
Cerita kembali pada waktu Toshio tinggal bersama Sho semenjak orang tuanya meninggal dan sebelum Sho meninggal.
Pagi pagi Toshio pergi ke sekolah baru bersama Sho dan Haruka, mereka pergi bersama karena Toshio tinggal bersama Shod an Haruka adalah tetangga dekat Sho juga merupakan teman masa kecil dan kekasih nya. Penampilan Toshio masih jauh berbeda dengan penampilan sekarang, rambut nya masih berwarna hitam walau cepak dan tidak memakai anting. Sho memiliki rambut yang tebal dan berantakan, badannya kekar walau tidak sebesar Toshio, tingginya sekitar 178 cm, mendekati tinggi Toshio. Wajah nya tampan dan agak sedikit feminin. Haruka sendiri juga berbeda, rambut nya bergelombang sama seperti sekarang dan berwarna hitam, dia juga memakai kacamata. Mereka semua baru saja lulu dari middle school dan mulai masuk ke high school. Sekolah mereka sama dengan sekolah pada saat mereka masih middle school karena di sekolah itu setiap tingkatan ada.
“Huaaaam…..”
“Hoi Toshi…masih ngantuk ?”
“Hahaha Toshio kun….kebiasaan tidak bisa bangun pagi pagi…”
“Maklum, semalam mengerjakan pr hahaha….”
“Hah pr darimana, orang semalaman bicara soal Ayumi hahaha….”
“Wah benarkah itu Toshio kun ?”
“Sho…jangan macam macam ya ceritanya…”
“Loh memang benar kan……tenang Haru chan, dia cuma malu malu saja, tsundere, sampaikan saja sama Ayumi chan hahaha.”
“Wah awas ya kamu Sho…..”
“Waaa kabur…..”
Sho pun berlari menuju sekolah di kejar oleh Toshio, Haruka pun mengikuti mereka dari belakang. Sepulang sekolah, Toshio dan Sho langsung pergi menuju club karate. Mereka memang sudah tergabung di dalam nya sejak middle school. Hari pertama mereka sekolah adalah hari pertama untuk perkenalan di dalam club karate. Mereka pun berbaris di paling belakang. Toshio melihat banyak anggota baru yang bergabung. Toshio pun berbisik kepada Sho di belakang.
“Sho, lihat deh…ada perempuan juga yang begabung rupanya…”
“Iya kamu benar Toshi…..lumayan lagi….”
“Hehe kamu sudah punya Haru chan….sekarang giliran ku.”
“Huh dasar….tapi ga apa apa lah sekali sekali hahaha.”
“Wah…awas nanti aku laporin ke Haru chan….”
“Whoaaah jangan jangan….bahaya kalau sampai dia marah hahaha.”
“Hahaha……
“Hei kalian berdua yang di belakang…jangan ngobrol sendiri….”
“Baik sensei….” Jawab keduanya sambil saling melirik dan tersenyum.
Hari pertama adalah hari perkenalan, bagi anggota senior di haruskan latih tanding untuk menunjukkan kepada anggota baru.
“Toshio…Sho…maju ke depan…”
Sensei memanggil mereka untuk maju ke depan. Mereka berdua langsung maju ke depan dan berdiri di depan sensei.
“Nah yang maju kedepan ini adalah Gonzo Toshio juara pertama karate di prefektur tokyo dan Mitora Shouichi juara kedua karate di prefektur tokyo. Beri salam.”
Semua nya langsung menunduk di depan Toshio dan Sho.
“Oss….”
Toshio dan Sho pun membalas salam mereka dengan menunduk.
“Sekarang kalian berdua coba latih tanding dan perlihatkan kualitas juara 1 dan juara 2 se prefektur.”
“Baik.” Jawab keduanya.
Kemudian mereka langsung mengambil posisi. Toshio melihat wajah Sho. Keduanya saling tersenyum dengan tatapan tajam.
“Hajime…..”
Toshio dan Sho maju bersamaan, mereka langsung adu tendangan dan pukulan dengan cepat. Sho menangkis pukulan Toshio dan menyerang dengan sikut nya, Toshio langsung menangkis nya dengan tangan dan menaikkan kaki nya untuk menendang, Sho langsung menghidari ya dan balas memukul Toshio yang berhasil menangkis nya. Di wajah mereka terlihat senyuman, mereka seperti sedang bersenang senang. Tapi bagi yang menonton pertandingan mereka sangat keras. Decak kagum pun keluar dari para anggota baru melihat kumite mereka. Setelah beberapa menit bertukar pukulan, mereka pun kembali menjaga jarak. Shod an Toshio sama sama menarik nafas dan mereka pun kembali maju bersamaan.
