Toshio dengan pukulan dan pisau. Setelah Toshio mundur, robot itu berjalan menuju kepalanya dan mengambilnya. Dia langsung memasang kepalanya kembali.


“Hmm tidak bisa pakai pukulan…….”


Toshio langsung mengeluarkan satu jurusnya. “Fire fist.” Tinjunya langsung di selimuti oleh api. Tanpa jeda, dia langsung memukul robot itu bertubi tubi. Dia ingin cepat menyelesaikan nya. Tubuh robot itu terbakar, wujud asli nya langsung nampak. Badannya seperti tengkorak tapi terbuat dari besi padat yang keras. Di antara tulang tulang nya terlihat mesin mesin yang di lapisi serat otot dari besi. Di dada nya ada sebuah lensa kamera besar berwarna merah. Wajah nya seperti tengkorak terbuat dari besi yang keras dengan mata merah menyala.


Robot itu langsung menyerang Toshio dalam kondisi terbakar. Adu pukulan pun terjadi. Setelah beberapa kali beradu, tanpa sengaja tinju Toshio mengenai lensa kamera besar di tengah tengah dada nya dan menghancurkan nya. Robot itu langsung berhenti bergerak dalam posisi sedang menusukkan pisau nya. Matanya yang menyala berwarna merah pun mati. Begitu tau kelemahan robot itu, Toshio langsung berteriak memberitahu Sho.


Mendengar teriakan Toshio, Sho langsung mengeluarkan satu jurus nya. “Shadow chain….” Ikat pinggang nya yang merupakan rantai langsung terlepas dan mengikat tubuh robot itu sampai tidak bisa bergerak. Sho langsung menyerang di tengah dada nya dengan menusukkan sabit nya. “Praaak….” Terdegar sesuatu yang pecah. Robot itu langsung tidak bergerak. Matanya langsung padam dan tidak menyala lagi.


Toshio, Kyoko dan Suzu langsung menghampiri Sho. Mereka mengamati kedua robot yang sudah kaku itu. Kemarin mereka melihat robot robot itu berkeliaran di dalam kota canggih di dunia demon. Pikiran mereka ber empat langsung melayang memikirkan apa jadinya kalau seluruh robot yang mereka lihat kemarin menyerang. Belum lagi, mereka melihat robot robot berbentuk drone yang berterbangan dan robot robot berbentuk tank yang bisa masuk kedalam tanah.


“Sho, kita harus cepat mengatasi masalah ini….sangat berbahaya kalau sampai mereka menyerang dalam jumlah besar.” Toshio menggandeng tangan Kyoko dengan tangan yang gemetar.


“Ya, kamu benar Toshi, kita harus cepat selesaikan masalah ini….aku tidak bisa membayangkan nya kalau seluruh robot di kota kemarin menyerang ke sini.” Sho juga menggandeng tangan Suzu dengan gemetar.


“Kalau sampai terjadi perang seperti waktu itu dengan pasukan seperti robot ini, dunia bisa hancur…..” Ujar Kyoko.


“Benar Kyoko chan…….manusia di tambah demon sekalipun tidak akan bisa melawan nya.” Tambah Suzu.


Kemudian Toshio menelpon anak buah nya untuk datang kelapangan. Dia memberi titik koordinat nya. Tujuan nya untuk mengambil kedua robot itu dan membawanya ke rumah mereka. Mereka berencana akan mengirimkan kedua robot itu ke Kyushu untuk di teliti dan di pelajari. Selain itu juga untuk mencari kelemahan lainnya.


Setelah menutup telepon, mereka pun berjalan kembali ke sekolah, baju olah raga Toshio dan Sho menjadi compang camping karena ketika memancing kedua robot itu, mereka terkena sabetan pisau. Ketika sampai gerbang mereka berpura pura di papah Kyoko dan Suzu untuk menghilangkan kecurigaan. Mereka pun akhirnya memasuki gerbang.


Begitu masuk, Toshio, Kyoko, Sho dan Suzu langsung kaget, karena semua murid keluar dan bersorak sorak, para penjaga langsung mengambil alih memapah Toshio dan Sho menggantikan Kyoko dan Suzu. Kemudian para penjaga membawa mereka semua masuk ke dalam. Di dalam, murid murid mengerubungi mereka dan bersorak sorak. Ternyata hampir semua murid menonton aksi mereka ketika membawa kedua robot itu keluar. Akhirnya Toshio langsung menggandeng Kyoko lari ke dalam kelas, di susul Sho yang menggandeng Suzu.


Ketika di dalam kelas, Toshio dan Sho langsung membuka seragam olah raga mereka yang hancur. Ketika mau memakai seragam nya, mereka di cegah oleh Kyoko dan Suzu.


“Sebentar Toshi san, jangan pakai baju dulu, dada dan punggung kamu ada luka sabetan, aku bersihkan dulu.”


