
Analisa Toshio dan Kyoko benar, kamar mereka langsung di ketuk. Toshio langsung berdiri dan membukakan pintu. Ternyata seorang utusan dari Asakura berada di depan pintu. Dia memberikan sebuah amplop dan tiga buah topeng. Kemudian utusan itu langsung pergi. Setelah menutup pintu, Toshio langsung membuka surat nya. Ternyata isi nya adalah undangan persta ulang tahun yang akan di adakan satu jam lagi dan sebuah tiket untuk peminjaman baju formal. Toshio langsung memperlihatkan undangan itu ke Kyoko dan Suzu.
“Bagaimana Kyoko, Suzu chan ? apa kita datang ke sana ?”
“Hmm jebakan….tapi aku terserah Toshi kun saja….”
“Aku juga terserah saja….begini begini aku bisa kok bertempur sedikit, walau mungkin tidak sehebat kalian.”
“Mereka tidak tahu wujud kita yang sebenarnya…jadi silahkan saja jebak.”
“Hehe akhirnya Toshi kun mengamuk.”
Kemudian mereka bertiga langsung keluar kamar dan turun ke lantai 1. Mereka bertanya pada resepsionis, dimana tempat peminjaman pakaian formal. Setelah di beri tahu, mereka langsung menuju ke sana. Setelah di dalam Toshio menunjukkan tiket nya dan petugas di sana langsung mengarahkan mereka. Kyoko dan Suzu langsung masuk ke dalam memilih gaun mereka. Sedangkan Toshio yang berbadan besar hanya bisa memakai sebuah tuxedo yang berukuran besar dan tidak ada pilihan lain. Mereka pun langsung mengganti pakaian mereka. Kyoko mengenakan gaun long dress berwarna merah dengan lengan buntung. Suzu pun sama hanya saja warna nya biru dan mengkilap. Setelah selesai berganti pakaian, mereka langsung menuju ballroom yang berada di lantai 2.
Begitu sampai di depan ballroom, mereka di minta mengenakan topeng mereka yang sudah di berikan sebelum nya oleh petugas yang menjaga pintu. Kemudian setelah mereka mengenakan nya, petugas langsung membukakan pintu dan mempersilahkan mereka masuk. Di dalam sudah banyak orang yang juga mengenakan topeng, sehingga mereka tidak tahu siapa saja yang ada di dalam.
“Toshi san, siapa sih yang ulang tahun ?”
“Hmm kalau di tulis di sini sih Asakura Shinji, ulang tahun yang ke 17….”
“Padahal Ryota oni san juga berumur 17.”
“Eh…” Toshio dan Kyoko langsung menengok ke Suzu.
“Kok sepertinya masih kecil sih….”
“Aku sama seperti Kyoko, aku awal nya menyangka dia umur 15 tahun.”
“Hehe oni san memang awet muda.”
Acara pun di mulai dan pintu di tutup. Lampu di ruangan pun padam, kemudian sebuah lampu sorot menyinari balkon dan terlihat seorang anak muda yang gemuk sedang melambai di balkon. Semua yang datang pun bertepuk tangan. Kemudian anak muda gemuk itu memberi kata sambutan.
“Selamat datang dan terima kasih sudah datang bapak bapak dan ibu ibu, kakak dan adik semuanya. Sekarang aku sudah 17 tahun, jadi malam ini kita bersenang senang dan terima kasih atas bimbingan anda semua. Silahkan menikmati hidangan yang sudah di sediakan. Terima kasih.”
Lampu pun di nyalakan dan di meja sudah banyak hidangan yang tersedia. Kyoko langsung maju dan mengambil makanan. Toshio dan Suzu masih diam dan hanya mengambil minuman. Toshio berdiri di sudut sedangkan Suzu masih berdiri dekat dengan pintu keluar. Tak lama kemudian Kyoko datang menghampiri Toshio, tapi dia tidak sendiri.
“Sudah kuduga, yang bersama Matsuoka chan kamu Yamishiki kun hahaha.”
Ternyata Kyoko datang bersama Jouji. Toshio langsung merangkul Kyoko dan membalik badannya membelakangi Jouji.
“Hei Kyoko, kenapa kamu kembali membawa makhluk itu…..”
“Yah…kebetulan mengambil makanan di meja yang sama dan tiba tiba dia mengikuti ku karena kenal….”
“Huuuh….malas rasanya…”
“Ya sudah lah, apa boleh buat.”
Kemudian mereka berdua berbalik ke arah Jouji berdiri.
“Tenjo kun…yang kamu maksud pesta adalah pesta ini ?”
“Iya benar, yang ulang tahun di atas sana adalah teman ku waktu middle school.”
“Hmm begitu ya….kamu tau kan Asakura itu apa ?”
