
Keesokan harinya, sekitar jam 12 siang, mereka pun check out dari hotel dan langsung menuju stasiun, shinkansen untuk ke Kyushu akan berangkat jam 1 siang, jadi mereka menunggu di stasiun sambil makan dulu. Setelah makan,
“Kamu kenapa Kyoko chan….kok masih lesu ?”
“Aku cuma teringat bacan…..salah satu alasan kenapa aku malas sebenarnya ke Kyushu….”
“Jadi mau di batalkan saja ?”
“Tentu tidak….aku harus tau apa yang sebenarnya terjadi…”
“Tenang saja Kyoko chan…kamu tidak sendirian..”
“Iya Toshio san, aku mengerti….”
Mereka langsung keluar restoran dan naik kereta. Setelah mendapatkan tempat duduk dan menyimpan tas mereka, mereka langsung tidur. Semalam mereka tidak bisa tidur karena banyak yang mereka pikirkan. Selagi mereka tidur, kereta pun berangkat. Dua jam kemudian mereka bangun. Toshio melihat ke kanan, dia melihat dua orang duduk di barisan kanan persis di sebelah nya mirip dengan anggota yakuza, karena tato yang ada di tanganya dan sepertinya mereka membawa senjata yang di sembunyikan. Kemudian dia berdiri, dia melihat di barisan depan nya dan menoleh melihat barisan belakang nya. Dia duduk dan menyender kepada Kyoko yang sedang melihat keluar jendela. Dia memutar badannya dan menempatkan mulut nya di telinga Kyoko.
“Kita di kepung…..” Bisiknya kepada Kyoko.
Kyoko pun langsung mau menoleh dan Toshio mencegahnya dengan mendorong pipinya kembali secara perlahan menghadap ke jendela.
“Jangan menoleh….biarkan aku sementara seperti ini."
“Iya aku mengerti Toshio san…..”
Mereka berdua langsung waspada dan berpura pura menjadi sepasang kekasih. Orang orang yang duduk di kanan nya melihat ke arah mereka sambil tersenyum senyum sinis.
“Perjalanan kita nonstop……dan mereka tidak mungkin bertindak di sini.” Bisik Toshio.
“Iya dan pas sampai Kyushu sudah malam…….” Bisik Kyoko.
“Kenapa mereka bisa tau kita mau ke Kyushu ? aku heran….”
“Itu yang aku juga ga tau…dan ini bukan pertama kali….”
“Benar, ini bukan pertama kali….sekarang kita santai saja dulu Kyoko chan.”
“Iya Toshio san……santai…santai…..”
Mereka pun saling tersenyum dan tertawa seakan akan sepasang kekasih yang sedang di mabuk asmara. Empat jam kemudian, kereta pun sampai di Kyushu, selama perjalan, setiap transit kereta semua yang mengepung mereka mengikuti mereka.
Setelah keluar dari stasiun, para pengepung langsung menghadang mereka dan membawa paksa mereka naik mobil. Toshio dan Kyoko santai saja mengikuti mereka. Setelah mereka naik, mobil pun berjalan dan tiga mobil lain mengiringi mereka. Kira kira 20 menit setelah nya mereka sampai di luar kota persis di pinggir hutan. Kemudian mereka di minta untuk turun dan masuk ke dalam hutan. Hari sudah malam, Toshio dan Kyoko pun tenang tenang saja, malah mereka mengharapkan lokasi di luar kota seperti ini. Tiba tiba mereka di suruh berhenti, satu orang yang duduk di kanan mereka di kereta langsung maju,
“Sudah sampai…sekarang kalian diam ya…..kalian akan menjadi pupuk di sini.”
“Ah begitu ya…….iya deh kami diam…” Ledek Kyoko sambil tersenyum.
“Wah wah…luar biasa, masih bisa tersenyum.” Balas pria itu sambil mengeluarkan pistol dari jas nya.
“Hehe bagus bagus….gimana kalau kita mulai Kyoko chan, seperti nya mereka sudah semua ke sini.”
“Ide bagus Toshio san….hehe.”
Toshio dan Kyoko langsung berubah menjadi wujud demon mereka.
“Nah karena kalian menyaksikan kami, bersiaplah menjadi pupuk di sini hehe….” Ujar Toshio dengan suara mengerikan.