Kyoko langsung menyuruh Toshio duduk di kursinya dan dia mulai mengelap tubuh Toshio dengan handuk nya. Begitu juga Suzu yang langsung menyuruh Sho duduk dan membersihkan tubuh Sho dengan handuk. Wajah Toshio dan Sho pun menjadi merah.


“Kyoko, sudah belum ?”

__ADS_1


“Sabar sebentar kenapa sih…..”


“Bukan apa apa, coba kamu berbalik dan lihat di luar kelas.”


Kyoko langsung berbalik dan melihat banyak murid melihat mereka dari luar kelas. Bukan cuma teman sekelas tapi dari kelas kelas lain juga. Kyoko pun menoleh lagi dan dengan tenang membersihkan badan Toshio.


“Wooooow……” Terdengar banyak teriakan dari luar khusus nya wanita.


Ternyata Sho berbalik dan punggung nya yang bertato naga sedang di bersihkan Suzu. Kyoko yang sudah selesai membersihkan bagian depan tubuh Toshio meminta Toshio berbalik.


“Wooooow……” Terdengar reaksi yang sama.


Kemudian Kyoko yang keringatan mengelap wajah nya dengan baju olah raga nya dan punggung nya terangkat sedikit. Suzu juga melakukan hal yang sama.


“Wooooow……” Kali ini banyak teriakan dari kaum pria.


Akhirnya mereka pun selesai, Toshio dan Sho langsung memakai baju. Mereka sangat risih di lihat oleh orang banyak tapi tidak bisa berbuat apa apa. Kemudian Kyoko dan Suzu pun keluar untuk mengganti baju mereka di ruang loker.


Wajah Toshio dan Sho masih tegang karena kejadian yang mereka alami barusan.


“Tanpa kekuatan demon, bagaimana melawannya….tidak mungkin kita berempat di tambah Mio dan Ryuji bisa melawan semuanya.”


“Itu yang aku pikirkan sampai sekarang Toshi. Siapa sih yang berada di balik Goro, apa tujuan dia melakukan ini.”


“Besok kita dapat kabar dari Haga san, setelah itu kita ceritakan kejadian hari ini, aku akan memintanya membuat senjata yang bisa menembus dada robot itu sampai mengenai kelemahan nya.”


“Ya, saat ini jangan ganggu Haga san dulu…..demi menolong Hide.”


“Sampai kapan mereka di sana Sho ?”


“Kenapa kamu tanya aku….dasar Toshi…..”


Sementara di ruang loker, Kyoko dan Suzu sedang berganti baju. Ketiga teman sekelas Kyoko dan Suzu sangat kagum melihat tubuh Kyoko dan Suzu yang seksi.


“Kyoko chan, Suzu chan, gimana caranya supaya bisa punya tubuh seperti kalian ?” Tanya Nakano.


“Wah ga tau ya…aku dari dulu begini hehe…..” Jawab Kyoko santai.


“Kyoko chan dan Suzu chan badannya bagus, dan punggung nya wow keren…..” Tambah Nakano.


“Ah biasa saja ah……” Jawab Suzu santai.


“Tapi suami Kyoko chan keren ya…..suami Suzu chan juga…” Celetuk seorang siswi.


Kyoko dan Suzu hanya tersenyum mendengarnya. Dalam hati mereka berpikir, “Mau apa kalian.”


“Tapi benar benar pasangan yang cocok, ganteng dan cantik…..hebat….” Celetuk Tanaka.


Mendengar itu, Kyoko dan Suzu langsung tersenyum lebar dan merasa bangga.


Setelah selesai, mereka semua langsung berjalan kembali ke kelas. Kyoko dan Suzu kaget karena di depan kelas banyak siswi siswi melihat ke dalam kelas, bukan hanya dari satu angkatan, senior juga banyak yang berdiri di depan kelas melihat kedalam. Karena penasaran apa yang di lihat mereka semua, Kyoko dan Suzu melihat ke dalam. Ternyata ada beberapa siswi yang sedang mengajak bicara Toshio dan Sho sambil mengeluarkan hp mereka. Ternyata siswi siswi yang menunggu di luar kelas adalah siswi siswi yang menunggu giliran untuk berkenalan.

__ADS_1


Melihat itu, Kyoko dan Suzu menjadi geram. Mereka berdua langsung menerobos masuk dan menghampiri Toshio dan Sho yang sedang duduk.


“Ehem……” Teriak keduanya.


Mendengar itu, para siswi menoleh dan langsung menyingkir. Kyoko langsung duduk di pangkuan Toshio dan Suzu langsung duduk di pangkuan Sho.


“Hei hei….kamu kenapa lagi Kyoko ?”


“Tidak apa apa….huh….”


“Kamu juga ikut ikutan Suzu chan…..”