“Yakuza kan ? tau kok….tapi kok kamu tau ?”
“Aku dengar dengar saja…..”
“Jadi kalian berdua nih liburan nya….asik sekali….”
Jouji melihat Kyoko di sebelah Toshio yang sedang memegang piring makanan nya.
“Iya senpai, kita berdua saja.”
Kemudian Jouji mendekati Toshio
“Adik mu galak ya hahaha.” Bisik Jouji
“Ah masa sih….lucu begini galak….”
Mereka berdua menengok ke melihat Kyoko yang sedang makan dengan wajah cemberut.
“Sepertinya ada yang membuat dia marah nih…..”
“Oh tadi aku minta line nya dan dia langsung jadi seperti itu…hehe maaf.”
“Pantas…..”
Tiba tiba remaja gemuk di atas berdiri. Lampu pun tiba tiba padam. Toshio langsung mendekati Kyoko sambil menarik Jouji.
Kemudian lampu nyala kembali. Toshio, Kyoko dan Suzu yang masih berdiri di depan pintu tercengang. Di sebelah remaja gemuk itu ada seekor serigala yang berdiri tegap dengan 2 kaki, seluruh badannya berbulu silver yang terlihat tajam, badan bagian dada, pinggang, punggung, lengan, kaki mengeras sekeras besi, seperti sedang memakai armor tapi sebenarnya bukan. Tangan nya seperti memakai sarung tangan dan kaki nya seperti memakai boots dengan bentuk kaki belakang serigala. Ekornya mengibas ke kanan dan ke kiri, matanya mengeluarkan cahaya hijau dan telinga nya tegak ke atas, badannya terlihat kekar dan berotot. Dia melipat tangan nya di depan dada nya sambil melihat ke depan. Tapi dari semua itu yang membuat kaget Toshio dan Kyoko adalah ada window status di depan nya.
Toshio dan Kyoko mendekat supaya bisa membacanya. Mereka menoleh dan melihat Suzu juga mendekat ke depan. Setelah sampai persis di bawah nya, mereka bisa membaca status nya.
Race Silver Werewolf
Class Night Lord
Lv 95
Str 75000
__ADS_1
Mag 7000
Skill Moon song, Lightning Fang, Lightning claw, Roll bash
Passive Super strengh, Super agility, claw mastery, hide in shadow
Add Bleesing of Demon God, Silver wolf transformation
Weak None
“Satu lagi orang aneh muncul…”
“Oni san…..”
“Sabar ya Suzu chan….”
Tiba tiba remaja gemuk itu mengambil mic dan dia mulai bicara.
“Baiklah sekarang kita masuk ke acara utama….setelah semua kenyang, sekarang giliran peliharaan ku yang akan kenyang…….rasakan kalian semua…aku sengaja mengundang orang orang yang hanya bisa membully ku, memarahi ku, menjauhi ku…hanya karena aku gemuk dan pendek, sekarang rasakan balasan ku hahahaha. Makan mereka.”
Serigala yang berdiri di samping nya langsung melompat ke pinggir balkon dan melihat ke bawah dengan mulut yang terbuka. Semua tamu pun langsung lari tunggang langgang menuju pintu keluar. Mereka semua menumpuk di pintu keluar karena pintu sudah di kunci. Semuanya saling mendorong dan berusaha membuka pintu nya. Remaja gemuk di atas pun duduk sambil menyilangkan kaki dan tersenyum melihat semuanya.
Setelah lama terdiam, serigala itu melompat dan langsung mendarat di belakang kerumunan tamu di depan pintu. Dia mulai menangkap dan menyabet orang orang di sekitarnya sambil berjalan maju ke pintu. Serigala itu terus maju dan berlari sambil menyabetkan cakarnya, mulut nya menggigit siapa saja di depan nya. Sekitar 20 menit kemudian, di depan pintu banyak sekali potongan tubuh yang berserakan, tamu yang tersisa hanya tinggal 5 orang termasuk Jouji.
Toshio, Kyoko, Suzu yang berada persis di bawah balkon diam saja sambil menonton pembantaian yang terjadi di depan pintu keluar. Mereka diam karena walaupun mereka berubah dan menolong, kemudian mereka harus membunuh yang di tolong karena melihat mereka, jadi sekarang atau nanti bagi mereka sama saja. Tapi yang mereka ingin selamatkan adalah Ryota yang menjadi Werewolf itu.
Tiba tiba ada suara mic di angkat di atas mereka.
“Wah wah wah….rupanya Tenjo kun….kamu nanti paling belakang ya…..kamu yang paling sering membully ku pada waktu kita sama sama di middle school, kamu juga sering minta uang padaku…silahkan tunggu, giliran mu terakhir.”
Mic pun di taruh kembali dan terlihat di kejauhan Jouji yang ketakutan dan menangis. Dari mulut nya keluar permintaan maaf.