“Hehehe……aku ke kanan ya…..siap siap semua….” Balas Kyoko dengan suara mengerikan.
“A..apa….kita tidak tahu soal ini,…jangan diam saja tembak tembak tembaaaaak.” Teriak orang yang pertama maju tadi.
Semua orang orang yang mengikuti mereka pun langsung menembak. Toshio menghitung orang yang ada di sana.
“Hmm ada 15 hime…kamu mau berapa ?”
“Hehe bebas deh…berapa saja.”
Toshio dan Kyoko diam saja di tengah walau di hujani peluru, mereka berbincang dengan santai.
“Yuk Kyoko chan…hehe…”
“Iya Toshio san hehe….”
Dengan secepat kilat mereka berdua maju menyerang semua orang yang berada di situ.
“Hahahahaha…..”
__ADS_1
Tawa mereka berdua menggelegar dan memecah keheningan malam. Tidak ada satu orang pun yang lolos dan yang tersisa hanya pimpinan nya, yaitu orang yang duduk di sebelah mereka sewaktu di kereta, yang memiliki tato di lengan dan walau transit dia selalu di sebelah mereka. Melihat semuanya di bunuh secara sadis oleh Toshio dan Kyoko, dia pun jatuh terduduk.
Toshio dan Kyoko menghampiri orang itu yang sudah teduduk ketakutan sampai membasahi celana nya. Orang itu sudah tidak bisa bergerak saking takut nya melihat wujud Toshio yang masih memegang sepotong lengan dan wujud Kyoko yang mencengkram sebuah kepala yang terputus di tangan nya. Toshio dan Kyoko berdiri di depan orang itu.
“Siapa yang menyuruh kamu mengikuti kami ?”
Orang itu tidak bisa menjawab, mulutnya ternganga karena ketakutan. Kyoko melempar kepala yang di bawanya ke samping kemudian dia jongkok di depan orang itu. Kyoko memegang dagu orang itu.
“Tolong di jawab ya, siapa yang menyuruh kalian mengikuti kami ?”
“Aba…aba….ba..ba….”
Orang itu sudah tidak bisa menjawab. Kyoko pun menoleh kepada Toshio sementara tangannya masih di dagu orang itu. Toshio pun mengangguk. Kyoko langsung menoleh ke orang itu dan tersenyum. Tangan nya yang memegang dagu itu mendadak menjadi cengkraman . Kyoko langsung menaikkan tangannya dan kepala orang itu ikut bersama tangannya. Kyoko langsung membuang kepalanya. Toshio langsung jongkok di sebelah Kyoko.
“Mereka tidak menjawab….”
“Ya…tapi kalau di lihat dari tato nya……”
“Benar, mereka sama seperti keluarga kita….hanya saja mereka dari keluarga mana.”
“Aku tidak tahu, tapi yang jelas mereka kenal kita berdua dan mengincar kita Toshio san.”
“Ya dan ini bukan pertama kali nya….”
Mereka pun terdiam, setelah itu mereka kembali ke wujud semula. Toshio dan Kyoko pergi ke semak semak dan mengambil pakaian dari tas mereka. Kemudian mereka berjalan keluar hutan dan mengambil sebuah mobil yang di tinggalkan di sana untuk kembali ke kota dan menuju rumah Kyoko.
Hari sudah semakin malam, mereka pun akhirnya tiba di sebuah rumah besar dengan design rumah besar jepang tradisional. Kyoko turun dari mobil dan membuka pagar supaya Toshio bisa memarkir mobil nya di dalam rumah.
Toshio langsung turun setelah memarkirkan mobil dan menghampiri Kyoko yang hanya berdiri melihat rumah nya yang gelap. Badan Kyoko pun gemetar memandangi rumah nya. Toshio yang melihat Kyoko ingin merangkul nya tapi dia tidak berani karena walaupun badan Kyoko gemetar, dia terlihat sedikit marah. Akhirnya Toshio memutuskan untuk masuk.
“Ayo kita masuk….”
Toshio menjulurkan lengan nya kepada Kyoko. Dia mengambil inisiatif karena melihat Kyoko yang tidak bergerak sama sekali. Kyoko pun menyambut tangan Toshio dan akhirnya mereka masuk. Toshio langsung menggeser pintu utama rumah.