“Ah tidak…ini wajar….huh….”


Akhirnya keributan pun selesai dan kelas memulai kembali pelajaran nya. Bel makan siang pun berbunyi, Toshio, Kyoko, Sho dan Suzu langsung menuju taman untuk makan siang, selain itu mereka mencari tempat sepi untuk menghubungi anak buah mereka yang pergi mengambil kedua robot itu. Toshio langsung menghubungi anak buah nya.


“Halo, gimana sudah di ambil ? kalian berapa orang ?”


“Sudah bos, kami ber empat, tapi kok robot nya hanya satu bos, katanya ada dua ?”


“Hah…hanya satu ?”


“Iya bos benar, saya kirim fotonya sebentar…..”


Hp Toshio pun langsung begetar. Dia langsung melihat pesan yang di kirim anak buah nya. Di dalam foto itu ternyata hanya ada satu robot yang mereka ambil. Terlihat 3 anak buah nya sedang menggotong sebuah robot yang sudah kaku. Kemudian anak buah itu juga memfoto lapangan dan tidak ada apa apa.


“Ya sudah, langsung bawa kerumah….”


“Siap bos.”


Setelah telepon di tutup, mereka ber empat langsung lari menuju lapangan. Mereka menemukan cairan kental berwarna silver di tempat robot yang di kalahkan oleh Sho. Mereka langsung melihat cairan itu dan ternyata cairan itu adalah air keras yang masih hidup, cairan itu langsung meyerang mereka. Suzu langsung membekukan nya dan cairan itu hancur berkeping keeping. Mereka memeriksa air raksa yang hancur berantakan, kemudian mereka menyadari kalau cairan air raksa itu adalah badan robot yang meleleh karena ada sisa lensa kamera kecil berwarna merah yang sebelumnya adalah mata robot.


Toshio langsung menelpon anak buah nya. “Tut….tut….tut…trutututut…” Telepon tidak di angkat. Karena khawatir, mereka ber empat langsung lari ke dalam dan mengambil motor mereka. Dengan melacak gps yang ada di hp anak buah mereka, akhirnya mereka menemukan sebuah mobil van anak buah mereka yang sudah  terbalik dan terbakar. Mereka melihat tiga orang anak buah nya mati dan satu orang menghilang. Kemudian mereka mengikuti jejak tetesan darah sampai di sebuah jembatan. Mereka memeriksa sekitar jembatan dan menemukan seseorang sedang terduduk dan terluka di bawah. Mereka langsung turun dan menghampiri orang yang ternyata anak buah mereka yang hilang.


“Bos…….”


Anak buah itu mendadak berdiri. Dari badannya keluar serat serat besi dan mata sebelah kiri berubah menjadi lensa kamera berwarna merah. Di dadanya ada sebuah lensa kamera besar seperti pada tubuh robot. Di lihat keseluruhan, tubuh nya sudah menjadi separuh mesin, darah dan oli keluar dari badannya. Anak buah itu kehilangan kesadaran dan maju menyerang dengan tangan yang berubah menjadi pisau. Kyoko langsung berubah dan dengan sangat cepat, dia mencabut lensa kamera di dada anak buah dengan cakarnya. Kemudian dia langsung berubah lagi. Anak buah itu langsung jatuh. Toshio dan Sho langsung memeriksa tubuh nya dan anak buah itu sudah mati.


“Kurang ajar, ternyata cairan itu bisa masuk ke tubuh manusia dan merubah nya menjadi separuh robot yang mengerikan seperti ini……” Toshio sangat geram melihat nya.


Sho masih mengamati tubuh anak buah nya dan dia membalik nya menjadi terlungkup. Sho langsung melihat punggung nya.


“Toshi, lihat, seluruh punggung nya sudah menjadi besi, bahkan tulang punggung nya juga. Ini benar benar mengerikan.”


Kyoko dan Suzu juga berjongkok memperhatikan jasad anak buah itu.


“Seperti Hide kun…….mungkin ini teknologi yang sama.” Gumam Kyoko.


“Berbeda,  alat di dada Hide kun berwarna biru, sedangkan ini merah. Tapi kalau melihat urat urat nya yang keluar dan menggembung, sama…..” Tambah Suzu.


Toshio berubah sebentar dan membakar tubuh anak buah nya. Kemudian dia berubah kembali. Mereka semua kaget, ternyata cairan itu masih hidup dan menggeliat di dalam panas nya api, setelah beberapa saat, cairan itu tidak bergerak lagi. Mereka semua pun terdiam, mereka menyadari kalau musuh mereka jauh lebih berbahaya dan mengerikan, jika sampai menyerang manusia dan demon, kiamat pasti akan terjadi. Toshio dan Kyoko bergandengan tangan, begitu pun Sho dan Suzu melihat semua yang terjadi di depan mereka.

__ADS_1


__ADS_2