“Umm Yamishiki san, Kyoko chan…kita tidak menolong mereka ?”
“Tidak usah…..”
“Iya Suzu chan, kita tolong pun sama saja….jadi biarkan saja.”
“Umm bukan nya yang bersujud itu adalah teman kalian ?”
“Ah hanya teman sekelas….”
“Wah bukan….silahkan saja di bunuh, berani berani nya minta line ku….”
“Ah ok…aku tidak tanya lagi hehe.”
Mereka terus menonton pembantaian itu sambil mengobrol santai di bawah balkon. Akhirnya tamu yang tersisa hanya Jouji. Kemudian tanpa sengaja dia melihat Toshio dan Kyoko di bawah balkon, dia langsung berdiri dan berlari menuju balkon.
“Yu Toshi san….”
Kyoko yang melihat Jouji lari ke arah nya langsung berubah dan melipat tangan nya di dada. Jouji yang melihat Kyoko berubah pun berhenti.
“Kyoko, kenapa kamu berubah sekarang ?”
“Hehe sekalian lah…sisa dia saja kan…..lagipula aku sebal lihat wajah nya, sok kenal dan sok akrab.”
“Hadeh…..kamu itu ya Kyoko…..seperti nya kepala mu lebih panas dari aku.”
Toshio menengok ke Kyoko dan dia melihat Suzu juga sudah berubah. Toshi hanya bisa geleng geleng kepala, kemudian dia berbalik dan duduk di pinggiran. Dia mengeluarkan rokok dan mulai merokok santai.
Sementara Jouji di tengah tidak berani mendekat maju ke arah Kyoko sedangkan mau berbalik serigala sedang berjalan ke arah nya dari belakang. Kyoko tersenyum dan memberi kode kepada Jouji supaya maju dengan menjentikan jari telunjuk nya. Jouji yang terjepit pun pingsan. Setelah Jouji pingsan, Toshio pun berdiri, dia berubah sambil meneruskan rokok nya yang belum habis.
Toshio, Kyoko, Suzu berjalan keluar dari bawah balkon dan berbalik melihat ke atas. Mereka melambai kepada remaja gemuk itu sambil tersenyum. Suzu langsung mendekati serigala di belakang mereka.
“Oni san….sadar….” Ujar Suzu dengan suara mengerikan.
“Su…zu…no….Aooooooooo.”
Serigala itu langsung melolong dan jatuh terduduk. Dia langsung memegang kepala nya dengan kedua tangannya. Asap putih pun keluar dari kepalanya. Matanya yang tadinya berwarna hijau berubah menjadi berwarna kuning. Kemudian serigala itu berdiri dan langsung memeluk Suzu dengan tangan nya yang berlumuran darah.
“Aooooooooo Aoooooooo….” Dia terus melolong dengan suara mengerikan. Di matanya terlihat air mata menetes.
Toshio dan Kyoko jadi mengerti setelah melihat Ryota dengan apa yang di katakana Suzu, rupanya dia sengaja megurung diri untuk mencegah hal ini terjadi. Setelah itu mereka langsung melompat ke balkon.
“Yo…..” Ujar Toshio dengan suara mengerikan.
“Si..siapa kalian….? Aku hanya membalas perbuatan mereka semua terhadap ku, aku tidak ada urusan dengan kalian.”
“Benar…kamu tidak ada urusan dengan kami, tapi, kamu membantai orang orang itu dengan memperngaruhi serigala yang menangis itu…..dan kebetulan yang mau kita tolong adalah serigala itu hehe.” Balas Kyoko dengan suara mengerikan.
“A..apa…mak..sud nya…papa mengadopsi dia untuk mainan ku….aku berhak menyuruh dia apa pun itu….”
“Heee ternyata begitu….gimana Oni….?”
“Sebentar Hime….hei gendut…aku tanya…siapa yang menyuruh menagih hutang ke keluarga Matsuoka ?”
“A..aniki….”
“JANGAN BOHONG…..” Teriak Toshio dengan suara yang sangat mengerikan.
“Hii…..iya iya..aku yang minta untuk mengambil anak nya…aniki yang dapat uang nya….maafkan aku…aku hanya suka dengan anak nya…..itu perjanjian kita berdua sama papa.”
“Jadi papa mu yang menyuruh nya…..aniki dapat uang dan kamu dapat anak nya….begitu ?”
__ADS_1
“I..iya…tolong lepaskan aku….”
“Hmm lalu di mana papa mu ? sebab ada yang ingin kutanyakan, bagaimana dia bisa mendapat hak tanah di tokyo.”
“Sebulan lalu papa sakit dan sekarang sedang koma di rumah sakit. Soal tanah yang di jadikan pancingan aku tidak tahu menahu….”