“Permisi……”
Kemudian dia masuk dan membuka sepatunya. Kyoko yang berada di belakanya juga langsung membuka sepatu nya.
“Sudah tenang Kyoko chan ?…rumah mu masih ada….”
“Sudah Toshio san…terima kasih.”
Mereka lalu langsung masuk. Toshio menyalakan listrik nya di belakang dan lampu langsung menerangi seisi rumah. Setelah lampu menyala, Kyoko langsung masuk menuju kamarnya. Dia langsung membuka pintunya dan melihat ada dua gambar manusia di lantai sebagai penanda bagi polisi.
“Aku pulang basan…..” pikirnya
Kyoko pun mulai menangis. Toshio yang berada di belakang nya memegang pundak nya. Kyoko langsung berbalik dan memeluk Toshio yang balas memeluk nya.
Setelah Kyoko melepas semua dan sudah agak tenang, mereka duduk di ruang tengah. Toshio pergi ke dapur sebentar dan membuat kopi untuk mereka berdua. Secepat nya Toshio kembali dan memberikan secangkir kopi kepada Kyoko.
“Terima kasih Toshio san.”
Kyoko langsung mengambil cangkir nya dan langsung meminum nya. Kemudian dia memegang cangkir nya.
“Maaf Kyoko chan, tapi apa yang terjadi di sini sebelum kamu ke Tokyo ?”
Kyoko pun diam saja, dia hanya menoleh kepada Toshio yang bertanya kepadanya.
“Maaf tidak apa apa kalau kamu tidak mau cerita, pokok nya aku ada di sini.”
“Aku ceritakan…….”
Kemudian Kyoko menceritakan semuanya dari waktu banyak orang datang kerumah nya sampai akhirnya dia jatuh dan di tangkap oleh Toshio. Kyoko bercerita kejadian demi kejadian yang terjadi malam itu. Mendengar cerita Kyoko, Toshio langsung menghampiri nya dan tanpa ragu memeluk nya. Dia menyesal kemarin dia marah pada Kyoko dan bilang kalau Kyoko tidak mengerti.
“Maafkan aku Kyoko chan….aku berbicara seperti kemarin seakan akan aku mengerti tentang kamu…benar benar aku minta maaf.”
“Hehe tidak apa apa Toshio san, aku juga salah tidak pernah cerita sama kamu, sikap mu masih wajar…..dan jangan lepaskan aku ya….”
Kyoko pun menangis di pelukan Toshio. Setelah mengetahui ceritanya, Toshio pun langsung menganggap Kyoko sama seperti dirinya. Tangan nya naik dan membelai kepala Kyoko. Air mata Toshio pun mulai menetes.
“Iya…aku ada di sini…dan tidak akan melepaskan mu.”
Kyoko yang di peluk pun balas memeluk Toshio. Akhir nya mereka berdua menangis dan melepas segalanya malam itu. Mereka pun kembali ke kamar Kyoko dan tidur di sana.
Ke esokan harinya mereka mulai penyelidikan mereka. Kyoko langsung masuk ke dalam ruang kerja papa nya, sedangkan Toshio memeriksa sekitar rumah termasuk dojo yang di ceritakan Kyoko semalam.
__ADS_1
Selesai memeriksa semua tempat, Toshio langsung menyusul Kyoko di ruang kerja ayah nya. Begitu masuk, Toshio melihat Kyoko sedang membongkar berkas berkas ayah nya. Dia pun masuk menghampiri Kyoko.
“Menemukan sesuatu Kyoko chan ?”
“Belum, semua hanya data transaksi yang aku tidak mengerti karena aku sebenarnya tidak perduli dengan bisnis papa dan catatan perusahaan saja yang aku tidak mengerti juga hehe….”
“Coba kulihat…..”
Toshio pun mengambil sebagian berkas yang sedang di lihat Kyoko dan duduk di sebelah nya. Dia melihat catatan keuangan perusahaan milik ayah Kyoko. Di perhitungan nya dia menemukan ke anehan. Langsung dia melihat tanggal transaksi nya.
“Kyoko chan, lihat laporan keuangan ini…semenjak tahun lalu di bulan Juli, perusahaan papa mu minus dan mulai merugi….ini pasti ada sebab nya.”
“Wah jujur Toshio san, aku tidak mengerti soal ini…..maaf aku tidak bisa bantu.”