Mereka benar benar seimbang dalam segi teknik, hanya saja Toshio lebih kuat sedikit dari Sho. Kumite pun berlangsung selama 15 menit tanpa ada yang menang dan kalah.
“Stop…”
Mereka berdua pun kembali ke posisi nya dan saling berhadapan.
“Beri hormat.”
“Oss.”
Keduanya saling menunduk memberi hormat. Para anggota club baik anggota baru atau lama bertepuk tangan karena melihat pertandingan mereka berdua. Kegiatab club hari pertama pun selesai, Toshio dan Sho pun mengganti pakaian mereka di ruang loker.
“Wah kamu makin hebat saja Sho…”
“Haha ga percuma kamu tinggal bersama ku, jadi setiap hari kita latihan. Terima kasih ya….”
“Haha bicara apa kamu, aku yang berterima kasih.”
Setelah selesai mengganti pakaian mereka, keduanya langsung keluar dari ruang loker. Tiba tiba mereka di kerubungi oleh anggota anggota wanita yang baru bergabung dengan club.
“Wah senpai dua dua nya keren loh….aku mau seperti senpai gimana caranya…?” Tanya seorang gadis kepada keduanya.
“Iya ajari kita dong senpai tachi….” Tambah seorang gadis lagi yang juga anggota baru club.
Mereka semua banyak sekali melontarkan pertanyaan seperti hobi nya apa, makanan kesukaan nya apa dan sudah punya pacar atau belum. Toshio dan Sho pun kesulitan menjawab nya. Sho melihat dari kejauhan, Haruka sedang melihat sambil tersenyum sinis dan memandang nya dengan tajam.
“Gawat Toshi…..”
“Kenapa….”
“Lihat arah jam 4….”
“Whoah…Haru chan…..aura pembunuh nya terasa sampai ke sini.”
__ADS_1
“Nah kan…kupikir aku saja yang merasakan nya….lari Toshi…..”
Kemudian mereka langsung berbalik dan melarikan diri. Haruka mengejar mereka dari belakang sambil berteriak teriak. Karena sudah kelelahan, akhirnya keduanya tertangkap Haruka yang langsung menjewer kedua nya. Toshio dan Sho pun berteriak.
“Ampun Haru chaaaaan….”
Yuuta yang saat itu masih kelas 3 middle school pun tertawa karena melihat Toshio dan Sho yang di jewer oleh Haruka. Setelah itu mereka pun pulang bersama menuju rumah mereka.
Seminggu kemudian, sama seperti sebelum nya, mereka ber 4 pergi ke sekolah bersama sama. Toshio, Sho dan Haruka masuk ke kelas mereka masing masing, karena kelas ke tiga nya berlainan. Kerika jam makan siang, Toshio yang waktu itu menjabat sebagai representatif kelas pergi keruang staff untuk membawakan tumpukan buku yang baru saja di kumpulkan. Di lorong dia bertemu dengan Ayumi teman Haruka yang sedang murung di depan kelas Haruka. Toshio waktu itu sedang jatuh hati padanya.
“Ada apa Ayumi chan ? kenapa kamu berdiri di sini ?”
“Aku tidak apa apa, hanya lagi menunggu Haruka chan keluar.”
“Oh begitu….um…apa mau makan bersamaku ?”
“Mau sih…tapi aku sudah janji dengan Haruka chan dan dia lama sekali…aku sudah lapar.”
“Hahaha….ya sudah sebentar ya aku harus keruang staff mengantarkan buku ini…”
“Ok sampai ketemu lagi…..”
Toshio pun langsung pergi. Ayumi sebenarnya suka juga dengan Toshio tapi dia tidak berani maju duluan. Haruka yang melihat dari dalam kelas Toshio berbicara dengan Ayumi, langsung keluar dan menemui Ayumi.
“Ayumi chan….tadi Toshiu kun bicara sama kamu ya….”
“Hehe iya Haruka chan…..lumayan deg degan juga.”
“Memang dia bicara apa tadi ?”
“Um dia mengajak makan bersama sih….tapi aku bilang aku sudah janji sama kamu Haruka chan….”
“Aaaah payah kamu Ayumi chan…sudah sekarang cepat susul dia ke ruang staff….lagipula hari ini aku janji sama Sho kun untuk makan di atap bersama nya dan sama adikku Yuuta….sudah sana cepat, nanti dia keburu pergi….”