“Barusan kamu bilang apa ? di jadikan pancingan ?”
“I..iya….karena 2 keluarga besar mau bergabung dengan menikahkan anak anak nya….supaya mereka tidak bergabung, ini satu satu nya cara…..dengan menghabisi kedua keluarga itu jadi yang lain bisa berkuasa….begtu kata papa….”
“Jadi ini semua adalah ulah papa mu ?”
“Bukan…ini ulah grup papa mu…..semua terjadi karena ada pengkhianat di salah satu keluarga besar itu.”
“Baiklah, sekarang di mana rumah sakit papa mu atau siapa saja yang terlibat dengan papa mu ?”
“Markas mereka di Kyoto…….”
“Ok, aku sudah hime, sekarang terserah kamu…”
Toshio pun berbalik dan berjalan ke pinggir balkon. Dia mengambil rokok dan menyalakan rokok nya menggunakan sayap nya yang berapi.
“Asik asik…sekarang giliran ku…”
“A..ampun…maafkan aku….”
“Iya iya…aku maafkan…tapi aku mau tanya…kamu masih punya saudara tidak selain aniki mu yang sudah mati itu….”
“Ti..tidak ada…hanya tersisa aku dan serigala itu……”
“Baiklah….”
Kyoko pun berubah menjadi wujud asli nya yang telanjang.
“Ka..kamu…..Ma..t..su..o..ka…..”
“Yap benar, dan gara gara kalian nenek ku meninggal, papa ku meninggal walau aku tidak terlalu perduli padanya dan semua orang orang di rumah ku meninggal….jadi sudah paham kan…”
Remaja gemuk itu langsung bersujud di kaki Kyoko yang telanjang, tapi matanya masih curi curi melihat tubuh Kyoko dengan sekali kali mendongak.
“Ma..maa..maafkan aku…..”
“Iya aku maafkan….”
“Ba..baiklah, terima kasih…..”
Remaja gemuk itu mundur sambil berlutut dan kemudian berdiri, dia berbalik dan langsung mau berlari. Kyoko langsung berubah dan lompat ke depan nya untuk menghadang nya.
“Hei hei mau kemana ?” Tanya Kyoko dengan suara mengerikan.
Remaja gemuk itu langsung terduduk karena kaget dan takut melihat Kyoko di depan nya.
“Bu..bukan kah…su..sudah memaafkan aku ?”
“Benar, tapi aku kan tidak bilang mau melepaskan mu hehe….sekarang kamu pilih mau di apakan…..oh aku tau….kalau aniki mu di copot kepalanya…kalau kamu….”
Tangan Kyoko pun menyabet pinggang remaja gemuk itu dan tubuh nya pun terpisah di bagian pinggang. Remaja gemuk itu langsung muntah darah tapi dia masih hidup dan melihat isi perut nya keluar. Dia pun langsung berteriak teriak dan menangis karena kesakitan. Kemudian Kyoko meninggalkan nya dan berjalan menuju Toshio yang menunggu sambil merokok.
“Ga langsung di bunuh ?”
“Ah nanti juga mati sendiri…biarin aja dia merasakan sakit nya dulu.”
“Haaah….terserah kamu lah…..ayo turun, mereka sudah menunggu.”
Mereka pun langsung melompat turun dari balkon, kemudian langsung menghampiri Suzu dan Ryota.
“Nah sekarang Ryota kun, kamu adalah kepala keluarga yang baru, teruskan lah keluarga ini bersama Suzu.”
“Yap benar…sekarang kami mau pergi ke tujuan selanjut nya, benar kan Toshi san ?”
“Iya benar…..”
“Terima kasih…….” Balas Ryota yang masih berwujud serigala dengan suara mengerikan.
“Terima kasih Yamishiki san, Kyoko chan…terima kasih.” Balas Suzu dengan suara mengerikan.
“Sama sama…kami berangkat.” Jawab keduanya dengan suara mengerikan.
Toshio dan Kyoko pun melewati Jouji yang pingsan pada saat berjalan keluar. Kyoko pun jongkok di sebelah Jouji yang terlentang dan pingsan. Kyoko menoleh ke Toshio dan menunjuk Jouji
“Yang ini bagaimana ?”
“Diamkan saja…..oh sebentar…..”
Kemudian Toshio berlari ke arah Ryota dan Suzu, kemudian dia berbicara sesuatu kepada mereka dan terlihat keduannya mengangguk. Toshio pun langsung lari kembali menghampiri Kyoko.
“Kenapa barusan Toshi san ?”
“Ah cuma titip pesan ke mereka, tolong urus yang satu ini hehe.”
“Hehe….sip….”
Mereka berdua berencana langsung ke Kyoto setelah ini dan menguak siapa pengkhianat di dalam keluaga mereka.
__ADS_1