“Tidak apa apa….tahun lalu ya…..semua terjadi tahun lalu….”
“Maksudnya Toshio san….?”
“Dari rumah ku hilang seperti yang basan cerita, kerugian perusahaan papa mu, aku di tusuk di penjara, semuanya kejadian tahun lalu kan……mungkin saja berhubungan.”
“Ah itu sih di hubung hubungkan Toshio san.”
“Hmm iya juga ya…..mungkin aku yang terlalu banyak berpikir haha.”
Mereka terus mencari petunjuk di tumpukan berkas yang ada di kamar kerja ayah nya Kyoko. Selama berjam jam mereka menghabisi waktu mencari petunjuk di ruangan itu. Hari pun sudah menjelang malam. Mereka membawa sebagian berkas ke ruang tengah untuk di selidiki lagi. Kyoko pergi keluar dan menuju ke convini untuk membeli makanan. Toshio tetap di dalam ruang tengah dan menyelidiki berkas berkas di depan nya.
“Hmm semua hanya pencatatan transaksi dan catatan keuangan…..tidak ada petunjuk yang berarti….”
Dia mengambil beberapa berkas lagi yang tadinya berada di hadapan Kyoko. Dia langsung membolak balik berkas itu memeriksanya.
“Eh…apa ini…..nota transaksi pembelian katana….wow harganya 2 juta yen…..tanggal nya…eh…”
Dia langsung berdiri dan mengambil berkas pencatatan keuangan perusahaan ayah Kyoko yang sebelum nya dia lihat. Dia langsung membalik berkas itu ke tanggal tersebut dan mencocokan nya dengan nota yang di temukan nya.
“Tidak salah lagi…perusahaan nya goyang karena membeli katana ini….seberharga itu kah katana itu ?”
Pintu utama pun di buka. Toshio langsung keluar ruangan karena mendengar pintu terbuka.
“Aku pulang…..”
Kyoko berteriak sambil membuka sepatunya.
“Selamat datang.”
Toshio langsung menghampiri Kyoko dan memperlihat kan temuan nya. Awal nya Kyoko tidak mengerti namun setelah di jelaskan dia mengerti. Mereka pun masuk kembali ke ruang tengah.
“Kyoko chan, kamu tau katana yang di maksud di sini katana apa ? sebab harganya fantastis.”
“Um…mungkin katana yang aku bawa ya…sebentar aku ambil di kamar.”
Kyoko langsung berdiri dan lari menuju kamarnya. Toshio pun duduk menunggu Kyoko kembali. Tiba tiba,
“Kyaaaaa….”
Terdengar suara teriakan Kyoko yang keras.
“Kyoko chan……..”
Toshio langsung berdiri dan berlari menuju kamar Kyoko. Begitu sampai Kyoko sudah terduduk di luar kamar. Kerika melihat Toshio datang dia menunjuk ke dalam kamar. Toshio langsung menghampiri Kyoko dan memeluk nya, kemudian dia menoleh ke arah yang di tunjuk Kyoko, yaitu di dalam kamarnya. Toshio sangat terkejut karena di dalam kamarnya ada seseorang yang terbang melayang di tempat sambil menghadap mereka dengan wujud mengerikan. Wujud nya seperti manusia, memiliki kaki kambing, dari kening nya keluar tandung melengkung seperti domba, di punggung nya keluar sayap kelelawar, dari mulut nya muncul taring, matanya berwarna kuning, tangan yang seperti cakar dan kulitnya berwarna biru muda.
Toshio yang melihat nya langsung berdiri di depan Kyoko yang masih terduduk ketakutan. Dia memperhatikan wajah makhluk di depan nya. Kedua tangannya langsung naik dan menutup mulutnya.
“Wa…wajah itu….ti..tidak mungkin…..”
“Siapa dia Toshio san……..”
Kyoko pun langsung berdiri di sebelah Toshio yang gemetar dan melihat ke dalam kamar.
“Tidak mungkin……Sho…….”
“Be..benarkah….itu Toshio…san….”
Toshio pun mengangguk. Kyoko langsung merangkul lengan Toshio.
Toshio dan Kyoko pun gemetar karena yang berdiri dan melayang di depan mereka adalah Sho, sahabat Toshio yang katanya di bunuh oleh nya dan membuat dia di penjara.
__ADS_1