“Benar nih Haruka chan ?”
“Benar…tunggu apa lagi..ayo cepat….”
“Ba..baiklah…terima kasih ya Haruka chan…”
“Sukses ya……”
Haruka pun melambai dengan ceria menyemangati Ayumi. Kemudian dia kembali ke kelas dan mengambil tas nya. Setelah itu dia langsung pergi ke atap menyusul Shod an Yuuta.
Sementara itu di ruang staff,
“Terima kasih ya Gonzo kun.”
“Sama sama sensei, saya permisi dulu.”
Toshio pun langsung berbalik dan berjalan menuju pintu. Dia langsung membuka pintu dan keluar. Bergitu sampai di luar dia melihat Ayumi sedang menunggu di depan pintu dengan grogi. Toshio langsung mendekati Ayumi.
“Ayumi chan ?”
“Loh tadi katanya sudah janji sama Haru chan ?”
“Iya, tapi Haruka chan mau makan sama pacarnya katanya di atap….”
“Oh begitu…um….dimana kita makan nya ? Kamu bawa bento Ayumi chan ?”
“Bawa sih….kalau kamu Gonzo kun ?”
“Aku juga bawa….ini…”
“Umm gimana kalau kita makan di taman saja….”
“Aku setuju….umm ayo Ayumi chan….”
“Iya…terima kasih ya…”
Kemudian dengan malu malu mereka berdua jalan ke taman. Sesampai nya di taman mereka langsung duduk di kursi taman bersebelahan. Ayumi pun membuka bento nya. Bento nya terlihat menarik dan bagus, karena ada gambar panda di atas nasinya yang terbuat dari potongan nori dan sayuran. Lauk nya kaarage, sosis di bentuk gurita dan beberapa potong sayuran rebus.
“Wah bentonya terlihat enak….buat sendiri Ayumi chan ?”
“Iya….aku buat sendiri…mau coba ?”
Ayumi mengambil kan sepotong kaarage dan memberikan nya kepada Toshio. Tanpa basa basi dia lansgung memakan kaarage yang di sodorkan oleh wanita yang dia sukai. Wajah nya mulai merah karena dia melihat wajah Ayumi yang sudah merah.
“Um…gimana ?”
“Enak sekali…..aku suka rasa nya….aku bisa makan seperti ini setiap hari nih…”
“Um kalau kamu mau Gonzo kun, besok bisa aku bawakan….”
“Be..benarkah ?”
Ayumi pun hanya mengangguk dan tersenyum malu. Toshio pun membuka bento nya. Bento nya terlihat biasa saja, hanya ada 2 lembar nori di atas nasi dan lauk nya hamburg sebanyak 3 potong berikut sayuran sayuran nya.
“Nih Ayumi chan…masakan mamanya Sho…”
Toshio mengambil kan sepotong daging hamburg dan menyodorkan nya ke mulut Ayumi.
“Aaaam……”
“Eh…ah…aaam…”
Ayumi pun memakan nya sambil memegang pipinya yang sedang mengunyah makanan nya.
“Enak kan…soalnya ini masakan mama nya Sho.”
“Iya enak….wah aku kalah ya….”
__ADS_1
“Wah tidak tidak…tetap bagiku kaarage kamu lebih enak.”
“Benarkah ?”
“Iya, aku serius….”
Mereka berdua pun tersipu malu.
“Gonzo kun, kamu tinggal bareng Shouichi kun ?”
“Iya sementara…..”
Tiba tiba terdengar suara teriakan dari atas atap. Toshio dan Ayumi berdiri dan langsung melihat ke atas, mereka melihat ada cahaya terang di atas yang kemudian redup lalu menghilang.
“Ada apa itu Ayumi chan, kamu lihat ?”
“Tidak tahu Gonzo kun….
Mereka pun duduk kembali. Tak lama kemudian, Haruka datang dan langsung melihat sekeliling.
“Haru chan…kesini.”
Haruka menengok ke arah Toshio yang melambaikan tangan dan langsung berlari menghampiri nya.
“Toshio kun…tolong…Sho kun…Sho kun….”
“Pelan pelan Haru chan….tenang dulu….ada apa ?”
Haruka pun menarik nafas dan langsung menarik tangan Toshio.
“Maaf Ayumi chan…aku pinjam Toshio kun dulu.”
Haruka langsung berlari menarik Toshio menuju infirmary.
“Ada apa sebenarnya Haru chan ?”
“Tidak tahu, aku tadi turun sebentar untuk beli minum di vending machine, ketika aku kembali ke atas, Sho sudah terkapar dan Yuuta di sebelahnya berusaha menolong.”
“Ya sudah ayo cepat….”
Mereka pun lari bersama menuju infirmary. Begitu sampai, Toshio langsung membuka pintu nya dan melihat Sho sedang duduk di ranjang. Wajah nya sangat pucat dan terlihat lemas sekali. Yuuta juga ada di situ dan seperti nya dia sangat ketakutan seperti habis melihat hantu.
“Sho….kamu tidak apa apa ?”
“Toshi…..aku tidak apa apa.”
“Apa yang terjadi….”
“Wah panjang ceritanya……sekarang aku mau tiduran dulu, nanti sebelum ke club aku ceritakan.”
“Ada apa sebenarnya …Yuu kun, tadi kamu di atap kan ? Apa yang terjadi ?”
“Senpai….aku ….aku tidak tahu…..Sho ni…..”
Yuuta sangat ketakutan sampai tidak bisa bicara. Dia tidak bisa menjawab pertanyaan dari Toshio.
“Aku tidak apa apa Yuu…lihat nih…haha.”
Sho berusaha menenangkan Yuuta dan bercanda. Dia mengangkat tangan nya membentuk tanda V (victory) dengan dua jarinya sambil tersenyum lebar.
“Sho ni…….” Gumam Yuuta.
“Sudah kalian semua keluar dulu, aku mau tidur…..”
Setelah memastikan kondisi Sho dan dia terlihat baik baik saja, Toshio dan Haruka langsung keluar, Yuuta masih tetap di situ menunggu Sho pulih.
Pulang sekolah, Toshio langsung menuju club di temani oleh Ayumi. Dia melihat Sho yang sangat lemas didampingi oleh Haruka. Toshio langsung masuk dan menyapa mereka.
“Sho, kamu tidak apa apa ? sebaiknya kamu pulang….ayo aku juga pulang menemani kamu.”
“Santai saja Toshi….aku tidak apa apa…uhuk….”
“Sudah Sho…ayo pulang…aku tidak mau latihan hari ini.”
“Sudah lag Toshi….jangan kayak mama ku yang terlalu khawatir haha…”
“Tapi Sho…lihat keadaan mu.”
“Aku tidak apa apa…benar…sudah Toshi, tidak usah di bahas lagi.”
Akhirnya Toshio pun menuruti perkataan Sho. Kegiatan club pun di mulai, seperti biasa, pembukaan pertama setelah pemanasan adalah kumite.
“Toshio, Sho, seperti biasa, awali dulu….”
“Sensei…sepertinya Sho….”
Sho langsung menutup mulut Toshio.
“Ok sensei….ayo maju Toshi.”
Dengan langkah yang berat, Sho pun maju ke depan dan berdiri di tempat nya. Toshio pun langsung menyusul nya.
“Hormat….”
“Oss….”
“Hajime…”
Sho langsung maju sambil tersenyum menyerang Toshio. Akhirnya mereka berdua langsung adu pukulan dan tendangan. Tiba tiba badan Sho limbung dan gerakan nya terhenti. Toshio yang terlanjur sedang menyerang dengan pukulan langsung mengenai ulu hati Sho yang limbung. Setelah terkena pukulan Toshio, Sho pun langsung roboh dan nafas nya berhenti karena terkena tepat di ulu hati. Sensei langsung maju mengecek nya dan Sho sudah meninggal. Sensei langsung berdiri dan memukul Toshio hingga terjatuh. Haruka yang ada di pinggir langsung ke tengah dan berteriak teriak memanggil nama Sho. Toshio pun berdiri dan menghampiri Sho sambil menangis tersedu sedu. Dia langsung mengambil alih badan Sho dari Haruka dan memeluk nya.
“Shoooooooooo…….” Teriak nya sambil menangis tersedu sedu.
__ADS_1
Kembali ke masa sekarang, Sho muncul di hadapan Toshio dan Kyoko. Rambut nya yang berantakan tergerai, badannya yang kekar melayang tidak menyentuh tanah.
Toshio dan Kyoko yang gemetar, akhirnya berubah menjadi Fallen oni dan Kyuketsuki Hime. Melihat Toshio dan Kyoko berubah, di wajah Devil Sho tersungging senyuman. Kemudian dia langsung maju menyerang.